Aurielle Veyra (25 tahun), seorang Make Up Artist kelas dunia, dikenal mampu mengubah wajah biasa menjadi sebuah 'Mahakarya'.
Namun setelah tertidur usai bekerja tanpa henti, dia terbangun … bukan di Apartemen mewahnya.
Melainkan di raga seorang gadis yatim piatu miskin di desa terpencil dalam Kekaisaran Shang Agung, yang bernama Lin Yue. Yang meninggal karena menyerah menjalani kehidupan di dunia itu.
Di dunia tanpa kosmetik modern, Aurielle terikat dengan sebuah ruang dimensi misterius berisi resep kecantikan kuno yang telah lama hilang dari sejarah.
Dari bunga liar, mutiara, hingga ramuan rahasia, dia menciptakan kosmetik yang mampu membuat siapa pun terlihat memukau.
Namun, di balik kecantikan yang dia ciptakan …
tersembunyi rahasia racun halus, dan permainan kekuasaan yang mematikan.
Karena di dalam dunia Kekaisaran~
Sebuah wajah yang sempurna bisa menjadi sebuah 'senjata' yang mematikan!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 38 dan 39.
***
Malam itu suasana di dalam wilayah Han terasa tenang dan damai, berbanding terbalik dengan suasana hati "Sang Naga' dari wilayah Zhuang yang berada di dalam kamar penginapannya.
Para penduduk yang ada di dalam wilayah Han masih terlihat berlalu-lalang di jalanan, membuat suasana malam di sana terasa lebih hidup.
Aroma arak buah dan olahan daging yang dipanggang pun menguar diudara, membuat siapapun yang mencium aromanya terasa lapar.
Mereka tdak mengetahui, jika akan ada 'badai' di wilayahnya, karena 'Sang Naga' belum juga bisa menemukan mangsanya.
Di dalam ruang dimensinya, Lin Yue membuka matanya kembali, setelah selesai menstabilkan auranya, tinggal melatih tekhnik terakhir dari semua beladiri dan ilmu pedang yang dia pelajari di dunia ini.
"Haaaah! ... Krek! ... Krek!"
Dia menghembuskan napas panjang sambil menggerakkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri.
Yuexue berdiri di sampingnya sambil masih menatap raga barunya dengan tatapan kagum.
Tinggi pria itu sekitar 188cm, rambut panjang halus berwarna perak, dan wajah yang sangat tampan namun liar, dengan iris mata berwarna ungu kebiruan, mata khas Beast tingkat Ilahi.
Aura buas samar masih melekat kuat di dalam tubuhnya, membuat sosoknya terlihat semakin ... menarik.
Dengan senjata ilahi yang berbentuk kipas berwarna silver, sosoknya terlihat seperti seorang 'Pangeran Iblis' dari dunia bawah.
"Wah!"
"Ternyata wujud manusiaku terlihat terlalu tampan ..." serunya sambil menyentuh bagian wajahnya sendiri.
Lin Yue bangkit dari posisinya, dia berkjalan ke arah pohon kehidupan sambil memutar malas bola matanya, karena melihat 'kenarsisan' hewan peliharaannya.
"Tsk! Jika kamu sudah selesai mengagumi dirimu sendiri, cepat ikut denganku!" ujar Lin Yue dengan nada kesal.
"Bantu aku membawakan barang-barang untuk ditaruh di Paviliun Orchid, karena stok di sana sudah habis!" lanjutnya dengan nada memerintah yang mutlak.
Yuexue tersentak mendengarnya, lalu dia menjawab ucapan Lin Yue dengan cepat.
"Oh, baiklah, Nona Yue!"
Sementara Chichi melompat ke bahu Lin Yue sambil mencicit pelan.
"Chi ... Chi ..."
Lin Yue mengelus kepala kecil milik kelinci Iblis itu dengan lembut.
"Malam ini kamu temani Mei Fang untuk berkultivasi, oke? Jaga dia, agar tidak celaka saat menembus tingkatan ..." ujar Lin Yue kepada Chichi.
Chichi langsung menganggukkan kepalanya dengan semangat.
