NovelToon NovelToon
Cinta Tanpa Merek

Cinta Tanpa Merek

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan
Popularitas:22k
Nilai: 5
Nama Author: Net Profit

Hidup yang dijalaninya mungkin impian semua orang, tapi nyatanya bagi Ziano terasa membosankan. Hal itu membawanya pergi tanpa tujuan, berharap bisa hidup seperti orang lain. Alih-alih bahagia, dunianya malah jungkir balik terjungkal bahkan guling-guling karena bertemu Ara, gadis yang membuat hidupnya berubah total.

"Gue nggak mau makan beginian, bisa mati." Graziano Argantara Rahardian.

"Ya udah kalo gitu Aa mati aja, tinggal makan kok ribet." Elara Seraphi Nareswari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Net Profit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nikah

"Apa yang kalian lakukan tengah malam begini?!" bentak Pak RT.

Ara langsung berdiri sampai minyak telon dan uang koin yang ia pegang jatuh. "Aku nggak ngelakuin apa-apa, Pak! Ini salah paham!" suaranya bergetar.

Ara buru-buru berjongkok mengambil uang koin dan minyak telon, ditunjukkannya pada mereka yang penuh tatapan intimidasi. "Mau... mau ngerokin..."

Belum selesai menjelaskan, salah satu ibu-ibu sudah menyela. "Ngerokin apa? Tengah malam berduaan? Orang tua nggak ada di rumah?"

"Ih astagfirullah..."

"Makanya tadi saya bilang juga apa." Bisik-bisik langsung memenuhi ruang tamu.

Ara makin panik campur pucat. Ia sudah tak bisa berpikir jernih. Harus bagaimana lagi menjelaskan pada warga jika ia benar-benar tak melakukan maksiat seperti yang dituduhkan. Tapi posisi mereka memang tak menguntungkan, mana pas Ziano buka baju.

Ara menggigit bibir bawahnya, kacau. Dadanya langsung terasa sesak demi membayangkan bagaimana kalo sampai berita ini sampai ke abah. Bagaimana kalau abah dan ambu pulang tapi warga masih penuh disini. Abah sama ambu pasti kecewa.

"Vidioin pak RT buat bukti. Kalo perlu kirim ke abah sama ambu, biar tau kelakuan anaknya kayak gimana." teriakan dari belakang itu makin membuat Ara kalang kabut. seolah apa yang terlintas di pikirannya langsung menjadi kenyataan.

Ara bersusah payah menutup camera HP yang mengarah padanya, "Pak RT, aku mohon, ini salah paham. Aku kan udah jelasin semuanya."

"Jelasin apa! jelas-jelas kami lihat kalian me sum berdua." lagi, teriakan itu dengan cepat memancing amarah warga.

"Bapak ibu jangan kayak gini, aku bisa jelasin semua." Ara bahkan mulai terisak kali ini.

"A Ano jangan diem aja dong. Jelasin!" teriaknya pada Ziano yang malah duduk santai, bahkan kaos nya saja belum di pakai lagi.

Ziano memandang satu per satu wajah warga tanpa rasa bersalah sedikit pun. "Pak."

Semua mata yang semua fokus pada Ara kini beralih menatap dirinya.

"Saya jelasin ya."

"Neng Ara lagi ngajarin saya ngerok?"

Pak Hansip melotot. "Lho kebalik."

"Iya makanya saya juga bingung." jawab Ziano asal, beberapa warga semakin kesal menengarnya.

Ara makin menangis menjadi-jadi, tapi tangannya masih sempet-sempetnya nabok punggung te lan jang Ziano,  "A Ano jangan bercanda dulu..."

Ziano baru berdiri pelan. "Gini aja deh, bapak/ibu mau dengerin penjelasan saya atau mau ngambil kesimpulan sendiri? kalo sekiranya mau ngambil kesimpulan sendiri saya males ngejelasin, eneg pula pengen muntah ini."

Jawaban santai Ziano membuat pak hansip dan Pak RT melotot galak padanya. "Udah salah! nggak sopan pula!"

"A Ano atuh lah..." Ara malah makin frus ta si minta Ziano menjelaskan, pemuda itu malah mancing emosi warga.

Ziano memakai kaos nya dan duduk di samping Ara. Menepuk pelan punggung gadis yang terisak itu. "Kita nggak salah, santai aja." ucapnya lirih.

Kini tatapan Ziano kembali mengarah pada kerumunan warga. Tatapan itu lebih serius, tak sesantai tadi.

"Bapak ibu bisa lihat sendiri," Ziano menunjuk komputer yang masih menyala, beberapa barang yang sudah diberi barcode untuk belajar Ara, bahkan buku catatan berisi panduan singkat yang buat masih berantakan disana.

"Ara tadi lagi belajar komputer sama saya. Kita nggak cuma berdua, tadi sama Yudi.Tapi dia pulang karena adeknya sakit."

"Terus saya masuk angin, Ara mau ngerokin. Belum juga dikerokin bapak ibu malah bikin drama." jelas Ziano singkat.

Saking singkatnya justru membuat beberapa warga menganggap dirinya tidak merasa bersalah.

"Saya nggak percaya."

"Kamu pendatang."

"Nggak jelas asal-usulnya."

"Bisa aja bohong."

Ziano mengangkat sebelah alis. "Kalau saya mau macam-macam, dari jam sembilan tadi juga bisa."

Ruangan langsung hening.

Ara refleks menutup wajahnya sendiri. "A Ano!"

Bukannya membantu, kalimat itu malah terdengar semakin memperkeruh keadaan.

Pak RT menghela napas panjang. "Nak, masalahnya bukan ada kejadian atau tidak."

"Tapi kalian laki-laki perempuan bukan mahram berduaan di rumah sampai tengah malam."

