Aurielle Veyra (25 tahun), seorang Make Up Artist kelas dunia, dikenal mampu mengubah wajah biasa menjadi sebuah 'Mahakarya'.
Namun setelah tertidur usai bekerja tanpa henti, dia terbangun … bukan di Apartemen mewahnya.
Melainkan di raga seorang gadis yatim piatu miskin di desa terpencil dalam Kekaisaran Shang Agung, yang bernama Lin Yue. Yang meninggal karena menyerah menjalani kehidupan di dunia itu.
Di dunia tanpa kosmetik modern, Aurielle terikat dengan sebuah ruang dimensi misterius berisi resep kecantikan kuno yang telah lama hilang dari sejarah.
Dari bunga liar, mutiara, hingga ramuan rahasia, dia menciptakan kosmetik yang mampu membuat siapa pun terlihat memukau.
Namun, di balik kecantikan yang dia ciptakan …
tersembunyi rahasia racun halus, dan permainan kekuasaan yang mematikan.
Karena di dalam dunia Kekaisaran~
Sebuah wajah yang sempurna bisa menjadi sebuah 'senjata' yang mematikan!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 36 dan 37.
***
Seminggu berlalu dengan cepat, sejak 'jejak aura' asing itu muncul di luar gerbang Han.
Wilayah Hutan Bambu yang dulunya hanya hanya'hutan' dan tanah kosong saja, kini mulai berkembang dengan pesat hanya dalam waktu tiga bulan saja di tangan Han Lin Yue.
Beberapa kincir angin kayu raksasa sudah berdiri di beberapa sudut wilayah untuk keperluan irigasi para warganya, berputar pelan mengikuti hembusan angin pegunungan yang sejuk.
Jalan-jalan tanah di sekitar wilayah Han mulai diperbaiki dengan menggunakan aspal, agar warga di luar wilayah Han juga bisa merasakannya.
Para pedagang dari luar wilayah Angsa Awan mulai berdatangan, mereka berebut ingin mulai mengais rezeki di wilayah bebas itu.
Dan Paviliun Orchid Bulan menjadi semakin ramai pengunjung di wilayah Han.
Lin Yue juga membayar pajak sukarela kepada pemimpin disana, agar tidak dianggap sombong sebagai keluarga pendatang baru.
Bahkan banyak Kultivator pengembara mulai berdatangan, hanya demi membeli pil, ramuan, dan arak buah langka buatan keluarga Han.
Akan tetapi~
Di balik semua ketenangan itu, ada sebuah badai yang perlahan mendekati mereka.
Sebuah badai yang akan mengubah jalan kehidupan mereka ...
--
Gerbang besar wilayah Han terlihat ramai hari itu, dan sebuah kereta kuda berwarna hitam dengan ukiran naga emas berhenti di depannya.
Empat orang pengawal berpakaian warna abu-abu gelap terlihat turun terlebih dahulu, aura mereka sangat kuat ... menandakan jika mereka bukanlah para pengawal biasa.
Beberapa warga yang lewat langsung menundukkan kepala mereka tanpa sadar ke arah mereka.
Tidak lama kemudian, seorang pria dengan tnggi sekitar 190cm keluar dari dalam kereta.
Dia mengenakan hanfu dan jubah ala Bangsawan warna biru gelap, rambut panjangnya terikat tinggi dan rapi dengan hiasan giok yang terlihat mahal.
Wajah tampannya terlihat datar dan dingin, dan tatapan mata yang tajam, penuh dengan aura intimidasi yang kuat.
Pria itu memutar kepalanya perlahan, melihat-lihat wilayah Han dengan tatapan samar penuh minat.
"Hmm, jadi ini dia wilayah Han yang terkenal itu, ya?" gumamnya pelan.
"Apakah kita akan langsung mengunjungi Paviliun Orchid Bulan, Tuanku?" tanya salah satu pengawalnya dengan kepala menunduk hormat.
