NovelToon NovelToon
LADY GAGAL YANG DIAM-DIAM BERBAHAYA

LADY GAGAL YANG DIAM-DIAM BERBAHAYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Anak Genius
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: ꧁Diajeng rini꧂

Elara Safira Nirmala hanyalah gadis yatim piatu biasa di dunia modern, ia ditinggal oleh orang tuanya sejak kecil dan dia tinggal di kos-kos an sederhana di salah satu kota. Pagi itu Elara hanya ingin pergi ke sekolahnya tetapi ada suatu yang terjadi padanya, ada sebuah tragedi membuatnya terbangun sebagai Elara Mirabel Astoria, lady terbuang dan tak berguna di kerajaan kuno, dengan kemampuan modern yang canggung dan komentar sarkastiknya Elara harus bertahan di tengah drama keluarga bangsawan, intrik politik, dan mungkin sedikit cinta yang tak terduga. Langsung baca aja yuk ceritanya daripada penasaran!!!!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ꧁Diajeng rini꧂, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31

Fajar di mansion Duke Astoria yang biasanya tenang dan angkuh pagi ini pecah oleh jeritan melengking seorang pelayan wanita yang baru saja hendak membersihkan aula depan. Di tengah lantai marmer yang dingin, di bawah lampu kristal yang megah tergeletak sesuatu yang sangat tidak pantas berada di sana, itu adalah sesosok mayat pria dengan pakaian serba hitam yang sudah kaku.

​Suasana langsung gempar. Para pelayan berbisik dengan wajah pucat pasi sementara beberapa pengawal mansion berdiri terpaku, tidak mengerti bagaimana seseorang bisa menyusupkan mayat ke dalam kediaman salah satu orang terkuat di Kerajaan Heist tanpa terdeteksi sedikit pun.

​Duke Alaric Astoria turun dengan langkah lebar dan wajah yang memerah karena amarah sekaligus ketakutan yang tersembunyi. Matanya menyipit saat melihat belati kecil dengan ukiran Serigala lambang kelompok Garmr masih menempel di saku pakaian mayat tersebut. Jantung Alaric berdegup kencang. Itu adalah salah satu orang yang ia sewa untuk menghabisi Elara beberapa waktu yang lalu.

​"Tutup semua pintu dan jangan biarkan satu pun berita ini keluar dari gerbang mansion!" teriak Alaric, suaranya bergetar menahan luapan emosi. Ia menoleh ke arah asisten pribadinya yang paling dipercaya yaitu seorang pria kurus dengan tatapan mata yang tajam bernama Vane.

​"Vane! Cepat bereskan sampah ini, bawa ke gudang belakang yang paling tersembunyi sekarang juga! Jika ada pelayan yang berani membuka mulut pastikan mereka tidak akan pernah bisa bicara lagi selamanya" perintah Alaric dengan nada rendah yang mengancam.

​Vane segera memberi isyarat kepada dua pengawal elit untuk menyeret mayat itu lewat pintu belakang. Sementara itu, Duchess dan Lilian tampak berdiri di atas tangga dengan wajah pucat pasi. Lilian bahkan harus berpegangan pada pagar tangga agar tidak jatuh pingsan karena ngeri.

Ia lalu menatap lantai marmer yang kini menyisakan noda darah tipis. Di atas mayat itu tadi ia sempat melihat secarik kertas kecil yang kini sudah ia remas di dalam saku jubahnya. Sebuah pesan singkat yang ditulis dengan tinta berwarna emas

“Barangmu terjatuh di hutan, aku hanya mengembalikannya agar kau tidak lupa cara menghargai hak milik orang lain"

​"Vane" panggil Alaric saat asistennya kembali "Cari tahu bagaimana mayat ini bisa sampai ke sini dan seberapa banyak yang diketahui ksatria istana. Aku ingin tahu apakah ini sekadar peringatan... atau jebakan maut"

___

Xander menyesap teh hitamnya yang sudah mendingin, matanya menatap lurus ke arah jendela menara yang menghadap langsung ke arah distrik bangsawan. Dari kejauhan ia bisa membayangkan kekacauan yang sedang terjadi di mansion Astoria. Seringai tipis hampir tak terlihat muncul di sudut bibirnya.

​Pikirannya melayang kembali ke beberapa waktu yang lalu saat Oliver masuk ke ruangannya dengan wajah pucat dan memberikan gulungan kertas yang ujungnya hangus itu.

Flashback....

