NovelToon NovelToon
KUJODOHKAN MAMA DENGAN PAK GURU MUDA

KUJODOHKAN MAMA DENGAN PAK GURU MUDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Single Mom / Diam-Diam Cinta
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Aure Vale

Cwen Arabelle, seorang anak berusia 7 tahun lelah mendengar mama dan ayahnya bertengkar, akhirnya berusaha menjodohkan mamanya dengan seorang guru di sekolahnya yang terlihat masih sangat muda.

"Paman, paman mau tidak menjadi papa untuk Cwen?" tanya Cwen memamerkan gigi kelincinya kepada guru favoritnya di sekolahan.

"Paman tenang saja, Cwen akan segera meminta mama dan ayah berpisah agar paman bisa menikah dengan mama dan menjadi papa untuk Cwen."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aure Vale, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KUJODOHKAN MAMA DENGAN PAK GURU MUDA : Bagian 32

Untuk kedua kalinya, orang tua Ansel kembali meminta agar putranya kembali mengundang Jenia dan putrinya untuk makan malam di rumah, kali ini bukan hanya keluarga inti saja, tapi juga saudara-saudara dari pihak bunda dan juga ayahnya akan datang untuk bertemu dengan Jenia. Kabar jika Ansel akan menikah dengan seorang perempuan asli Jerman membuat satu keluarga besar menjadi heboh, berbondong-bondong mereka meminta agar di pertemukan dengan calon dari keluarga Ansel itu. Tapi baru malam ini Ansel baru bisa membawa jenia juga Cwen ke rumahnya lagi.

“Ansel kamu yakin?” Jenia masih saja terlihat ragu untuk masuk ke dalam rumah Ansel itu. Di kepalanya berputar jika keluarga besar Ansel mungkin tidak akan menyukai dirinya terlebih ia seorang janda yang sudah memiliki seorang anak.

“Mereka akan menyukaimu, percaya padaku ya!” Ansel mengusap bahu Jenia untuk mengurangi rasa gugup pada perempuan itu, sedangkan Cwen sejak tadi masih sibuk mengagumi kolam renang yang ada di halaman depan rumah Ansel.

Ansel menggeggam tangan Jenia dan Cwen untuk kembali melangkah masuk memasuki rumah, Cwen yang sibuk menatap sekitar dan Jenia yang sibuk menenangkan debaran jantungnya.

“Ya ampun cantik sekali calon kak Ansel,”

Jenia reflek mundur begitu melihat banyaknya keluarga besar Ansel yang berkumpul, mereka bukan lagi makan malam di meja makan, tapi menaruh beberapa meja di halaman belakang untuk makan malam besar bersama.

Lasmaya langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri calon menantunya itu yang tidak berani mendekat.

“Kenapa diam saja, ayok duduk dulu, Cwen ikut sama nenek juga ya?” Lasmaya menatap Cwen dengan tatapan hangatnya.

Cwen mengangguk, lalu sang nenek membawa calon menantu juga cucuknya untuk duduk di meja yang sama dengannya. Beberapa sepupu juga sanak saudara dari pihak ayah dan bundanya langsung menatap Jenia dan Cwen dengan tatapan memuja. Mereka tidak menyangka jika calon Ansel masih terlihat begitu muda walaupun sudah memiliki anak berumur 7 tahun.

Bahkan beberapa sepupu Ansel yang perempuan langsung menghampiri meja yang di tempati Jenia dan Cwen, berebut untuk dapat berbincang dengan Jenia juga si kecil Cwen yang lebih banyak diam, sedikit membuat Cwen takut karena terlalu ramai, tapi kedua matanya tidak bisa bohong, jika Cwen menyukai suasana makan malam di rumahnya Ansel itu.

“Nenek, makananya banyak sekali,” ucap Cwen menatap beberapa cake yang berjajar rapi di meja sebrang.

“Halo cantik, namamu siapa?”

Seorang gadis berambut ikal menghampiri Cwen dan menyapanya ramah.

Cwen menoleh dan tersenyum manis kepada wanita yang menanyakan namanya tadi.

“Namanya Cwen, Jihan,”

Bukan Cwen yang menjawab, melainkan sang nenek yang membantu Cwen menjawab namanya itu.

“Cantik sekali seperti orangnya, Cwen mau cake di sana?” Jihan menunjuk Cake yang sejak tadi mengambil perhatian Cwen.

“Mau, Cwen suka cake,” ucap Cwen semangat.

“Oke, kita duduk di sana yuk!” ajak jihan yang langsung diangguki Cwen, tapi dia lebih dulu menatap ke arah mamanya, Jenia mengangguk , memberi izin kepada Cwen untuk ikut dengan Jihan.

Cwen tersenyum senang dan langsung menggandeng tangan Jihan untuk duduk di kursi yang dekat dengan meja cake itu.

Jenia menatap putrinya yang tampak senang dengan cake, dulu ia juga sering membuat cake untuk cemilan putrinya, tapi sekarang Jenia belum ada waktu untuk membuatnya, sebenarnya bukan tidak ada waktu, jenia memiliki banyak untuk untuk Cwen , dia hanya belum bisa membeli bahan-bahan untuk membeli cake karena uangnya yang pas-pasan untuk makan mereka.

