NovelToon NovelToon
LUKA YANG MENGANTARKAN KU PULANG

LUKA YANG MENGANTARKAN KU PULANG

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / CEO / Tamat
Popularitas:506
Nilai: 5
Nama Author: NATstory

Tika, seorang wanita yang tumbuh ditengah keluarga yg tidak harmonis,sejak kecil,ia terbiasa hidup dlm kekurangan,menyaksikan Ibunya berjuang sendirian, sementara sang ayah lebih sibuk mengejar gengsi dari pada memperhatikan keluarga nya.
Demi bertahan Hidup&membantu sang Ibu,Tika bekerja sebagai penyanyi Cafe sambil menyelesaikan Pendidikan nya.
ditengah kerasnya kehidupan,hadir Dika,seorang Pria Mapan yg memberikan Perhatian&kehangatan yg selama ini ia tidak pernah rasakan,namun cinta mereka terhalang oleh kenyataan yg Rumit karena perbedaan Dunia serta status Dika yg telah memiliki keluarga.
saat hubungan mereka mulai retak,karena kesalahan pahaman dan luka yang tak kunjung sembuh,Andre,cinta pertama yg pernah meninggalkan nya kembali Hadir,dengan kesabaran dan ketulusan, andre berusaha perbaiki kesalahan masa lalu dan membuktikan bahwa cinta nya masih sama.
Antara luka,keluarga, penghianatan, harapan dan pilihan yang sulit, tika harus menentukan jalan hidupnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NATstory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DI UJUNG PERPISAHAN

Satu jam kemudian aku tiba di rumah,suasa terasa beda,benar saja, Mama berdiri di sandaran pintu dengan tatapan kosong. Hatiku langsung sesak.

Hingga 3 Hari berlalu,Ponselku nyaris tak tersentuh,Mama mogok makan,kondisinya melemah, aku putuskan bersama Hilda membawanya ke rumah sakit.

“Bikin malu! Sakit dicari sendiri,” gerutu Papa keluar ruangan.

Kak Antoni datang dengan wajah panik"Ma,kenapa lagi ma?

"Dokter menyarankan pemeriksaan psikiater,hasil lab tak menunjukkan penyakit fisik kak.! ujarku menjelaskan.

“Kita pulang saja ya ma” Balas Antoni sambil melepaskan ikatan di tangan mama,matanya berkaca-kaca.

Ketegangan memuncak saat Papa datang dan terjadi pertengkaran hebat. Tamparan Papa mendarat di pipi Kak Antoni.

“PUAS PAPA LIHAT MAMA BEGINI!?”bentak antoni dengan nada keras,Mau sampai kapan pa?kapan adik adik papa yang gak tau diri itu, berhenti habiskan uang papa terus!’

Kak Anton memang 1 dari keluarga yang paling berani menentang papa,setiap kali mama disakiti,kak Anton berada pada barisan depan melindungi.

________________________________________________

Hari berlalu. Syukurlah kondisi Mama membaik setelah kami semua berkumpul di rumah.

Suatu malam, rumah kembali hening,kututup jendela kamar, aku tertegun melihat mobil Mas Dika terparkir di depan rumah.

Aku berlari turun Memeluknya erat,Wajahnya Datar,lalu menyalakan mesin mobil,dan membawaku kesesuatu tempat,lama kemudian,ia menepikan mobilnya di sisi Taman Kota,dan menghadap serius kearahku.

”Kenapa kamu gak cerita ke saya?”.gimana mama sekarang!?”tanya Dika cemas.

"mama jauh lebih baik mas,maaf ya,aku off sementara waktu,karena waktu itu kondisi keluarga kami kacau,hilda cerita ya ke mas dika?”tanyaku,lalu dika mengangguk.

" Saya uda janji,kita akan hadapi bersama kan?’lain kali,jangan simpan bebanmu sendiri.!’ peluknya erat.

Astaga,pelukan ini membuatku sangat nyaman,malam yang penuh kehangatan,yang kubutuhkan memang sosok seperti nya,minimal aku tau kemana aku harus bersandar sekarang,Isaku penuh haru.

Suatu hari di rumah Hilda,

“Gue sayang Mas Dika, Hil. Tapi gue ngerasa jahat.”

“loe yang tau persis apa yang loe rasa.”sahut hilda tersenyum kecil,.

"jangan terlalu berlebihan,takutnya loe sakit.”ujar Hilda berpesan.

Esok harinya, sepertinya aku sedang dilanda rasa malas yang luar biasa. Berkali-kali Mama membangunkanku, tetapi aku tetap meringkuk nyaman di balik selimut hangat.