​Xander membuka surat itu dengan tenang. Namun saat matanya menyapu barisan tulisan di dalamnya, rahangnya mengeras. Laporan itu melampirkan salinan transaksi dana gelap militer yang mengalir dari kas wilayah Astoria menuju perantara kelompok Garmr.

​"Dana militer?" desis Xander pelan. Suaranya mengandung ancaman yang bisa membekukan darah siapa pun yang mendengar "Alaric Astoria benar-benar sudah gila. Dia menggunakan anggaran pertahanan negara hanya untuk menyewa pembunuh bayaran demi melenyapkan putri kandungnya sendiri"

​Oliver yang berdiri di depannya hanya bisa menelan ludah "Apa rencana Anda Yang Mulia? Apakah kita akan langsung membawa ini ke hadapan Raja?"

​Xander terdiam sejenak, jarinya mengetuk meja dengan irama yang menekan "Tidak. Itu terlalu cepat, Alaric adalah rubah tua yang licin, dia pasti punya seribu alasan untuk mengelak. Aku ingin dia hancur secara perlahan, aku ingin dia merasakan trauma yang sama seperti yang ia berikan pada Elara"

​Xander berdiri lalu menunjuk ke arah mayat anggota Garmr yang mereka amankan dari hutan tempo hari "Kirimkan hadiah ini ke aula depannya besok fajar. Biarkan dia bangun dengan aroma pengkhianatannya sendiri"

Flashback end....

​Xander meletakkan cangkir tehnya ke atas meja dengan dentingan pelan yang menggema di ruangan sunyi itu.

​"Trauma adalah guru yang paling baik Duke" gumam Xander pada kesunyian "Mulai hari ini kau tidak akan pernah bisa tidur nyenyak"

​Ia kemudian melirik Oliver yang baru saja kembali dengan laporan terbaru "Jadi bagaimana reaksi mereka?"

​Oliver membungkuk hormat mencoba menahan senyum puasnya "Sesuai dugaan Yang Mulia. Duke Alaric marah besar, Lady Lilian dan Duchess menjerit seperti melihat hantu dan sekarang mereka sedang menyembunyikan mayat itu di gudang belakang seperti pencuri"

​"Bagus" jawab Xander dingin "Sekarang siapkan dokumen dana gelap itu. Kita akan menunjukkannya pada Ayahanda saat Duke merasa dirinya sudah aman nanti. Kita biarkan dia merasa menang sejenak sebelum aku mematahkan lehernya di depan pengadilan kerajaan"

___

Di hutan Elara berdiri di tengah lapangan berbatu, napasnya tenang namun udara di sekitarnya bergetar hebat hingga menciptakan riak-riak transparan yang tampak seperti aspal panas di siang bolong.

​"Kenapa harus baca puisi kalau aku bisa langsung eksekusi perintah?" batin Elara santai.

​Ia mengulurkan telapak tangannya. Tanpa suara, tanpa mantra dan dalam sekejap percikan cahaya berwarna biru keputihan muncul di antara jari-jarinya. Cahaya cara kerjanya seperti Udara, tetapi disinilah keistimewaan sihir Cahaya. Sihir ini tidak akan terlihat seperti Udara jika pemiliknya menghendakinya untuk tidak terlihat, begitu juga sebaliknya.

​CETASSSS!!!!!!

​Hanya dengan satu jentikan kecil, sebuah pohon mati yang berjarak dua puluh meter darinya langsung hancur menjadi abu halus. Tidak ada api yang menjilat, hanya kehancuran instan dalam hitungan milidetik.

​Mina dan Rhea yang sedang memperhatikan dari kejauhan hanya bisa menelan ludah. Mereka berdua yang merupakan ksatria elit merasa mana milik Elara sekarang sudah berada di level yang tidak masuk akal. Kekuatannya terasa jauh lebih besar, lebih padat dan lebih mematikan daripada gabungan kekuatan mereka berdua. Namun yang membuat mereka ngeri adalah betapa santainya wajah Elara saat melakukannya.

​"Lady..." suara Mina sedikit bergetar "Itu tadi... jika itu mengenai manusia mereka bahkan tidak akan sempat merasakan sakit"

​Elara menoleh lalu menyengir lebar sambil mengibaskan tangannya yang sedikit berasap "Hehehe makanya Mina bilangin ke orang-orang jangan cari masalah sama aku. Selama ngga diganggu aku ini orangnya santai kok. Aku cuma mau hidup tenang sambil makan enak mwehehe"

​Elara menatap telapak tangannya dengan puas. Ia merasa beban di pundaknya sedikit terangkat. Di duniaku yang lama orang harus punya senjata api atau nuklir untuk merasa aman tapi di sini? Seluruh gudang senjata itu ada di dalam kepalanya.

