NovelToon NovelToon
Om Duda, Nikah Yuk?

Om Duda, Nikah Yuk?

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: ummi asya

Usianya baru menginjak 20 tahun, dia masih kuliah semester empat. Kania Gabriela, gadis yang ceria dan manja itu bersahabat dengan Bella Anastasya yang memiliki seorang paman bernama Axel Niel Pradita Winata.

Laki-laki blesteran Jerman Jawa itu adalah seorang duda beranak satu. Kania mengenal Axel dari sahabatnya Bella yang juga blesteran Jerman Jawa dari mamanya.

Karena iseng sering mengobrol dengan Axel om dari sahabatnya, Kania justru mengajak laki-laki itu menikah.

"Om, nikah yuk?"

"Eh, bocah. Kuliah yang benar, jangan mikir nikah."

Begitulah ketengilan Kania pada

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummi asya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. Ngga Jelas

Kania sedang duduk sendiri di kafe milik Axel, suasana kafe cukup sepi. Hanya ada dia sendiri di kafe tersebut membuatnya jadi heran kenapa kafe itu sangat sepi, padahal masih siang.

Dia duduk diam sambil menyedot es kopi yang di pesannya melalui kasir langsung, dan anehnya sang kasir itu pun tidak ada entah kemana.

"Kok sepi sih? Apa lagi pada istirahat ya?" gumam Kania.

Dia melihat sekeliling kafe memang cukup sepi, dia berdiri dari duduknya dan melangkah hendak mengelilingi kafe tersebut. Memastikan apakah ada orang lain selain dia di sana.

Dari mulai bagian depan sampai di tengah, tetap suasana sepi dan tenang. Kania pun pergi lahi menyusuri ruangan tersebut tetap tidak ada orang, hingga sampai di dapur terdengar suara peralatan memasak yang sedang di gunakan.

Kania segera mendekat ke dapur, tampak sosok Axel tampak dari belakang punggungnya. Gadis itu berhenti menatap Axel yang tampak sibuk entah memasak apa.

"Om Axel?" gumam Kania, Axel tidak menoleh.

Kania mendekati Axel, dia cukup senang akhirnya ada Axel di dapur. Awalnya dia merasa takut karena tidak ada siapa pun di kafe itu.

"Om Axel." panggil Kania.

Axel masih belum menoleh, hingga Kania berdiri tepat di belakangnya Axel pun menoleh ke belakang dan tersenyum manis membuat Kania seakan meleleh melihat senyuman Axel yang manis.

"Om Axel lagi masak apa?" tanya Kania mendekat.

Axel masih diam saja tangannya sibuk dengan bahan masakan yang di potong-potong. Kania memperhatikan Axel dari samping, tampak Axel sangat fokus dengan bahan di tangannya sampai tidak menyadari Kania ada di sampingnya.

"Om Axel."

Axel menoleh sekilas dengan wajah datar, lalu kembali pandangannya pada bahan yang di pegang.

"Om Axel bikin apa? Kok kelihatannya sibuk banget?" tanya Kania lagi memperhatikan Axel yang lihai dalam memotong bahan masakan dan mengolahnya.

"Bikin gulai," jawab Axel.

"Aku bisa bantu om? Apa yang harus aku lakukan?" tanya Kania lagi, dia ingin membantu Axel memasak.

Membayangkan dirinya yang belum pernah memasak sekali pun di rumah, tiba-tiba ingin memasak karena Axel pandai memasak apa lagi masakan western.

Axel masih diam, tangannya memindahkan bahan yang sudah di potong ke dalam panci. Kania masih memperhatikan, sesekali melirik ke arah wajah Axel yang sangat dia kagumi.

"Om Axel kalau punya istri, masih memasak ya? Padahal kan istri juga harus bisa masak kan?"

Ucapan Kania tidak di gubris, gadis itu masih sabar dengan diamnya Axel.

"Om Axel, aku bisa bantu apa?"

"Tidak ada, kamu siam saja," jawab Axel.

"Tapi aku pengen bantu om Axel memasak, sekalian belajar memasak juga. Kalau kursus di tempat kursus itu pasti mahal, sekarang bisa gratis sama om Axel. Heheh."

Axel menarik napas kasar menatap Kania, lalu menggeleng kepala tanpa bicara lagi. Dia terus sibuk dengan masakannya.

"Om Axel marah ya sama Kania?"

"Tidak ada yang perlu aku marahi sama kamu Kania." jawab Axel.

"Jadi, om Axel ngga masah sama aku?"

"Apa kesalahanmu?"

"Kesalahanku? Emm, suka sama om Axeel." ucap Kania sedikit ragu sambil melirik pada laki-laki itu.

"Itu hak kamu, tidak ada yang melarang," kata Axel.

Dia menuangkan daging yang sudah di rebus sebelumnya, Kania masih memperhatikan. percakapan itu cukup membuatnya heran, apa lagi keadaan kafe di depan sangat sepi. tidak ada siapa pun, padahal siang hari.

"Kalau aku cinta sama om Axel?"

"Itu juga hak kamu." jawab Axel lagi tanpa menoleh padanya, membuat mata Kania berbinar.

"Benar om? Kalau aku berharap nikah sama om Axel, boleh?"

