NovelToon NovelToon
Bukan Suami Rahasia

Bukan Suami Rahasia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:158.4k
Nilai: 5
Nama Author: El Viena2106

Pernah di khianati oleh Wanita yang dicintainya, Membuat Kaivan menutup hati pada semua wanita karena rasa traumanya.

Tapi siapa yang menyangka, Kalau dia harus terseret dalam hubungan percintaan putri majikannya. Kaivan harus diminta menggantikan sang calon pengantin pria yang merupakan asisten majikannya itu dalam sebuah pernikahan yang telah disiapkan.

"Kamu yang telah mengakadku.. Dalam pernikahan ini, Tidak ada suami pengganti atau suami rahasia.. Mulai sekarang kamu adalah suamiku yang sah.." Raisha Azzaira Pangestu.

"Aku berjanji akan menjaga pernikahan ini dengan baik. Dan aku juga akan berusaha belajar mencintaimu.." Kaivan Anugerah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dibongkar Seakar-akarnya

PLAAAK!!

"BERHENTI HANS!!

Raisha menampar pipi Hans dengan dada yang naik turun. Sejak tadi pria ini membuat ulah diacara pentingnya. Dan setiap kata yang keluar dari mulut pria itu nyelekit sekali. Apalagi dengan sengaja Hans menghina Kaivan yang notabennya sekarang adalah suaminya. Tentu saja Raisha tidak terima melihat suaminya dihina oleh pria ini.

Dengan keadaan sadar penuh Raisha menampar keras pipi Hans. Seumur hidup dia tak bersikap kasar kepada siapapun. Tapi kali ini, Dia harus bersikap kasar karena kalau tidak Hans akan semakin menjadi.

Para orang tua dari mereka tak ada yang berani melerai. Papa Damian justru duduk manis dengan melipat salah satu kakinya menyaksikan pertunjukan yang sangat menghibur ini.

Biarkan saja mereka yang mengurus. Papa Tama pun yang tadi mendekat membela putra kini mundur.

Dihadapan para tamu, Hans mempermalukan dirinya sendiri. Para tamu itu saling berbisik tentang Hans yang datang-datang membuat keributan. Apalagi ini adalah acara yang paling penting.

"Dek.. Kamu menampar aku demi dia?" Hans menunjuk Kaivan dengan amarah yang tertahan. Tatapan pria itu menajam ke arah Kaivan yang tenang. Raisha adalah wanita yang dia incar karena selain cantik, Raisha juga kalem. Itulah yang membuat Hans tertarik.

Hans begitu bahagia setelah berhasil mendapatkan wanita itu. Tapi sekarang, Wanita itu telah dimiliki oleh pria lain.

"Katakan Dek, Kenapa kau kamu membelanya?

"Aku adalah suaminya, Wajar kalau dibela oleh istriku.." Kaivan menggenggam tangan Raisha dengan begitu mesra nya.

Hans semakin emosi pada Kaivan, Pria itu adalah orang ketiga. Dia yang merebut calon istrinya. Ya, Orang ketiga.

"Kau! Kau adalah orang ketiga.. Kau yang telah merebut calon istriku.. Harusnya, Hari ini akulah yang menikah dengan Raisha. Bukan kau!!" Kaivan mengangkat salah satu sudut bibirnya itu seolah mengejek Hans yang kalah.

"Aku? Merebut calon istrimu? Hhh.. Aku tidak pernah merebut calon istri siapapun termasuk calon istrimu mu Hans.. Tapi kau! Kaulah yang menyerahkan calon istrimu sendiri padaku.." Apa yang dikatakan oleh Kaivan memang benar bukan? Kaivan tidak merasa merebut Raisha dari Hans. Tapi Hans sendirilah yang secara tak langsung menyerahkan Raisha pada Kaivan.

