NovelToon NovelToon
PEMBERONTAK PARA DEWA LAST SEASON

PEMBERONTAK PARA DEWA LAST SEASON

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Epik Petualangan / Perperangan
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Seratus tahun telah berlalu sejak Shi Hao mengorbankan kultivasinya menggunakan Teknik Terlarang untuk menyelamatkan Alam Atas dari kehancuran Kaisar Langit. Di Alam Atas, kedamaian semu tercipta di bawah pimpinan Dewan Bersama (Raja Yan, Lei Zhen, Ao Zun).

Namun, di sebuah desa fana yang terpencil, Shi Hao hidup bahagia sebagai petani buta dan lumpuh bersama istri fananya (Gu Qing Yi yang menyembunyikan identitasnya). Kepompong fana Shi Hao perlahan-lahan menyehatkan jiwanya yang hancur, menanamkan pemahaman Dao Kemanusiaan yang belum pernah dicapai oleh Dewa mana pun.

Kedamaian itu hancur ketika Dinding Dimensi Alam Atas robek. Shen Yu, Dewa Iblis dari Semesta Sembilan Nether yang telah menaklukkan ribuan alam, akhirnya tiba bersama pasukan jenderalnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 4

Alam Atas – Sektor Perbatasan Tembok Ratapan.

Angin di perbatasan dimensi ini tidak berhembus seperti angin biasa. Ia membawa hawa dingin yang bisa membekukan jiwa seorang kultivator Nascent Soul dalam hitungan detik. Di atas sana, langit biru robek, menyisakan celah sempit berwarna ungu gelap yang terus berdenyut seperti luka yang terinfeksi.

Lei Shan berdiri mengambang di depan celah itu. Zirah emasnya memercikkan kilat-kilat liar yang mencoba menekan aura busuk dari dimensi seberang. Di tangannya, dia memegang sepotong logam hitam legam berbau anyir.

Di sampingnya, Raja Naga Ao Zun menyilangkan tangan, wajahnya muram.

"Itu bukan logam dari tiga ribu dunia kita," kata Ao Zun, matanya menyipit menatap serpihan logam di tangan Lei Shan. "Teksturnya seperti tulang, tapi kepadatannya melampaui besi bintang. Lihatlah bagaimana logam itu mencoba memakan Qi petirmu."

Lei Shan menggeram pelan. Dia mengalirkan lebih banyak Qi ke tangannya, membakar logam hitam itu hingga menjadi abu putih.

"Sembilan Nether," desis Lei Shan. "Legenda kuno itu benar. Ada alam semesta yang hidup dengan cara menelan alam semesta lain. Retakan di patung Bos... itu adalah resonansi bahwa mereka sedang mencoba menjebol gerbang utama kita."

Ao Zun menghela napas panjang, mengeluarkan asap naga tipis dari hidungnya. "Perisai formasi yang kita bangun tidak akan bertahan lebih dari beberapa tahun jika invasi skala penuh terjadi. Tanpa Kaisar Asura... tanpa kekuatan yang bisa memutus dimensi, kita hanya menunggu waktu untuk ditelan."

Kata-kata itu menusuk hati Lei Shan. Bertahun-tahun dia mencoba menjadi pemimpin yang tegar, menggantikan sosok "Bos" yang menjadi panutannya. Tapi di hadapan kehancuran kosmik, dia merasa kembali menjadi anak kecil yang kehilangan arah.

"Aku akan kembali ke markas, mengatur pertahanan di sektor utara," kata Ao Zun sebelum berbalik dan berubah wujud menjadi naga emas yang melesat pergi.

Lei Shan masih terdiam di sana. Matanya menatap ke arah celah ungu itu, lalu beralih ke langit bawah.

"Bos..." gumam Lei Shan. Tiba-tiba, sebuah ide nekat melintas di benaknya.

Mata Air Samsara – Wilayah Suci Alam Atas.

Setengah hari kemudian, Lei Shan tiba di kolam air berwarna-warni yang menjadi pusat roda reinkarnasi dunia. Mata air ini menyimpan jejak dari setiap jiwa yang pernah hidup dan mati di Alam Atas.

Tanpa mempedulikan penjaga kuil, Lei Shan berlutut di tepi kolam. Pria raksasa berwajah gahar itu kini terlihat rapuh.