"Chi!"
Lin Yue tersenyum tipis melihatnya.
Walaupun Chichi terlihat lucu dan menggemaskan, namun da adalah tipikal Beast yang sangat berbahaya.
Jangan pernah menyentuh batas kesabaran binatang itu, jika masih ingin nyawanya melekat pada raganya.
Setelah melakukan persiapan untuk keluar dari ruang dimensinya, Lin Yue langsung menggunakan tekhnik 'Penyembunyi Aura' agar keberadaannya tidak dapat dilacak.
Sriiing!
Sebuah cahaya tipis samar menyelimuti seluruh tubuhnya, membuat Aura keberadaannya langsung menghilang.
Yuexue langsung membeliakkan matanya, saat tidak bisa merasakan aura kehidupan milik majikan cantiknya itu.
"Wow, Nona ...!"
"Aku hampir tidak bisa merasakan keberadaanmu sekarang!" seru Yuexue dengan nada takjub.
"Ya. Aku menggunakan tekhnik 'Penyembunyi Aura' tingkat tinggi, yang baru saja aku kuasai ..." sahut Lin Yue sambil tersenyum.
"Selama aku tidak menggunakan energi Qi dalam menyerang seseorang, maka keberadaanku akan sulit di deteksi ..." lanjutnya menjelaskan.
"Keren sekali, Nona! Itu adalah satu tekhnik langka milik para Dewa dan Dewi Surgawi! Dan hanya orang-orang pilihan merekalah yang dapat mempelajarinya," ujar Yuexue dengan nada kagum.
Lin Yue menata rambutnya dengan ikatan ekor kuda tinggi, lalu dia mengenakan sebuah cadar berwarna hitam pekat pada sebagian wajahnya.
Penampilannya terlihat sangat misterius sekarang, demi menghindari orang-orang yang sedang mencarinya.
"Ayo, sudah waktunya kita keluar!" ajak Lin Yue kepada Yuexue.
"Baik, Nona."
--
Beberapa menit kemudian, mereka sudah berada di dalam kamar pribadi Lin Yue.
Dimana dalam kamar itu, ada sebuah lorong rahasia yang dibuat oleh Lin Yue, menuju langsung ke dalam Paviliun Orchid Bulan.
Sesampainya disana, para bawahan Lin Yue langsung membungkukkan badannya penuh hormat, saat melihat kedatangan Nona mereka.
"Selamat datang kembali, Nona!"
"Hmm,"
Lin Yue berjalan masuk kesana tanpa menarik perhatian, dan Yuexue berjalan dibelakangnya dengan wajah dingin andalannya.
Beberapa gadis Bangsawan yang sedang berbelanja di sana langsung merona, saat melihat sosok Yuexue.
"Wah, tampan sekali!" bisik salah satu gadis Bangsawan kepada rekannya.
"Kira-kira, dia siapa ya? Apakah salah satu anak Bangsawan dari sekitar sini?"
"Tampan sih, namun auranya terasa menyeramkan!"
"Seperti seorang ... Psikopat, ya?"
Yuexue menyeringai dingin, saat mendengar suara-suara bisikan itu.
Ada rasa bangga dalam hatinya, saat mereka memuja dan ketakutan sekaligus kepada dirinya.
Namun, semua itu tidak bertahan lama, ketika tiba-tiba saja~
PLAK!
Lin Yue langsung mendaratkan pukulan ringan pada bahunya, membuat semua imajinasi indahnya langsung ... Buyar!
"Aduh, Nona! Galak sekali!" protes Yuexue.
"Makanya jangan tebar pesona! Tugas kamu menjagaku, bukan malah bertingkah sok ketampanan begitu!" sungut Lin Yue dengan nada kesal.
Sesampainya mereka di lantai tiga, Mei Fang sudah disana untuk menyambutnya, lalu mereka masuk bersama ke dalam ruangan kerja Lin Yue.
"Akhirnya kamu keluar juga dari dalam 'Goa' itu, Yue'er ... Aku pikir, kamu akan tinggal disana selamanya," sindirnya sambil menutup pintu.
