NovelToon NovelToon
CELINA: OFFICE GIRL MILIK CEO

CELINA: OFFICE GIRL MILIK CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / CEO / Action / Dark Romance / Mafia / Office Romance
Popularitas:21.1k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

SEQUEL ISTRI MANDUL JADI IBU ANAK CEO!


Theodore Morelli, pria cerdas dan berkharisma yang melanjutkan perusahaan teknologi keluarga, hidup dengan prinsip bersih dan profesional. Sosok yang dikenal orang sebagai pria tak kenal ampun dan ditakuti karena kesempurnaannya, harus jungkir balik ketika dia berurusan dengan seorang office girl baru di perusahaannya.

Celina Lorenzo, yang menyamar sebagai Celina Dawson, office girl sederhana, masuk ke perusahaan itu sebagai mata-mata mafia keluarganya untuk menyelidiki sesuatu di perusahaan Theo.

Awalnya mereka hanya dua orang dari dunia berbeda.

Tapi semakin dalam Celina menyelidiki Morelli Corporation, semakin ia sadar:
Theo bukan musuh yang ia cari. Dan Theo yang ditakuti justru memiliki sisi paling lembut untuk Celina.

Lalu bagaimana jadinya jika Theo yang lembut itu tahu identitas asli dari Celina yang sebenarnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31. APA YANG TERJADI?!

Mobil Theo melaju meninggalkan gedung Morelli Corporation yang kini tenggelam dalam cahaya malam. Deretan lampu kantor masih menyala di beberapa lantai, seolah menandai bahwa pekerjaan, dan masalah yang belum benar-benar berakhir.

Di dalam mobil, suasana jauh lebih sunyi.

Hanya ada suara mesin yang halus, desiran AC, dan lampu jalan Los Angeles yang berkelebat melewati kaca jendela.

Celina duduk di kursi penumpang, bersandar ringan, menatap lurus ke depan tanpa benar-benar fokus pada apa pun.

Theo melirik sekilas ke arahnya.

"Bagaimana keadaanmu?" tanya Theo akhirnya. "Pipimu masih sakit? Dan bahumu juga apakah sakit lagi?"

Celina menoleh sedikit, lalu menggeleng pelan. "Aku baik-baik saja."

Jawaban itu terlalu cepat. Terlalu ringan.

Theo tidak percaya. Tentu saja. Setelah lama bersama sengan Celina bahkan saru rumah dengannya, Theo bisa membedakan mana Celina yang berbohong, memaksakan diri, dna mana yang santai.

Jelas gadis itu tidak baik-baik saja.

Theo masih bisa mengingat jelas warna merah di pipi Celina tadi di ruangan Cedric; jelas, nyata, dan terlalu kontras dengan kulit pucat gadis itu.

Theo menepikan mobil sedikit ke jalur yang lebih lengang, lalu mengulurkan tangannya.

Dengan gerakan sangat hati-hati, ia mengelus pipi Celina, tepat di bekas tamparan itu.

Sentuhannya lembut, seolah takut sedikit tekanan saja bisa melukai.

Celina terdiam.

Theo mengernyit pelan, mengamati dengan saksama. "Mudah-mudahan tidak meninggalkan memar,"gumamnya.

Celina tersenyum kecil. "Aku sudah sering jatuh sejak kecil dan aku juga sudah belajar bela diri sejak kecil juga. Jadi hanya tamparan seperti ini bukan masalah besar."

Theo menghela napas. "Aku tidak ingin kau terluka karena hal-hal seperti ini, Princess. Kau mungkin bisa membohongi orang lain tapi tidak denganku," katanya.

Celina mengerutkan dahi. "Seperti biasa kau terlalu teliti."

Theo menatap jalan di depan, rahangnya mengeras sedikit. "Jangan memprovokasi orang lain lagi. Apalagi sampai membuat dirimu sendiri terluka seperti ini."

Celina menghela napas.

"Aku melakukannya karena kesal," katanya jujur. "Dia mendorong bahuku yang sakit. Padahal awalnya aku hanya diam. Aku hanya ingin melihat drama yang dia buat sendiri. Terutama dari gosip yanh aku sendiri terkejut mendengarnya."

Theo menggeleng pelan. "Kau mengatai wanita itu tidur dengan banyak pria dan memanggilnya murahan. Tentu saja dia akan murka. Terkadang kau ingin tidak ada rasa takutnya."

Celina hanya mendengus mendengar hal itu.

Tangan Theo kini berpindah dari pipi ke kepala Celina, mengelus rambut sang gadis dengan gerakan menenangkan.

"Lain kali lari saja jika hal seperti itu terjadi lagi," kata Theo lembut. "Atau teriak ketika kau ada di perusahaan. Telepon aku jika perlu. Jangan hadapi sendiri," sambungnya.

Celina mendengus kecil. "Yang ada gosip justru semakin jadi. Kalau aku berhubungan terus denganmu. Entah gosip apa yang akan keluar. Yang melihatku sering bersama Cedric akhir-akhir ini aja sampai ada wanita menamparku, bayangkan kalau dengan dirimu."

