"Menikahlah dengan cucu keluarga Wijaya, setelah kakek meninggal. "
"Menikah!, sekarang? "ucap Salsa terkejut.
Salsa tidak percaya dengan ucapan kakeknya yang terbaring lemah di rumah sakit, tiba-tiba saja dia harus menikah dengan cucu temannya yang seorang polisi bernama Rian.
karena itu wasiat kakeknya yang sudah membesarkan dirinya setelah kedua orang tuanya meninggal, dirinya pun pergi ke kota membawa alamat, surat wasiat yang akan diberikan oleh keluarga Wijaya dan cincin pertunangan mereka.
Tapi Salsa menutupi identitas aslinya yang bisa melihat arwah, karena Rian orang yang sensitif jika menyangkut masalah seperti itu.
Tapi kemampuan special Salsa itu bisa membantu Rian memecahkan beberapa kasus yang sulit untuk di pecahkan.
bagaimana cerita pernikahan mereka yang banyak sekali perbedaan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anastasia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 4.Kilas balik kehidupan Salsa.
Langit di luar mulai berangsur gelap. Di dalam ruang tamu rumah kayu itu, suasana menjadi hening sejenak setelah kesepakatan terjalin. Rian sedang sibuk memegang ponselnya, menghubungi rekan kerjanya untuk meminta data pemilik villa tersebut, sementara Salsa duduk termenung di kursi kayu.
Matanya menatap kosong ke arah lantai. Pikirannya melayang jauh, terlempar ke masa lalu yang kelam namun membentuk dirinya menjadi seperti sekarang ini.
KILAS BALIK: 10 TAHUN YANG LALU
Hujan deras turun disertai petir yang menyambar-nyambar. Malam itu adalah malam terburuk dalam hidup Salsa kecil.
Mobil yang ditumpangi keluarga mereka mengalami kecelakaan hebat di jalanan licin. Benturan keras membuat kaca pecah berkeping-keping. Dalam sekejap mata, dunia Salsa berubah gelap.
Orang tuanya meninggal dunia di tempat kejadian, sementara Salsa yang masih berusia tujuh tahun terluka sangat parah. Kepalanya terbentur keras, membuatnya jatuh ke dalam tidur panjang yang tak berujung.
KOMA.
Selama satu tahun penuh, Salsa terbaring tak berdaya di rumah sakit. Tubuhnya kecil, terhubung dengan berbagai selang dan alat bantu hidup.
Di saat semua orang mungkin sudah menyerah dan berpikir gadis kecil itu tidak akan bangun lagi, hanya ada satu orang yang tidak pernah meninggalkannya sedetik pun.
Kakek Tio Handoko.
Pria tua itu duduk di samping ranjang, memegang tangan keriput cucunya sendiri. Setiap hari dia berdoa, setiap hari dia bercerita, berharap ada keajaiban.
"Salsa... bangunlah cucuku... Kakek di sini sendirian... Ayo bangun..." bisik Kakek Tio setiap malam dengan suara parau.
Dan pada hari ulang tahun Salsa yang ke-8, keajaiban itu benar-benar terjadi.
Kelopak mata Salsa berkedip pelan. Perlahan, matanya terbuka.
"Kakek..." panggilnya lirih.
Kakek Tio menangis bahagia. Cucunya hidup! Tapi siapa sangka, bangunnya Salsa dari koma bukan hanya sekadar keajaiban kesembuhan, tapi awal dari takdir baru yang berat.
Sejak bangun dari koma, pandangan Salsa berubah. Dunia tidak lagi sama.
Saat pertama kali melihat sekeliling, Salsa tidak hanya melihat dokter, perawat, dan Kakeknya. Dia melihat sosok-sosok samar berdiri di sudut ruangan. Ada yang mengenakan baju lusuh, ada yang kepalanya tergantung aneh, ada yang berjalan menembus dinding.
"AAAAAAHHHH!! JANGAN! JANGAN DEKATI SAYA!!"
Salsa berteriak histeris. Dia menangis, menutup matanya kuat-kuat. Dia ketakutan setengah mati melihat makhluk-makhluk mengerikan itu berkerumun di sekelilingnya.
Awalnya semua orang mengira Salsa mengalami halusinasi pasca koma. Tapi tidak... itu nyata.
Hanya Kakek Tio yang menyadari ada sesuatu yang berbeda pada cucunya. Perlahan, Salsa memberanikan diri menceritakan apa yang dia lihat. Mendengar itu, Kakek Tio terkejut namun tidak memarahi atau menganggapnya gila.
"Jangan takut, Salsa. Kakek di sini," ucap Kakek Tio sambil memeluk erat tubuh kecil cucunya itu.
Untuk menyembuhkan atau setidaknya mengendalikan kemampuan aneh ini, Kakek Tio membawa Salsa keliling. Mendatangi orang-orang pintar, paranormal, hingga akhirnya mereka bertemu dengan seorang Master spiritual yang sangat disegani di sebuah tempat terpencil.
Master tua itu menatap mata Salsa dalam-dalam.