Setiap Raisha butuh bantuan Hans, Pria itu selalu melimpahkannya pada Kaivan. Sementara Hans, Dia sibuk dengan Ajeng. Bukan hanya satu dua kali Raisha membutuhkan Hans, Bukan satu dua kali pula Hans menolak.

Sayang sekali pria itu selalu menolak karena lagi-lagi Ajeng menjadi alasannya.

"Yang dikatakan suamiku benar.. Bukan suamiku yang merebutnya darimu, Tapi kau sendirilah yang menyerahkan ku pada suamiku.." Hans tak bisa berkata-kata..

"Dek.. Kamu tega berkhianat..

"Berkhianat? Aku? Berkhianat katamu? Jangan merasa paling tersakiti disini..Sekarang aku tanya, Siapa yang mengkhianati siapa?? Aku atau kau?" Raisha maju satu langkah..

"Bukan aku yang berkhianat Hans.. Tapi kamu! Apa kamu lupa? Kau sering mengabaikan ku dan lebih punya banyak waktu untuk Ajeng.. Mulai dari kau yang menurunkan ku ditengah jalan dengan alasan Bunda butuh bantuan. Tapi nyatanya apa? Kau justru pergi bertiga bersama Ajeng dan bocah itu ke Mall. Kalian makan satu meja layaknya keluarga cemara. Dan saat kita pesan cincin pernikahan pun kau juga begitu. Kau memilih desain cincin yang Ajeng pilih.. Padahal akulah yang calon istrimu.. Seharusnya aku yang memilih aku yang menentukan. Dan anehnya kau setuju saja dengan apa yang wanita itu katakan.

"Ah, Dan lagi.. Saat aku kecelakaan karena menyelamatkan Haura, Kau sibuk membawa bocah yang hanya lecet itu kerumah sakit. Padahal akulah yang paling parah.. Satu tahun memang waktu yang cepat dan singkat, Tapi selama setahun ini kau lebih banyak menghabiskan waktu dengan Ajeng. Apa yang di katakan mereka kau percaya.. Dia fitnah aku kau percaya.. Disini aku yang banyak menahan sakit, Tapi kau datang tiba-tiba merasa yang paling tersakiti. Tapi aku tidak heran sih, Karena kalian sudah berzina wajar kalau tunduk dan patuh padanya..

Deg!

...****************...

Hans terkejut dengan apa yang ucapkan Raisha.

"Apa yang kau katakan Dek... Aku dan Mbak Ajeng...

Ucapan Hans terhenti setelah seseorang datang memberikan ponsel pada Raisha. Wanita itu mengotak-atik benda pipih itu sebentar lalu memperlihatkan video panas Hans dan Ajeng.

Kaki Hans mundur beberapa langkah. Dapat darimana Raisha video itu? Pada malam itu tidak ada siapapun disana, Hanya ada Hans dan Ajeng saja. Tapi bagaimana Raisha punya video tersebut.

"Dek.. Kamu, Kamu dapat darimana video itu?

"Menurutmu? Siapa yang memberikan aku video ini? Disana hanya ada kau dan wanita itu.. Kalau bukan kau yang mengirimnya padaku seharusnya kau sudah bisa menebak aku mendapatkan video ini dari mana.." Hans meraup wajahnya dengan kasar. Dia tak pernah merekam aktivitas itu sama sekali. Kalau bukan dia? Berarti bisa jadi??

"Aku juga punya video untukmu.." Kali ini Raisha juga menunjukkan video Ajeng yang datang kerumah sakit waktu itu.

"Aku ingin kau membatalkan pernikahan mu dengan Hans..

"Apa alasan Mbak memintaku untuk membatalkan pernikahan ini?"

"Asal kau tahu Raisha, Aku dan Hans.. Kami telah melakukan malam yang panas yang sangat indah.. "

"Malam panas?

"Ya.. Aku dan Hans telah melakukan malam panas yang panjang. Dan pada malam itu dia.. Dia menyemburkan benihnya pada rahimku.. Dan pasti sebentar lagi, Aku akan hamil anaknya.."

