NovelToon NovelToon
Dari Hidup Santai Ke Drama Antagonis

Dari Hidup Santai Ke Drama Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Romansa Fantasi
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: ROGUES POINEX

Claire Sophia-- seorang Nona muda yang tidak pernah memikirkan hidup. Baginya untuk apa bekerja toh dia sudah kaya sejak lahir. Namun suatu hari saat dia memberikan pelajaran bagi sang kekasih yang telah berani berselingkuh darinya.

Claire mendapatkan sebuah notifikasi..

[Notifikasi: Tekan YA untuk Masuk!]

Untuk mengubah takdir dan alur hidup nya di drama itu. Claire memutuskan untuk merelakan Suaminya untuk pemeran Protagonis.

Namun satu yang Claire tidak tau-- alur dan peran yang berubah akan mengacaukan jalan cerita--juga mengungkapkan sebuah rahasia yang tidak pernah di sangka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ROGUES POINEX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Badai Keluarga Lergan

Atmosfer di dalam mansion utama keluarga Lergan terasa begitu tegang, seolah-olah udara di sana telah membeku oleh ketegangan yang kian memuncak setiap detiknya. Di tengah kemegahan ruang keluarga yang biasanya tenang, Kakek Carlos berdiri dengan napas memburu, meluapkan seluruh emosi dan kemarahan yang sejak kemaren terpendam tepat ke arah Julian yang hanya mematung di hadapannya.

Berhari-hari telah berlalu sejak badai yang menghantam perekonomian mereka, namun krisis yang melilit Perusahaan Lergan justru semakin mencekik tanpa ada tanda-tanda penyelesaian--- kepanikan mulai menjalar hingga ke kursi dewan, memicu para pemegang saham untuk beramai-ramai melepas kepemilikan mereka demi menyelamatkan diri masing-masing.

Meskipun beberapa aset berharga telah dikorbankan dan dijual dengan harga jatuh demi menutupi lubang kerugian, angka-angka merah di laporan keuangan tetap tak bergeming, membiarkan keluarga itu berdiri di tepi jurang kebangkrutan yang nyata.

Namun, di tengah gempuran makian dan analisis tajam yang keluar dari bibir Kakek Carlos, pikiran Julian justru berkelana jauh, seolah tuli terhadap kekacauan di sekitarnya.

Alih-alih mengkhawatirkan kehancuran warisan keluarganya, bayangan Claire lah yang memenuhi benaknya—tentang bagaimana wanita itu tampak semakin acuh, langkahnya yang kian menjauh, dan tatapan matanya yang kini terasa lebih dingin daripada krisis ekonomi mana pun yang tengah mereka hadapi.

Kakek Carlos berbalik dengan wajah memerah, membanting berkas laporan ke meja kaca. "Lihat ini! Saham kita terjun bebas! Para pemegang saham itu seperti tikus yang lari dari kapal karam. Dimana tanggung jawabmu, Julian? Kenapa sampai sekarang masalah perusahaan belum terselesaikan?!"

Julian menjawab tanpa emosi, matanya tertuju pada lantai. "Aku sudah berusaha, Kakek."

Kakek Carlos berteriak hingga suaranya serak. "Usaha saja tidak cukup jika tidak ada hasilnya! Kita sudah menjual aset di sektor barat, tapi itu bahkan tidak cukup untuk menyelamatkan perusahaan!"

Julia memejamkan mata, rahangnya mengeras seiring tekanan yang kian menghimpit. "Cukup, Kakek! Aku sudah berusaha semaksimal mungkin. Lagi pula, kenapa semua tanggung jawab ini dibebankan kepadaku?" Julian berdiri, menatap tajam ke arah Bibi Glenna. "Semua kekacauan ini berasal dari anak Kakek sendiri. Dialah yang memicu kemarahan Maxime Winston hingga dia menyerang perusahaan kita secara membabi buta. Seharusnya Kakek minta dia yang bertanggung jawab!"