"Oh, tentu saja, Zero! Itu adalah tujuan utama kita ke wilayah ini, kan? Untuk melihat wanita yang bernama 'Han Lin Yue' itu ..." jawabnya sambil tersenyum tipis.
"Dan juga ... mencari jejak si Xialan itu," lanjutnya dengan nada dingin.
Pria itu ternyata adalah Kaisar Zhuang Erdan.
Dia datang dengan cara menyamar sebagai seorang Bangsawan kaya dari wilayah Zhuang, demi mencari wanita bernama Xue Xialan dan melihat sosok Han Lin Yue.
Dia sangat penasaran sejak perang berakhir kepada wanita itu, karena dia tidak bisa menemukan jejak keberadaannya selama tiga bulan ini.
"Apa sih keistimewaan wanita itu, sampai-sampai si Longhui itu menutupinya dengan sangat rapat sampai akhir hidupnya?" gumamnya dalam hati.
Zhuang Erdan tidak tahu, jika aura miliknya sudah dikenali oleh Lin Yue dan para bawahannya.
--
Sementara itu, wanita yang dicari oleh Zhuang Erdan itu sedang asik bermeditasi di dalam ruang dimensinya bersama Yuexue dan Chichi.
Energi spiritual berputar liar memenuhi seluruh ruang dimensi itu, membuat tanaman spiritual di dalam sana bergoyang hebat diterpa gelombang Qi yang dahsyat.
Lin Yue duduk ditengah sebuah formasi besar yang dibuatnya, dia menutup matanya rapat-rapat, agar dapat menembus batas tingkatan.
Gelombang Aura itu terus meningkat dengan tajam, mengisi seluruh kekosongan yang ada di dalam akar roh sihir miliknya dengan brutal.
"Ugh!"
Yuexue dan Chichi berada di sisi kanan dan kirinya, membantu Lin Yue menstabilkan energi spiritual itu.
Keringat membasahi dahinya, sampai akhirnya~
BOM! BOM! BOM!
Dia berhasil menembus tiga tingkatan 'Kaisar' sekaligus, membuat dia langsung membuka matanya perlahan.
"Hahahaha! Akhirnya aku sudah berada di tingkat Kaisar-tahap puncak sekarang!" ujarnya sambil tertawa.
"Tinggal satu tahap lagi ... Satu tahap yang tidak pernah ada yang mencapainya, dan aku akan menjadi wanita 'Immortal' pertama di dalam Dinasti Shang Agung ini!" lanjutnya dengan penuh tekad.
Berkat pil dan ramuan 'Pendorong Tingkat' buatannya, dalam waktu tiga bulan di dalam ruang dimensi, yang artinya hanya tiga minggu diluar sana, dia sudah bisa mencapai tahap puncak tingkat Kaisar.
Yuexue pun terkena dampaknya, dimana dia sudah mencapai tingkat akhir kultivasinya, yaitu tahap 'Agung'-tingkat puncak!
Dia bisa bertransformasi sebagai manusia sekarang, dan bisa mendampingi majikannya di luar sana, tanpa harus membuat para manusia itu ketakutan saat melihatnya.
Mata Yuexue terbeliak lebar, saat melihat dirinya sendiri.
"Wah, Nona! Aku benar-benar terlihat tampan sekarang!" serunya dengan wajah bo-doh.
Lin Yue hanya melihatnya sekilas, lalu dia mulai berkonsentrasi kembali untuk menstabilkan pondasi dan aura miliknya yang masih bergerak liar di udara.
"Jangan narsis deh! Bantu aku menstabilkan auraku yang , masih liar ini, Yuexue! Aku sudah lelah dan ingin cepat beristirahat!" perintah Lin Yue dengan nada tegas.
"Um, baiklah ..."
Yuexue memusatkan energi spiritualnya pada kedua telapak tangannya, lalu dia mengalirkan energi itu melalui punggung Lin Yue.
Perlaha, namun pasti ... energi Qi Lin Yue menjadi stabil sekarang.
