Kebun jagung milik Bu Sarah selalu berbuah lebat setiap saat, dengan luas yang begitu luar biasa sehingga bila tidak tau jalan maka akan tersesat di dalam sana.
Namun kabar yang beredar mengatakan bahwa kebun jagung itu memang meminta tumbal nyawa manusia, kebun milik janda cantik itu memang sudah di jauhi oleh para warga karena Mereka sangat takut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31. Dua ular
"Ini kenapa kita datang malam malam begini di kebun jagung?" Nolan menata Purnama yang sudah berjalan duluan.
"Ya kalau datang siang maka berarti mau panen." Purnama menjawab dengan nada jutek.
"Ah nanti dikira orang kita malah mau mencuri, kan tidak enak kalau kita malah disangka mencuri jagung." cemas Nolan.
"Orang juga tahu kalau kita malam datang ke sini untuk mencari setan, Nolan!" geram Purnama kepada adik bungsu dia.
"Ih kamu kalau ngomong selalu saja emosi seperti itu, tidak pernah bisa bicara santai dan kalem." Nolan menggerutu karena Purnama memang selalu emosi.
"Ah aku mengajak kau kali ini karena aku pikir kau tidak seperti Arya, tapi ternyata kau malah lebih parah dari bocah itu." kesal Purnama.
Nolan hanya diam saja karena dia memang bertanya kenapa mereka datang ke sini malam hari, padahal memang sudah jelas bahwa mereka pasti akan mencari setan yang ada di kebun jagung ini, mana mungkin juga mereka mencari setan dalam keadaan siang hari.
Yang ada Bu Sarah akan mengetahui kedatangan mereka dan nanti justru akan jadi perdebatan, dengan kejadian kemarin saja Purnama sudah merasa tidak enak dan sungkan kepada janda setengah baya itu, sehingga saat ini mereka memutuskan untuk secara diam-diam saja menyelidiki kebun jagung tersebut.
Bila nanti sudah terbukti bahwa memang ada sesuatu yang salah maka Purnama bisa langsung berbicara dengan Bu Sarah, kalau masih dalam penyelidikan maka mereka memilih untuk bungkam saja terlebih dahulu, dengan Bu Sarah tidak mengetahui perbuatan mereka maka itu jelas akan lebih baik sehingga dia tidak mungkin bisa mempersiapkan diri.
Purnama menyadari bahwa Bu Sarah adalah manusia yang begitu licik, melihat dari semua yang sudah terjadi maka dia pasti merencanakan semua itu dengan sangat licin. nanti dia bisa membuat orang yang tidak bersalah menjadi salah, sehingga Purnama juga harus bermain otak ketika menghadapi manusia seperti Bu Sarah ini, tidak bisa mau sembrono dan sesuka hati dia saja.
Maharani kemarin memang sudah mendapatkan salah satu iblis yang ada di kebun jagung, kan sekarang dia sudah menyiksa iblis itu di dalam lembah kematian sana. namun dari gelagat dia yang begitu angkuh dan tidak akan berbicara, maka Purnama memutuskan untuk terjun langsung ke dalam kebun jagung ini.
Terlebih dengan keberadaan hantu itu yang di kebun jagung, maka Purnama menjadi tahu bahwa Bu Sarah memang memiliki sesuatu yang tidak biasa, Dia menyuruh Maharani untuk mencari iblis itu bukan karena ingin bertanya. tapi karena ingin membuktikan sendiri apa memang Bu Sarah telah memiliki iblis, sekarang terbukti sehingga dia memutuskan untuk turun tangan secara langsung.
"Aku panen juga ah, sayang ini besar besar." tangan Nolan mengambil jagung yang memiliki ukuran besar.
"Dia biar saja sibuk mencari iblis seperti itu, enak aku ambil ini dan menyuruh Kiara untuk membuat bakwan." Nolan sibuk sendiri karena dia lebih tertarik mengambil jagung itu.
Kleeek.
Kleeeek.
"Bu sarah juga tidak mungkin tahu kalau aku mengambil jagung, sebanyak ini dia memiliki kebun jagung." ujar Nolan sendirian.
Purnama menoleh karena dia mendengar suara batang jagung yang sedang dipatahkan, seketika itu dia menyadari bahwa iblis yang ada di kebun ini sudah beraksi, mendadak saja dia terpisah dari Nolan dan sekarang ada di pertengahan kebun dengan suasana yang begitu mencekam.