Theo tersenyum tipis. Menahan diri untuk tidak tertawa ketika melihat ekspresi sebal Celina yang menggemaskan.

"Biar saja mereka bergosip apa pun," jawab Theo santai. "Mereka tidak tahu apa-apa selain datang bekerja dan menerima gaji setiap bulannya. Gosip hanya hiburan untuk penghilang kepenatan mereka."

Theo melirik Celina sekilas.

"Mereka tidak tahu apa yang terjadi di balik layar. Tidak tahu betapa bahayanya yang sedang kami hadapi di divisi IT. Tidak tahu soal penyusup di sistem," sambung Theo yang kini tampak serius.

Celina terdiam.

Kata-kata itu membuat gadis itu kembali teringat layar penuh kode, anomali yang bersembunyi rapi, dan rasa tidak nyaman yang terus mengendap di dadanya sejak beberapa hari terakhir.

"Apakah sisa code yang harus dibandingkan masih banyak?" tanya Theo, berharap jawabannya 'tidak' karena ia tidak ingin melihat Celina bekerja terlalu lelah hingga seperti mengisolasi diri dengan Cedric seorang.

"Tidak terlalu lagi. Cedric bergerak cukup cekatan untuk menyelesaikannya. Terkadang dia cukup menakutkan ketika sedang fokus, membuatku yakin kalau dia memang terobsesinya dengan code dan program," jawab Celina.

Theo menepuk paha Celina.

Celina melihat Theo dan bertanya, "Ada apa?"

"Berhenti membicarakan Cedric seolah kau kekasihnya," ujar Theo. "Aku perhatikan kalian akhir-akhir ini cukup dekat dan terlalu menempel, ya," sambungnya.

"Huh?" respon Celina tak paham.

"Jangan seolah kau tidak mengerti maksudku, Princess," kata Theo.

"Kau ... cemburu?" ujar Celina blak-blakan.

Theo menatap Celina dalam. "Menurutmu?"

"Kau sungguh cemburu?!" seru Celina yang entah kenapa antusias.

"Diamlah," Theo melajukan mobilnya dengan kecepatan stabil.

Celina menatap Theo dengan senyum jahil.

"Berhenti senyum seperti itu," suruh Theo.

"Tapi kau mengakui kalau kau cemburu," ucap Celina.

"Aku tidak mengakui. Aku hanya mengingatkanmu kalau aku tidak suka kau terlalu menempel dengan pria mana pun termasuk Cedric sekali pun," kata Theo.

"Kau terdengar seolah kau kekasihku sekarang," celetuk Celina.

Theo menoleh ke arah Celina sebentar lalu kembali melihat jalanan di depan dan berkata, "Bukan terdengar, tapi memang. Kau milikku sejak ayahmu menyerahkanmu untuk menjagamu."

"Hah?!"

"Jadi jangan buat aku menguliti pria lain karena kau terlalu menempel pada mereka," kata Theo.

"Wow, psikopat," celetuk Celina setengah bercanda.

"Baru tahu?" canda Theo.

"Sangat romantis sekali kau mengklaimku menjadi milikmu, Mr. Morelli," kata Celina yang mengejek Theo.

"Haruskah aku memesan restoran untuk makan malam dan memintamu menjadi kekasihmu di sana?" ejek Theo, karena tahu kalau itu bukan selera sang gadis.

"Iuhh ... No, absolutly no! Terlalu menggelikan," tolak Celina.

Theo menyentil dahi Celina dan tertawa kecil.

Percakapan mereka berhenti di situ.

Namun keheningan kali ini terasa damai.

Celina memalingkan wajahnya ke jendela, menatap Los Angeles di malam hari. Kota ini berkilau, lampu neon, papan reklame, gedung-gedung tinggi, dan lalu lintas yang tak pernah benar-benar tidur.

Indah ... tapi asing.

Sangat berbeda dengan San Francisco.

Tidak ada aroma laut.

Tidak ada kabut pagi yang lembut.

Tidak ada suara ombak yang samar menyelinap ke sela-sela kota.

Los Angeles terasa lebih keras. Lebih ramai. Lebih penuh ambisi. Bahkan malam pun masih penuh kehidupan.

Mereka berhenti di lampu merah.

Theo memecah keheningan.

"Oh, ya. Ada toko kue baru buka dekat rumah. Katanya enak," kata Theo.

Celina menoleh. "Benarkah?"

Theo mengangguk. "Kita mampir sebentar. Sekalian belikan Mama. Dan Leo sama Lucy pasti suka."

Celina tersenyum kecil, sudah membayangkan wajah ceria kedua adik kembar Theo yang sudah seperti adik Celina sendiri.

Namun senyum itu belum sempat bertahan ...

"Theo?!" Suara Celina tiba-tiba meninggi.

