NovelToon NovelToon
Dialah Sang Terpilih

Dialah Sang Terpilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Penyelamat
Popularitas:15.6k
Nilai: 5
Nama Author: julieta

Charlotte, gadis yatim piatu ini tiba-tiba ditemukan oleh keluarganya dan dibawa pulang ke kerajaan Matahari, tempat kelahirannya. Alih-alih bahagia setelah ditemukan oleh keluarganya, gadis empat belas tahun justru mengalami kehidupan yang menyedihkan dibandingkan kehidupannya sebelumnya, sebagai tuna wisma di kerajaan cosmos dimana dia tinggal sebelumnya karena tak memiliki kekuatan dalam tubuhnya sehingga dianggap sampah dan aib bagi keluarganya.
Untungnya, ketika tengah berada diambang maut, ia tak sengaja bertemu dengan penyihir Beatrix yang juga mengalami nasib sama sepertinya.
Penyihir Beatrix yang tak ingin meninggal sia-sia dan ingin ada yang membalaskan dendamnya, memilih Charlotte sebagai orang yang dia warisi semua kekuatan hebat didalam tubuhnya.
Setelah diwarisi kekuatan dari penyihir Beatrix, bagaimana kehidupan Charlotte selanjutnya?
Apakah ia mampu mengubah garis takdirnya?
Ikuti semua kisahnya dalam cerita ini
Happy Reading...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERTENGKARAN DUA SAUDARA

Yohanes de Fleur yang telah datang ke Menara Suci untuk meminta bantuan, kini ketiganya telah ada di Kediaman de Fleur bersama dua penyihir yang diutus untuk membantu menyelesaikan masalahnya.

Begitu masuk kedalam Kediaman de Fleur, ditengah jalan Yohanes de Fleur bersama dua penyihir dari Menara Suci tanpa sengaja berpapasaan dengan Andreas de Fleur yang langsung menatap tajam kearah ketiganya, terutama sang kakak karena ia tak mengerti kenapa Yohens de Fleur membawa masuk kedua penyihir dari Menara Suci dimana kehadiran mereka tak diinginkan di Kediaman de Fleur ini.

Mengingat sifat Yohanes de Fleur, Andreas de Fleur curiga jika sang kakak membawa kedua penyihir dari Menara Suci karena ingin melakukan sesuatu yang buruk pada adik perempuan mereka.

Andreas de Fleur yang sudah mengantongi kata maaf dari sang adik tak ingin membuat Charlotte de Fleur kembali menderita sehingga iapun segera menghadang langkah kakaknya yang sepertinya ingin berjalan menuju kamar sang adik.

"Apa yang ingin kakak lakukan?", tanya Andreas de Fleur dengan tatapan tak suka.

Bukannya menjawab, Yohanes de Fleur malah balik bertanya "Apa Charlotte ada di kamarnya?".

Andreas mengabaikan pertanyaan kakaknya dan kembali bertanya, kali ini dengan nada lebih tegas dari sebelumnya. "Katakan terlebih dahulu apa yang ingin kakak lakukan dengan membawa dua penyihir dari Menara Suci kerumah ini?!".

Mendengar nada tinggi dari adiknya, Yohaness de Fleur pun merasa tak senang. "Apa kau buta sampai tak bisa melihat perubahan drastis dari Charlotte? Bagaimana jika saat ini ada jiwa lain yang tinggal di dalam tubuh adik kita dan jika jiwa itu jahat maka Kediaman de Fleur akan celaka", ucapnya ngegas.

Meski tak suka dengan adik bungsunya tapi Yohanes de Fleur juga tak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada Charlotte de Fleur karena bagaimanapun juga, ada ikatan darah diantara keduanya sehingga sebagai calon pewaris Keluarga de Fleur ia tak mungkin membiarkan adiknya celaka begitu saja.

Hanya saja keputusan yang diambilnya sangat gegabah tanpa menyelidiki lebih jelas mengenai apa yang sebenarnya tengah terjadi.

Andreas de Fleur yang mendengar jawaban dari sang kakak langsung berang, "Kau sudah gila ya! Bukankah wajar jika seseorang berubah seiring berjalannya waktu. Mungkin Charlotte sudah sangat lelah karena sering diperlakukan dengan semena-mena dan kamu adalah satu satu pelaku yang membuatnya hidup sengsara di rumah ini", ucap Andreas de Fleur tajam.

Yohaness de Fleur yang tak ingin dibantah segera berjalan maju, "Minggir! Jangan berusaha menghalangi jalanku!", ucapnya sambil memaksa Andreas de Fleur untuk menyingkir sebelum ia melakukan tindakan yang lebih jauh.

Andreas de Fleur masih berusaha untuk menghentikan Yohanes de Fleur sebelum kakaknya itu melakukan sesuatu yang buruk pada adik bungsu mereka.

Suara keributan yang terjadi membuat kepala pengurus rumah Ronix datang untuk menghentikan pertengkaran yang terjadi pada kedua tuan muda de Fleur itu.

Tuan Ronix menatap tak senang ke arah dua penyihir Menara Suci yang ada di belakang Tuan Muda Yohaness de Fleur.

"Untuk apa Tuan Muda Yohaness de Fleur membawa dua penyihir dari Menara Suci? tak terjadi hal buruk apapun di Kediaman de Fleur saat ini hingga memerlukan kehadiran mereka", ucap Ronix dengan ekspresi serius.

Mungkinkah Yohanes de Fleur mengundang dua penyihir itu untuk adik perempuannya?.

Merasa jika kecurigaannya benar adanya, tampaknya Ronix harus segera menghalangi karena jika Tuan dan Nyonya tahu jika ada penyihir Menara Suci datang kesini, akibatnya bisa fatal.