"Kemana pergi nya bocah sial itu?!" Purnama agak cemas juga dengan keselamatan sang adik.
"Haisss pasti dia tadi melakukan sesuatu yang tidak biasa sehingga tidak fokus melihat aku." Purnama sudah bisa menebak perbuatan Nolan.
Sebab tadi dia sudah memberi ancang-ancang agar jangan sampai terpisah ketika masuk ke dalam kebun ini, tapi karena tangan Nolan yang usil dan dia malah mengambil jagung. maka dia mengalihkan pandangan dari Purnama, sehingga sekarang mereka terpisah dan tidak tahu ada di bagian mana untuk bisa bertemu kembali dan keluar dari dalam sini.
"Kok dia pergi secepat itu sih?!" Nolan juga sibuk mencari Purnama sambil memasukkan jagung ke dalam kantong celana.
"Gaya berangkat tadi sibuk mengajak bareng, sekarang sudah di dalam sini malah aku dibuang begitu saja." Nolan menggerutu karena merasa terbuang.
"KAKAK!" teriak Nolan karena dia ingin mencari keberadaan Purnama.
Wuuussssh.
Wuuussssh.
Bukan jawaban Purnama yang terdengar tapi justru suara angin yang menimbulkan guncangan besar pada pohon jagung, Roland berdiri tegak untuk memperhatikan dengan seksama dan sekarang dia baru menyadari bahwa dirinya telah tersesat. iblis yang ada di dalam sini pasti sudah membuat masalah untuk mereka berdua, ini bukan karena Purnama yang mau meninggalkan dia begitu saja.
"Hahaaaaa siapa sangka kalau ular seperti aku malah akan tersesat seperti ini." Nolan tertawa lucu dengan nasib dia.
"Apa iblis kebun jagung ini sama sekali tidak tahu bahwa aku adalah siluman pemberi pesugihan, bisa-bisanya dia ingin membuat aku tersesat di dalam sini." kesal Nolan.
Wuuuussssh.
Seringai Nolan pasti akan membuat setiap orang ketakutan karena dia sudah bersiap bila nanti ada yang datang, iblis kebun jagung ini sebenarnya juga salah karena berani sekali mencari urusan dengan para ular seperti mereka, mungkin karena para iblis ini merasa percaya diri bahwa kekuatan yang mereka miliki cukup tinggi.
"Tunjukan dirimu sekarang, aku sama sekali tidak takut untuk bertarung dengan kalian." tantang Nolan.
Wuuussssh.
"Hihihiiii....
"Ah aku malas kalau mau lawan malah lari-lari seperti itu." Nolan melihat bayangan melintas dengan sangat cepat.
"Hihihiiiii..."
"Bagus, terlihat Kau sangat ingin menantang aku melakukan kekerasan ya." Nolan sudah tidak memiliki kesabaran lagi.
Mata ular hijau satu ini segera menatap dengan seksama karena dia akan segera menangkap iblis itu, mau secepat apa dia berlari melarikan diri makan orang tidak peduli, dia akan berusaha untuk menarik agar iblis tersebut bisa merasakan kekuatan yang dia miliki saat ini juga, iblis di kebun jagung ini harus di beri pelajaran.
Wuuussssh.
Sreeeeet.
"Kena kau, bangsat!" Nolan senang sekali karena dia berhasil menjambak rambut lawan.
"Lepaskan aku!" iblis itu berusaha berontak dan memberikan tendangan kepada ular hijau ini.
Wuuuuttt.
Sreeetttt.
"Sebelum kau menantang maka lebih baik lihat dulu siapa yang sedang ada di hadapan kau saat ini." Nolan sangat geram dan dia sudah berubah menjadi siluman, lalu membelit tubuh iblis itu.
Tentu saja iblis kebun jagung tidak bisa bergerak lagi karena tubuh dia sudah terbelit oleh ekor Nolan, salah dia sendiri karena telah berani mencari masalah dengan ular hijau ini sehingga sekarang dia sama sekali tidak bisa bergerak.
Selamat pagi besti, jangan lupa like dan komentar nya ya.
nanti pasti Arini cantik lagi
apa memang ada itu ayam jantan bertelur hitam