Tangan gadis itu terangkat, menunjuk ke luar jendela, ke arah jalanan yang dipenuhi mobil.

Theo terkejut. "Apa?"

"Aku melihat Lucy dan Leo di mobil hitam itu!"

Theo mengerutkan dahi. "Apa maksudmu?"

Celina mencondongkan tubuh ke depan, matanya menajam. "Aku melihat Lucy memukuli kaca di mobil hitam itu! Seperti ... minta tolong!"

Lampu hijau menyala.

Tanpa ragu, Theo menginjak gas dan memutar setir, mengejar arah mobil yang Celina tunjuk. Percaya seutuhnya pada gadis itu

"Mobil apa?" tanya Theo cepat.

Celina menelan ludah.

"Sedan hitam. Sepertinya Chevrolet Malibu. Platnya ... aku lihat jelas. California, 7KXR921."

Theo langsung menegang. "Telepon orang rumah," perintahnya. "Tanya apakah yang kau lihat benar. Atau kau salah lihat."

Celina langsung mengangguk.

Tangan Celina sedikit gemetar saat mengeluarkan ponsel. Ia menekan nomor Mama Theo, lalu mengaktifkan loud speaker.

Nada sambung terdengar.

Satu.

Dua.

"Halo?" suara lembut Elina, Mama Theo, terdengar.

"Auntie," Celina berbicara cepat. "Leo dan Lucy ada di mana?"

Di seberang sana, Elina terdengar berpikir sejenak. "Oh, mereka sedang keluar."

Jantung Celina jatuh rasanya.

"Keluar ke mana?" Theo menyela, suaranya tegang.

"Mereka bilang ingin membeli kue dan snack," jawab Elina polos. "Katanya sebentar saja, tapi kurasa mereka belum kembali."

Hening.

Celina dan Theo saling berpandangan.

Rasa dingin menjalar dari tengkuk hingga ke ujung jari.

Theo menginjak pedal gas lebih dalam.

Mesin mobil meraung, melesat membelah lalu lintas malam Los Angeles.

1
Dew666
🍎🍎🍎🍎🍎
Eli Rahma
twins diculik
Miss Typo
beritahu ayahmu Theo, biar langsung bertindak .
semoga gak terlambat menyelamatkan twins
Archiemorarty: Jari othor sudah menyerah 😂
total 2 replies
Endah Lestary
ceritanya masuk akal .. penuturannya tidak membosankan...👍👍👍👍👍💝
Archiemorarty: Terima kasih udah baca ceritanya kak 🥰
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
q bacane dredeg thoooorrrr😟😟😟😟
Archiemorarty: Apa itu tenang soalnya 🤭
total 1 replies
Miss Typo
Theo pawangnya Celine 😁
Miss Typo
hayo lho hati² dgn Cedric ya Celine 🤣
A R
aduhh leo lucy diculik
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙘𝙧𝙖𝙯𝙮 𝙪𝙥 𝙩𝙝𝙤𝙧🤣🤣
mimief
ehhh...kata orang Betawi juga
lo jual gw beli
maaf ye,bukan kita yg mulai, ini namanya mekanisme perlindungan diri.
kan..bukan aku yg mulai🤣🤣
mimief: iyalah..masa diem aja ya🤣
total 2 replies
mimief
ga seruu dia, mainya aduan 😌🫣🤣
Archiemorarty: Kan kan 🤣
total 1 replies
mimief
🤣🤣🤣🤣
mulut mu
tapi bener lah
mimief: hayooo
entah,apa ounty rose nya.
Mak nya mah ga mungkin,apalagi zane🤣🤣🤣
total 2 replies
mimief
kelamaan di sekep sama keluarga Lorenzo begini ni...
dibully malah menikmati sensasi nya🫣
mimief: 🤣🤣🤣🤣🫣
total 2 replies
Miss Typo
karna keahlian kepintaran Celine
PengGeng EN SifHa
akhirnya...ADA TOMMY & JERRY kwwkwkkwkwkwkw


bagus

bagus

bagus

bagus thooorr...
q suka...q suka❤️❤️❤️❤️❤️
Archiemorarty: selalu seru kalau udah ada yang modelan Tom Jerry itu ya 🤣
total 1 replies
Asyatun 1
lanjut
A R
😂😂😂
Wulan Sari
waaaah cerita ini sangat menarik dan selalu biat penasaran intrik2 di Kantor selalu ada yg berbuat jahat semoga nanti akhir cerita bahagia CEO nya dan tukang bersih2 yg nyamar, happy end ya Thor semangat 💪 salam sukses selalu ya cip 👍❤️🙂🙏
Archiemorarty: Terima kasih udah baca ceritanya kak 🥰
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
MODE BERUANG INGIN MENERKAM IKAN SALMON🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Archiemorarty: iya juga ya 🤣
total 1 replies
Jelita S
ternyata Cedric punya tatapan maut jga🤣🤣🤣🤣
Archiemorarty: Galak dia itu 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!