Lin Yue hanya menanggapi dengan senyuman, saat mendengar sindiran sahabatnya itu.
"Bagaimana situasi di sini selama aku tidak datang-datang?" tanyanya kepada Mei Fang.
Ekspresi Mei Fang langsung berubah serius, saat mendengar pertanyaan itu.
"Ada pria asing yang datang mencarimu ..." lapornya dengan wajah datar.
"Auranya terasa familiar dengan seseorang di masa lalu, namun aku lupa ... Sepertinya dia bukanlah orang dari kalangan biasa ..." lanjutnya dengan nada dingin.
Aling datang sambil membawakan kopi favorit Lin Yue dan teh untuk Mei Fang.
Sementara Lin Yue duduk di kursi kebesarannya sambil menyilangkan kakinya.
"Apakah maksudmu 'pria masa lalu' itu adalah Kaisar Zhuang Erdan?" ujar Lin Yue dengan nada seperti mengingatkan sahabatnya.
Mei Fang langsung terlonjak dari kursinya, seperti telah mendapat pencerahan.
"Nah, itu dia maksudku! Bagaimana bisa kamu sudah mengetahuinya? Siapa yang melaporkannya kepadamu?" tanya Mei Fang dengan nada menyelidik.
"Auranya terlalu mencolok ... Aura seseorang yang sudah membunuh ribuan nyawa," jawab Lin Yue sambil tersenyum tipis.
"Walaupun dia menyembunyikan aura itu dengan baik, namun kekuatannya sudah berada jauh dibawahku sekarang. Jadi, aku bisa merasakannya ..." lanjutnya menjelaskan, sambil menyesap kopinya.
Yuexue menyipitkan matanya, saat mendengar 'pria badjingan' itu masih saja mengejar majikannya.
"Jika dia benar-benar mengganggumu, kenapa kita tidak langsung membu-nuhnya saja?" ujar Yuexue dengan nada dingin.
"Hahahaha! Jangan menjadi orang dengan 'sumbu pendek', Yuexue! Hangan menjadi bodoh, hanya karena emosi sesaat! Dia adalah seorang Kaisar di wilayah Zhuang, jika dia mati ... siapa yang akan menggantikan posisinya disana, hm?" ujar Lin Yue sambil tertawa.
"Lagi pula, jika dia mati di dalam wilayah Han kita, maka kita akan menjadi muusuh besar Kekaisaran itu ke depannya ... Warga kita akan menderita, dan aku tidak ingin melibatkan mereka semua ..."
"Ini adalah urusanku dengan dia, jangan sampai membuat warga menderita lagi. Peperangan kemarin sudah cukup membuat mereka 'trauma', maka jangan menambahnya lagi,"
"Lain ceritanya jika dia yang membuat gaduh di dalam wilayah ini duluan ... Itu namanya mencari ... Mati!" ujar Lin Yue dengan nada dingin.
Yuexue terdiam, saat mendengar semua ucapan majikannya yang panjang kali lebar itu.
"Dia juga membeli hampir semua pil langka yang kita jual, tanpa menawar sedikitpun," lapor Mei Fang.
"Bagus kalau begitu. Biarkan saja dia berbelanja semaunya, yang penting tidak merugikan pihak kita ..." sahut Lin Yue sambil mengangguk santai.
"Hah?? ... Gimana maksud kamu, Yue?" tanya Mei Fang dengan wajah bingung.
Lin Yue menyeringai dibalik cadarnya.
"Maksud aku ... Semakin dia penasaran, maka akan semakin mudah aku mengendalikan dirinya!"
Mei Fang menatap Lin selama beberapa detik untuk mencerna ucapannya, tidak lama kemudian dia tertawa.
"Hahahahaha! Kamu benar-benar menakutkan, Yue'er!"
--
Setelah mereka berbincang beberapa saat, Lin Yue langsung mengeluarkan barang-barang daganganya dari dalam ruang dimensinya.
Wuusssh!
Puluhan kotak kayu besar langsung muncul memenuhi ruangan itu, dan aroma pil spiritual langsung menguar di udara.
