NovelToon NovelToon
Terjebak Duda Dan Tiga Pewaris Nakalnya

Terjebak Duda Dan Tiga Pewaris Nakalnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Identitas Tersembunyi / Mafia
Popularitas:66.7k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Arabelle Vasillo kabur dari rumah demi membuktikan bahwa dirinya bisa hidup mandiri tanpa bantuan keluarga. Dengan waktu satu tahun sebagai taruhan, ia membuka warung sarapan sederhana dan berusaha menjalani hidup biasa.

Namun, hidup tenangnya berakhir saat tanpa sengaja memecahkan kaca mobil Nathan Pradipta Anderson, seorang duda kaya dan berpengaruh yang memiliki tiga anak super nakal, Elang, Theo, dan Alya.

Dari satu kesalahan kecil, Arabelle justru terjebak dalam kehidupan keluarga Anderson yang penuh kekacauan, rahasia, dan konflik. Bisakah Arabelle bertahan menghadapi duda dingin dan tiga anak nakalnya, atau justru mereka akan mengubah hidupnya selamanya?

"Menikah denganku dan jadi ibu tiri dari ketiga anakku, maka hutangmu ku anggap lunas,"

Arabelle, hanya tersenyum menanggapi ucapan Nathan, tetapi Arabelle justru tak punya pilihan lain, semenjak hidup mandiri semua kartunya dan fasilitasnya telah dia serahkan pada keluarganya.

"Oke, deal! Setahun tidak lebih!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20

Di area belakang rumah Anderson, suasana jauh dari kata tenang. Theo dan Alya sama sekali tidak terlihat sedang mencuci sepatu. Keduanya malah sibuk bermain busa sabun.

"Awas!" Theo menyiramkan air sabun menggunakan selang ke arah Alya.

"Aaa! Kak Theo!" Alya menjerit lalu membalas dengan menendang ember kecil hingga cipratan air mengenai kakaknya.

Beberapa pelayan yang bertugas di sana sudah berkali-kali mengingatkan.

"Tuan Theo, Nona Alya, tolong berhenti. Nanti sepatu tidak selesai dicuci. Airnya jangan dibuang-buang."

Namun, tidak ada satu pun yang didengarkan. Malah semakin lama busa semakin banyak memenuhi lantai.

"Kayak salju!" Seru Alya senang.

Theo tertawa, lalu tanpa sengaja menumpahkan satu botol sabun cair ke lantai.

"Ups."

"Bodoh!" Teriak Alya. "Tumpah semua!"

"Kan masih ada." Jawab Theo santai.

Saat keduanya masih sibuk bermain, tiba-tiba terdengar suara langkah mendekat. Para pelayan yang melihat sosok itu langsung seperti menemukan penyelamat.

"Nyonya!" Seketika mereka mundur memberi jalan.

Ara yang baru datang langsung terpaku melihat pemandangan di depannya.

"Theo! Alya!" Suara Ara menggema di seluruh halaman belakang. Keduanya langsung membeku. Namun, bukannya berhenti, Alya refleks melempar salah satu sepatu yang sedang dipegangnya.

Ara langsung menunduk, sepatu itu melintas tepat di atas kepalanya. Alya langsung pucat matanya membulat.

"Oh no..."

Theo ikut melotot. "Mati kita."

Alya buru-buru berlari mendekat.

"Ibu! Maaf! Aku nggak sengaja!"

Ara menatapnya datar. Alya langsung berdiri tegak seperti siswa yang tertangkap guru BK. Beberapa detik kemudian Ara menghela napas panjang.

"Pergi mandi."

"Hah?"

"Pergi mandi." Ulang Ara. "Kalian basah kuyup begini nanti masuk angin."

Theo dan Alya saling pandang, mereka sudah siap dimarahi. Siapa sangka malah disuruh mandi.

"Cepat!" Perintah Ara.

Keduanya langsung mengangguk.

"Iya."

Lalu berlari masuk ke dalam rumah sebelum Ara berubah pikiran. Ara menggeleng pelan melihat tingkah mereka. Setelah itu ia mengambil kedua pasang sepatu yang tergeletak di lantai.

"Keringkan lalu jemur." Perintahnya kepada para pelayan.

"Baik, Nyonya."

Begitu semuanya beres, Ara berjalan menuju ruang keluarga. Di ruang keluarga, Elang masih duduk di depan laptopnya. Saat melihat Ara datang, Elang langsung memutar layar laptop.

"Aku sudah lanjut."

Ara mendekat. "Lihat."

Elang menyerahkan laptopnya, Ara membaca beberapa menit.

"Ck."

Elang langsung kesal. "Kenapa?"

Ara menunjuk layar. "Pantes nggak lulus-lulus..."

"Apa?!"

"Skripsi kamu jelek."

Wajah Elang langsung menggelap.

"Itu dosen pembimbingku aja nggak ngomong sejahat itu."

Ara tetap santai. "Karena dosenmu masih punya belas kasihan."

