NovelToon NovelToon
RAHASIA PANAS DI BALIK PERNIKAHAN

RAHASIA PANAS DI BALIK PERNIKAHAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Diam-Diam Cinta
Popularitas:219.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Mae_jer

Dewasa
Follow My Instagram @Mae_jer

Dami tidak menyangka dia akan menghadapi Jeremy yang menggila padahal statusnya sudah menjadi istri dokter Bima. Walau status itu hanya sebatas pernikahan kontrak, tetap saja tidak dapat dibenarkan. Namun, siapa yang akan menyangka Dami akan terlibat dengan permainan panas Jeremy, serta Bima yang ikut-ikutan menggila, yang membuatnya berada di situasi yang membingungkan.

Terjebak di antara dua pria yang sama-sama menginginkannya, situasi semakin rumit saat Dami hamil. Karena ia tidak tahu siapa ayah dari anak yang dikandungnya. Jeremy atau Bima? Lebih gilanya lagi, baik Bima maupun Jeremy, sama-sama tidak mau melepaskannya.

Ketiganya harus merahasiakan hubungan gila mereka sampai akhirnya salah satu dari kedua pria itu mengalah, dan merelakan Dami dengan laki-laki yang dia cintai.

Apakah masih Jeremy cinta pertamanya yang menjadi pemenang? Atau Bima, dokter tampan yang juga mencintai Dami dengan tulus?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan ganggu aku lagi

Rasa sakit yang tajam perlahan berubah menjadi sensasi aneh yang membakar setiap ujung sarafnya. Awalnya Dami melawan, tubuhnya menegang menolak setiap tusukan kasar Jeremy, namun seiring berjalannya waktu, sentuhan itu meski penuh dominasi dan nafsu, mulai memicu reaksi yang tak mampu ia kendalikan. Zat yang masih tersisa di tubuhnya semalam, membuat sensasi sentuhan berlipat ganda, mengaburkan batas antara rasa sakit dan kenikmatan.

Tanpa disadarinya, rintihan penolakan yang keluar dari bibirnya perlahan berubah menjadi desahan panjang yang tertahan. Tubuhnya yang sempat kaku perlahan melemas, lalu mulai merespons gerakan Jeremy secara naluriah. Pinggangnya perlahan menari mengikuti irama tusukan itu, mendesak mencari kepenuhan yang makin dalam. Rasa nikmat yang meledak-ledak mulai menjalar dari pusat tubuhnya, menguasai kesadaran logisnya yang perlahan hilang.

Jeremy yang merasakan perubahan reaksi tubuh Dami tersenyum puas. Ia tahu, bagaimanapun juga, tubuh wanita ini masih merindukan sentuhannya. Ia makin mempercepat gerakannya, setiap tusukan makin dalam dan makin kuat, menghantam titik paling sensitif di dalam sana berulang kali tanpa ampun.

"Lihat... tubuhmu masih menginginkanku," bisik Jeremy parau di telinga Dami, napasnya panas dan berat.

"Kau bisa membohongi akalmu, tapi tubuhmu takkan pernah bisa berbohong."

Dami tak mampu menjawab. Mulutnya hanya mampu mengeluarkan suara-suara manja yang tak sengaja terucap. Gelombang kenikmatan itu makin menumpuk, tekanan di perut bawahnya makin memuncak, mendesak untuk segera dilepaskan.

Tangan yang tadi memukul dada Jeremy kini beralih mencengkeram bahu pria itu erat-erat, kuku-kukunya menancap di sana, bukan lagi karena marah, melainkan karena rasa nikmat yang luar biasa.

"Aah... Jeremy..." rintihnya lirih, nama itu meluncur begitu saja dari bibirnya tanpa ia sadari.

Detik berikutnya, ledakan itu terjadi. Bersamaan dengan jeritan panjang yang meluncur dari mulutnya, tubuh Dami menegang kaku seketika, punggungnya melengkung tinggi terangkat dari kasur. Cairan hangat memancar deras keluar dari tubuhnya, membasahi pangkal paha mereka berdua.

Kakinya melilit pinggang Jeremy erat-erat, tubuhnya kejang-kejang kecil, terhanyut sepenuhnya dalam puncak kenikmatan yang dahsyat itu. Kesadarannya melayang, seolah dunia di sekelilingnya lenyap, dan hanya tersisa rasa nikmat yang meledak-ledak itu.

Merasakan kontraksi hebat di dalam tubuh Dami yang memerasnya dengan ritme yang luar biasa, Jeremy pun tak sanggup menahannya lagi. Dengan satu raungan panjang, ia mendorong pinggangnya sekuat tenaga, menekan sedalam mungkin, lalu melepaskan seluruh isinya membanjiri tubuh Dami. Ia menumpahkan segala cemburu, amarah, dan rasa rindunya dalam pancaran cairan panas itu, menanamkan rasa kepemilikan yang mutlak di sana.