"Wah, Yue'er?!" seru Mei Fang sambil membeliakkan mata indahnya karena terkejut.
"Bagaimana kamu bisa membuat sampai sebanyak ini? Bukankah kamu sedang berkultivasi?" lanjutnya dengan wajah tidak percaya.
"Tentu saja bisa! Saat waktu senggang, aku akan membuat semua pil-pil ini. Semakin tinggi tingkat kekuatanku, maka semakin mudah membuat semua pil-pil ini ..." sahut Lin Yue dengan nada sombong.
Yuexue mendekat ke salah satu kotak terpisah yang terlihat indah, lalu dia membukanya.
Ctak!
Matanya langsung terbeliak lebar, saat melihat pil tersebut.
"I-ini adalah pil 'Kaisar' yang langka di dalam Dinasti ini, Nona! Tidak ada seorang Alkemis pun, yang bisa membuat pil ini, walau mereka mempunyai resepnya. Dan Anda ... Anda bisa membuatnya dengan mudah!" ujar Yuexue dengan nada kagum.
Pil ini adalah sebuah pil yang dapat menghidupkan kembali seseorang yang telah lama mati, dengan cara membawa roh-nya ke dalam sebuah raga baru, yang telah diminumkan pil tersebut.
Dan seseorang yang meminum pil ini akan kebal terhadap semua senjata, asalkan tidak dipenggal saja kepalanya.
Pil ini adalah pil ajaib yang dapat menghancurkan Dinasti, jika ada yang memilikinya.
Sudah dipastikan ... Peperangan tidak akan bisa dihindari!
"Benar! Aku hanya membuat dua butir saja, dan kita akan melelangnya ..." ujar Lin Yue dengan mata menyipit penuh kelicikan.
"Nona ... Anda akan bisa membuat sebuah peperangan besar dalam Dnasti ini!" ujar Yuexue.
"Memang itulah niatku ..." sahut Lin Yue.
"Dua dilelang ... Dan ada puluhan pil untuk dibagikan kepada semua warga kita. Aku ingin mereka selamat, dan jangan beritahu kepada mereka tentang pil ini. Berikan saja, dan minta mereka menelannya langsung di depan kalian agar aku bisa tenang ..." lanjut Lin Yue dengan nada dingin.
"Kalian minumlah dulu, setelah itu berkelilinglah ke wilayah Han! Pastikan semua warga kita meminumnya, sebelum lelang kita buka!" perintah Lin Yue dengan nada tegas.
"Oke, Yue'er!"
"Hahahahaha! Anda benar-benar seorang 'monster', Nona!" ujar Yuexue sambil tertawa.
"Ya, sebab itulah aku dilahirkan ke dunia ini ..."
"Dilahirkan kembali dengan raga baru, agar bisa menjadi 'monster' yang disiapkan oleh para Dewa/Dewi ..."
--
Sore harinya setelah urusan Paviliun selesai, Lin Yue dan Yuexue menuju ke area belakang Paviliun, yang menjadi tempat tinggal para bawahannya.
Lin Yue menuju ke arah sebuah rumah sederhana yang terpisah dengan tempat tinggal lainnya, karena yang menempatinya benar-benar 'manusia' biasa.
Terlihat Han Xialan yang sedang duduk sendirian menatap langit malam, wajahnya terlihat jauh lebih tenang dan berisi sekarang.
Tidak ada lagi tatapan gila atau ketakutan karena trauma berat seperti saat pertama kali bertemu dulu.
Tap ... Tap ... Tap ...
Ketika dia mendengar suara langkah kaki yang mendekat, dia langsung bangkit untuk menyambutnya.
"Nona Yue ..."
Lin Yue menganggukkkan kepalanya sambil tersenyum.
"Bagaimana keadaanmu sekarang, Han Xialan?" tanya Lin Yue.
"Aku baik-baik saja, Nona Yue. Terima kasih atas semua bantuan Anda, Nona ..." jawab Xialan, sambil menunduk penuh hormat.
"Aku sangat menyukai tempat ini, karena semua orang memperlakukan diriku dengan sangat baik ..." lanjutnya sambil tersenyum.
