NovelToon NovelToon
Diremehkan Karena Miskin, Ternyata Aku Punya Sistem Analisis Nilai

Diremehkan Karena Miskin, Ternyata Aku Punya Sistem Analisis Nilai

Status: tamat
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Kebangkitan pecundang / Tamat
Popularitas:160.8k
Nilai: 5
Nama Author: R.A Wibowo

Rahmat hanyalah siswa SMA biasa—miskin, bodoh, diremehkan, dan dipaksa menanggung hutang satu miliar yang ditinggalkan ayahnya.

Ibunya terbaring di rumah sakit, deb collector bernama tomy terus mengancamnya, memukuli Rahmat sampai hampir mau mati, ia diberi waktu lagi selama dua bulan.

Waktu hanya tersisa dua bulan. Saat segalanya terasa mustahil, sebuah suara muncul di kepalanya.

[Sistem Analisis Nilai Aktif.]

[Menampilkan nilai sebenarnya dari segala hal]

Dari jam tangan rongsok bernilai jutaan, hingga saham perusahaan raksasa yang diam-diam akan runtuh—Rahmat kini bisa melihat apa yang tak terlihat orang lain.
Namun dunia investasi bukan taman bermain.

Satu kesalahan berarti kehancuran.
Satu langkah terlambat berarti ibunya menjadi “jaminan”.

Bisakah seorang bocah 16 tahun membalikkan nasibnya, menembus dunia finansial yang penuh manipulasi, dan menumbangkan perusahaan yang menghancurkan keluarganya?

(bismillah, ayo ramai, support penulis kecil ini yaallah 😭🙏wkw)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.A Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26—KesalahPahaman Terbesar

Konser dari Kanaya berakhir dengan sangat heboh, semua penonton tampak sangat puas akan atensi dan kesungguhan gadis idol yang masih muda itu.

“SEMUANYA TERIMA KASIH!” 

Kanaya menundukkan kepala, konser selesai saat itu juga. Gorden tertutup, lampu sorotan mendadak mati.

Suara tepuk tangan dengan cepat mengitari ruangan.

***

Sementara di ruang gelap, seorang pria dengan pakaian sederhana tampak menghela napas. CCTV menampilkan semua kejadian yang barusan terjadi.

“Misi penculikan gagal, ya.” Ia menghela napas kecewa. “Kalau begini, Percuma aku menghajut pria itu.”

“Padahal nilai jual gadis bernama kanaya itu lumayan tinggi di dunia bawah …” 

Pria itu masih kecewa, namun mendadak tersenyum kala mengetahui dalang dibalik gagalnya rencana barusan. Seorang pemuda yang mengalahkan penyerang tadi jelas bukan sembarang orang, gerakan itu terlatih.

Matanya berulang kali melihat cctv dari kamar mandi khusus itu—-yang ia sadap tanpa diketahui orang manapun.

“Tapi, enggak apa-apa … sebagai gantinya aku menemukan hal yang lebih menarik.” Ia pun terkekeh. Ia sekarang tertarik dengan pemuda yang bisa mengalahkan dan membuat gagal rencananya

***

Mesin mobil menyala pelan. Lampu-lampu kota berpendar di kaca depan, memantulkan warna orange dan putih yang lembut. Jalanan mulai lengang setelah konser besar itu selesai. 

Ramat menyetir dengan satu tangan santai, di sebelahnya Alya terlihat berbeda, lebih cerah, mata dia berbinar-binar.

Rahmat melirik sekilas. “Kamu senang?” 

Alya menoleh cepat. “Banget!!”

Ia bahkan tidak sadar senyumnya lebar sekali. “Serius. Itu konser paling keren yang pernah aku datangi. Kanaya tadi gila sih perform-nya… aku sampai merinding waktu lagu terakhir.”

Rahmat tersenyum tipis. “Baguslah.”

Hening sebentar. Ia melihat jam di tangannya, masih pukul setengah 9, ia masih punya waktu untuk sedikit bermain.

Lalu Rahmat berkata santai, “Kalau gitu… aku bikin kamu lebih senang lagi.”

Alya membeku. Ia tidak paham apa maksud perkataan mendadak darinya.  “Ha?”

Rahmat tidak menjawab. Ia hanya membelokkan mobil dengan tenang ke arah jalan besar.

Beberapa menit kemudian…

Alya menyadari ara mobil. “Eh … ini bukan jalan menuju rumah.”

“Iya.”

“Terus?”

“Kita makan dulu.”

Alya mengangguk pelan. Oke, masuk akal. Tapi mobil itu berhenti di sebuah tempat yang membuat otak Alya traveling kemana-mana.

“K-kamu mau ngapain!”

“Lah, makan bukan?”

Mesin mobil berhenti halus di area valet hotel berbintang lima yang berdiri megah di tengah kota. Lampu kristal di lobi terlihat berkilau bahkan dari luar kaca mobil.