Merasa dihambat oleh Andreas de Fleur dan Ronix, Yohanes de Fleur yang merasa jika ia memiliki kedudukan lebih tinggi didalam rumah ini dibandingkan keduanya, merasa tidak senang.

"Kalian berdua tak perlu ikut campur dengan urusanku! ", jawab Yohanes de Fleur ketus.

Ia tetap bersikeras untuk menemui Charlotte de Fleur yang saat ini sedang bersantai sambil memakan kue di dalam kamarnya.

Yohaness de Fleur mendorong tubuh Andreas de Fleur hingga mundur beberapa langkah dan membentur tembok, pemuda itu menatap tajam ke arah Ronix dan mengingatkan pria tua itu akan statusnya di Kediaman de Fleur ini.

Setelah berhasil mengusir kedua pengganggu itu, Yohanes de Fleur segera berjalan cepat menuju kamar Charlotte de Fleur diikuti oleh dua penyihir dari Menara Suci dibelakangnya.

Begitu tiba didepan kamar sanga dik, Yohanes de Fleur segera mengetuk pintu kamar adik perempuannya dengan cukup kencang hingga membuat ketenangan Charlotte de Fleur yang tengah menikmati kua ditangannya merasa terganggu.

Tubuh Charlotte de Fleur menegang sesaat ketika merasakan aura yang sangat familiar, "sepertinya ada penyihir dari Menara Suci yang datang ke Kediaman de Fleur ini", gumannya dalam hati.

Melihat tak ada respon dari dalam, Yohanes de Fleur pun merasa snagat marah dan iapun segera berteriak lantang "Buka pintunya Charlotte, ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu." ucap Yohanes de Fleur sembari mengetuk

pintu kamar Charlotte de Fleur dengan sangat kencang.

Charlotte de Fleur memutar kedua bola matanya dengan malas, "Saya sedang sibuk saat ini, Anda bisa kembali di lain waktu", jawabnya dari dalam kamarnya, ia sangat malas bila harus bertemu dengan para penyihir dari Menara Suci yang telah membunuh penyihir Beatrix dan hingga kini masih belum melepaskan obsesi mereka akan diri wanita itu hingga terus mengejarnya sampai kesini.

"Jangan membantah dan cepatlah keluar! ", ucap Yohanes de Fleur dengan penuh penekanan di setiap kalimat yang ia ucapkan.

Pemuda itu tak bisa bersabar lagi, ia mencoba untuk mendobrak pintu kamar sang adik namun terasa begitu sulit.

"Biar kami yang melakukannya Tuan Muda Yohaness de Fleur, silahkan mundur beberapa langkah”,ucap Iliana yang tak sabar ingin memastikan gadis didalam kamar itu apa benar gadis yang ia cari setelah ia mendengar suara yang pada malam itu membuat aksinya gagal hingga ia pun bertekad untuk membalasnya malam ini jika memang benar jika malam itu semua adalah ulah Charlotte de Fleur.

Iliana dan Marcus segera  memusatkan mana mereka pada telapak tangan kemudian memukul pintu kamar Charlotte de Fleur dengan kencang hingga pintu itu roboh.

Charlotte de Fleur menatap datar ke arah pintu yang saat ini telah roboh berada tepat di depannya, untung saja pintu itu tak jatuh menimpa dirinya.

Dua penyihir dari Menara Suci masuk ke dalam kamar Charlotte de Fleur tanpa meminta izin terlebih dahulu pada sang pemilik kamar, kedua penyihir itu berdiri di hadapan Charlotte de Fleur  dan menatapnya dengan tatapan tajam.

Charlotte de Fleur yang melihat sikap arogan para penyihir dari Menara Suci semakin hilang respek.

"Wah seperti inilah etika yang diajarkan oleh Menara Suci pada para penyihir nya",  ucap Charlotte de Fleur sembari bertepuk tangan, ia tersenyum lebar ke arah dua penyihir dari Menara Suci yang ia perkirakan memiliki usia beberapa tahun ada di atasnya itu.

"Kami melakukan hal itu dengan terpaksa, mengapa Nona Charlotte de Fleur  tak ingin membukakan pintu? apakah Anda tak mendengar perintah dari Tuan Muda Yohaness de Fleur?", tanya Iliana dengan nada tak senang.

Charlotte de Fleur menyipitkan sebelah matanya, untuk apa ia mematuhi kata-kata dari kakak pertamanya itu. Sebagai putri kandung Duke Aslan, dirinya juga  memiliki hak yang sama dengan kedua kakaknya ia bisa menolak apapun yang tak ingin ia lakukan.

Lagipula mengapa kedua penyihir dari Menara Suci ini menunjukkan wajah sombongnya di hadapannya? apa mereka tak sadar dimana mereka berada sekarang ini?

Melihat sikap arogan kedua penyihir Menara Suci, terutama penyihir wanita yang bernama Iliana itu, hati Charlotte de Fleur pun semakin panas dan dalam hati ia sudah membuat rencana awal pembalasan dendam atas kematian penyihir Beatrix.

"Mereka yang datang sendiri jadi jangan salahkan aku jika aku akan memberikan hadiah terhadap mereka nanti", batin Charlotte de Fleur penuh dendam.

1
Aie Saragih
kk lanjut ya kk trus snang kli kk karya kk trus gak pernah terlewatkan 😍😍
Aie Saragih
sangat Sukak sekali cerita nya bgus tidak bertel tele
lanjutkan trus y kk karya nya
Lili Inggrid
lanjut
PengGeng EN SifHa
Sikap tegas seorang dara 14thn memang tiada kaleng...meskipun kekuatan milik orang lain...semoga bisa mengendalikan kekuatan itu dgn sangat baik.
PengGeng EN SifHa
BEST👏👏👏👏👏👏👏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!