"Dan kau harus tahu apa yang Hans katakan setelah itu Raisha? Hans bilang, Kalau aku hamil anaknya dia akan tanggung jawab.. Meskipun pada saat itu kau telah menjadi istrinya dia akan tanggung jawab dan tetap akan menikahiku.. Hans bilang siap tidak siap kau harus mau dimadu Raisha.." Hans mundur, Ia menggelengkan kepalanya seolah tak percaya dengan apa yang dia lihat.

"Jangan lemas dulu.. Aku juga punya ini.." Raisha kembali menunjukkan foto mesra Hans dan Ajeng yang sama-sama bertelanjang dada. Sebuah foto yang dikirim oleh Ajeng untuk Raisha agar Raisha panas. Sayangnya wanita itu tak terpengaruh sama sekali.

"Enggak...

"Apanya yang enggak? Jangan bilang kalau video dan foto ini palsu Hans.. Aku merekamnya sendiri saat wanita itu datang kerumah sakit. Dan kau datang padaku menuduhku akulah yang meminta Ajeng menjauhi mu. Dia juga yang telah mengirim foto mesra itu padaku. Ck ck ck.. Kau bekerja sebagai asisten Papa kan?. Rata-rata orang yang bekerja sebagai asisten pengusaha itu pintar Hans.. Tapi kenapa kau tidak?" Hans dibuat tak berkutik. Bukti-Bukti itu jelas membuat Hans tak mampu berkata. Masih beruntung. Raisha menunjukkan video itu hanya dihadapan Hans, Tidak di pertunjukan dilayar lebar. Andai itu Raisha lakukan, Apa tidak mau seumur hidup Hans?

"Aku rasa video itu masih sepele.. Aku punya video yang pastinya kali ini akan membuat jantungmu tidak aman.." Kaivan mengotak atik ponselnya lalu memperlihatkan video percakapan Ajeng dengan seorang pria.

"Ajeng.. Haura itu anakku.. Dia adalah putriku, Bukan anak Bram. Bahkan wajahnya pun sangat mirip denganku.. Kau tidak bisa mengelak Ajeng.."

"Pergi!!

PLAAAK!

"Pergilah Arvin.. Pergi..

"Hahaha.. Ajeng.. Ingat, Rahasia terbesar mu ada padaku sayang.. Saat kau hamil Haura, Saat itu juga kau menjebak Bram agar bocah itu punya ayah dan status.. Dan sekarang kau menjebak adiknya.. Ckckck, Sungguh kau licik sekali Ajeng."

"Iya.. Memang aku melakukan semua itu karena aku ingin Haura punya ayah dan status.. Dan jangan salahkan aku kalau Haura lebih dekat dengan mereka.. Karena itu salahmu. Kau yang tidak bisa tegas Arvin.. Kau selalu menuruti apa yang ibumu mau.. Kau Eummhh...

Tak hanya percakapan keduanya yang membuat Hans terkejut. Tapi juga adegan ciuman panas Ajeng dengan pria itu.

Hans menggelengkan kepalanya, Kenapa justru seperti ini?

"Kau? Dapat darimana video itu? Itu, Dirumah kakakku.. Bagaimana?" Kaivan maju, Tangannya suami Raisha itu menarik kancing jaket Hans hingga sesuatu berada ditangannya. Yaitu camera cctv kecil yang dia tanam dijaket Hans.

"Kau mengintaiku?

"Iya.. Menurutmu? Apa aku akan diam saja saat nonaku terus-terusan kau sakiti?" Hans mengalihkan pandangannya terhadap Raisha.

"Dek.. Mas tahu Mas salah.. Tapi aku mohon, Tinggalkan dia dan kembalilah pada Mas Dek.. " Ucap Hans memohon padanya Raisha.

"Apa? Menurutmu, Setelah kau dan wanita itu telah berbagi peluh diatas ranjang aku masih mau padamu?" Raisha menggelengkan kepalanya.