Dia hanya perlu menguatkan pondasinya dengan cara melatih gerakan beladirinya, yang pastinya lebih sulit sekarang.
Dia sadar ... semakin tinggi kultivasinya, maka semakin berat tantangan yang akan dia hadapi di luar sana.
"Yuexue, ayo kita berlatih! Dan Chichi, kamu tunggu majikanmu untuk kembali berkultivasi, agar kekuatanmu juga meningkat seperti Yuexue, oke?!" ujar Lin Yue kepada Beast milik Mei Fang itu.
"Chi ... Chi ... Chi!!"
--
Di waktu yang sama, Shirui juga sedang melakukan meditasi di dalam rumah pohon Lin Yue.
Dua pengawal bayangan milik Lin Yue berdiri layaknya patung di luar pintu, membuat Shirui menghela napas berat.
Aura mereka nyaris tidak bisa dirasakan!
Sekuat apa para bawahan milik Lin Yue ini?
Apakah mereka masih manusia?
Slap!
Shirui membuka matanya perlahan ...
"Haaaah ...!"
Dia menghembuskan napasnya perlahan, energi Qi dalam meridian miliknya mulai stabil dibanding sebelumnya.
Tiba-tiba alisnya mengerut, saat merasakan sebuah aura yang sangat kuat dari arah luar sana.
"Aura ini ..." gumamnya, sambil menoleh ke arah luar jendela.
Tatapannya langsung berubah tajam.
"Apakah ada masalah, Tuan Shirui?" tanya salah satu pengawal yang peka.
Shirui terdiam sejenak, lalu dia berkata:
"Tidak ada ... Hanya saja, aku merasa ada seseorang dengan kekuatan besar masuk ke dalam wilayah Han," ujarnya dengan nada dingin.
"Saya juga merasakannya, Tuan. Apakah kita perlu melaporkan hal ini kepada Nona Yue?" tanya pengawal itu.
"Tidak perlu mengganggunya dengan sesuatu yang belum pasti. Dia sedang melakukan pelatihan tertutup entah dimana sekarang. Jika hal tersebut masih bisa kita tangani, maka jangan merepotkan dirinya ..." jawab Shirui.
Namun jauh di dalam hatinya, ada sebuah perasaan aneh yang menyeruak tanpa permisi.
Seolah-olah dia mengenali aura itu ...
Aura seseorang yang dekat dengan dirinya.
"Siapa orang itu? Kenapa aku merasa mengenal aura ini? Apakah dia keluargaku?"
--
Ditempat lainnya, yaitu di dalam Paviliun Orchid Bulan, Mei Fang terlihat sedang sibuk melayani beberapa pelanggan yang datang kesana.
Suasana di dalam Paviliun itu semakin ramai, karena desain mewah dan unik yang dibuat oleh Lin Yue.
Rak-rak disana berdiri kokoh, terbuat dari bahan 'Baja Putih' yang telah di modifikasi oleh Tango.
Ada bagian rak yang dipenuhi oleh pelanggan pria, dimana rak itu berisi berbagai macam rasa arak buah spiritual yang langka.
Aromanya sangat harum dan kadar alkoholnya tinggi, membuat arak tersebut menjadi 'primadona' disana.
"Kak Mei Fang, aku mau tiga kendi arak Embun Rembulan, ya! Dan dua kendi arak Warisan Leluhur! Soal harga, tidak masalah!" teriak salah satu pemuda Bangsawan drngan lantang.
"Baiklah! Totalnya menjadi 5000 keping emas, Tuan Muda ..." sahut Mei Fang dengan senyuman manis pada wajahnya.
"Kak Mei Fang! Apakah stok Pil Penguat Meridian masih ada? Aku sangat membutuhkan pil itu soalnya," tanya seorang Kultivator muda dengan wajah memelas.
"Ada. Sisa tiga butir lagi, Tuan Muda ..." jawab Mei Fang.