"Itu sudah tidak pantas."

Ara buru-buru menggeleng. "Kami belajar, Pak. Komputernya juga masih nyala."

Semua mata kembali beralih ke monitor. Ziano beranjak ke arah komputer.

"Bapak ibu bisa mendekat kalo nggak percaya." ia mulai menjelaskan segala hal yang ada disana.

"Saya cuma buat program kasir buat warung Aki. Kalo saya niat macam-macam, nggak mungkin saya masih ngurus beginian." dilayar masih muncul kode barang, daftar barang, harga, jumlah persediaan. Di samping monitor ada barcode scanner dan printer struk.

Sesaat beberapa warga mulai ragu. Namun dari belakang kerumunan terdengar suara lantang.

"Kalo beneran belajar kan bisa besok siang!"

"Kalau memang niatnya baik, sekalian tanggung jawab saja!"

"Iya!"

"Dinikahkan!"

"Daripada nanti jadi fitnah!"

"Betul! Nikahkan saja!"

Satu suara berubah menjadi dua.

Dua berubah menjadi lima.

Tak sampai semenit, halaman rumah dipenuhi teriakan yang sama.

"Nikahkan!"

"Nikahkan!"

"Nikahkan!"

Ara langsung lemas.

Tangannya dingin.

Air matanya jatuh tanpa bisa ditahan.

"Jangan..."

"Aku nggak mau Abah tahu begini..."

Ia memegang ujung baju Ziano dengan gemetar.

Berharap lelaki itu mengatakan sesuatu.

Berharap semuanya segera selesai.

Namun Ziano hanya menatap kerumunan itu dengan wajah datar lalu menghela napas pelan. "Gue baru numpang tidur beberapa minggu langsung disuruh nikah."

Ucapan itu membuat sebagian warga semakin ricuh.

Melihat warga yang semakin ramai menyerukan nikah! nikah dan nikah! membuat Ziano tertawa santai, "kocak emang warga sini."

"Udah nggak usah nangis, kita nggak salah. Tenang aja." Tak peduli warga yang makin bergosip dengan lantang di hadapan mereka, Ziano tetap menepuk punggung Ara mencoba menenangkan gadis itu.

"Tenang! tenang! gimana aku bisa tenag Aa!" balas Ara pelan.

"Aku nggak mau nikah ih yang bener aja." lanjutnya sambil terisak.

Ck! Ziano berdecak pelan, "lo kira gue mau nikah apa? yang bener aja. Gue minggat karena gabut bukan nyari bini. Ah nggak beres."

"Liat mereka aja nggak tau malu tetap berduaan meskipun ada kita disini!" teriakan kompor itu kembali menyulut emosi warga.

Ziano berdiri, menyilangkan tangan di depan dada sambil menatap tajam pak RT. "Saya ini lagi nyoba nenangin bocah yang kalian bikin nangis. Jangan kompor lah jadi orang.Pak RT juga tolonglah kondisikan warganya."

"Heh pezina malah nggak sopan! berani kamu ngajarin pak RT!" sungut salah satu warga.

"Pokoknya kami bakal tetep disini sampai abah pulang, dan kalian langsung dinikahkan!"

Ziano memutar bola matanya jengah, "bodo amat, kalian nggak bisa diajak ngomong baik-baik. Mau stay disini silahkan, saya mau tidur." ketus Ziano.

"Ke kamar, Ra. Tidur. nggak usah mikirin mereka." Ziano membantu Ara berdiri, "barangkali ada ibu-ibu yang mau nemenin Ara di kamarnya silahkan, takutnya nanti kalian ngira saya tidur sama Ara lagi." lnjutnya sarkas.

"Si a lan, orang lagi nggak enak badan malah diajak ribut." gerutu Ziano yang kemudian dengan acuh merebahkan diri di depan TV, membiarkan orang-orang sibuk di sendiri. Ada yang di ruang tamu, ada juga yang di halaman rumah.

Sementara itu di gang samping rumah Ara, dua orang sedang ribut. "gimana sih malah dikomporin nikah? kan aku nyuruhnya Ano diusir aja!"

1
Linda Ayu Tong-Tong
kok blm update² sih kak
Silvie Dpurple
nunggu up thor
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
waahhh siapa nih kompor ny
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
Ara bkln kecewa KLO tau provokator si marcel
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
mending ilmu ku dah mental km Yudi karena g dipake lupa semua
Nica🌻🌻🌻
sibuk SPMB kah... @Net Profit
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
bagimu itu dikit bagi kita orang itu dah termasuk orang yg PNY penghasilan lebih
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
yakin di grebek
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
buhahaha KK mu LG JD kismin
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
ternyata yg dikerjain terbalik bukan adek yg di kerjain KK ny
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
itulah adik KK sama kyk kedua anak ku KLO pada berantem
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
dengan senang hati hahaha
Septi
kalang kabut dia😜
Ummah Intan
wkwkwk..tambah jauhlah kau Marcel ma Ara klo beneran mereka dinikahkan
Ummah Intan
ziano emang lain
Shee_👚
kak @Net Profit ini yang mau nikah dadakan kemana ko gak nongol². aku tungguin dari tadi juga🤭
Shee_👚: kenapa kak, re ting kah??
total 2 replies
Rita
rasain
Rita
🤣🤣🤣🤣🤣🤣hasil kegabutanmu🤣🤣🤣🤣👍👍👍
Rita
hmmm blm tau aja kmu Cel yg ada dipikirin bkny diusir
Shee_👚
kalau niatnya gak bener ya akhirnya juga gak bakalan bener. makanya jadi orang itu jangan sirik, sekarang mau gimana bukannya di usir malah jadi orang desa situ dan menetap, atau datang dan pergi sesuka nono kan mau kerumah mertua🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!