"Baguslah kalau begitu ..." sahut Lin Yue.
Lalu dia menatapa wanita itu cukup lama, sebelum akhirnya dia berkata dengan nada pelan.
"Xialan ... mulai malam ini, aku akan memberikan beberapa penjaga disekitarmu sebagai sebuah perlindungan," ujar Lin Yue.
"Perlindungan? Kenapa harus memberikan perlindungan khusus untukku, Nona?" tanya Xialan dengan wajah bingung.
Tanpa banyak bicara, Lin Yue langsung mengangkat kedua tangannya ke udara.
Dan~
Sriiing!
Puluhan simbol aneh berwarna emas muncul di udara, dan simbol-simbol itu langsung mengelilingi tubuh Han Xialan.
Wung ... Wung ... Wung ...
"Formasi Perlindungan Diri tingkat tinggi ..." gumam Yuexue dengan nada kagum.
Angin malam langsung berhenbus dengan sangat kencang, saat simbol-simbol itu berputar semakin cepat mengelilingi tubuh Han Xialan, membuatnya terlihat sedikit panik.
"N-nona Yue ...??!!"
"Santai saja, Xialan ... Aku tidak akan menyakitimu ..." sahut Lin Yue.
Tidak lama kemudian~
BOOM!
Simbol-simbol itu langsung masuk dan menyatu dengan raga Han Xialan, membuat aura keberadaan dirinya langsung menghilang.
Bahkan makhluk ilahi sekelas Yuexue saja sampai kesulitan mendeteksi keberadaan wanita itu, jika dia tidak benar-benar memfokuskan dirinya.
Dan hanya pasukan robot elit milik Lin Yue saja, yang dapat mendeteksi keberadaan wanita itu.
"Mulai sekarang, orang luar tidak akan bisa melihat atau mendeteksi keberadaanmu. Hanya pasukan miikku yang bisa mendeteksi keberadaanmu, dan para penduduk wilayah Han dan Desa Mango yang bisa melihatmu," ujar Lin Yue dengan nada santai.
Mendengar ucapan Lin Yue, Han Xialan membeku sesaat.
Otaknya terlihat loading sangat lambat, saat mencerna ucapan majikannya itu.
"Hah ...???"
"Itu artinya, tidak ada orang luar yang bisa melihatmu, Xialan! Di mata orang 'asing', kamu seperti udara kosong, saat melewati mereka ..." ujar Lin Yue menjelaskan.
"Dan aku akan memberimu dua pengawal kegelapan untuk menjagamu, sampai dunia ini benar-benar aman untuk ditinggali .." lanjut Lin Yue.
Hati Han Xialan menghangat, perlahan air matanya mengalir keluar tanpa permisi.
"Kenapa Anda melakukan semua hal ini untukku, Nona Yue?" tanyanya dengan suara parau.
Mendengar pertanyaan itu, Lin Yue terdiam sejenak ... lalu tatapannya perlahan menjadi lembut.
"Alasannya hanya satu ... Aku tidak suka melihat seseorang dijadikan 'alat'," jawab Lin Yue.
"Terima kasih, Nona Yue ..." ujar Han Xialan tulus, sambil menundukkan kepalanya.
"Sama-sama. Bekerjalah dengan baik dan raihlah kebahagiaanmu sendiri di masa depan. Dan ingat ... Jangan pernah menghianatiku, karena aku benci pengkhianat!" sahut Lin Yue dengan nada peringatan.
"Aku mengerti, Nona Yue!"
"Bagus. Aku pamit,"
Setelah semuanya selesai, Lin Yue akhirnya meninggalkan Paviliun Orchid Bulan bersama Yuexue.
"Anda terlalu baik, Nona ..." ujar Yuexue.
"Hidup hanya sekali, Yuexue. Memberikan kesempatan sekali lagi kepada musuh yang mau berubah, bukankah itu lebih baik?"
"Anda benar, Nona ..."
"Kita pergi ke rumah pohon sekarang,"
"Baik, Nona!"
--
Malam semakin larut, membuat lampu-lampu jalanan menyala serentak.