"Aku ambil semuanya, Kak!"
"Oke! Totalnya 1500 keping emas, Tuan Muda ..."
"Wah! Apakah harganya naik kembali, Kak? Kemarin masih 300 keping emas perbutir? Sekarang sudah 500 keping emas perbutir! Waduh, bisa miskin mendadak aku nanti!" keluh salah satu pemuda Bangsawan yang datang dengan wajah cemas.
"Hahahaha! Harga sesuai dengan kualitasnya, Tuan Muda. Semakin langka bahannya, maka akan semakin mahal harganya ..." sahut Mei Fang sambil tertawa.
Saat suasana sedang ramai-ramainya, tiba-tiba
Kriiiet!
Pintu utama Paviliun terbuka lebar, membuat suasana menjadi hening dalam sekejap.
Zhuang Erdan masuk bersama empat pengawalnya, membuat tatapan mata para pengunjung di sana langsung beralih ke arah mereka.
Aura samar yang familiar langsung menyambut Mei Fang, membuat dia menyipitkan mata untuk menerkanya.
"Aku seperti mengenal aura ini, tapi ... di mana ya?" gumam Mei Fang dalam hatinya.
Dia mengabaikan perasaan itu, lalu beranjak ke depan untuk menyambut mereka.
"Selamat datang di Paviliun Orchid Bulan, Tuan-tuan ... Apakah ada yang bisa kami bantu?" sambut Mei Fang dengan suara lembut dan ceria.
"Saya mendengar jika Paviliun ini menjual pil-pil berkualitas tinggi, apakah benar begitu?" tanya balik Zhuang Erdan sambil tersenyum ramah.
"Benar sekali, Tuan ..." jawab Mei Fang.
"Saya ingin melihatnya," ujar Zhuang Erdan.
"Tentu saja ... mari, akan saya tunjukkan."
Mei Fang membawa Zhuang Erdan ke sebuah rak besar yang terkunci rapat, yang dijaga oleh dua orang pengawal Lin Yue.
"Kami juga mempunyai beberapa pil langka yang stoknya hanya beberapa saja. Namun, harganya sangat mahal ..." ujar Mei Fang menjelaskan.
"Harga tidak akan menjadi masalah buat saya, jika pil tersebut benar-benar manjur ..." sahut Zhuang Erdan dengan nada tenang.
Mei Fang memberi kode kepada bawahannya untuk mengambil sebuah kotak di kayu, yang isinya adalah pil terbaik yang langka.
Sambil menunggu bawahannya kembali, Mei Fang menunjukkan beberapa pil yang laku dipasaran kepada Zhuang Erdan.
"Kami menjual pil 'Pemulih Meridian', pil 'Penstabil Qi', dan pil 'Penyembuh Organ Dalam' dalam sekejap. Harganya berada di 500 koin emas perbutirnya."
Tidak lama kemudian bawahannya kembali dengan sebuah kotak kayu mewah, lalu dia menyerahkannya kepada Mei Fang.
"Dan ini adalah ..."
Mei Fang membuka kotak itu perlahan.
"Pil 'Embun Roh' tingkat tinggi dan pil 'Penyelamat Nyawa' yang langka. Harganya berada di 50.000 koin emas perbutirnya.
Mata Zhuang Erdan terbelalak, saat melihat kedua pil langka yang sudah punah di dalam Dinasti Shang ini.
"Oh ...?! Apakah pil ini asli?" tanyanya dengan nada tidak percaya.
"Silahkan Anda melihatnya sendiri, Tuan ..." ujar Mei Fang, sambil menyerahkan kotak itu dengan hati-hati.
Zhuang Erdan mengambil kotak itu perlahan, lalu dia membukanya.
Klik! ... Tak!
Aroma spiritual lembut langsung menyebar ke seluruh area dalam Paviliun itu, membuat para Kultivator yang ada di sana memejamkan matanya.
"Pil yang sangat bagus! Siapakah pembuat pil-pil ini, Nona?" tanya Zhuang Erdan.
