(🌶️🌶️🌶️🌶️🌶️)
"Aku tidak mau menceraikan Alexa Ma!" pekik Stevan, suaranya menggelegar memenuhi ruang tamu.
"Mama tidak meminta kamu untuk menceraikan Alexa! Tapi kamu harus bertanggung jawab atas apa yang sudah kamu lakukan, Stevan! Karena saat ini, Emily tengah mengandung anak kamu!"
Duar!
Perkataan Nyonya Eta Raven, ibu kandung Stevan sekaligus ibu mertua Alexa bagaikan petir yang menyambar Alexa di pagi hari. Alexa mematung di tempat menatap pertengkaran mereka tanpa mengeluarkan suara. Jantungnya terus berdetak kencang tanpa henti, membuat Alexa tiba-tiba merasakan sesak nafas. Pandangannya pun perlahan kabur dan...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon medusa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab~31.
...🔥🔥🔥🔥...
Gudubrak!
"Hey! Apa kau tidak punya mata?!" Aletta dengan kesal berbalik membentak orang yang barusan menabraknya.
"Apa ada yang luka?" tanya Tristan dingin menatap Aletta.
"Ka-kau... Tristan?" Aletta terkejut sampai gagap sendiri setelah tau orang yang menabrak dirinya adalah Tristan."A-aku tidak apa-apa kok. Bagaimana denganmu?" tanya balik Aletta mengusap dada bidang Tristan dengan gerakan menggoda.
Bug.
...Tristan mengibas tangan Aletta dengan kasar....
"Kalau begitu saya permisi Nona," pamit Tristan menoleh ke arah Elian."Aku akan berada di ruangan VIP 102, pesanlah minuman dan bawa kesana," perintah Tristan, sengaja memberitahu tempat dimana ia berada.
"Baik, Tuan."
...Tristan mendesis sinis sambil melepaskan jas yang ia pakai. Saking jijiknya ia hampir saja ingin menghabisi Aletta saat itu juga. Tetapi sesaat kemudian ia ingat kalau kematian buat Aletta terlalu muda, jadi ia memilih melangkah pergi meninggalkan mereka....
"Huuuffff... aaaahhh... bau uangnya sangat kental," Pikir Aletta menarik nafas dalam-dalam menghirup rakus aroma Tristan yang bertebaran di udara, sambil menatap punggung lebar Tristan."Malam ini, akan aku pastikan kau menjadi milikku seorang, Tristan."
"Nona, saya permisi dulu," tegur Elian menyadarkan Aletta dari khayalannya.
"Kau mau kemana?" tanya Aletta ketus.
"Saya mau memesan minuman untuk Tuan, Nona," jawab Elian memasang wajah polos bercampur ketakutan.
"Sudah. Biarkan aku saja," ucap Aletta mengibas rambutnya dengan sombong berjalan pergi meninggalkan Elian.
"Target menuju ke kesana. Lakukan tugasmu," ucap Elian tersenyum menyeramkan menatap kepergian Aletta.
...Sesampainya di bar tender, Aletta segera memesan minuman paling mahal disana. Tak lupa ia membeli obat perangsang dari bar tender yang tak lain adalah orang suruhan Tristan juga. Melihat Aletta sudah masuk ke dalam perangkap mereka, Elian segera memberitahu hal itu kepada Tristan melalui ponsel....
"Bagus sekali?" gumam Tristan mematikan panggilan sambil tersenyum smirk.
Ceklek.
...Pintu ruangan VIP terbuka lebar, menampakkan Aletta berdiri dengan anggun sambil menenteng sebuah nampan berisi minuman yang sudah ia pesan....
"Tuan... bolehkah saya masuk?" Aletta membuat suaranya segemas mungkin untuk menarik perhatian Tristan.
"Hhhmmm." Tristan tidak menjawab, ia hanya memainkan jarinya memberi isyarat sebagai jawaban.
...Aletta dengan santai melangkah masuk ke dalam, kemudian meletakkan nampan itu diatas meja....
"Izinkan saya layani Tuan," ucap Aletta tersenyum menggoda sambil menuangkan minuman di kedua gelas kosong."Ini untukmu, dan ini untukku," kata Aletta menyerahkan gelas yang sudah ia isi dengan minuman kepada Tristan.
...Tristan meraih gelas itu tanpa basa-basi langsung meneguknya hingga kandas. Melihat itu, Aletta tersenyum bahagia ikut meneguk minumannya hingga tak tersisa....
"Tuan, saya akan menunjukkan sebuah tarian yang kuberi nama, tarian untuk yang tercinta," kata Aletta mulai memainkan musik dan menari.
...Tanpa menunggu jawaban dari Tristan, Aletta mulai memainkan musik dan menari. Saat Aletta tengah asik menari, diam-diam Tristan menyelinap keluar dari sana, dan tempat duduknya yang kosong di gantikan oleh Stevan yang sudah teler berat. Ia diseret paksa oleh Elian masuk ke dalam tanpa menganggu Aletta yang sedang menari, dan di dudukkan di tempat dimana Tristan duduk sebelumnya....
...Perlahan obat perangsang yang di oleskan oleh bar tender di dalam gelas milik Aletta mulai berkerja. Dan itu bukan obat perangsang biasa, karena sudah dimodifikasi oleh Elian. Jika seseorang yang terkena obat itu, ia bukan saja bergairah, tetapi ia juga akan berhalusinasi....
"Tuan... panas..." lirih Aletta berjalan mendekati Stevan yang duduk tak berdaya di sofa.
...Kemudian Aletta naik keatas pangkuan Stevan dan mulai mencium bibir Stevan dengan rakus....
"Malam ini, aku akan menunjukkan kepada seluruh dunia dan Alexa. Kalau kamu hanya milikku seorang," ucap Aletta mengambil ponsel miliknya dalam tas, kemudian menyalah live streaming."Selamat datang di live streaming ku guys, malam ini aku akan bersatu dengan kekasihku Tristan." Dengan setengah sadar Aletta kembali mencium rakus bibir Stevan."Dan kalian semua akan menjadi saksinya."
...Aletta menaruh ponselnya diatas meja, kemudian membuka celana Stevan dan mengeluarkan milik Stevan yang sudah berdiri tegap. Tanpa ragu, Aletta menggeserkan dalaman yang ia kenakan, kemudian duduk diatas milik Stevan. Seketika live streaming milik Aletta meledak. Para penonton dengan heboh menyaksikan penyatuan antara sambil merekam setiap kejadian....
*
*
*
...(Keesokan harinya)...
...Kejadian semalam menjadi berita headline dimana-mana. Nyonya Eta yang menyaksikan berita pagi ini langsung pingsan tak sadarkan diri dan dilarikan ke rumah sakit oleh Tuan Josep, sedangkan Emily menitipkan bayinya kepada pelayan dan ia pergi mencari Stevan yang semalam tak pulang....
...Dalam perjalan, Emily yang diselimuti oleh amarah mendapatkan panggilan dari nomor tak dikenal. Orang itu dengan detail memberitahu dimana keberadaan Stevan dan Aletta berada, kemudian mematikan panggilan....
"Aaarrgggg...! Akan kubunuh kau dan wanita itu, Stevan!" raung Emily menambah kecepatan mobil melesat cepat menuju hotel yang dimaksud.
...(Bersambung)...