Angin dingin berhembus lembut, membuat suasana terasa lebih syahdu.
Yuexue berjalan di samping Lin Yue, sambil memperhatikan sekelilingnya.
Banyak wanita dan para gadis yang masih berada di luar rumah, diam-diam mencuri pandang ke arahnya dengan wajah tersipu malu.
"Hih! Dasar manusia-manusia yang aneh ..." gumam Yuexue, kesal.
Mendengar gumaman binatang ilahinya, Lin Yue memutar bola matanya dengan malas.
"Ada apa denganmu, hah? Kenapa bergumam kesal begitu?" tanyanya dengan suara pelan.
"Itu mereka, Nona ... Mereka terus memandangku dengan wajah malu-malu begitu! Menjijikkan sekali, hih!" jawab Yuexue sambil mengendikkan bahunya.
Mendengar jawaban Yuexue, Lin Yue langsung tertawa.
"Hahahahahaha! Bukan mereka yang aneh, tapi kamu! Kamu itu terlihat sangat mencolok, karena terlalu tampan!" ujar Lin Yue.
"Kurangi pesonamu itu, dan jangan terlalu banyak senyum!" lanjutnya dengan nada bercanda.
"Oke!"
Namun Yuexue malah serius menanggapinya, dia tidak tersenyum lagi dan menarik setengah dari aura pesonanya.
Dan hasilnya?
Hasilnya malah membuatnya terlihat semakin tampan dan berbahaya!
Lin Yue langsung menepuk dahinya sambil menggelengkan kepalanya pelan.
"Ternyata kamu tidak mempunyai bakat untuk menjadi manusia ..." ujar Lin Yue dengan nada pasrah.
"T-tapi ... tapi aku sangat tampan, kan, Nona?" sahut Yuexue dengan gaya narsisnya.
Lin Yue menatapanya selama beberapa detik, lalu dia mengangguk malas.
"Ya, sangat tampan sekali ..."
Yuexue langsung tersenyum lebar, saat mendengar pengakuan majikan cantiknya itu.
"Nah, benar kan?! Aku sudah tahu itu!"
--
Tidak memakan waktu lama, mereka akhirnya tiba di lokasi rumah pohon Lin Yue.
Dua pengawal bayangan yang bertugas disana langsung muncul, saat merasakan aura majikannya.
"Selamat datang, Nona Yue!"
"Hmm,"
Lin Yue langsung masuk ke dalam rumah pohonnya, dan di sana dia melihat Shirui yang sedang bermeditasi.
Tap ... Tap ... Tap ...
Saat mendengar suara langkah ringan itu, dia langsung membuka matanya perlahan.
Suasana menjadi hening sejenak, saat tatapan mata mereka bertemu.
Shirui berdiri perlahan, dan matanya menangkap pria tampan berambut perak, yang berada di belakang Lin Yue.
Alisnya mengernyit tajam, dan tatapannya terlihat sangat waspada.
"Siapa pria itu, Yue'er?" tanyanya dengan nada dingin.
Yuexue langsung menyipitkan matanya, dan melihat ke arah Shirui dengan tatapan merendahkan.
"Cih! Memangnya kamu siapa, sampai berani bertanya kepada Nona dengan nada dingin begitu, hah?! Aku adalah pengawal pribadi Nona, tahu?!" sahut Yuexue sambil berdecih.
"Pengawal ... Yue'er??" beo Shirui.
Matanya menatap ke arah Lin Yue, dan Lin Yue membalasnya sambil tersenyum tipis.
"Dia Yuexue ..."
Untuk pertama kalinya sejak dia kehilangan ingatan, ekspresi Shirui kali ini benar-benar ... Retak!
" ... HAH ...??!!!"
"Kaget, ya? 🤪 Hahahahaha!"
⚛⚛⚛
ditunggu yaa kelanjutannya author
pokoknya jangan lama2 author soalnya nanti makin penasaran nii😁
ditunggu yaa kelanjutannya author
ditunggu yaa kelanjutannya author
ditunggu yaa kelanjutannya author
ditunggu yaa kelanjutannya autho
😁😁
ditunggu yaa kelanjutannya author