NovelToon NovelToon
Nikah Kontrak; Istri Cegil Si Direktur Dingin

Nikah Kontrak; Istri Cegil Si Direktur Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Aksara Aksarasastra

Premis:
Demi menyelamatkan bisnis keluarganya yang hampir bangkrut, Alya Prameswari terpaksa menerima perjodohan dengan Adrian Wijaya, seorang Direktur muda yang dingin dan terkenal tidak menyukai wanita “cegil”. Namun pernikahan mereka hanyalah kontrak.
Alya yang sebenarnya cukup tenang justru berpura-pura menjadi istri paling menyebalkan agar Adrian segera menceraikannya.
Sayangnya rencananya gagal. Semakin Alya bersikap cegil, Adrian justru semakin sabar dan mulai melindunginya.
Ketika akting Alya berubah menjadi perasaan yang nyata, ia harus memilih: terus berpura-pura… atau mengakui bahwa ia tidak lagi ingin pernikahan kontrak itu berakhir.
Saksikan Terus Cerita ini, update setiap hari 💚

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara Aksarasastra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Detik Terakhir

“Dia nggak akan datang, Alya.”

Kalimat itu sebenarnya belum benar -benar keluar dari mulut Alya, masih terjebak di dalam kepalanya seperti lagu galau yang diputar ulang tanpa izin, ketika tiba-tiba sebuah suara lain memotong suasana dengan cara yang tidak sopan tapi sangat efektif.

“Siapa bilang?” Suara itu tegas, dalam, dan datang dengan timing yang begitu dramatis sampai kalau ini film, pasti langsung ada background music naik volume.

Semua kepala menoleh bersamaan, bahkan yang tadi pura-pura tidak peduli pun ikut refleks. Dari arah pintu utama, langkah kaki terdengar mantap, tidak terburu-buru tapi juga tidak santai, seperti orang yang tahu dia telat tapi tetap ingin terlihat keren.

Adrian muncul dengan setelan jas hitam putih yang masih rapi, rambutnya sedikit basah seperti habis lari dari hujan atau lebih mungkin lari dari masalah. Wajahnya tenang seperti biasa, tapi garis rahangnya kencang, memberi sinyal jelas bahwa hari ini bukan hari yang tepat untuk cari ribut.

Alya menatapnya tanpa berkedip selama beberapa detik, otaknya seperti butuh waktu ekstra untuk memastikan bahwa yang datang ini bukan ilusi akibat stres berlebihan.

“Ini beneran atau aku lagi halu level premium…” gumamnya pelan, hampir tidak terdengar. Namun Adrian sudah berjalan lurus ke arahnya, tanpa melirik kanan-kiri, seperti hanya ada satu tujuan di ruangan itu dan itu bukan buffet.

Kalimat Seraphina yang tadi menggantung di udara masih terasa, “Alya… kamu yakin masih mau lanjut menikah hari ini?” dan entah bagaimana, Adrian menjawabnya tanpa benar-benar menatap siapa pun secara khusus.

“Pertanyaan itu,” katanya pelan tapi jelas, suaranya cukup untuk membuat seluruh ruangan diam, “tidak seharusnya kamu tanyakan.”

Langkahnya berhenti tepat di samping Alya, posisinya otomatis sedikit maju seperti tanpa sadar menempatkan dirinya sebagai tameng. Ia berdiri tegak, tenang, lalu menatap lurus ke depan, sengaja tidak melirik Seraphina sedikit pun.

“Kalau kamu datang kesini hanya untuk mengacaukan,” lanjutnya dengan nada datar yang justru terasa lebih menusuk, “kamu salah tempat.”

Ruangan langsung hening. Bahkan bisikan pun seperti takut ikut campur pada ketersinggungan ini.

Alya yang berdiri di sampingnya masih belum sepenuhnya pulih dari shock, matanya bolak-balik antara Adrian dan Seraphina seperti lagi nonton tenis emosional.

Dalam hati ia bergumam, Ya Tuhan… ini adegan apa lagi… tolong jangan ada lempar-lempar sampah part dua… aku belum siap mental.

Seraphina tetap berdiri dengan elegan, senyum tipisnya masih terpasang, meski jari-jarinya perlahan mengepal di sisi gaunnya. Ia menarik napas pelan, lalu tersenyum lagi, versi lebih lembut, lebih “aku orang baik kok, sumpah”. “Aku tidak bermaksud seperti itu,” katanya halus, suaranya seperti dilapisi gula tapi tetap terasa ada sesuatu di baliknya. “Aku hanya… khawatir.”

Matanya sempat melirik ke arah Alya, sekilas tapi cukup untuk bikin suhu ruangan turun satu derajat.

“Ya, bagaimana pun,” lanjutnya dengan anggukan kecil, “selamat menikah.”