Mereka berdua terkulai lemas satu sama lain, napas mereka sama-sama tersengal berat, tubuh mereka basah oleh keringat dan cairan cinta. Jeremy masih menindih tubuh Dami dengan berat badannya, namun kini gerakannya sudah terhenti. Ia menunduk, mencium leher jenjang wanita itu dengan napas yang masih memburu.

"Kau milikku, Asli ... Milikku," gumamnya pelan, penuh kemenangan.

Namun bagi Dami, setelah gelombang kenikmatan itu surut, kesadarannya perlahan kembali. Rasa nikmat yang tadi meledak-ledak itu kini berubah menjadi rasa hina yang luar biasa. Ia baru menyadari apa yang baru saja ia lakukan. Ia baru menyadari bahwa tubuhnya sendiri yang menyerah, tubuhnya sendiri yang menikmati perbuatan kotor itu bersama pria yang baru saja memperlakukannya semena-mena.

Rasa bersalah yang jauh lebih besar daripada sebelumnya langsung menghantam dadanya. Ia teringat wajah Bima, kebaikan Bima, dan ketulusan pria itu. Air mata kembali menetes, bukan lagi karena sakit atau takut, melainkan karena rasa jijik pada dirinya sendiri. Bagaimana mungkin ia bisa menikmati ini? Bagaimana mungkin tubuhnya mengkhianati hatinya dan mengkhianati Bima dengan begitu mudahnya?

Dami berusaha mendorong tubuh berat Jeremy yang masih menindihnya, namun tenaganya sudah terkuras habis. Ia hanya bisa menutup wajahnya dengan tangan, menangis dalam keheningan, meratapi nasibnya yang terasa begitu hancur dan kotor saat ini.

Melihat ekspresi kepedihan yang penuh di wajah wanita itu, Jeremy akhirnya melepaskan penyatuan mereka. Tidak melanjutkan lagi. Nafasnya masih terengah.

"Kau gila, kau jahat!" Tukas Dami.

"Ya, benar. Sudah aku bilang aku gila kan? Tapi kau juga menikmatinya tadi. Apa aku salah?"

Dami terdiam. Dia tidak tahu harus bagaimana sekarang. Dua pria menyetubuhinya dalam hanya dalam selang waktu yang berdekatan. Dan dia ... Dia seperti wanita murahan yang malah menikmati semuanya. Kalau seperti ini, artinya dia telah berselingkuh dengan Jeremy, dia telah mengkhianati Bima.

"Kenapa, kenapa baru sekarang kau seperti ini Jeremy? Dulu aku sangat tergila-gila padamu. Tapi kau menolakku. Kau membenciku, menganggapku seperti hama dalam hidupmu. Kau tidak pernah menatapku sedikitpun waktu aku masih tunanganmu. Sekarang, setelah aku menikah dengan laki-laki pilihanku, kau ..."

Dami tak sanggup lagi melanjutkan kata-katanya. Dia menangis dalam diam karena pikirannya yang semakin kacau, dan perasaan bersalahnya terhadap Bima.

Mendengar itu, rasa bersalah langsung tumbuh di hati Jeremy. Tangannya terangkat, menyentuh wajah Dami, mengusap air mata terus jatuh itu.

"Maaf, maafkan aku. Dulu memang salahku. Aku tidak pernah melihatmu, tidak pernah menganggapmu bahkan selalu mencurigaimu. Tapi percayalah, saat kau pergi, aku benar-benar kehilangan. Rasa bersalah itu membuatku hampir gila. Dan... Aku baru sadar, betapa pentingnya dirimu. Asli... Maukah kau memaafkanku?"

Ucapan Jeremy saat ini berbeda jauh dengan Jeremy yang Dami kenal. Yang kasar, penuh dominasi dan selalu memaksa. Tapi apa gunanya semua itu? Walau dia tahu dalam hatinya masih tersimpan nama itu, tapi ... Dia juga tahu, keputusan ada di tangannya sekarang.

Karena dia sudah menikah dengan Bima. Bahkan pernikahan itu akhirnya telah benar-benar sah dengan menyatunya keduanya semalam, ia tidak mungkin berlari ke Jeremy dan meninggalkan pria sebaik itu kan? Dia harus memutuskan. Dan ... Dalam hatinya sekarang, dia memutuskan untuk tetap bersama Bima.

"Maaf Jeremy. Kali ini aku benar-benar memohon padamu, jangan ganggu aku lagi. Aku sudah menikah," rahang Jeremy mengetat.

"Tapi kau tidak mencintainya,"

"Cinta bisa tumbuh seiring dengan berjalannya waktu."

"Tidak, aku tidak akan pernah melepaskanmu."

"Kau harus. Asli sudah mati, yang ada di depanmu sekarang adalah Dami."