Bibi Glenna bangkit dari sofa dengan wajah panik sekaligus tersinggung. "Kenapa jadi aku yang disalahkan?! Julian, aku sudah bilang berkali-kali, itu jebakan! Aku tidak tahu Maxime akan bertindak sejauh ini. Lagipula, aku sudah cukup menderita... pria itu bahkan sudah melempar surat cerai ke arahku!"

Tak hanya Bibi Glenna-- bahkan Yunda pun akan bercerai dari suaminya karena scandal itu. Berbeda dengan Bibi Glenna yang tidak Terima dengan keputusan Maxime. Yunda tampak biasa saja seolah perceraian adalah hal kecil.

Ana ikut berdiri, menunjuk ke arah pintu seolah menuduh seseorang yang tidak ada di sana. "Ini semua gara-gara Claire! Sejak wanita itu masuk ke dalam keluarga Lergan, masalah terus saja datang tanpa henti. Dia pembawa sial bagi kita semua!"

Kilatan amarah muncul di mata Julian, membentak seketika. "Jangan menyalahkan istriku, Ana!"

Kak Yunda tersenyum sinis, melipat tangan di dada. "Oh, lihat siapa yang menjadi pahlawan sekarang. Sejak kapan kau begitu peduli pada wanita itu? Biasanya kau sangat membencinya, bahkan tidak sudi melihat wajahnya. Kenapa sekarang kau berpura-pura menjadi suami yang protektif?"

Julian terdiam. Kata-kata Yunda menghantamnya lebih keras dari teriakan Kakek Carlos. Pikirannya melayang pada Claire—bagaimana wanita itu menatapnya dengan pandangan kosong pagi ini, bagaimana dia semakin menjauh dan acuh seolah Julian hanyalah orang asing yang berbagi atap.

Kakek Carlos memejamkan mata, mencoba menstabilkan detak jantungnya yang tidak beraturan. Suaranya kini merendah, namun terdengar sangat dingin. "Hentikan perdebatan tidak berguna ini. Kita berada di tepi jurang."

Kakek Carlos menatap Julian dengan tatapan yang memaksa. "Tidak ada pilihan lain. Satu-satunya yang bisa menyelamatkan kita sekarang hanya keluarga Liora. Meskipun mereka tidak sekuat keluarga Winston, tapi pengaruh keluarga Louis cukup besar di pasar Eropa. Julian, kau tahu apa yang harus kau lakukan jika ingin Lergan tetap berdiri, kan?"

Julian mengepalkan tangan, menyadari arah pembicaraan Kakeknya. "Kakek... apa maksudmu?"

"Kau harus mendekati Liora. Jika Claire adalah sumber masalahnya, maka Liora adalah solusinya. Kakek tau jika selama ini kau diam - diam masih berhubungan dengan Liora, kan?"

" Itu ide bagus, " Ana mengangguk seolah itu adalah solusinya.

" Tapi Ayah," Amber yang sejak tadi diam ikut bersuara. " Liora berbeda dengan keluarganya... sejak putusnya pertunangan Julian dan Liora, keluarga itu sangat membenci kita. Bahkan sampai memutuskan hubungan dengan keluarga kita. Apa mereka bersedia membantu?"

" Meskipun mereka tidak mau, kuncinya ada pada Liora... wanita polos itu masih sangat mencintai Julian. Pasti dengan bujuk rayunya, Liora langsung meleleh."sambung Ana melirik Julian.

" Kalo perlu, kamu nikahin aja sih Liora, apa salah nya memiliki istri dua, " kata Bibi Glenna dengan mudanya. Seolah itu cara terbaru untuk menyingkirkan posisi Claire.

" Setuju.. Liora lebih berguna dari pada Claire yang taunya hanya bisa menghamburkan uang.. Liora adalah kunci terakhir kita." Yunda pun setuju karena dia pikir dengan begitu, Claire bisa menderita dan dia bisa balas dendam.

