Yovandra regar gumilang bad boy STM teknik yang belajar hidup mandiri dengan bekerja part time di 3 tempat, tersandung tanggung jawab baru menikahi seorang gadis karena kecerobohan-nya.
Yona salsabila gadis yang mengharuskan Yovandra menikahinya karena keadaan darurat.
Siapakah yang membuat Yovandra harus menikahi gadis itu?
Rahasia apa yang tersembunyi di balik pemaksaan itu?
Apakah Yovandra akan lulus sekolah dengan sukses.
Bagaimana Yovandra bisa menjalani rumah tangga barunya dengan wanita yang baru di kenal tapi sudah menjadi istrinya, bersama dengan dirinya yang masih seorang pelajar sekolah.
Penuh ketegangan dan intrik, ikuti misteri yang ada di cerita ini!.
Tidak sepenuhnya isi ceritanya percintaan romantis.
Yona salsabila "Tampang tenang begitu apa pernah dia sange" isi pikiran Yona setelah menikah dengan Yovandra.
kisah perjuangan untuk lulus sekolah dengan sukses dan juga perjalanan hidup yang berusaha mandiri, pernikahan yang Rumit dan penuh perjua
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon seira agatha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31. Masuk STM/SMK Teknik part 10
Karya ini hanyalah fiksi, karakter, Grup, tempat, adegan, cerita dll semuanya adalah sebuah imajinasi saja. karya ini menjunjung tinggi budaya sosial, harap bijak dalam membaca. Bagi yang mentalnya krupuk di sarankan tidak membaca di khawatirkan emosi jiwa.😄
Happy Reading.....
Semangat melanjutkan kisah Yovandra di awal masuk sekolah para berandalan.
❤️❤️❤️❤️❤️
Homin yang tidak terima telah dikalahkan oleh Yovandra, pergi ke ruang kelas teknik mesin mencari Yovandra untuk balas dendam.
"Hoi... pergi semua kecuali si Ban*sat ini!!" teriak Homin lantang
"Cepat pergi!!"
Heboh...para murid lain heboh melihat Homin datang.
"Bukannya itu kak Homin? preman grup sekolah."
"Kenapa orang itu ada di kelas 1....."
Beberapa murid yang di dalam kelas bergerombolan keluar kelas, sambil heboh....
Di tempat lain Ridho sedang berlari mencari bantuan, Drap. Drap.
Adriano yang melihat murid dari kelasnya berlari tergesa-gesa dengan sigap bertanya, "Kenapa kamu lari-lari?"
"Itu pak! ada kebakaran di kelas 1."
"Kebakaran di kelas kamu bilang!"
Adriano pun langsung berlari menuju kelas, Ridho langsung mengikuti Adriano berlari, dengan tergesa-gesa.
"Apa yang terjadi?" tanya Adriano kepada muridnya sambil berlari.
Ridho pun menjelaskan sambil berlari juga, "Asal keributannya karena Homin anak kelas 2, membakar buku rangkuman yang saya berikan kepada Yovandra. Pak."
"Apa!!" jawab Adriano kaget, mereka berdua masih berlari menuju kelas 1 teknik mesin.
*******
Di dalam ruang kelas 1 jurusan teknik mesin.
"Baj*ngan rendahan... " dumel Yovandra sambil berlari mengambil buku rangkuman yang di bakar oleh Homin.
Ridho melongo tak percaya dengan apa yang di lakukan Yovandra.
Homin terkejut melihat aksi Yovandra dan melirik sinis ke arahnya, Homin tiba-tiba menendang perut Yovandra yang mengambil buku. Buagh...
"Jangan banyak macam kau Bre*gsek!!" teriak Homin setelah menendang Yovandra.
Yovandra pun terjatuh ke lantai akibat tendangan Homin, "Bruakh, ukh!''
"Yovandra!!" teriak Ridho berniat menolong Yovan yang sedang terjatuh di lantai.
Homin langsung menghadang Ridho dengan tatapan angkuhnya.
"Hei. Kau nggak dengar aku suruh semua keluar? mengganggu saja, keluar kau!!" teriak Homin memperingati Ridho.
Ridho berjalan mundur melihat wajah menyeramkan Homin, dan mendengar peringatannya, "Bu-bukan begitu... " karena merasa takut dan campur panik Ridho tak bisa melanjutkan bicaranya.
"Kenapa? kau kecewa? gak usah khawatir. Setelah mengahabisi si Bre*gsek ini, Kau juga akan dapat bagian yang sama."
Ridho yang mendengar perkataan Homin, melongo sambil terbuka lebar mulutnya, badannya gemetaran sepertinya keringat dingin juga bercucuran.
"Ja-jangan....."
"Maaf." suara hati Ridho lalu berlari keluar dengan perasaan kesal pada dirinya sendiri.
"Maaf. Yovandra. Aku ingin menolong... tapi aku masih tidak punya keberanian." lanjutnya dengan wajah yang sampai mengernyit menahan semua rasa kesal pada dirinya sendiri, "maafkan aku." Grrrrrtt... Ridho benar-benar kesal dengan sikapnya sendiri.
Lanjut war.
"Bangun bren*sek!!" teriak Homin kepada Yovandra.
Yovandra mulai bangun dan menatap Homin dengan diam, dengan kepalanya yang masih bercucuran darah.
"Baj*ngan kau! bisa-bisanya duduk tenang belajar setelah memukul wajahku. Kau kira yang tadi itu sudah selesai! sepertinya kau tidak tahu siapa aku ya, Bre*gsek!" teriak Homin marah tak Terima.