Dia menggigit ujung jarinya hingga berdarah, lalu menggambar sebuah Rune Panggilan Jiwa di telapak tangannya sebuah teknik kuno yang menguras umur kultivator untuk mengirimkan pesan melintasi tabir kehidupan dan kematian.

"Bos..." suara Lei Shan bergetar, air mata petir menetes dari pelipisnya, jatuh ke dalam air Samsara.

"Aku tahu kau sudah mengorbankan segalanya untuk kami. Aku tahu jiwamu mungkin sudah menjadi ketiadaan... tapi jika... jika sebagian kecil dari dirimu masih ada di luar sana, di kehidupan yang lain..."

Lei Shan menekan telapak tangannya yang berdarah ke permukaan air yang berputar.

"Kami butuh petunjukmu. Musuh dari Sembilan Nether telah datang. Tolong... dengarkan aku, Bos."

Cahaya emas meledak dari kolam itu. Pesan Lei Shan menembus sungai waktu, mencari satu-satunya frekuensi jiwa yang sangat spesifik: Jiwa Kaisar Asura.

Dunia Fana – Desa Angin Lembut.

Di bawah terik matahari siang, kehidupan fana berjalan dengan sangat tidak epik.

Shi Hao sedang duduk berjongkok di halaman belakang, mengenakan topi caping dari anyaman bambu. Di depannya, terdapat sebuah baskom kayu berisi sisa-sisa tulang iga babi hutan mutan dari pesta desa tempo hari.

Tiga ekor anjing peliharaannya Hitam Satu, Hitam Dua, dan Hitam Tiga duduk berjejer dengan sangat rapi dan tegap bak prajurit kekaisaran. Enam mata di setiap wajah mereka menatap penuh harap ke arah baskom, tapi tak satupun berani menyentuh makanan itu sebelum Shi Hao memberi perintah.

"Nah, jangan berebut," kata Shi Hao dengan senyum kebapakan, melemparkan tulang-tulang raksasa itu ke udara.

Ketiga Anjing Neraka itu melompat dengan kecepatan yang ditahan mati-matian agar tidak menimbulkan dentuman suara, lalu menangkap tulang itu dan mulai mengunyahnya dengan riang. Ekor berduri mereka mengibas-ngibas, menciptakan lubang-lubang kecil di tanah.

Shi Hao baru saja hendak berdiri dan menepuk debu di celananya, ketika tiba-tiba telinga kanannya berdengung keras.

Ngingggggggg......

Dengungan itu bukan suara biasa. Rasanya seperti ada seseorang yang berteriak dari dasar sumur yang sangat dalam, langsung bergema di dalam kepalanya.

Bzzzt... "B-Bos... Ini aku..."

Shi Hao tersentak. Dia memiringkan kepalanya, memukul-mukul telinga kanannya dengan telapak tangan.

"Aduh, nyamuk dari mana ini? Suaranya berat sekali, berdengung seperti lalat hijau raksasa," keluh Shi Hao, mengorek-ngorek telinganya.

Di dalam kepalanya, suara itu berlanjut, membangkitkan frekuensi Dantian Shi Hao yang tersegel.

"...Musuh dari Sembilan Nether telah datang. Tolong... dengarkan aku..."

"Siapa yang datang? Penjual panci dari seberang sungai?" gumam Shi Hao kebingungan, masih menepuk-nepuk telinganya. "Aduh, geli sekali. Nyamuk gajah ini tidak mau keluar."

Dari arah dapur, Gu Qing Yi melangkah keluar membawa nampan berisi singkong rebus.

Mata Raja Dewa Qing Yi seketika menangkap sebuah Benang Emas Karma yang sangat tipis menembus langit desa, menghubungkan suatu titik di luar angkasa langsung ke telinga kanan suaminya.

Dia mengenali Qi itu. Itu adalah Qi Petir milik Lei Shan!

Wajah Qing Yi sedikit pucat. Orang bodoh besar itu! Dia mencoba memanggil jiwa A-Hao melintasi Samsara?! Jika segel suamiku bereaksi terhadap suaranya, ingatannya bisa kembali secara paksa dan menghancurkan tubuh fananya!