Tiba-tiba ponselku berdering.

"Halo..." jawabku dengan suara serak karena baru bangun tidur.

"Sudah siang begini, kenapa jendela kamar belum dibuka? Bagaimana udara bisa masuk kalau kamarnya terus ditutup?"

Aku langsung terhenyak kaget.

Benar saja,Saat melongok ke arah jendela, kulihat Mas Dika berdiri di bawah. Ia melambaikan tangan dari samping mobilnya sambil tersenyum.

"Tunggu ya, aku mandi dulu!" seruku cepat sebelum menutup telepon.

Tak lama kemudian aku turun menemuinya.

"kebiasaan,Setiap datang ke rumah nggak pernah bilang-bilang," protesku sambil mencubit lengannya pelan.

"😃kalau bilang dulu, namanya bukan kejutan dong. Ayo jalan. Kita belanja, ke salon, cari makan enak. Pokoknya hari ini kita happy-happy. Mau?" tawarnya antusias.

Aku langsung mengangguk,Dan hari itu pun kami habiskan bersama,Jujur saja, kakiku sampai pegal luar biasa. Dari mall buka sampai hampir tutup, Mas Dika mengajakku berkeliling tanpa henti. Belum lagi berbagai makanan yang ia traktir sepanjang hari,Perutku benar-benar kenyang,Aku juga berhasil membeli roti bantal favoritku,Enak banget,Sampai rasanya nggak rela buat berbagi dengan siapa pun.

waktu menunjukkan pukul sembilan malam,Lagi-lagi aku tertidur di dalam mobil,Saat membuka mata samar-samar, aku merasakan seseorang menggendongku masuk ke dalam rumah Mas Dika.

Ia membawaku ke kamar dengan hati-hati,Setelah membaringkanku di tempat tidur, ia kecup keningku pelan lalu berbalik hendak pergi.

tiba tiba refleks aku menahan tangannya,Mas Dika menoleh,Kami saling menatap,Dadaku berdebar tidak karuan,Entah kenapa, aku berharap ia tidak segera pergi,Jarak kami semakin dekat,Dan untuk pertama kalinya, Mas Dika mengecup bibirku dengan lembut.

Jantungku serasa berhenti berdetak,Aku menikmati momen itu,Namun beberapa detik kemudian aku buru-buru menjauh.

"Mas Dika... maaf," ucapku gugup.

Dika hanya tersenyum tipis.

"Istirahatlah. Sudah malam."

Lalu ia pergi meninggalkanku sendiri di kamar.

Aku memandangi langit-langit sambil memegang dadaku yang masih berdebar.

Astaga...Apa aku jatuh cinta?dan Semalaman aku hampir tidak bisa tidur.

Esok pagi, suasana hatiku masih terasa canggung karena kejadian semalam.

Saat keluar kamar, kulihat Mas Dika sedang duduk santai membaca buku,Aku heran,apa ini kebiasaan orang pinter dan kaya raya🙄,bangun pagi minum susu,makan omlet,dan buku ditanganya,aku melirik sekeliling rumah,hunian sebesar ini hanya ada Mas Dika, Bik Sumi,dan seorang sopir.

Ah, sudahlah,daripada memikirkan hal yang tidak penting, lebih baik aku duduk didekat nya.😁

"Ng... semalam aku ketiduran lagi ya, Mas?" tanyaku canggung.

Dika menutup bukunya lalu tersenyum.

"mungkin karena kenyang,jadi langsung ngantuk,🙂."apalagi kalau makan roti tanpa bagi-bagi.

"ia menatapku penuh arti,Aku langsung terkekeh.

"Lho, jadi Mas Dika mau? Kenapa nggak bilang?"

"Mana saya tahu kalau yang lagi makan roti seperti orang kesurupan," godanya.

Aku langsung memukul lengannya pelan,Dika tertawa merangkul bahuku dan mengecup pipiku singkat.

suasana pagi begitu hangat dan menyenangkan,Namun kebahagiaan itu tak berlangsung lama,Tiba-tiba ponselku berdering,Aku segera berlari mengambilnya.

"Halo?" jawabku cepat,Entah kenapa, tiba-tiba perasaanku menjadi tidak tenang.

"Apa kabar Tika,ini Tika kan?’”balas suara pria dari balik tlp.

”ng.. ini siapa?!’tanyaku bingung.

”Sorry,aku tadi ketemu hilda di supermarket,lalu aku tanya nomer hp kamu,apa kita bisa ketemu?’..

”Gawat,suara ini tidak asing,dia adalah mantan pacarku yang dulu,dan kami sudah lama putus.