​"Yah setidaknya aku ngga harus bawa-bawa linggis lagi kemana-mana" pikir Elara geli.

​"Lady Elara Anda harus belajar mengontrol volumenya" Rhea menyela dengan wajah datar namun matanya menunjukkan rasa hormat yang baru "Getaran mana Anda barusan bisa dideteksi oleh penyihir tingkat tinggi dalam radius lima mil. Jika Anda tidak ingin lokasi ini ketahuan sebelum waktunya Anda harus belajar menekan tekanan ini"

​Elara mengangguk paham "Siap Bos Rhea, kita belajar cara Silencer sekarang. Tenang aja aku tahu caranya bikin sihir ini jadi silent but deadly kaya kentut. Ngga kedengeran tapi efeknya bikin pingsan"

​Kakek Zoff, yang sejak tadi hanya diam memperhatikan dengan wajah masam akhirnya menghela napas panjang. Ia menyadari satu hal, dunia sihir yang ia kenal selama ratusan tahun telah berakhir hari ini. Di depannya berdiri seorang gadis yang tidak peduli pada tradisi yang menghancurkan hukum alam dengan logika anehnya dan yang siap meledakkan siapa pun yang berani menghalangi jalannya.

​"Cukup latihannya untuk hari ini" gerutu Kakek Zoff "Masuklah ke dalam makan ramuan penguatmu. Besok kita akan mulai melatih cara menyembunyikan mana yang ada di dalam tubuhmu itu sebelum kau kembali ke kota"

1
Miaaaoowww😸
kasih kopi dulu biarrr semangaaaatttt😘😘😘
Diajeng rini: makasih banyak kakakk🥰
tungguin kelanjutan Elara yaaa
total 1 replies
Cty Badria
saya selalu mengikuti Dan memberikan hadia biar semangat up ny
Diajeng rini: makasih kakak tungguin kelanjutannya yaa🥰
total 1 replies
Pa Muhsid
bantai semua nya el xan ada di belakang mu selalu 😍😍😍
Pa Muhsid
sama sama dikhianati keluarga
Diajeng rini: iya bener, kasian bgt mereka berdua
total 1 replies
Pa Muhsid
tenang ada pangeran kegelapan mu elxan
Miaaaoowww😸
wewwwwww serangan jantung gak tuh nanti🤣🤣🤣🤣
Diajeng rini: jantungnya sampe lompat
total 1 replies
Cty Badria
up lg ya ni hadiah
Pa Muhsid
yeay lixan otw
Miaaaoowww😸
wewwwww diperebutkan 2 cogan😍😍😍
kayaknya gak bakal pilih dua2nya🤣🤣🤣
Diajeng rini: bisa jadi sihhh, tapi liat aja besok Elara pilih yang mana🤭🤭
total 1 replies
Pa Muhsid
yang baju ungu siapa, apakah nona linggis ganti baju? 🤔
Diajeng rini: semuanya foto Elara soalnya rambut hitam
total 1 replies
Pa Muhsid
visual nya aja gak sinkron sama kaelen mah, tabrakan tor😃😃😃
Cty Badria
👍👍👍
Cty Badria
ayo lg tak beri hadia /Rose//Rose/
Diajeng rini: udah di up ya kakk🥰
total 1 replies
Cty Badria
ya kok cmn 1 lg donk
Diajeng rini: diusahakan ya kakkk, sabar okeyy, tunggu kelanjutan Elara kakakk🥰
total 1 replies
Pa Muhsid
cemburu nya 😋
Cty Badria
umik, lucu tdk membosankan
Cty Badria
y banyak donk tak Kasi hadia u byk juga
Diajeng rini: oke kak lagi dibikin dulu yaa, tunggu kelanjutannyaaa🥰🥰🥰
total 1 replies
Miaaaoowww😸
jadi jenius serba salah🤣🤣🤣
aku
jatuh sudah kata sakral sihir krn elara. mana diibaratkan sm kentut pula 🤣🤣🤣
aku: tau2 ada bau 😭😭
total 2 replies
aku
baca puisiii 😭😭😭 mantra itu el, ah elah ngelawakk 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!