"Waah, apinya 🔥 menyebar dengan baik juga,"
"Waah, itu tas siapa? habis deh ... "
suara beberapa murid dari luar jendela kelas yang melihat api🔥 membakar buku dan merembet ke tass di sampingnya.
Yovandra yang mendengar celoteh para murid lain dari luar jendela kelas langsung menoleh dan panik.
''Tidak!!" teriak Yovan ketika melihat tas dan buku rangkuman milik Ridho terbakar
"Lihat kemana kau!"
Homin melayangkan tendangan ke arah wajah Yovandra, "Duaagh!!"
"Aduh!!"
Yovandra kaget tak memperhatikan tendangan Homin,Yovan saat ini sedang fokus dengan buku rangkuman Ridho yang mulai hangus terbakar.
Tapi.... Yovandra reflek menahan tendangan Homin, menggunakan kedua tangannya di depan wajahnya.
"Sial, kalau begini bisa terbakar semuanya." suara hati Yovandra yang malah memperhatikan buku dan tasnya yang terbakar api🔥.
"Anak ini. Dia sama sekali tidak melihatku. Memangnya apa arti kertas begituan saja!" suara hati Homin. Lalu tangan Homin maju memegang kepala Yovandra.
"Tunggu----" batin Homin.
Yovandra seketika memegang kepala Homin dan melemparkannya begitu saja. Dan bergumam,
"jangan ...
"jangan ...
"jangan ...
"jangan ...
Sambil fokus melihat tas dan buku rangkuman Ridho yang hangus terbakar 🔥.
Beberapa murid yang melihat Yovan dan Homin berkelahi saling berbisik ribut,
"Sepertinya kak Homin terlempar,"
"Pasti dia mengalah... atau mungkin kakinya tersandung ... "
"Mana mungkin sih? Dia, kan The four anak preman sekolah🏫 ini."
"Begitu ya?"
"Tapi memangnya dia siapa sih?"
"Dia beneran apes, jadi target pun, masa kena oleh anak The four ... "
"Yovandara padahal anak yang diam sekali loh ...
"Sudah terbakar semua ... " lirih Yovandra pelan.
"Yovandra? memang ada anak bernama itu ya?"
Saat ini api🔥 kemarahan Yovandra sedang merasuki dirinya.
Ridho yang melihat dan mendengar itu semua kaget terbelalak.
"Cecunguk sialan!!"
Rahang Yovandra sudah mulai mengeras, sudah tak bisa di bendung lagi kesabarannya.
"Padahal. Sudah lama aku baru dapat bantuan ..." belum selesai Yovandra bicara Homin sudah berulah lagi. bersama dengan asap api yang terhempas oleh angin menyelimuti Yovandra.
"Bang*at kau!!" teraik Homin sambil menendang kursi ke arah Yovandra.
Braakk.
Yovandra pun berhasil menghindar dengan tenang.
"Hei, bren*sek!! gak bisa fokus, hah? aduh... sangking idiotnya masih gak ngerti apa yang terjadi ya?" seru Homin marah.
"Minta maaf." jawab Yovandra.
"Apa??"
"Minta maaf pada Ridho!!" teriak Yovandra lantang.
Homin yang melihat Yovandra seperti itu malah tersenyum meremehkan.
Di luar kelas para murid lain saling menoleh mencari Ridho.
"Ridho ramadani? tadi ada disini?"
"Barusan, dia langsung lari entah kemana."
Suara beberapa murid lain dari luar jendela kelas itu.
"Untuk di bakar?!"
"Kau. Bahkan tak tahu nilai buku ini!" protes Yovandra.
"Si bren*sek ini bicaranya gak sopan ya pada senior, mau mati dia!"
Homin mengambil kursi dan mengangkatnya tepat ke arah Yovandra dan Yovandra menendang pergelangan kaki Homin.
"Senior ucapnya... " gumam Yovandra.
Homin pun oleng terjatuh lalu...
Yovandra menyerang Homin tanpa ampun. Meninjunya berkali-kali.
"Uakh, uhhh sial..." lirihnya sambil oleng-oleng, "anak ini lagi-lagi dengan pukulan aneh." suara hati Homin.
"Walau kau senior. Aku gak berharap kau membantuku dalam belajar, tapi setidaknya jangan menggangguku."
Homin malah melotot marah, "Kali ini, tidak akan salah lagi!!'' teriaknya sambil memegang tas Yovandra yang sedikit terbakar 🔥.
"Mati kau bang*at!!" lanjutnya sambil melempar tas Yovandra yang terbakar 🔥 ke arah Yovandra.
Yovandra langsung sigap beraksi menangkap tas terbakar🔥 itu dengan satu kakinya, dan Yovandra memutar kakinya lalu menendangkan kakinya tepat di dagu Homin beserta tas yang terbakar 🔥.
Sebelum terkena tendangan kaki dari Yovandra, Homin sudah melongo kaget melihat aksi Yovandra, "Orang Gila, mana mungkin? yang benar saja!!"
Bruuaakkh.
Homin terlempar keluar pintu kelas.
"Ha, Hah!!"
Yovandra berjalan mengahampiri Homin yang tergeletak di lantai luar pintu kelas dan pingsan.
''Jangan pingsan kau!! minta maaf dulu pada Ridho baru pingsan!!" Yovandra berteriak sambil mencengkeram kerah baju Homin dan menggoyang-goyangkanya keras.
"Yo- Yovandra!" panggil Ridho, ketika sampe di depan kelas 1 jurusan teknik mesin, dan melihat kejadian...
Terima kasih sudah membaca.
Jangan lupa Like ya.😉😄
Joss 🌹🤗 Thor
Joss kamu Thor Agatha 🌹😊
2 /Rose/buatmu. semangat ya.
mari kita saling mendukung kak. thanks.