Kali ini ucapan Kania membuat tangan Axel berhenti mengaduk gulai yang dia buat, menatap gadis di sampingnya dengan wajah penuh kesenangan. Dia tersenyum kecil, mematikan api kompor kemudian dia kini menghadap Kania menatapnya.

"Apa yang kamu katakan?" tanya Axel.

"Nikah sama om Axel. Om Axel udah jadi duda kan?"

"Lalu?"

"Lalu..., om duda nikah yuk?"

Plak!

Suara tangan menepuk kencang pipi Kania, tangan gadis itu memegangi tangan seseorang duduk di sampingnya.

"Kania! bangun!"

Suara teriakan kencang mamanya membuat Kania geragapan membuka matanya. Sejenak dia diam dan tangannya mengucek matanya.

"Apa yang kamu katakan?" tanya mamanya.

"Mama, ih ganggu aja sih," ucap Kania sedikit kesal.

"Kamu mimpi dengan laki-laki itu ya?" tanya mamanya lagi menatap Kania.

Gadis itu duduk dan merapikan rambutnya, pikirannya memutar kembali mimpi yang baru saja dia alami. Mimpi yang membuatnya merasa bahagia dengan kata-katanya sendiri dalam mimpi itu.

"Kania, kamu itu mimpi yang bukan-bukan. Apa kamu terlalu suka dengan laki-laki itu?"

"Apa sih ma, cuma mimpi aja kok mama jadi kesal. Mimpi bunga tidur."

Ibu Laras menarik napas panjang menatap anaknya yang tampak kusut.

"Kania, kamu itu masih berusia sembilan belas tahun. Itu bagus untuk mengejar masa depanmu, kalau kamu memikirkan laki-laki itu sedangkan laki-laki itu seorang dewasa yang pernah menikah. Kamu memikirkan dia, apa tidak ada laki-laki, temanmu barangkali."

"Mama ih, aku cuma mimpi aja kok mama jadi serius gini sih."

"Sayang, mama tidak melarangmu pacaran dengan laki-laki yang seusiamu," ucap mamanya lagi.

"Ma, aku suka banget sama om Axel. Tolong dong mama ngertiin aku," kata Kania.

"Tapi dia itu usianya hampir sama dengan mama, lagi pula dia itu punya istri dan anak Kania. Jangan jadi pelakor." ucap mamanya lagi.

"Ih, om Axel itu sudah duda ma. Dia udah cerai sama mantan istrinya." kilah Kania.

"Dari mana kamu tahu?"

"Ya tahulah, aku kan sahabatnya Bella. lagi pula aku magang di kafe om Axel," ucap Kania berbohong.

Meski dia tidak pernah tahu kalau Axel itu duda dari sahabatnya, namun Kania harus meyakinkan mamanya agar dia bisa bebas menyukai duda tampan dan mapan beranak satu itu.

Ibu Laras diam menatap anaknya, ada rasa enggan dia menyetujui anaknya menyukai duda pemilik kafe itu.

"Tahu ah, mama pusing. Kamu cepat saja mandi, pagi-pagi cerita cowok yang ngga jelas."

"Ih, om Axel bukan ngga jelas ma."

"Ngga jelas."

"Mama."

_

_

******

1
Aditya hp/ bunda Lia
si bela udah gak bener tadi semangat ngajak jalan sekarang malah gak jadi kasian Rania ...
Aditya hp/ bunda Lia
udah mending lupain ajah si om ...
Aditya hp/ bunda Lia
dasar Kania jutek sama orang ya suka hadiahnya 😂😂
tapi gak apa-apa cuekin dan jutekin ajah si bela nya terus ... balas dendam kecil2an
💗 AR Althafunisa 💗
Lanjut ka...
Aditya hp/ bunda Lia
jangan dengerin Kania udah lari masuk mobil bye ...
Aditya hp/ bunda Lia
mampus kau sukurin
💗 AR Althafunisa 💗
Semangat ka update nya 💪🥰
💗 AR Althafunisa 💗
Belum tau aja Lo Sinta, bisa dimasukin sama orangtuanya Kania baru tau rasa lho 😡
Aditya hp/ bunda Lia
ya jelas marahlah pasti tersinggung sakit hati dasar duda gak tau diri jadi duda ajah sombong ... 😡
💗 AR Althafunisa 💗
Up lagi ka 😌
Aditya hp/ bunda Lia
banyak sekali halanganmu Kania ... sabar yah 🤭
💗 AR Althafunisa 💗
Ceritanya bikin penasaran ❤️
💗 AR Althafunisa 💗
Lanjut ka...
💗 AR Althafunisa 💗
Double up dong ka author 😌
Aditya hp/ bunda Lia
iya udah keluar ajah ngilang ajah cuti dulu dari kampus biar yang jahatin kamu ngerasa bersalah ... gereget 😬
💗 AR Althafunisa 💗
Lama-lama kesel juga sama sikap Bella, kenapa coba tuh orang 🤔
Aditya hp/ bunda Lia
buat pergi ajah Thor Kania biar si bela kehilangan dan ngerasa bersalah gitu gemes aku
Aditya hp/ bunda Lia
segitu gak maunya si bela ini Kania suka sama om nya
Aditya hp/ bunda Lia
pengen ngebejek si Sinta .... boleh santet online?
Aditya hp/ bunda Lia
nah om Axel ajah suka kenapa kalian yang pada repot ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!