Elang langsung berdiri. "Kalau begitu kerjakan sajasendiri!"

Elang hendak pergi Ara segera menarik bagian belakang kausnya.

"Duduk,"

"Nggak mau!"

"Duduk!"

"Nggak!"

Ara menatapnya tajam. "Kamu mau lulus atau mau jadi mahasiswa abadi?"

Elang langsung diam. Beberapa detik kemudian ia kembali duduk dengan kesal.

"Nah gitu." Ara menarik kursi lalu duduk di sampingnya. Kemudian mulai menunjuk beberapa bagian skripsi.

"Bagian ini terlalu bertele-tele. Ini nggak nyambung sama rumusan masalah. Ini sumbernya kurang kuat. Dan ini..." Ara menunjuk satu paragraf.

"Kayaknya kamu sendiri nggak ngerti kamu nulis apa."

Elang ingin membantah tetapi setelah membaca ulang tulisannya sendiri, dia tidak bisa membantah. Beberapa menit berikutnya Ara mulai menjelaskan satu per satu. Anehnya, penjelasan wanita itu sangat mudah dipahami. Jauh lebih mudah dibanding beberapa penjelasan dosennya. Elang yang awalnya malas mulai memperhatikan.

Saat sedang fokus menjelaskan, tiba-tiba ponsel Ara bergetar. Nama yang muncul di layar membuat wajahnya berubah. Ara langsung melotot. Di saat yang sama Elang tanpa sengaja melihat nama itu, Elang ikut melotot.

"Kak Kenzo?" Gumamnya.

Ara buru-buru berdiri. "Kamu lanjut dulu."

"Lanjut apa?"

"Lanjut yang tadi."

"Tapi—"

Ara sudah berjalan menjauh sambil membawa ponselnya. Sementara Elang masih duduk menatap layar laptop.

Ara buru-buru menjauh dari ruang keluarga lalu mengangkat panggilan itu.

"Halo, Kak."

Belum sempat ia berbicara lagi, suara Kenzo sudah terdengar dari seberang sana.

[Kamu di mana?]

Ara berkedip. "Di bumi."

[Arabelle.] Nada suara Kenzo langsung berubah dingin.

[Kenapa warungmu tutup?]

Ara langsung menelan ludah.

"Karena nggak buka..."

[Ara...]

"Libur, Kak."

[Dua hari? Kenapa lokasi ponselmu juga tidak di tempat biasa dari kemarin?]

Ara langsung memutar otak. Untungnya berbohong adalah salah satu kemampuan bertahan hidup yang cukup ia kuasai saat menghadapi kedua kakaknya.

"Oh, itu..." Ara tertawa kecil. "Ara lagi kerja."

[Kerja apa?]

"Jadi babysitter."

Lalu suara Kenzo terdengar lagi.

[Babysitter?]

"Iya."

[Anak kecil?]

"Iya."

[Berapa orang?]

"Tiga." Jawaban itu sebenarnya tidak salah.

Kenzo menghela napas panjang.

"Nanti kalau urusanku selesai aku balik buka warung lagi." Lanjut Ara cepat. "Cuma libur dua hari."

Kenzo masih terdengar curiga.

[Kalau kamu ketahuan bohong...] Suara pria itu berubah mengancam.

[ku akan menyeretmu pulang.]

Ara langsung tertawa kecil. "Ara selalu jujur."

[Kamu?]

"Iya."

[Jujur?]

"Iya."

Kenzo mendadak merasa sakit kepala. Sementara itu, tanpa Ara sadari, di balik dinding dekat lorong, Theo dan Alya sedang menguping. Keduanya membulatkan mata.

Di sisi lain, Kenzo kembali berbicara.

[Ngomong-ngomong.]

"Hm?"

[Kata Kenzi nama kamu terdaftar di kantor catatan sipil.]

Jantung Ara langsung berdegup lebih cepat.

"Maksudnya?"

[Untuk apa?] Suara Kenzo terdengar semakin curiga. [Kamu diam-diam menikah?]

Ara langsung tertawa terlalu keras.

"Hahaha!"

[Kenapa ketawa?]

"Nggak mungkin lah." Jawab Ara cepat.

"Mungkin kakak salah lihat."

[Kenzi yang cek.]

"Nah itu."

[Maksudnya?]

"Kak kenzi pasti salah."

Kenzo terdiam. Ara melanjutkan tanpa memberi kesempatan kakaknya berpikir.

"Mana mungkin nama Arabelle Vasillo ada di sana."

[Hm.]

Semakin banyak Ara bicara, semakin curiga Kenzo jadinya.

[Awas saja kalau kamu berbohong.] Ancamnya.

Ara buru-buru melihat jam.

"Kak, aku tutup dulu ya."

[Tunggu.]

"Ada yang harus aku urus."

[Arabelle—]

Panggilan langsung diputus. Ara menghembuskan napas panjang.

"Hampir ketahuan." Gumamnya. Lalu ia berbalik dan kembali menuju ruang keluarga.