““I-iya tapi kenapa disini?” tanyanya pelan.

Rahmat mematikan mesin. “Iya? Ada masalah emang?”

“I-ini hotel!”

“Iya. Terus?”

Alya menoleh cepat. Hotel? Ia tidak salah dengar bukan? Malam-malam, berduaan, hotel, mau makan … apa maksudnya dia hendak memakan Alya. Semua pikiran yang gila itu muncul, membuat si gadis panik.

Rahmat menahan tawa. “Kenapa? Kamu kelihatan panik.”

“Aku nggak panik!” Alya refleks menjawab, tapi pipinya sudah berwarna merah muda. 

Rahmat membuka pintu mobil dengan santai. “kalau begitu ayo kita masuk.”

Alya terdiam beberapa detik. Menimbang dan menguatkan tekad, jika itu yang dia mau. Dia oke-oke saja, asal pertama kali dilakukan dengan pria yang ia sukai.

“…Oke”

Rahmat tersenyum tipis melihat reaksinya. Dasar gadis aneh, batinnya.

 Mereka masuk ke lobi hotel. Marmer mengkilap, aroma parfum mahal, dan alunan piano lembut menyambut mereka.

Alya menelan ludah pelan. “Kamu sering ke tempat beginian?”

“Engga sih.”

Jawaban singkat. Terlalu singkat.

“Kamu nggak suka ditempat begini?”

Alya menggelengkan kepala“itu nggak benar! Aku seneng kok! Cuma butuh persiapan hati bentar.”

‘persiapan hati? Ni cewek ngomong apa dah.’ Rahmat tersenyum samar. “Kalau kamu sudah senang… berarti belum cukup.”

Alya menoleh. “Maksudnya?”

Rahmat menarik kursi untuknya. “Aku bilang tadi kan? Aku bakal bikin kamu lebih senang lagi.”

Deg!

Orang ini serius, paling tidak Alya paham itu …  Lift kaca terbuka dengan bunyi ting yang halus.Alya refleks menahan napas.

Ini dia, lantai atas, hotel malam hari, hanya berdua. Sudah terlambat untuk kembali, ia tidak punya pilihan lain. Asal dia melakukannya dengan pria yang ia sukai, oke-oke saja.

Jantungnya berdetak semakin cepat. Tangannya bahkan tanpa sadar mengepal kecil di sisi rok.

Rahmat melangkah keluar duluan.

Alya mengikuti… dengan langkah yang entah kenapa terasa berat.

Pintu lift terbuka sepenuhnya—Dan angin malam langsung menyapu wajahnya.

Ini bukan sebuah lorong kamar, bukan koridor sunyi, melainkan hamparan langit kota yang terbuka luas.

Restoran rooftop itu berdiri megah di puncak hotel. Lampu-lampu gantung hangat berpendar lembut. Meja-meja tertata rapi dengan taplak putih bersih. Di kejauhan, skyline kota menyala seperti lautan bintang.

Alya mendadak membeku.

“…Hah?”

Ini berbeda dengan yang ia pikirkan.

Rahmat menoleh. “Kenapa?”

Alya berkedip beberapa kali. Otaknya seperti baru kembali online.

“Ini… restoran?”

Rahmat mengernyit tipis. “Iya. Kamu kira apa?”

Wajah Alya yang tadi tegang langsung berubah kosong. Lalu memerah! Sangat merah! 

'B-bego! Bego! Bego! Kok bisa aku malah mikir aneh-aneh,’ batin Alya.

“Ah, aku paham.” Rahmat mendekat, berbisik pelan di telinga. “Jangan bilang, kamu mikirin hal mesum?”

“ENGGAK! Aku nggak mikir apa-apa!”

Rahmat menyipitkan mata. “Apa iya?”

Alya menoleh ke arah lain, malu setengah mati. Tadi dia sudah siap mental macam-macam, bahkan sempat berpikir “kalau itu yang dia mau, aku juga nggak nolak…”

Dan ternyata—Benar-benar cuma makan. Secara harfiah.

“Gak usah khawatir, aku gak bakal melakukan itu juga. Jadi santai aja,” ucap Rahmat, lalu ia menarik kursi untuknya. “Duduk dulu sebelum kamu makin aneh.”

Alya mendengus pelan, tapi tetap duduk. Dari posisi itu, seluruh kota terlihat jelas. Lampu kendaraan bergerak seperti aliran cahaya. Angin malam membuat suasana terasa nyaman.

Pelayan datang dengan sopan. Rahmat memesan beberapa menu andalan tanpa banyak berpikir.

Alya masih sedikit mematung.

Rahmat memperhatikannya. “Kamu tadi serius tegang banget.”

“Aku nggak tegang!”

“Pipi kamu sampai merah.”

“Itu karena angin!”

