NovelToon NovelToon
PAHLAWAN ERA KEKACAUAN

PAHLAWAN ERA KEKACAUAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Time Travel / Perperangan
Popularitas:961
Nilai: 5
Nama Author: erik riswana

Setelah terlibat menggulingkan kekuatan kaisar Shu , Yan Qin sebagai jenderal harimau kiri mendapatkan penghargaan, berharap penghargaan itu membuat dirinya menjadi seorang panglima perang ibukota yang sudah lama di cita citakannya sejak dahulu, namun saat penganugerahan penghargaan, harapan keinginan itu tidak terkabul ,tatkala kaisar baru memberikan mandat yang sangat menghina dan merendahkan dirinya sebagai seorang jenderal harimau kiri .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erik riswana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 34

Malam itu , sebelum pagi , rombongan yang sangat panjang berjalan seperti semut , mereka dengan hati yang gembira berjalan ke arah utara .

Jalan utama yang terus naik membuat beberapa orang tua sedikit terengah engah, mereka masing masing membawa tongkat di tangan , guna menopang tubuh mereka yang sudah tua dan rapuh, bahkan ada yang berinsiatif meminta agar dirinya di tinggal, karena menjadi beban dalam rombongan.

Yan Qin, sangat marah mendengar permintaan mereka para orang tua , " siapapun yang tidak bisa bertahan dalam perjalanan, tidak ada yang akan di tinggalkan, yang muda menopang yang tua, semuanya harus lengkap sampai tujuan " teriaknya keras .

Beberapa orang yang ada di dekatnya gemetar , mereka langsung berinsiatif membantu orang tua yang sudah tidak sanggup berjalan, menggendong tanpa diperintah oleh sang pemimpin.

" tuan , apakah ini tidak apa apa ?" Duan Li , pria dewasa berambut panjang menoleh ke arah Yan Qin sang atasan yang selalu mengejutkan dirinya.

" kata siapa ini tidak apa apa , mereka orang tua adalah pilar utama berdirinya Da Qian, bila tidak ada orang tua , darimana prajurit dan anak muda lahir , apakah mereka lahir dari batu.. !!"

Para perwira bawahan terdiam , terutama kakek tua yang mengenakan zirah kulit dengan topi bajanya.

Dalam hatinya ada rasa kagum dan hormat dengan keputusan sang jenderal, dan ia merasa beruntung mengikuti sang jenderal ke utara.

Rombongan sekarang berjumlah lebih dari dua puluh tujuh ribu orang, di mana sebagian besar di Dominasi oleh wanita, orang tua dan anak anak, sisanya para pemuda yang secara langsung menjadi prajurit dalam rombongan, entah itu dari kelompok mantan budak atau anggota desa serigala yang sudah berbaur .

Mereka saling jaga satu sama lain , dan tidak ada rasa iri dengki dalam hati setiap pemuda, karena sekarang mereka menjadi satu dalam kesatuan .

Yan Qin memikirkan tentang rencana bila sudah sampai di tempat tujuan , dan ia memperkirakan bahwa dalam waktu dua minggu, ia dan rombongannya akan sampai di prefektur Bingzhou dan ia akan memulai di kota mati Xinyizhou.

Mengingat tentang Xinyizhou, ia merasa bahwa tempat itu sangat strategis, di mana merupakan tempat dataran tinggi yang sangat mudah bertahan dan sulit untuk di serang .

" tuan kota Lingshan sudah ada di depan .. !"

" umhh terus berjalan... Shen Li kamu dan beberapa puluh pria kuat masuk ke dalam kota, membeli persediaan pangan untuk dua minggu ke depan " perintah Yan Qin ke arah pemuda yang ada di belakang kudanya .

" siap tuan .. !"

Trak

Trak

" jenderal Qin, kenapa kita tidak berhenti di kota Lingshan ini ?" Lin Zhe datang dengan kudanya , bertanya penasaran.

" Jenderal Zhe, aku tidak memiliki urusan dengan kota Lingshan, sebelumnya sudah ada sekitar sepuluh ribu prajurit kami yang melintas, jadi kewaspadaan kota Lingshan sangat tinggi, aku tidak ingin menumbuhkan konflik sejak awal " ucap Yan Qin memberi penjelasan.

Pria tua itu mengangguk ringan ,mengerti apa yang di maksud oleh pria berwajah sangar itu .

Trap

Trap

Trap .

Liu Yongning membuka sedikit tirai kereta kuda, matanya yang berwarna coklat muda terlihat begitu terang saat memandang pemandangan di luar yang begitu hangat .