Julian sendiri memijat pangkal hidung, rasa frustasi memenuhi kepalanya. " Aku tidak akan memanfaatkan Liora.. aku sangat mencintainya, tapi aku tidak ingin membebankan nya." kata Julian tegas.

" Kau tidak memiliki pilihan lain, Julian, " bentak Kakek Carlos. "Hanya Liora yang bisa menyelamatkan kita,"

" Tapi Kakek----"

" Kau tidak punya pilihan lain, Julian... atau kau mau melihat kejayaan keluarga Lergan hancur?"

Julian memejamkan mata, dia berdiri dengan kasar. Menatap satu per satu keluarga yang ada disana sebelum dia pergi dengan beban yang masih memenuhi dadanya.

Sementara itu, cahaya berpendar dari layar laptop menerangi wajah Claire yang datar namun matanya berkilat penuh kemenangan. Di layar, ia melihat rekaman CCTV ruang utama Lergan yang kacau. Wajah ketakutan mereka menjadi panggung kepuasan untuk Claire.

Claire menutup kelopak matanya sejenak, menghirup udara dengan puas.  "Kejayaan keluarga Lergan sudah berakhir sejak aku datang. Karena aku adalah badai yang sesungguhnya."

Claire menutup jendela CCTV dengan satu klik kasar. "Cukup untuk hiburan malam ini. Waktunya memikirkan masalah yang lebih nyata."

Ia memutar kursinya, tatapannya kini tertuju pada sebuah liontin perak yang halus.

Claire berbicara pada diri sendiri. "Ares mendapatkan liontin ini dari seorang pedagang loak. Tapi di naskah drama aslinya... kejadian ini tidak pernah ada.. yang lebih aneh nya lagi, liontin ini adalah milik keluarga Sophia di dunia asal ku... pertanyaan nya... bagaimana Liontin ini bisa muncul di dunia ini?"

Claire membatin sambil memejamkan mata. " Jika pedagang itu memberikan liontin ini pada Ares, berarti dia memegang kunci alasan kenapa aku bisa terjebak di dunia gila ini. Tapi bagaimana caranya aku menemukan seseorang yang bahkan tidak tertulis di skenario?"

Ia mengepalkan tangannya, menyadari sesuatu yang mengerikan sekaligus menarik. "Alur yang kuingat... ingatan yang ku anggap sebagai cerita... ternyata tidak sepenuhnya nyata. Ada lubang di cerita ini, dan aku baru saja jatuh ke dalamnya."

Claire berdiri, matanya berkilat tajam. Jika drama ini mulai menyimpang, maka ia harus menjadi penulis baru bagi takdirnya sendiri.

BERSAMBUNG

1
Enah Siti
jdi anak kembar itu bnar anakya ares👍👍👍👍💪💪💪💪
Anne
hmmm penisirin bingitss
Anne
kulkas kalo cair emang suka gtuuu.. damage bukan kaleng kaleng🤣
Anne Soraya
lanjut
Anne
tikungan yg kaya gini yg saya sukaaa...
Sulati Cus
tikung aja🤣
Murni Dewita
tetap double up y thor
ROGUES POINEX: Sehari Dua Kali UP ☺☺☺
total 1 replies
khzaa
kaka semangatttt
khzaa
kaka semangatttt
Anne Soraya
lanjut
Murni Dewita
next
Anne Soraya
lanjut
Anne
seruuuu... ehhh abisss... rasany kaya apa tauu🤭
Sulati Cus
semakin menarik
rajin up
Sulati Cus
lah lg seru2nya mlh di potong😔
Murni Dewita
double up lah thor
Sulati Cus
knp g cb tes DNA dg si twins🤔
Murni Dewita
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Murni Dewita
👣
Siti Sa'diah
wah jangan2 clair iniii
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!