Sementara itu, Theo dan Alya yang bersembunyi di balik tembok saling menatap. Keduanya terlihat syok.

"Aku nggak salah dengar kan?" Bisik Theo.

Alya menggeleng pelan. "Nggak."

Theo menelan ludah. "Lalu soal menikah?"

Alya membulatkan mata. "Oh tidak."

Theo langsung menyimpulkan dengan penuh keyakinan.

"Ibu tiri kita selingkuh."

Alya langsung mengangguk. "Pasti."

"Kasihan Ayah."

"Kasihan banget."

Padahal kesimpulan mereka jauh melenceng dari kenyataan.

Sementara itu Ara kembali memasuki ruang keluarga. Langkahnya langsung berhenti saat melihat Elang tertidur.

Laptop masih menyala, kepalanya bersandar ke sofa. Ara menggeleng pelan.

"Baru belajar sebentar sudah tumbang." Gumamnya. Ia lalu duduk di depan laptop Elang. Awalnya hanya berniat melihat hasil revisi terakhir. Namun, beberapa menit kemudian, tangannya mulai mengetik.

Ara memperbaiki struktur kalimat, memperbaiki analisis, merapikan referensi, hingga memperbaiki bagian yang menurutnya tidak masuk akal.

Sepuluh menit berlalu. Dan pekerjaan yang membuat Elang stres selama berminggu-minggu dan berbulan-bulan akhirnya selesai.

Ara membaca ulang hasilnya sekali lagi.

"Hm." Lumayan, dia lalu menyimpan file tersebut. Menutup laptop perlahan. Kemudian bangkit tanpa membangunkan Elang yang masih tertidur.

Begitu keluar dari ruang keluarga, Ara tidak menyadari ada dua pasang mata yang mengawasinya dari balik dinding.

Theo dan Alya langsung berjongkok.

"Dia keluar!" Bisik Alya.

"Diam!" Theo menunggu sampai Ara pergi.

Setelah aman, ia menoleh pada adiknya.

"Kita harus bongkar perselingkuhan ibu tiri."

Alya mengangguk serius. "Kita kasih tahu Ayah."

"Tapi nggak bisa asal nuduh." Theo mengusap dagunya. "Kita butuh bukti."

Alya ikut mengangguk. "Betul, kita harus menyelidikinya,"

Theo berpikir sejenak. Lalu berkata dengan wajah serius,

"Kita punya misi menangkap Ibu Tiri selingkuh!"

Alya langsung mengacungkan jempol.

"Benar sekali,"

1
seribu nama
Ayolah biar Tahu Rena si pacar Alya itu dapat pelajaran dari mamah Ara dan si Alya ga deket lagi sama si Reno😠
Retno Palupi
oh Kenzo yg punya arena balap?
Ariany Sudjana
semoga Theo lekas mendapatkan penanganan yang terbaik, dan pasti Arabelle yang akan mengurusnya
Jaya Fandi
menegangkan,,mksh ka,,banyak " up nya,, semangat 💪🏽💪🏽
Jaya Fandi
terserah otornya lah yg menang siapa,,misal nnti theo kalah psti ada hikmahnya,,💪💪
T&K
Heeeeey Reno! kamu kira akan lolos dr Kenzo? tunggulah penyelidikannya
Lisa Halik
semoga saja nathan tidak akan menyalahkan arabelle.....lepas ini kamu sadarlah theo
Les Tary
jgn sampai nanti nathan menyalahkan ara
Ita rahmawati
bengek sih kamu elang malah mikir nti setelah sadar Theo bakal diamuk emak tiri 🤦🤣🤣🤣
yumna
reno licik ara pasti dapet bukti bwat jeblosin reno k pnjraa....bukti d lintasin cctv.....abis lah kau reno...dan kau theo d amuk m ara
Aditya hp/ bunda Lia: puas juga ntar sama si Alya dia nanti jadi tau kalo si Reno emang berengsek
total 2 replies
Fia Ayu
🤣🤔🤣🤣
Fia Ayu
Awalnya aku ragu mau baca nie novel, kaga taunya asik banget
Dr bab pertama ngakak mulu bacanya 🤣🤣🤣
seribu nama
Kalau Thei tahu pacarnya Alya itu Reno musuhnya gimana ya pasti marah banget. Plis Theo hati" jangan sampai dengan kamu celaka rahasia ibu tirimu terbongkar
Ariany Sudjana
Theo kecelakaan, Arabelle yang akan turun tangan untuk merawatnya
Ita rahmawati
tuh kan Theo kuwalat udh ngelawan SM ibu tiri sih 😂😂
Ariany Sudjana
wah kakaknya Arabelle jadi pengelola lintasan balap 😄
Ita rahmawati
owalah Kenzo toh
Ita rahmawati
ikut sedih ih aku 😔
Les Tary
harus dikasih pelajaran itu si reno dari segalanya kelakuan buruk
Angga Gati
semoga theo bisa mengatasi jebakan yg dbuat reno & menangin pertandingan lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!