”ini aku Andre’!aku sudah pulang dari Belanda Tika,aku pengen ketemu”kata Andre sumringah.

”Sorry Ndre aku lagi sibuk,nanti aku hubungi lagi,bye!’tika langsung menutup tlpnya dan menarik nafas panjang,tanganku dingin,kulihat reaksi wajah mas dika berubah,wajahnya tak bersahabat,matanya sinis,tak mau melihat ke arahku.

“Siapa?”ujar dika membuka pertanyaan.

"teman lama”jawabku singkat.

”Siapa?tanya Dika mengulang.

,”ng..itu tadi Andre’.balasku semakin gugup.

”dan untuk ke 3 kalinya Dika bertanya.

"Siapa?”,spontan ku jawab.

"itu tadi Mantan yang sudah lama gak ketemu”

ya ampun,kenapa aku harus gugup di depan mas dika,bukankah memang Andre itu mantan,kenapa aku harus takut berterus terang!.

Dika meletakkan bukunya diatas meja,lalu beranjak dari tempat duduknya.

”senang sekali setelah lama gak ketemu bisa komunikasi.”balas Dika dengan nada dingin.

"mas,dia kan cuma masa lalu,aku juga gak tau kalau dia bakalan tlp aku.”jawabku berusaha menjelaskan.

”Jadi ini salah satu alasannya,kenapa sampai sekarang kamu gak mau ganti nomer”tatap dika serius.

"lho,kan aku uda pernah jelasin,nomer aku itu nomer penting,uda banyak temen temen aku yang tau.”kataku menjelaskan.

"Apa sulitnya beli nomer baru,kemudian mereka kamu kasih tau nomer baru kamu,simple kan’atau memang kamu sengaja belum bisa tinggalkan masa lalu kamu?,”tatap dika sinis.

kurasa mas dika belum bisa menerima penjelasanku,aduh kenapa si harus bahas masa lalu,aku sudah sampai disini,tapi kenapa musti diungkit kemasa lalu”ujarku dalam hati.

“Jadi mas dika gak percaya sama aku?!Balasku mulai kesal.”Dika memalingkan wajah,

"kalau kamu sayang sama saya,gak seperti ini caranya,atau kamu berat ninggalin Andre,atau bahkan mungkin,ada Andre yang lain?’Mendengar itu Tika mendekat berdiri menatap mas dika.

(PLAKK)satu tamparan kecil melayang di pipinya,”mas,kalau saya penuh kebohongan,saya gak mungkin geletakin hp saya dari setahun lebih jalan sama mas dika!!”jawabku meyakinkannya.

" Okey kalau kamu gak mau saya sayangi,mulai sekarang terserah,kamu mau jalan dengan cowok lain silahkan,tapi saya minta tolong,ketika saya datang kejakarta,jangan rusak hari saya disisa waktu yang tidak lama sama kamu,setelah itu kamu bebas!!

Aku menahan untuk tidak menangis di hadapannya,dan berbicara dengan tegas,tega sekali dia bicara begitu,memang dia pikir aku cewek apaan,kutatap kedua matanya dengan penuh kebencian.

”sekarang saya yakin,bahwa benar,mas dika,gak sayang sama saya,semakin jelas,saya ini cuma simpanan dimata mas dika!”kuambil tas dan barang barangku menuju pintu keluar,dika berteriak.

”Mana mungkin Saya bisa tau,ketika saya kembali ke Surabaya,kamu ada komunikasi lagi dengan Andre!”teriak Dika penuh emosi saat aku berlari memasuki sebuah taxi yang kebetulan lewat.Dilemparnya vas bunga dari atas meja hingga pecah,ruangan tampak berantakan,kali ini ucapannya benar benar menyakitkan,kekesalanku terhadap mas dika membekas begitu lama.

5hari berlalu,kami tak bicara,hilang komunikasi,begitupun di kediaman mas dika,tak ada lagi yang mengingatkannya makan,canda tawa nya hilang,semua hampa.

saat itu dikamar,ada pesan masuk di hp Tika,isinya membuatku seketika beranjak dari tempat tidur,lalu pergi ke rumahnya.

”besok saya kesurabaya,meskipun kamu sudah tidak bisa ditemui,saya titipkan sesuatu melalui bik Sumi,selamat tinggal!”

begitulah isi pesan masuk darinya yang kubaca,tiba disana,suasana sepi,hanya ada bik Sumi yang membukakan pintu,

”eh non,silahkan masuk,Bpk di kamar,dari kemarin gak mau makan”ujar bik Sumi mengiringi jalanku memasuki kamarnya,kulihat,mas dika sedang berdiri menatap jendela,aku coba menenangkan diriku dan menarik nafas panjang,mendengar suara pintu dibuka,ia mengira,bik Sumi datang mengantarkan makanan.

