NovelToon NovelToon
Gara-gara One Night Stand

Gara-gara One Night Stand

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / CEO
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: dina Auliya

Satu malam yang seharusnya terlupakan justru mengubah segalanya. Nayra, mahasiswi yang hidupnya sederhana, terbangun dengan kenyataan pahit—dia hamil dari pria asing yang bahkan tidak ia kenal namanya. Di tengah ketakutan dan tekanan, Nayra memilih mempertahankan janin itu, meski harus menanggung semuanya seorang diri.


Sementara itu, Arsen—seorang CEO dingin yang tak pernah memikirkan cinta—mulai dihantui bayangan malam yang sama. Hanya berbekal satu nama, ia mencari gadis yang tanpa sengaja telah mengubah hidupnya. Namun saat akhirnya mereka bertemu kembali, kenyataan jauh lebih rumit dari yang ia bayangkan.


Ketika tanggung jawab berubah menjadi perasaan, dan jarak usia menjadi tembok yang sulit ditembus… akankah Nayra membuka hatinya, atau justru memilih menjauh dari pria yang dulu hanya ia anggap kesalahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dina Auliya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Cara yang berbeda

Sore itu berakhir lebih tenang dari yang Nayra bayangkan.

Kafe kecil tempat ia dan Raka duduk terasa jauh dari dunia atas yang penuh tekanan tadi, tidak ada tatapan tajam, tidak ada suara formal, tidak ada rasa harus “menyesuaikan diri”; hanya obrolan ringan, suara sendok beradu pelan dengan cangkir, dan udara santai yang membuat Nayra bisa bernapas lebih lega.

“Kamu udah mendingan?” tanya Raka sambil menyeruput minumannya.

Nayra mengangguk pelan.

“Lumayan.”

“Lumayan atau beneran?”

Nayra tersenyum tipis.

“Lumayan yang menuju beneran.”

Raka tertawa kecil.

“Progress.”

Nayra menatap keluar jendela sebentar, lalu kembali berbicara pelan, “aku gak nyangka… masuk ke dunia dia bakal seberat itu.”

Raka mengangguk.

“Karena kamu lihat langsung.”

“Iya.” Nayra menghela napas. “Dan itu bukan cuma soal dia…”

“Terus?”

“Orang-orang di sekitarnya.”

Raka tersenyum tipis. “Lingkarannya.”

Nayra mengangguk. “Iya.”

Beberapa detik hening.

“Kamu takut?” tanya Raka.

Nayra tidak langsung menjawab, "iya.”

Raka tidak mengejek. Tidak juga menyepelekan. “Wajar.”

Nayra menatapnya. “Semua orang bilang itu wajar.”

Raka mengangkat bahu. “Karena emang wajar.”

Nayra tersenyum kecil.

Namun kali ini lebih ringan.

Setelah beberapa saat,

ponsel Nayra bergetar.

Ia langsung melihat. Arsen

“Udah selesai?”

Nayra terdiam beberapa detik.

Raka melirik. “Dia?”

Nayra mengangguk. “Iya.”

“Jawab.”

Nayra menarik napas. Lalu mengetik,“Udah.”

Balasan datang.

“Di mana?”

Nayra menatap layar. "aku bilang jujur ya?” bisiknya.

Raka tersenyum. “Ya jelas.”

Nayra mengetik, “Di luar, masih sama Raka.”

Ada jeda. Beberapa detik. Lalu balasan datang. “Lokasi.”

Nayra menatap pesan itu.

Raka mengangkat alis.

“Singkat banget.”

Nayra menghela napas kecil.

Ia kirim lokasi. Beberapa detik kemudian, pesan masuk lagi.

“Tunggu.”

Nayra langsung menutup mata sebentar. “Dia mau ke sini.”

Raka tersenyum tipis. “Cepet juga.”

Nayra menunduk sedikit. “ini yang aku maksud.”

Raka menatapnya. “Apanya?”

“Cara dia.” Sunyi. “Dia selalu… datang,” lanjut Nayra.

Raka mengangguk pelan.

“Dan kamu ngerasa… gak punya ruang?”

