––Tak ada angin, tak ada hujan, Ailena di ajak oleh seorang laki-laki yang entah muncul darimana tiba-tiba menarik nya menuju kantor urusan agama (KUA).
"Cepat katakan nama mu! Dan tanda tangan setelah nya" desak Haikal dengan nada tegas.
"Tapi kita nggak saling kenal!"
"Nanti kenalan!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hanisanisa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
(32) First Date
"Kita makan malam dulu ya" ujar Haikal sembari memasangkan sabuk pengaman untuk Ailena.
Perlakuan manis Haikal memang selalu dia berikan pada Ailena tanpa di minta atau tanpa di suruh sedikit pun.
"Makan malam dimana?" tanya Ailena sembari memperhatikan kaca sun visor, menatap balik wajah nya takut ada belekan atau make up nya dempul.
"Kamu mau makan dimana?" tanya Haikal balik, walau sebenarnya ia sudah memiliki rencana akan mengajak Ailena makan malam dimana.
Ailena nampak berpikir dan berdehem lirih. "Punya saran?" tanya Ailena kembali membalikkan pertanyaan pada Haikal.
"Punya, tapi aku mau denger saran dari kamu dulu, siapa tau ada yang kamu mau makan sebelum aku reservasi" jawab Haikal dengan nada lembut.
Ailena tersenyum tipis. "Sushi? Ramen? Or something?" tanya Ailena membuat Haikal nampak berpikir lalu mengangguk pelan.
"Nanti wishlist itu kita wujudin pelan-pelan ya, sekarang kita ke restoran yang udah aku rencanain jauh-jauh hari ya" ucap Haikal sembari mengusap pelan pipi Ailena dengan lembut.
Ailena mengangguk pelan menurut karena perlakuan Haikal benar-benar membuat nya tak bisa protes atau sekedar mengelak.
"Janji ya?" lirih Ailena. Haikal mengangguk lalu mengecup bibir Ailena dengan lembut, hanya kecupan singkat.
"Fokus Haikal! Nanti malah nggak jadi ngedate nya" ujar Haikal bermonolog pada diri nya sendiri saat sudah duduk di bangku nya dengan tegap.
Ailena terkekeh pelan dan menghadap ke depan menunggu Haikal menjalankan mobil keluar dari pekarangan rumah.
"Pagar nya perlu ku tutup dulu" ucap Ailena saat mobil sudah melintasi pagar rumah yang terbuka lebar.
"Nggak usah, aku aja. Kamu duduk anteng di dalam mobil aja" balas Haikal di angguki pasrah Ailena.
#~
#~
Haikal benar-benar membawa Ailena ke restoran mewah dengan pelayanan yang terjamin.
"Kal.. Ini terlalu formal dan bikin canggung nggak sih?" bisik Ailena sedikit mencondongkan tubuh nya agar Haikal dapat mendengar, karena mereka duduk berhadapan dengan terhalang meja segiempat.
Haikal tersenyum tipis. "Nikmatin aja Sayang, nanti juga kamu terbiasa" balas Haikal sembari mengelus tangan Ailena mencoba menenangkan sang istri.
Ailena menghembuskan nafas nya dengan pelan. Sebenarnya ia tak akan canggung jika saja tak ada pelayan di sisi kanan dan kiri mereka yang berdiri standby.
Tak lama steik dengan daging pilihan terbaik tersaji di atas meja, membuat Ailena yang sejak tadi gugup semakin di buat gugup, takut salah langkah.
"Nggak usah anggun-anggun Sayang, jadi diri kamu sendiri aja. Aku nggak suka lihat kamu yang jadi tegang gini"
Hey! Gimana nggak tegang kalau makan nya saja di restoran yang hanya di datangi oleh orang yang memiliki duit tak hanya ratusan juta, melainkan miliaran.
Haikal berucap sembari memotong kecil-kecil steik yang di rasa muat sekali hap di mulut, lalu dia sodorkan piring itu ke Ailena dan menukarnya dengan milik Ailena.
"Terimakasih" ucap Ailena dengan bergumam, di tanggapi Haikal dengan senyum tipis yang nampak lembut menatap Ailena.
Karena perlakuan Haikal dan sifat yang tenang, membuat Ailena ikut tertular dan lebih anteng dan merilekskan tubuh nya.
"Sehabis makan malam, kita kemana?" tanya Ailena di sela makan nya saat terjadi keheningan beberapa saat.
Haikal nampak berpikir. "Kebanyakan orang pasti nonton bioskop.." ujar Haikal sembari berpikir.
"Apa kita akan ke bioskop juga seperti orang-orang pada umum nya?" tanya Ailena menebak-nebak.
Haikal menggeleng. "Liat nanti aja ya Sayang, kita habisin dulu makan nya"
👍👍👍👍👍
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
❤️❤️❤️❤️❤️
sehat-sehat ya kakkk ❤️