Rahmat tertawa kecil. Ini pertama kali ia mendengar alasan wajah memerah karena angin.

Gadis ini pasti sangat memikirkan hal lain dan panik.

Beberapa menit kemudian, hidangan pertama datang. Aroma steak hangat dan saus khas langsung memenuhi udara.

Alya mencicipi satu potong kecil. Matanya langsung melebar.

“Enak banget…”

Rahmat tersenyum tipis. “Makanya.”

Alya menghela napas pelan, tubuhnya mulai rileks.

“Tadi kamu ngomong mau bikin aku lebih senang lagi… ternyata cuma makan. Kukira hal lain, sekarang aku tenang.

“‘hal lain?” Rahmat menaikkan alis. “Maksudnya hal mesum gitu”

Alya terdiam. “enggak!”

“Hahaha.” Rahmat menyandarkan tubuhnya ke kursi. “Kamu sudah senang karena konser. Aku cuma nggak mau malamnya berakhir biasa saja.”

Deg.

Kalimat itu sederhana.

Tapi entah kenapa membuat dada Alya terasa hangat. Angin malam kembali berhembus pelan.

[DING!]

Notifikasi baru muncul

━━━━━━━━━━━━━━━

[MISI  TERSELESAIKAN!]

[ Gunakan tiket VIP bersama orang pilihan anda]

[ Reward Tambahan: 

-Akses update Sistem level 2

-Uang bonus RP 50.000.000

-fitur baru terbuka ; analisis potensi manusia

Catatan : selamat menikmati masa muda Tuan!

━━━━━━━━━━━━━━━

Rahmat tersenyum, masa muda ya. Bagi dirinya yang hidup terlalu rajin, bekerja saat usia kecil, menjadi tulang punggung keluarga ia tidak membayangkan bisa santai bermain seperti ini.

Terkadang situasi seperti ini tidak buruk juga.

1
Himawan Wawan
joss
Manusia Biasa
buku kedua Sudah dipublish kak
silahkan lanjut dengan judul
"sistem analisis nilai : bangkitnya sang penguasa bisnis"
Manusia Biasa
untuk season dua bisa dicari ya gays

judul

Sistem Analisis Nilai : Bangkitnya Sang Penguasa Bisnis

terima kasih
Mikhailovich The Author
saldi apaan bg?
Visitor The reader: jirlah🤣
total 3 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
mari lanjutkan otewe🤭🤣🤣🤣
Manusia Biasa: gazz kakak wkwkw
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
berarti pindah ke session 2 nih 🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
Manusia Biasa: gazz kak ramaikan. novel baru udah pada kaya kuburan 🗿 wkwk ditunggu
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
good job Rahmat jadi peretas dadakan 🤣🤣🤣🤭👍🏻
Manusia Biasa: modal klik doang🗿 author juga mau
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Reno tiba tiba bundir rasanya aneh aja pasti dibunuh dia ini entah bagaimana tapi ga mungkin seorang Reno bundir 🤔
Manusia Biasa: dibunuh terlalu mencolot, makanya pakai konsep dihajut
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Alya jangan jealous sama Anissa itu Rahmat ada kolab kerjaan alias mau mengungkap organisasi Black Spider 🤭
Manusia Biasa: wkwkw gampang cemburu emang satu ini
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
horang kayah rayah ini kek beli kacang goreng aja ini Dino 🤣🤣🤣🤭😛
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
luluh juga Alya wkwkwk 🤣🤣🤣🤭
Manusia Biasa: siapa yang gak luluh digituin coba😂
total 1 replies
roxy nik
ahhh itu dia
Manusia Biasa: halo kak Jangan lupa lanjut baca karena novel ini sudah tamat s1 nya lanjut di buku kedua, stok bab Sudah banyak.

selamat dan semangat membaca🙏😁
total 2 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
kocak ini mah Alya yang bales pesan dari Rahmat pantasan jadi mikir kalo bapaknya Alya gay🤣🤣🤣🤭😛
Manusia Biasa: murni karena salah paham dan stiker nyasar😂
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
hah masak Armand gay🤔🤔😱
Manusia Biasa: wkwwk ada plot twistnya itu
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Bella love you pokoknya dah 🤭🤣🤣🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
wuahhhhhh semua ternganga kan kan apalagi si Angga wkwkwkw makanya Jangan ko sombong jadi orang 🤣🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Angga jangan kau shock nanti saat Rahmat maju dan speaking dia josss mantap🤭
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
jeduarrrr malu gak tuh woy tuan Muda yang katanya jago 🤣🤣🤣😛
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Rahmat pasti jadi juara olimpiade bahasa Inggris ntar aduh kasian Bella dong🤔🥺🥺
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
semangat Bella luar biasa padahal yang akan dia hadapi berat dari genius Anissa belum lagi Rahmat dan
Manusia Biasa: wkwkw iya kak karakter favorit 😂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!