Nayra langsung menatapnya, "iya.”

Beberapa menit berlalu.

Mobil itu berhenti di depan kafe.

Nayra langsung tahu, tanpa harus melihat.

Raka menoleh ke luar.“Datang.”

Nayra menarik napas dalam.

Arsen masuk. Langkahnya tenang seperti biasa. Namun tatapannya langsung menemukan Nayra dan Raka.

“Udah selesai?” tanya Arsen.

Nayra mengangguk. “Iya.”

Raka menyender santai. “Baru aja.”

Arsen menatapnya sebentar. “Kerjaan mu?”

Raka mengangkat bahu. “Aman.”

Nayra melirik keduanya. Ada sesuatu yang berbeda.Bukan tegang. Tapi juga bukan santai sepenuhnya.

“Udah makan?” tanya Arsen ke Nayra.

“Udah.”

“Bener?”

Nayra mengangguk. “Iya.”

Arsen terdiam beberapa detik.

Lalu menoleh ke Raka. “Makasih.”

Raka tersenyum tipis. “Aku cuma nemenin.”

Arsen mengangguk.

Namun suasana tetap terasa tipis. “kamu mau pulang?” tanya Arsen.

Nayra ragu sejenak. “Iya.”

Raka berdiri. “Ya udah, saya cabu, pak.” Ia menoleh ke Nayra. “Jangan dipikirin terlalu berat.”

Nayra tersenyum kecil. “Iya.”

Raka melirik Arsen. “Jangan terlalu nahan, pak”

Arsen tidak menjawab.

Raka hanya tersenyum tipis, lalu pergi.

Nayra dan Arsen berdiri di sana.

“Yuk,” kata Arsen pelan.

Mereka keluar. Masuk ke mobil.

Di dalam mobil, suasana berbeda. Lebih sunyi dari biasanya.Nayra menatap ke luar. Arsen menyetir. Beberapa menit berlalu. Akhirnya, Arsen yang bicara. “kamu nyaman?”

Nayra menoleh sedikit. “Tadi?”

“Iya.”

Nayra berpikir sejenak. “…iya.”

Arsen mengangguk kecil. “Bagus.”

Nayra menggenggam tasnya. “Arsen…”

“Iya?”

Nayra menarik napas. “kamu beda sama dia.”

Arsen melirik. “Raka?”

“Iya.”

“Dalam hal apa?”

Nayra menatap ke depan. “Cara mu. Dia santai dan kamu selalu pasti. Dan itu bikin aku aman.”

Nayra berhenti sejenak. “Tapi juga sesak.”

Mobil melambat sedikit. Arsen akhirnya berkata pelan, “kamu ngerasa aku terlalu ngatur?”

Nayra tidak langsung menjawab. “…iya.” Untuk pertama kalinya, Nayra mengatakannya langsung.

Arsen mengangguk kecil. “Aku terbiasa.”

Nayra menoleh. “Ngatur semuanya?”

“Iya.”

“Termasuk aku?”

"Maaf aku gak sadar,” jawab Arsen akhirnya.

Nayra menghela napas. "Aku tahu kamu gak maksud gitu. Tapi aku masih butuh ruang.”

Mobil berhenti di lampu merah.

Arsen menatap ke depan. Beberapa detik hening. “Gue coba.”

Nayra menoleh. “Serius?”

Arsen mengangguk. “Iya.”

Nayra tersenyum kecil. "makasih.”

Lampu berubah hijau. Mobil berjalan lagi. Dan untuk pertama kalinya, Nayra merasa

perbedaan itu tidak hanya jadi beban.Tapi juga, sesuatu yang bisa dibicarakan.

Mobil berhenti di depan kos.

Nayra tidak langsung turun.

“Arsen…”

“Iya?”

Nayra menatapnya. “Aku masih takut.”

Arsen mengangguk. “Iya.”

“Tapi aku gak mau lari.”

Arsen menatapnya. “Itu cukup.”

Nayra mengangguk kecil. Lalu membuka pintu dan turun. Langkahnya pelan. Namun kali ini, lebih ringan.

To be continued 🙂🙂🙂

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!