"Pembuatnya tidak ingin dikenal oleh banyak orang, Tuan. Maafkan saya, karena ini adalah rahasia Paviliun ini ..." jawab Mei Fang sambil tersenyum.
"Hahahaha! Ternyata Anda adalah wanita yang sangat ... cerdik!" ujar Zhuang Erdan sambil tertawa.
Zhuang Erdan mengembalikan kotak tersebut ke tangan Mei Fang, lalu dia mengamati keadaan seluruh Paviliun itu dengan tenang.
"Apakah pemilik tempat ini tidak berada di sini?" tanya Zhuang Erdan.
"Dia tidak pernah ada di sini, Tuan ..." jawab Mei Fang.
"Sayang sekali ... Saya ingin sekali bertemu dengannya," ujar Zhuang Erdan sambil tersenyum.
Sikap Mei Fang tetap terlihat tenang dipermukaan, walaupun dia merasa waspada di dalam hatinya.
"Nona kami adalah orang yang sangat sibuk, jadi dia tidak pernah datang. Dia sudah menyerahkan semua tanggung jawab Paviliun ini kepada saya, Tuan ..." sahut Mei Fang dengan nada santai.
Mata elang Zhuang Erdan menatap gadis cantik di depannya itu, lalu dia tersenyum samar.
"Jika benar begitu, maka saya ingin membeli semua pil yang ada di Paviliun ini," ujarnya santai.
" ... A-apaaa?!!" seru Mei Fang, terkejut.
"Saya yakin Anda mendengarnya dengan sangat jelas, Nona. Saya ingin membeli semua pil yang ada di dalam Paviliun ini!" ujar Zhuang Erdan kembali.
Suasana di dalam Paviliun itu langsung gempar, saat mendengar ada Bangsawan yang ingin membeli semua pil yang ada di sana.
"Apa dia sudah gila?! Itu sangat banyak jumlahnya!"
"Benar sekali!"
Tanpa banyak basa-basi, Zhuang Erdan mengeluarkan sebuah cincin penyimpanan, lalu dia memberikannya kepada Mei Fang.
"Apakah jumlahnya cukup, Nona? Jika tidak cukup, maka saya akan mengambil sisanya ..." ujar Zhuang Erdan dengan nada santai.
Saat Mei fang memeriksa isi cincin itu, matanya langsung terbeliak lebar.
Sebuah gunungan keping emas terlihat tinggi di dalam cincin itu, sinarnya sungguh menyilaukan mata!
"I-ini ..."
Zhuang Erdan tersenyum tipis.
"Saya orangnya tidak suka menawar ..."
Mei Fang langsung menypitkan matanya, curiga.
Pria ini terlihat terlalu kaya dan ... misterius!
"Apakah Tuan berasal dari wilayah Kekaisaran Zhuang?" tanya Mei Fang santai, walau tersirat nada menyelidik.
"Anda benar sekali, Nona ..." jawab Zhuang Erdan.
"Dan nama saya 'Zhu Ran' ..." lanjutnya mengenalkan nama palsunya.
Walau begitu, ekspresinya tidak berubah sama sekali.
Mei Fang memperhatikan wajahnya dengan seksama ... wajah yang mirip dengan pria kejam di masa lalu, yang membantai seluruh isi Istana Kekaisaran Shang.
Namun ekspresi wajah Mei Fang tetap datar, walau hatinya penuh dengan kecemasan yang nyata.
Apakah pria ini sudah 'mencium' keberadaan Yue'er ...?
Atau ... hanya wajahnya saja yang mirip, namun dia bukan orang itu?
Mei Fang segera menyingkirkan dugaan-dugaan dalam hatinya, dan mulai bersikap profesional kembali.
"Baiklah, Tuan Zhu. Saya akan menyiapkan semuanya," ujar Mei Fang sambil tersenyum.
"Terima kasih, Nona ..."