" suamiku , ini sudah pagi.... !" Liu Yongning dengan senyum di balik cadarnya mendongakan wajahnya ke arah pria berwajah sangar di atas kuda .

Yan Qin menoleh, sedikit mengangguk , matanya kemudian tertuju ke arah depan .

" apakah kamu lapar !"

" umhh belum.. nanti saat berhenti saja .. !

" tidak apa apa .. sebentar lagi kita berhenti untuk sarapan pagi "

Setelah berinteraksi selama satu minggu lebih , Liu Yongning sudah menggantungkan hidupnya kepada pria yang sudah menjadi suami sahnya itu , walaupun belum ada pernikahan secara resmi , keduanya sepakat untuk melaksanakan pernikahan setelah satu tahun masa berkabung selesai .

Di sepanjang jalan , rombongan terus berjalan, tanpa ada yang berbuat ulah atau menimbulkan masalah, beberapa pemuda memisahkan diri dari rombongan, bukan untuk melarikan diri, mereka mendapatkan tugas untuk mencari hewan buruan atau mengumpulkan kayu bakar , bahkan ada yang mendapatkan tugas untuk mencari biji bijian .

Yan Qin menengadahkan wajahnya ke atas langit, merasa bersyukur dengan hidup keduanya yang ramai dan penuh dengan tantangan hidup.

Ia sebelumnya hanya seorang yatim piatu yang tidak memiliki apapun , lahir di panti asuhan dan belajar keras untuk mencapai apa yang telah dia cita citakan , namun yang ia tidak sangka adalah, saat acara wisuda sarjana , ia secara tidak sengaja meninggal dan jiwanya menempati tubuh yang sekarang menjadi miliknya , di sisa ingatan, banyak pengetahuan tentang strategi militer, namun tidak ada hal lain selain itu, dan ia yakin bahwa sang pemilik tubuh sebelumnya, seorang fanatik militer yang kuat .

" tuan kita telah sampai di celah Jingdiu.... !"

Yan Qin tersadar , matanya menatap ke arah dua gunung yang tampak dengan sengaja di belah oleh tangan raksasa, di tengahnya jalan lebar begitu jelas dalam pandangannya.

" pengintai, selidiki dahulu keadaan di depan , bila ada yang mencurigakan, buat asap sinyal !"

" siap tuan .. !"

Cai Mu di samping kanannya menatap diam ke arah pengingtai yang berlari dengan kuda ke arah jalan lebar di depan mereka itu .

" tuan , pemimpin pengintai belum ada yang mengisinya,"

" umhh benar apa yang kamu katakan, " ucap Yan Qin membenarkan , ia kemudian teringat dengan dua putra jenderal Zhe yang ikut dalam rombongan.

" jenderal Zhe, apa keahlian putra anda ?"

Pria tua yang ada di belakang kanan kudanya sedikit terhenyak " jenderal Qin, putra saya tidak memiliki bakat apapun, putra pertama suka bermain tombak , hanya sedikit keahlian bertarung tangan kosong , yang kedua, " pria tua itu menghela nafas pelan , tanda tidak berdaya " putra kedua tidak memiliki bakat, suka menghamburkan uang, memiliki banyak hubungan kotor dengan anak bangsawan yang nakal "

Yan Qin tersenyum saat mendengar hal tersebut, " bagus , panggil anak kedua kesini , aku ingin melihat apakah benar putra kedua tidak memiliki bakat !"

" juga sekalian putra pertama ... !"

Jenderal tua itu menoleh ke arah pria paruh baya yang memegang tali kekang kudanya " pelayan Qiu , tolong panggil kedua putraku kesini... !"

" baik tuan .. !"

Tak lama kemudian, dua pemuda yang identik datang , yang satu memakai pakaian merah mewah , tampak begitu sombong, matanya yang kecil tampak sangat licik , namun ada aura cerdik di wajahnya, sedangkan yang satunya memiliki penampilan gagah , begitu kuat dan ada aura membunuh samar di seluruh badannya.

Yan Qin mengangguk saat melihat kedua pemuda yang memiliki wajah mirip namun berbeda pesona .

" apakah kamu putra pertama ?" Tanya Yan Qin ke arah pemuda yang begitu heroik , di tangannya tergenggam tombak pendek yang di ujungnya sangat tajam mengkilat.

Dengan sopan, Lin Chuan memberikan penghormatan " benar jenderal Qin , saya putra pertama !"

1
y@y@
⭐👍🏿👍🏾👍🏿⭐
y@y@
💥👍🏾👍🏿👍🏾💥
Aisyah Suyuti
good👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!