Qing Yi meletakkan nampan singkong dengan tergesa-gesa. Dia melangkah anggun, namun kecepatannya melampaui kedipan mata fana, langsung berada di samping Shi Hao.

"Ada apa, Suamiku?" tanya Qing Yi lembut, menahan kepanikan.

"Istriku, telinga kananku kemasukan serangga berisik. Dengungannya menyuruhku mendengarkan sesuatu tentang angka sembilan dan jaring ikan... eh, bukan, Nether? Kurasa itu nama jenis lalat dari pegunungan," jawab Shi Hao lugu.

"Biar aku lihat," Qing Yi berlutut di samping Shi Hao.

Dia menangkupkan kedua tangannya ke sisi wajah Shi Hao. Sambil berpura-pura meniup telinga kanan suaminya, jari telunjuk Qing Yi dengan sangat halus memancarkan Qi Ilusi Teratai Hijau.

Secara kasat mata, dia hanya menghembuskan napas lembut. "Fuuuuh..."

Namun di dimensi spiritual, hembusan napas itu berubah menjadi Bilah Karma yang memotong Benang Emas transmisi Lei Shan hingga putus tanpa sisa.

SNAP.

Di Alam Atas, Lei Shan terlempar mundur dari Mata Air Samsara, memuntahkan seteguk darah karena pantulan energi komunikasinya diputus secara sepihak. Lei Shan menatap langit dengan bingung. "Koneksinya terpotong? Atau ditolak?"

Kembali ke Desa Angin Lembut...

Dengungan di telinga Shi Hao lenyap seketika.

"Wah!" Shi Hao tersenyum lebar, wajah butanya memancarkan kekaguman. "Langsung hilang! Istriku, hembusan napasmu benar-benar ajaib. Serangga berisik itu pasti langsung mati ketakutan."

Qing Yi tersenyum kaku. Dia merapikan kerah baju Shi Hao sambil membuang muka sedikit ke arah langit. Di dalam hatinya, dia bergumam penuh rasa bersalah sekaligus ketegasan.

Maafkan aku, Lei Shan. Alam Atas punya kalian dan jutaan prajurit untuk melindunginya. Tapi A-Hao sekarang hanya milik desa ini, dan milikku. Aku tidak akan membiarkan kalian menariknya kembali ke lautan darah.

"Tentu saja hilang," kata Qing Yi kembali tersenyum manis, mengusap debu di topi Shi Hao. "Serangga gunung memang tidak tahan dengan wangi bunga teratai. Ayo masuk, singkong rebusnya sudah matang. Biarkan Hitam Satu dan saudaranya berjaga di luar."

"Singkong rebus! Pantas saja perutku lapar," kekeh Shi Hao, berdiri dengan bantuan tongkat bambunya, melupakan sepenuhnya tentang "nyamuk" bersuara berat tadi.

Sementara itu, Hitam Satu, Hitam Dua, dan Hitam Tiga yang sedang mengunyah tulang, saling lirik dengan enam belas mata mereka. Mereka bisa melihat energi spiritual, dan mereka tahu persis bahwa nyonya rumah mereka baru saja mencekik pesan gaib dari seorang Dewa seolah itu hanya benang jahit.

Ketiga anjing itu diam-diam sepakat dalam hati anjing mereka: Jangan pernah membuat Nyonya marah. Dia lebih menakutkan dari Tuan jika sedang menyembunyikan sesuatu. Mereka pun melanjutkan mengunyah tulang dengan lebih sopan.

1
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🙏🙏🙏🙏
yos helmi
👍👍👍👍👍
yos helmi
😄😄😄😄
yos helmi
💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍😍😍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
saniscara patriawuha.
kasian berkali kali manggg wuuuu ini....
saniscara patriawuha.
sakit banget tuhhh rasaneee...
saniscara patriawuha.
sikattttttt lagiiii mangggg shiiiiii.....
saniscara patriawuha.
mantaffffff surataffff....
Hendra Saja
makin penasaran.....apa tidak bertemu dengan sang tiran Thor....
yos helmi
👍👍👍👍
yos helmi
😄😄😄😄
yos helmi
😍😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🙏🙏🙏🙏
HINATA SHOYO
mantapp jiwa kerennn cuuyyyyy
HINATA SHOYO
kerenn poolĺll lanjutttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!