--
Sementara itu di dalam ruang dimensi, tiba-tiba mata Lin Yue terbuka, saat dia merasakan sebuah aura familiar di luar sana.
Sriiiing!
Sepasang netra dengan iris berwarna emas itu berkilat dingin, saat aura asing itu terasa semakin kuat dan berbahaya.
Sejak naik tingkatan, iris matanya berubah menjadi warna emas ... menandakan bahwa dia adalah seorang kultivator 'setengah immortal', yang selangkah lagi akan menuju ke tingkat tertinggi.
"Haaah! Tango sedang hibernasi dan tidak bisa dipanggil ... terpaksa aku harus memeriksanya sendiri.
Lin Yue segera bermeditasi, lalu dia mulai menyebarkan kesadarannya keluar dari dimensi itu.
Tidak lama kemudian~
"Ugh! Ternyata pondasi aku belum cukup stabil! Menyebalkan sekali!" ujarnya kesal.
Nun jauh diluar sana, seekor naga haus da-rah telah memasuki wilayah Han, tanpa ada seorang pun yang menyadarinya.
Dan 'Sang Naga' tidak tahu, jika 'Singa Betina' titisan 'Sang Dewi' sedang menstabilkan pondasinya dalam ruang dimensi.
--
Malam harinya, Zhuang Erdan terlihat berdiri di balkon penginapan termahal wilayah Han yang tinggi.
Matanya menatap ke seluruh wiayah Han dengan dingin.
Wilayah Han terasa lebih hidup, saat lampu-lampu spiritual menyala indah.
Tidak lama kemudian, pengawal bayangan miliknya muncul dari dalam kegelapan.
"Yang Mulia ..."
"Kami tidak dapat menemukan jejak Selir Xue Xialan di sini. Akan tetapi ... kami menemukan aura samar dari tekhnik penghapusan memori di wilayah ini ..." lapornya dengan nada tegas.
Mata Zhuang Erdan menyipit, saat mendengar laporan tersebut.
"Oh begitu, kah?"
Senyumannya perlahan berubah dingin.
"Menarik sekali ..."
"Jadi firasat Zhen benar selama ini, jika ada seseorang dengan kekuatan tinggi, yang berani menyentuh Selir milik Zhen!"
Aura membunuh samar mulai menyebar dari dalam tubuhnya, membuat para pengawal yang ada si sisinya langsung menundukkan kepalanya.
"Bagaimana dengan pencarian wanita bernama Han Lin Yue itu?" tanya Zhuang Erdan kepada pengawal bayangannya.
"Ampuni kami, Yang Mulia ... Jejaknya sangat sulit dilacak, wanita itu seperti hilang ditelan bumi," jawab pengawal bayangan itu.
Mendengar jawaban itu, Zhuang Erdan tertawa.
"Hahahaha! Semakin misterius wanita itu, maka semakin membuat Zhen penasaran untuk bisa mendapatkannya!"
Dia menatap rembulan malam dengan tatapan dinginnya.
"Han Lin Yue ... Aku harap kamu benar-benar sesuai dengan ekspetasiku selama ini ..." gumamnya sambil tersenyum.
"Karena jika tidak ..."
Senyuman di wajahnya perlahan menghilang, diganti dengan seringai kejam.
" ... Aku mungkin akan menghancurkan wilayah kecil ini dalam sekejap!"
"HAHAHAHA!"
⚛⚛⚛
malah yang manusia sendiri terkadang saling menggunting dalam lipatan..
semangat kak thor..
gimana jadinya kalau mereka jadi hebat semua pasti nggak ada yg ngeremehin lagi wilayah Han.
ditunggu yaa kelanjutannya author
jangan mau sama laki-laki yang mau enak aja udah ditolak juga
ditunggu yaa kelanjutannya author
ditunggu yaa kelanjutannya author
pokoknya jangan lama2 author soalnya nanti makin penasaran nii😁
ditunggu yaa kelanjutannya author
ditunggu yaa kelanjutannya author