"Enggak.. Pilihanku ini sudah sangat tepat sekali.. Kaivan adalah pria yang yang aku pilih dari hati.." Mendengar itu, Hans seakan tak sukses dan emosi.

"Dek.. Cinta Mas ke kamu itu tulus.. Mas juga hebat dan lebih dari segalanya. Jangan bangga kamu karena bisa menikah dengannya. Mas yakin nanti kau pasti akan menyesal telah meninggalkan ku dan lebih memilih dia.." Hans menunjuk Kaivan. Wanita itu terkekeh mendengar ucapan Hans. Sungguh Hans sangat percaya diri sekali.

"Jangan bangga kamu Hans.. Dengar ya, Aku ini wanita yang tidak layak disakiti oleh pria manapun termasuk pria seperti kamu. Kalau kamu bangga dan merasa hebat atas diri kamu, Akupun juga bisa.. Aku cantik, Aku juga sempurna, Aku kaya dan punya banyak uang.. Papaku pengusaha dan punya banyak cabang perusahaan. Mamaku adalah cucu kyai besar yang dimana nama pesantrennya terkenal dimana-mana. Kehilangan pria semacam mu aku tidak merasa rugi.. Buktinya sekarang aku mendapatkannya. Dan aku yakin dia lebih baik darimu.." Raisha menggandeng mesra lengan Kaivan. Jika Hans bisa sombong, Maka Raisha pun bisa. Jika dibandingkan dengan Ajeng, Preeet! Jauh.

"Dek ..

"CUKUP HANS!! SEKARANG PULANG!!

"A..Ayah..

TBC

1
Ayudya
lah kepanasan tu si hans.mana lagi lihat raysha ma suami lagi🥰🥰🥰🥰🥰
Sri Rahayu
ditunggu lanjutan nya Thorr😘😘😘
Dew666
💎💎💎
Teh Euis Tea
panas bgt cuaca ya hans di tambah ada 2 sejoli yg lg mesra mesraan, duh tambah terbakar deh hati, awas gosong ach
Siti Aisah
ternyata papa damian tahu hans kepanasan🤣
Siti Aisah
ayo di coba aja wanda 😜
aku
bukan mantan istri tor 😭😭
Nice1808
Kepanasan gk tuh😀😀menyesal pun gk ada guna, seharusnya kau yg disamping raisha eh mlh kaivan😃😃
biby
ga paham dg part ini
Lucy
🤣🤣🤣🤣kepanasan lah melihat mantan calon istri bermesraan dgn suaminya🤣 Seharusnya dia yg di samping Raisha skrg malah Kaivan 🤭
Evi alvian
ada yg gosong tuh ketemu mantan🤣🤣
mmh nengmuti
hans haredang haredang panas panas panassss🤣🤣
zheny pudji
mantan tunangan
Ariany Sudjana
salah sendiri karena kebodohan kamu Hans, kamu kepanasan lihat kaivan dan Raisha, sudahlah introspeksi diri dan berharap ketemu perempuan yang sebaik Raisha
Arwondo Arni
jangan mimpi Winda Krn kamu lbh cocok sama mantan tunangan Raisha yg bodoh
Arwondo Arni
ngak suka aku sama Steven yg menghina org miskin,bikin Steven tergila gila sama sisi
Kusii Yaati
bangun woyy bangun, percaya diri itu bagus wanda tapi kalau terlalu percaya diri nanti jatuhnya jadi halu... emang kamu pikir kamu siapa hingga kaivan harus susah move on dari kamu😒
Putrii Marfuah
mimpimu ketinggian Wanda, awas ketabrak pesawat
Ayudya
hadeh Wanda jangan tinggi banget kalau punya hayalan ntar yang kalau ga tercapai kamu bisa gila 🤣🤣🤣🤣🤣🤣☺️☺️
Retno Harningsih
up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!