"Anak ini tidak sakit, Kek," ujar Master itu pelan. "Matanya terbuka karena benturan keras dan nyawanya sempat menyeberang tapi kembali lagi. Sekarang dia memiliki 'Mata Dua'. Dia adalah jembatan antara dunia manusia dan dunia arwah. Kemampuan ini tidak bisa dihilangkan karena itu sudah menjadi takdirnya."
Kakek Tio terkulai lemas. "Lalu bagaimana nasib anak saya, Tuan? Dia masih kecil..."
"Jangan khawatir. Salsa tidak dalam bahaya, justru dia yang bisa menolong mereka yang tersesat," jawab Master itu. Ia lalu mengambil sebuah kotak kecil berwarna hitam dan mengeluarkan sebuah kalung dengan liontin berbentuk bulat berwarna merah darah.
"Ikatkan ini di lehernya. Liontin Merah Delima ini akan melindunginya. Arwah tidak bisa sembarangan masuk ke tubuhnya atau menyakitinya tanpa izin darinya. Ini akan menjadi perisai."
Sejak hari itu, Salsa belajar menerima takdirnya. Dia tidak bisa hidup seperti anak biasa. Lama kelamaan, rasa takut itu berubah menjadi rasa kasihan. Dia melihat banyak arwah yang tersesat, menangis, dan meminta pertolongan karena memiliki urusan yang belum selesai di dunia.
Dengan bimbingan Kakek Tio, Salsa mulai belajar berkomunikasi, mendengarkan cerita mereka, dan membantu menuntaskan apa yang menjadi beban mereka agar bisa tenang dan pergi ke alam sana.
Karena kemampuannya yang dianggap aneh oleh orang lain, Kakek Tio memutuskan pindah dan membesarkan Salsa di desa yang jauh dari keramaian kota. Di desa itulah mereka tinggal tenang, meski Salsa harus sering menyendiri dan dijauhi teman-temannya karena dianggap "aneh" atau "pembawa sial".
Salsa tidak membenci kondisinya. Dia bersyukur masih punya Kakek yang selalu ada untuknya.
****
Hari itu cerah. Salsa pulang dari sekolah dengan semangat, membayangkan akan dimasakkan makanan kesukaannya oleh Kakek.
Namun, begitu membuka pintu rumah, pemandangan itu membuat jantung Salsa nyaris copot.
Di lantai ruang tamu, Kakek Tio tergeletak lemah. Wajahnya pucat pasi, keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya. Tangannya memegang dadanya yang terasa sesak.
"KAKEK!!" teriak Salsa. Ia langsung melempar tasnya dan berlari memeluk tubuh tua itu.
"Sa...lsa..." suara Kakek Tio terdengar sangat lemah dan putus-putus.
"Kakek sabar ya! Salsa bawa ke rumah sakit sekarang! Tahan dulu ya Kek!" Salsa mencoba membopong tubuh Kakek, tapi pria itu menggeleng pelan dan mencengkeram lengan cucunya kuat-kuat.
"Tidak usah... Salsa... dengarkan Kakek..."
"Jangan bilang begitu Kek! Kakek harus sembuh!" air mata Salsa mengalir deras membasahi pipi.
Kakek Tio tersenyum tipis, senyum penuh kasih sayang dan juga kepasrahan. Waktunya memang sudah habis. Dia tahu dia tidak akan bertahan lama.
"Salsa... dengarkan baik-baik... Setelah Kakek pergi... kamu tidak sendirian..."
Kakek Tio menarik napas panjang, mengumpulkan sisa tenaga yang ada.
"Menikahlah... dengan cucu keluarga Wijaya... setelah Kakek meninggal..."
Salsa terbelalak kaget. "Hah? Menikah? Kakek ngomong apa sih? Salsa masih sekolah!"
"Itu... permintaan terakhir Kakek... dan janji Kakek pada sahabat Kakek..." mata Kakek Tio mulai memudar. "Namanya Rian... Rian Wijaya... Dia anak baik... Dia yang akan menjagamu... menggantikan Kakek..."
Suara itu semakin pelan.
"Jaga dirimu baik-baik... cucuku yang kuat..."
Prrrtt...
Tangan yang memegang lengan Salsa perlahan terlepas dan jatuh lemas. Mata itu terpejam erat untuk selamanya. Nafas terakhir pun berhenti.
"KAKEKKKK!!!!!!"
Jeritan pilu Salsa menggema di seluruh ruangan. Di hari itu, dia kehilangan satu-satunya orang yang dia miliki di dunia ini. Dan dia diwariskan sebuah takdir baru... menikah dengan seorang pria bernama Rian Wijaya yang bahkan belum pernah dia temui sekalipun.
Setelah kepergian kakek Tio, hidup Salsa di temani para arwah yang datang padanya untuk minta bantuan.
Sambil mempersiapkan kepindahan dan menunggu seseorang menjemputnya, Salsa menyelesaikan masalah arwah yang belum selesai di dunia.
Dan sekarang yang terakhir arwah Noni, yang tiba-tiba muncul meminta bantuan untuk dipertemukan dengan saudaranya pemilik villa.
Sekarang tinggal menunggu informasi dari Rian, karena Salsa sudah berusaha mendapatkan informasi itu tetap sulit mendapatkan nya.
up nya tiap hari doooooooo😅🙏
bagus banget
bisa dinikmati
lanjut 👍👍👍👍👍