Ia mundur dengan anggun, seperti tidak terjadi apa-apa, padahal seluruh ruangan barusan hampir jadi arena gladiator sosial. Orang tua Alya langsung menghela napas lega, ibunya bahkan menutup mulut seperti habis nahan teriak sejak tadi, sementara ayahnya terlihat seperti baru lolos dari ujian hidup. Di sisi lain, orang tua Adrian juga mulai terlihat lebih santai, meskipun masih waspada seperti satpam yang belum selesai shift.

Namun semua itu terasa jauh bagi Alya.

Karena dunia di matanya mulai berputar.

Ia menatap Adrian lagi, memastikan untuk kesekian kalinya bahwa pria itu benar-benar nyata, bukan efek samping dari tekanan mental dan kurang tidur.

“Direktur…” suaranya lirih, penuh emosi yang campur aduk antara lega, kesal, dan ingin nangis sekalian.

Lalu, tanpa aba-aba, tubuhnya melemas.

Kakinya goyah seperti sinyal Wi-Fi putus-putus, dan ia hampir jatuh kalau Adrian tidak bergerak cepat. Dengan refleks yang bahkan tidak ia pikirkan, Adrian menangkapnya, satu tangan menahan bahunya, satu lagi menstabilkan tubuhnya.

Dan tentu saja, Alya tidak akan melewatkan kesempatan dramatis ini.

Ia mengangkat tangannya sedikit, gaya putri kerajaan yang akan pingsan di episode 50, lalu berbisik dengan suara lemah penuh penghayatan, “Direktur… selamatkan hidup Alya…”

Beberapa tamu hampir tersedak melihat adegan itu.

Adrian menatapnya beberapa detik, ekspresinya tetap datar, tapi jelas ada kelelahan mental di sana. “Kamu tidak sedang di dalam pentas drama musikal,” gumamnya pelan.

Namun Alya sudah terlanjur bersandar penuh di lengannya, napasnya masih tidak teratur, wajahnya pucat tapi ekspresinya tetap… terlalu dramatis untuk ukuran orang yang hampir pingsan.

“Direktur…” gumamnya lagi setengah sadar, “aku tadi hampir jadi gembel…”

Adrian terdiam.

Beberapa detik dan menarik napas dalam ya g berat.

Lalu sudut bibirnya bergerak tipis tanpa izin.

Gadis ini.

Di kondisi seperti ini pun masih sempat mikirin status sosialnya.

Ia menghela napas pelan, lalu menatap lurus ke depan lagi, pikirannya bergerak cepat. Ia tahu ini bukan kebetulan. Ia tahu ada yang mencoba merusak hari ini, dan ia tahu siapa pelakunya. Tapi yang tidak ia perkirakan adalah bagaimana rasanya melihat Alya berdiri sendirian tadi, diam, tidak banyak bicara, tidak seperti biasanya.

Dan entah kenapa… itu mengganggunya.

“Alya,” panggilnya pelan.

Alya membuka mata perlahan, masih pusing, tapi langsung fokus saat melihat wajah Adrian di depannya. “Direktur…” katanya dengan nada setengah lega, setengah ngambek.

Ia langsung meraih kerah jas Adrian, menariknya sedikit tanpa malu-malu. “Kamu lama banget…” keluhnya dengan suara yang hampir seperti anak kecil protes ditinggal sebentar. Tatapan matanya sangat tajam seolah akan menelan Adrian dengan utuh.

Beberapa tamu mulai saling lirik, menahan ekspresi antara ingin ketawa dan pura-pura tidak lihat.

“Aku sudah di sini, Alya,” jawab Adrian singkat, tetap tenang seperti biasa.

Alya menatapnya beberapa detik, lalu mengangguk pelan seolah kalimat itu cukup menyelesaikan seluruh konflik hidupnya. Namun tiba-tiba ekspresinya berubah serius, seperti baru ingat sesuatu yang sangat penting.

“Direktur.”

“Iya?”

“Aku belum jadi gembel kan?”

Ruangan mendadak hening.

Benar-benar hening.

Bahkan AC pun seperti ikut diam.

Alunan musik romantis yang menari lembut ditelinga, seakan jauh dari jangkauan.

Adrian menatapnya tanpa ekspresi selama dua detik yang terasa sangat panjang, lalu menjawab dengan nada datar yang hampir sakral, “Belum.”

Alya langsung menghembuskan napas lega yang sangat berlebihan, bahunya turun drastis seperti baru lolos dari sidang skripsi. “Syukurlah…” gumamnya, lalu kembali bersandar dengan damai, seolah dunia sudah kembali aman.

Sementara itu, di kejauhan, Seraphina masih berdiri.

Diam.

Menatap ke arah mereka.

Dan untuk pertama kalinya sejak ia datang…

Senyumnya perlahan memudar.

"Apa-apaan ini? Drama romantis murahan!"

1
Aphing Zora
suka ceritanya bagus. lanjut Thor 👍
Aksara_Sastra: uwwu, maacii. Dukung terus yaaak, biar bisa update tiap hari dan crazy up. wopyuuu 💚
total 1 replies
April Mei
kerennnnnnnn
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Aksara_Sastra: Dukung terus yaaa, 💚
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!