“Jenia mau makan apa sayang, biar bunda ambilkan?” tanya Lasmaya menatap calon menantunya itu dengan sayang.

Jenia menoleh, ”Aku makan apa saja, aku suka semua kok,” jawab Jenia, ia cukup tahu diri untuk tidak meminta hal aneh-aneh atau makanan yang ia sukai, Jenia bukan termasuk orang yang pilih-pilih makanan, apapun yang di sediakan, maka itu yang akan Jenia makan.

“Tidak apa-apa, kamu bisa makan yang kamu suka di sini, mau aku ambilkan? Kamu suka seafood kan?” Ansel datang menghampiri Jenia dan duduk di kursi kosong di sebelah Jenia.

“Tidak usah Ansel, aku makan ini saja, aku suka semua makanan,” tolak Jenia lembut, ia menunjuk piringnya yang sudah terisi nasi, kangkung dan juga ikan bakar. Di berikan salah satu sepupu Ansel yang barusan mengajaknya berbincang.

Jenia sangat senang karena kehadirannya di terima sangat bai oleh keluarga Ansel, ia tidak perlu khawatir apapun lagi, kasih sayang orang tuanya yang sempat hilang selama hamper Sembilan tahun lamanya, kini ia bisa rasakan dari, tentu saja dari calon mertuanya yang sudah menunjukkan rasa sayangnya di saat mereka pertama kali bertemu.

“Aku ganti ya, kebetulan di sini aku sengaja memesan banyak seafood untuk kamu dan juga Cwen,” ucap Ansel yang cukup membuat Jenia terkejut. Karena Ansel diam-diam menaruh banyak menu yang menjadi kesukaan Jenia dan juga Cwen. Rasanya Jenia begitu sangat di hargai kehadirannya.

“Tidak apa-apa, aku bisa makan ini saja,” tolak Jenia, karena tidak mungkin mengganti menu makanan dengan yang sudah ada pada alas makannya.

“Aku bawa makanan seafood ke sini saja ya, biar ada tambahan lauk untuk kamu?”

“Apa tidak apa-apa?” tanya Jenia sedikit ragu.

Ansel tersenyum dan mengusap lembut pipi Jenia, “apa sih yang tidak boleh untuk calon istri Ansel,”

Perlakuan Ansel kepada Jenia barusan itu langsung membuat suasana di halaman belakang ricuh, sepupu-sepupu Ansel bahkan langsung sibuk menggoda Ansel yang tampak sangat romantis itu. Jangan tanya bagaimana keadaan Jenia.

Ia sibuk menutup wajahnya dengan kedua tangan untuk menahan perasaan malunya. Jenia benar-benar seperti anak remaja yang sedang kasmaran, padahal ia sudah berusia 25 tahun dan memiliki anak. Sungguh memalukan rasanya.

“Kalian membuat calon istriku malu,” ucap Ansel menatap sepupu-sepupunya yang masih sibuk menggoda.

“Sudah tidak apa-apa, abaikan saja mereka, memang mereka sangat suka sekali jahil,” ucap Ansel membuat Jenia semakin menunduk, tapi tangannya sudah tidak lagi menutup wajah.

“Kamu makan dulu ya, aku ambilin seafoodnya dulu,” Jenia mengangguk dan mulai menyuapkan nasi ke dalam mulutnya dengan tangann yang gemetar karena perasaan malu tadi.

“Ya ampun kakak sepupu bisa romantis juga rupanya,” ledek saudara sepupunya yang sedang sibuk menemani Cwen makan cake.

Ansel diam saja, sama sekali tidak menanggapi godan-godaan itu.

“Cwen ingin makan sekarang, papa suapi?” tanya Ansel kepada Cwen yang mulutnya masih penuh dengan cake.

“Ya ampun, papa? Ansel sudah di panggil papa, sweet sekali pria yang satu ini,” godaan kembali datang membuat Ansel benar-benar kesal karena ia pun menahan malu di goda habis-habisan oleh seluruh keluarganya, bahkan om dan juga tantenya.

“Ya ampun, sudah sudah, kalian membuat calon pengantin kita ini malu,” tambah kakak pertama Ansel, yang bukannya diam, malah semakin menjadi-jadi godaan itu datang.

‘Ya ampun aku malu sekali.’ Teriak Jenia di dalam hatinya.

1
Lailatul Maulida
tambah seru thor ceritanya 😊
lanjutkan pokoknya
Lailatul Maulida
lanjut thor
Lailatul Maulida
lanjut kak thor💪
Lailatul Maulida
lanjut thor
Lailatul Maulida
wih tambah seru thor lanjut pokoknya thor😊
Lailatul Maulida
lanjut kak thor
Lailatul Maulida
lanjut kak thor💪
Ilham
lanjut BG cerita Pertaman nya aku suka cwen ceria sekali bg
Lailatul Maulida
bagus ceritanya ringan pokoknya suka lah 😁
Lailatul Maulida
lanjut kak autor
seru ceritanya
Lailatul Maulida
pecat bu sindy nya thor guru kok Rasis sama bully muridnya
Lailatul Maulida
kasihan cwen di bully di sekolahnya 🥲
Lailatul Maulida
semangat kak thor
Lailatul Maulida
bapak gedeng sukanya nuntut doang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!