NovelToon NovelToon
Mantan Suami Mengganggu Hidupku

Mantan Suami Mengganggu Hidupku

Status: sedang berlangsung
Genre:Naik Kelas / Selingkuh / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Elena Prasetyo

Dikala aku sudah memulai hidup baruku tanpamu, kenapa kau kembali lagi. Beredar terus di sekitar, membuatku kesal.

Pergilah kau, pergi dari hidupku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elena Prasetyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Pengacara Herman melihat penjaga keamanan yang wajahnya menjadi pucat. Pasti penjaga keamanan itu kini ketakutan akan dipecat.

"Tuan Herman" sapa penjaga keamanan padanya.

"Tenanglah, kau hanya melakukan pekerjaanmu. Kau tidak berbuat salah"

"Tapi, pemilik gedung. Saya mengusir orang tua pemilik gedung. Itu adalah masalah besar"

"Benar. Dia juga hampir membunuhmu tadi" kata pengacara Herman semakin membuat penjaga keamanan itu ketakutan

"Apa yang harus saya lakukan?"

"Tenang saja. Kau melakukan semua dengan baik. Tapi ... Bukankah mereka datang kemarin?" tanya pengacara Herman namun tidak mendapatkan jawaban. Karena penjaga keamanan sedang dalam keadaan terkejut sekarang. Dia sulit mendapatkan keterangan dan memilih untuk naik ke lantai 16.

Tepat ketika lift tertutup, pengacara Herman melihat istri Tuan Arya keluar dari arah tangga darurat. Berlari ke arah penjaga keamanan dengan wajah khawatir.

Luna merasa sedih sejak penjaga keamanan mendatangi apartemennya tadi pagi. Memaksa Tuan Budi dan Nyonya Aida keluar dari gedung apartemen dengan alasan keamanan. Dia tidak bisa menahan keduanya karena peraturan gedung.

Setelah keduanya pergi, Luna bersiap kembali untuk bekerja. Seperti seharusnya. Tapi rasa bersalah karena tidak menahan keduanya tetap di tempatnya mulai mengganggu perasaannya. Luna mengabaikan jam buka toko dan berlari ke lift. Sayang sekali lift baru saja melewati lantai lima. Sedangkan lift satunya sedang pergi ke basement. Dia tidak memiliki waktu untuk menunggu.

Segera saja Luna berlari ke tangga darurat ke lobi. Dia menemukan penjaga keamanan sendirian disana dan segera mendekatinya.

"Dimana mereka?" tanyanya tapi tidak mendapatkan balasan. Penjaga keamanan itu hanya diam berdiri tidak bereaksi sama sekali akan pertanyaannya, benar-benar seperti patung. Baru ketika Luna memukul lengan patung itu, baru ada reaksi.

"Apa? Nona Luna. Apa yang harus saya lakukan??!!" kata penjaga keamanan memegang kepalanya.

"Apa yang terjadi? Apa ada yang terjadi dengan Tuan Budi dan Nyonya Aida? Dimana mereka?"

"Tuan dan Nyonya siapa? Mereka ... Mereka ternyata benar-benar orang tua pemilik gedung. Apa yang harus saya lakukan? Bagaimana kalau saya dipecat? Saya memiliki istri dan dua anak yang harus diberi nafkah" keluh penjaga keamanan padanya.

"Apa? Jadi mereka benar orang tua pemilik gedung? Putra bungsu mereka muncul?"

Penjaga keamanan menunjukkan wajah penuh kesedihan lagi. Memaksa Luna untuk berhenti bertanya. Tapi dia lega, karena ternyata Tuan Budi dan Nyonya Aida bertemu putra bungsu mereka. Dan keduanya ternyata jujur akan jati diri mereka yang sebenarnya.

Sekarang, Luna bisa berangkat kerja dengan tenang.

Baru saja kembali ke kamar, dia melihat seseorang menggantung makanan di pintunya. Dan ketika mendekat, dia baru tahu kalau orang itu adalah mantan suaminya.

"Kemana?" tanya Arya.

"Bukan urusanmu!"

"Kau baru saja sembuh dan berjalan-jalan tanpa alas kaki? Apa kau tahu itu bisa membuatmu sakit lagi?!"

"Jangan menghalangi pintuku"

"Sayang!! Selama aku pergi, tidak ada waktu terlewatkan untuk mengkhawatirkanmu. Dan kau ... Bahkan tidak merawat dirimu sendiri"

Luna sudah muak dengan semua perhatian palsu yang ditunjukkan oleh Arya. Pria itu berhubungan dengan Marina namun terus mendekatinya. Seolah Luna adalah target mudah yang bisa dirayu dan diperoleh dengan mudah.