"Aku tidak peduli!"

"Kalau kau terus seperti ini, bukan hanya kau dan aku yang hancur! Aku tidak ingin orang lain hancur karena kita berdua!"

Jeremy terdiam. Dia tahu dia egois, tapi ...

"Asli,"

"Aku mohon padamu Jeremy ..."

Tetap tidak ada jawaban. Hening. Tak ada di antara mereka yang bicara. Sampai akhirnya pintu terbuka, menampilkan sosok tinggi yang amat sangat di kenal oleh Dami.

Dami kaget sekali. Ia cepat-cepat menutupi tubuh telanjangnya dengan selimut. Sementara Jeremy tetap tenang, justru menatap tajam ke arah laki-laki yang berdiri di depan sana.

Bima.

1
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
Ilfa Yarni
aku bingung hrs bela siapa
Ridho Meram
Koq aq ga suka Bima ya🤣
Ardiansyahsasa
aneh sikap bima ini dia d pihak yg pling salah menikahi orang yg mencintai orang lain tp seakan GK terima KLO orang itu masih berhubungan dn yg pling d rugikan dsini Dami..itu resiko Bima jgn mau enaknya ,terima Dami walaupun dia pernah disentuh Jeremy KLO kamu bener cinta
Nami
agak Laen si bima ya, Dri awal ceritanya kan nikah krna kesepakatan. tinggl jalanin sampai kontrak itu habis Dami setelah itu hidup sendiri atau sama jeremy
Nimeee
uda sama jeremy aja. ngapain bima dupertahanin
Erna Wati
udah lh pisah aja dari pada sama si goblok bima. wlowpun kmu kecewa sama Dami harus nya kmu bela dia DPN org BKN IKut bntak biar gmana pun Dami masih istri mu. udah lh mnding sama Jeremy aja
Al Fatih
Sebaiknya bima sama Dami...,, berpisah dulu...,, berjauhan,, menjaga jarak ..,, sambil menyelami hati masing-masing dengan pikiran yang tenang dan waras. Jangan d paksakan kalo hanya bikin sakit hati....,, lama2 bisa mati.
Yang sudah terjadi...,, tak bisa d pause lagi...,, selayaknya orang dewasa...,, pikirkan solusi yang terbaik gimana.
Tetap mempertahankan pernikahan dengan resikonya makan hati ,, atw berpisah saja...,, cari kebahagiaan masing2.

Karna kalo misalnya memutuskan tetap bersama ..,, kejadian buruk itu harus benar2 d lupakan,, faktanya tak segampang itu kan melupakannya.
𝕊𝕚𝕥𝕚 𝕄𝕒𝕣𝕚𝕪𝕒𝕥𝕦𝕟
keren🤣🤣🤣🤣
Eva Rosita
bagus
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘥𝘢𝘮𝘪
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵💪
rheisha
kaya bima masih kecewa berat sama dami,dah lah mending mereka cerai aja,rumah tangga nya juga udah ga baik kan...
Oma Gavin
aku ngga respect sama karakter bima suami ngga bisa jadi panutan kalau kecewa sama Dami ceraikan jgn hanya bisa diam
🌿🌺WINA🌸🌿
Bima walaupun marah dan kecewa sama dami, seharus kamu membela istrimu... dami tidak akan menyerang sembarangan riana, riana duluan yg mulai menghina dan merendahkan dami...

dami bukan perempuan yg lemah, klo ada yg menghina dan merendahkannya pasti dilawan... nanti tahu rasa dami direbut sama jeremy kebakaran jenggot bima🤣🤣🤣
jangan sampai jeremy manjamin dami bebas, nanti baru tahu rasa bima kehilangan dami menyesal...

demi membela harganya dirinya riana dah keterlaluan....
LANY SUSANA: betul... Bima wl km lg marah dgn dami jgn menghakimi seblm tau permasalahan nya ya
dan jemi kl tau pasti dia jamin dami ni keluar dr sel dan di bw pergi
total 1 replies
Yunita aristya
Damian ayo turun tangan , biar Dami pergi aja dari Bima sama Jeremy
Syifa Azhar
kamu kuat kamu gak butuh pembelaan dari siapapun dami💪💪 biarkan orang berkata apa,dan Bima berpikir apa,💪
Hanima
Cerai sj kalau sudah tak cintrong lagiii
Ryu
gilaaaaa si bima, walau memang sedang perang dingin, harga diri seorang suami itu tetap harus membela istri ! lama2 Jd sebel sm si bima,, udah cocok Dami km sm si jeremi
Ryu: awalnya aku tim Dami bima tp setelah lihat sikap bima kaya gini, aku Jd tim Dami Jeremy deh Ka 😂
total 2 replies
Risna Nasution
jeremy di buat mati aja thor kesel liat nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!