“Saya tidak lapar bik,nanti saja!”kata Dika dengan nada tak bergairah,bik Sumi pergi meninggalkan ruangan,akupun mendekat lalu memeluk nya dari belakang.

”maafin aku ya mas,aku cuma pengen mas dika percaya,kalau aku gak ada hubungan apa apa sama laki laki manapun,”

Dika terkejut lalu berbalik menatapku,ia memelukku dengan penuh kerinduan.

“Gak seharusnya saya bicara seperti itu kemarin,harusnya saya gak ungkit itu,saya hanya takut kehilangan kamu,saya gak mau melukai hati kamu,maafin saya ya.”tatap dika penuh sesal.

ia menurunkan egonya demi semuanya dapat kembali seperti semula,Abi menyibakan rambutku yang panjang sembari mencium keningku dengan mesra,situasi mencair,berada dipelukan mas dika terasa nyaman,kedua kalinya mas dika mencium bibirku,begitu lembut dan aku menikmatinya,mataku terpejam,hujan rintik mewarnai cuaca malam itu,

"mas dika,ak..aku juga sayang sama mas dika.”tatapku melepas kan ciuman.”

“Saya tau,saya cemburu,saya juga gak betah lama lama di diemin kamu’,”peluk dika erat,kemudian Dika mengambil sesuatu dari kantongnya,Indah sekali,sebuah kalung berlian,perhiasan itu, menunjukkan betapa mahal dan cantiknya hingga aku gak bisa berkata kata,sejak kita jadian,mas dika selalu saja memberiku kejutan manis,dan perlahan,ia pakaikan kalung tersebut dileherku.

”besok,saya akan temui papa dan mama kamu.!”aku tercengang,aku belum percaya.

”Hah?serius mas!”tanyaku lagi.

”saya gak rela belahan jiwa saya ditaksir cowok lain diluar sana”!kata Dika meyakinkan.

lengkap sudah kebahagiaan ini😊

”lama lama saya tutupin kamu pakai karung,supaya kamu gak dilihatin orang!’ Tatap dika padaku,lalu kuhentikan tawaku sejenak.

"Kenapa ya,aku gak bisa memiliki mas dika seutuhnya?!”apa aku ini egois mas?.

Dika menunduk,”saya selalu berusaha ingin membahagiakan kamu,tapi untuk hal ini,saya harap kamu bisa memahami posisi saya.

tika mengangguk,ia sadar,ia tak bisa menuntutnya lebih,bisa bersama nya saat ini saja,itu cukup meredakan semua kegalauan hati ini.

_________________________________________________

Kini, mas dika mulai mengenal keluarga ku,meskipun terpaksa aku harus berbohong,mengenai statusnya.

Kebetulan ini hari bahagia mama,beliau berulang tahun,tak kusangka,sebuah mobil sedan baru berwarna hitam Impian ku parkir didepan rumah,aku terkejut.

“Bener, Ma. Tika nggak pesan mobil,” ujarku meyakinkan Mama yg saat itu tampak bingung.

Tiba tiba, Mas Dika muncul membawakan bunga.

“HBD, Maa,” ucapnya ceria,Mama terharu.

"Ya ampun, Nak Dika… Papa!Pa, sini lihat, Dika bawain apa!”

lama sekali tak melihat Mama setersenyum itu. Terima kasih Mas. Kamu mengembalikan senyum di hidup Mama, batinku.

“Mobil ini buat Mama, supaya Tika bisa antar Papa dan Mama ke mana saja,” kata Dika.

Lama sekali tak melihat Mama setersenyum itu. Terima kasih Mas. Kamu mengembalikan senyum di hidup Mama, batinku.

“Mobil ini buat Mama, supaya Tika bisa antar Papa dan Mama ke mana saja,” kata Dika.

Suasana siang itu hangat sekali,🙂Papa dan Mama berbincang akrab dengan Mas Dika. Setelah Mama pergi menelepon Kak Antoni, aku mencubit perut Dika.

“Mau nyogok Mama, ya?”kataku kesal.

“Aduh,sakit tau,Wajar dong, saya pengin lihat Mama kamu bahagia,” balasnya.

“tapi mama sering marahin aku dibelakang,dikiranya,aku yang minta minta!!”balas ku dengan wajah masam.

"uda uda mukanya jangan ditekuk gitu dong,kan jelek,sini ikut aku”tarik Dika menuju mobil baru.”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!