"Tuan Arya Mahendra, alangkah baiknya jika Anda tidak mengkhawatirkan seseorang yang seharusnya sudah dilupakan. Jadi ... pergi dari apartemen dan hidupku!" pintanya lalu mendorong Arya ke samping untuk masuk ke dalam apartemen.

Kemudian dia menutup pintu yang ada di belakangnya. Kali ini begitu lancar, menandakan mantan suaminya tidak mengganggu. Itu berarti Arya menyetujui segala yang Luna katakan.

Seharusnya itu membuatnya lega, tapi kenapa dia merasa kesal? Apa sebenarnya dia ingin Arya menolak perkataannya? Dan tetap memperhatikannya? Lalu hal itu akan membuatnya menjadi pihak ketiga. Di hubungan mantan suami dan mantan sahabatnya. Bukan pilihan yang bagus untuknya.

Benar kata ayahnya, dia harus segera membuka hati untuk hubungan baru. Atau Luna akan terus mengharapkan sesuatu yang semu.

"Kerja saja" katanya lalu bersiap untuk kerja.

Setelah dua hari libur, dia kembali membersihkan toko. Melakukan sesuatu yang tiap hari harus dilakukan untuk menyambung hidup. Sibuk mendata barang juga menghitung kas dan pengeluaran. Membuatnya tak lagi berpikir tentang mantan suami gila itu.

"Permisi" sapa pelanggan yang akhir-akhir ini sering datang ke toko.

"Pak Dosen?"

"Kenapa kau memanggilku pak? Rasanya seperti aku sudah tua sekali"

Salah. Luna salah bicara.

"Maaf, saya tidak tahu nama Anda. Jadi ... Memanggil sembarangan. Mohon maaf kalau saya menyinggung Anda"

"Tentu saja tidak. Hanya saja ... Namaku Andy"

"Hah?"

"Supaya kau tidak memanggilku pak. Panggil saja aku Andy."

"Oh! Baiklah. Andy"

Pria bernama Andy itu tersenyum lebar padanya. Dan tetap berdiri di hadapannya sampai ada pelanggan lain yang masuk ke dalam toko. Berkeliling untuk melihat-lihat barang kemudian mendekat ke meja kasir lagi sembari meletakkan beberapa gantungan kunci lucu berwarna merah muda.

"Aku ... Salah ambil!" kata Andy lalu mengembalikan gantungan kunci ke tempatnya untuk membeli sesuatu yang lain

Tingkahnya begitu kikuk namun lucu. Luna tidak bisa menyembunyikan senyumnya karena kejadian itu.

Malam tiba begitu cepat dan Luna kembali ke apartemennya. Kali ini tidak melihat makanan ditinggalkan lagi di depan pintunya. Semoga saja hal itu menandai berakhirnya hubungan dirinya dengan Arya.

"Tak lagi bertemu, tak lagi terhubung. Itu hal baik" katanya lalu masuk ke dalam apartemen. Membersihkan diri dan tidur di dalam selimut yang hangat.

Di hari-hari berikutnya, Luna tak lagi melihat makanan tergantung di depan pintunya. Seolah secara resmi menandakan Arya telah benar-benar menghilang dari hidupnya. Luna harus merayakan hal ini. Sepulang kerja, dia membeli banyak ayam goreng.

Baru saja ingin naik, dia melihat orang yang dikenalnya beberapa hari lalu.

"Nyonya Aida?!" panggilnya.

Nyonya Aida menoleh dan menyambut Luna dengan senyuman lebar. Setelahnya mereka berdua duduk bersama di dekat taman untuk makan ayam goreng.

"Saya lega mendengar putra Anda datang. Waktu itu saya pikir Anda telah diusir dari gedung apartemen" katanya

"Iya. Walau terlambat tapi dia datang untuk menyelamatkan kami. Tapi ... Dia juga marah pada kami yang datang mendadak hanya untuk melihat menantu"

"Jadi, apa Anda sudah bertemu dengan menantu itu?" tanya Luna penasaran. Baginya menantu yang tak pernah dikenalkan itu pasti akan merasa beruntung sekali. Karena mendapatkan mertua yang bukan hanya baik tapi sayang padanya. Sayang sekali dia tidak pernah memiliki mertua seperti Nyonya Aida dan Tuan Budi. Karena mantan mertuanya sudah tiada bahkan sebelum mantan suaminya beranjak dewasa.

"Belum. Bungsu melarang kami untuk bertemu dengannya. Dia yang akan memilih waktu yang tepat bagi kami bertemu. Sungguh menggelikan. Seakan dia merahasiakan kalau kami ada"

"Benar-benar tidak patut" tambah Luna mengejek putra bungsu Nyonya Aida.

1
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
heran aku dengan arya...thor jangan bagi mereka berbaik kembali... dia dah celup orang lain tu...
tahi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!