Tania Kartika harus menelan pil pahit saat alat tes kehamilan menunjukkan dua garis merah yang cukup jelas. Ia hanya bisa memejamkan mata, mengingat malam panas sebulan yang lalu bersama Lingga Perdana, sang mantan terjadi tanpa pengaman. Sungguh Tania tak menyangka hanya sekali melanggar, langsung jadi.
Bagaimana nasib Tania sekarang? haruskah ia menghilangkan janin ini, apalagi Lingga sudah menjadi suami dari seorang model? Beginilah nasib percintaan yang kalah akan strata sosial.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TAWA PALSU
Karyawan Yovi termasuk Tania melihat prosesi pernikahan Lingga dan juga Calista yang disiarkan di berbagai akun media sosial. Tania dan Siska melihatnya dengan sangat fokus, bahkan mengabaikan pekerjaan yang seharusnya ia kerjakan. Dengan bertopang pada boneka love yang diberikan Lingga, Tania menyaksikan prosesi demi prosesi, hingga tak sadar air matanya keluar.
"Terharu aku," ucap Tania sembari mengucap air matanya dengan tisu. Siska menoleh dan agak heran, pasalnya pada tiap prosesi tidak ada yang memancing haru. Bahkan Siska melihat Lingga tak seganteng biasanya.
"Mana ada haru-harunya sih, Pak Lingga kelihatan terpaksa banget, aura gantengnya tidak terpancar sama sekali!" oceh Siska.
"Ya kan aku habis putus, Sis. Melihat perempuan dinikahi pria sekaya Pak Lingga pasti ada rasa ingin seperti itulah, setidaknya finansial mapan," Siska paham dengan kebaperan Tania.
Padahal aslinya, Tania sedang menangisi nasibnya. Seorang perempuan yang sudah dipakai Lingga selama 4 tahun, ternyata harus tersisihkan. Kini Tania memikirkan bagaimana cara move onnya?
Setiap akun media sosial masih ramai memberitakan pernikahan Calista dan Lingga, banyak warganet yang mendukung pernikahan mereka dan memberi doa agar rumah tangga mereka langgeng.
Seandainya Tania merusuh, mungkin dirinya yang akan dihujat oleh warganet, sebagai perempuan halu yang menginginkan diperistri Lingga. "Pasangan sempurna," gumam Tania dengan tertawa miris saat scroll media sosialnya.
Entah sampai kapan berita Lingga di up ke media sosial, mungkin karena Calista seorang influencer jadi untuk menunjang fyp berita itu muncul. Rekan kantor Tania ikut mengomentari juga, karena menganggap Lingga dan Calista adalah couple goal saat ini.
Berbeda dengan pujian warganet, nyatanya suasana tegang mewarnai kamar pengantin. Calista dan Lingga duduk berhadapan, bukan karena ingin memulai ritual malam pengantin, tetapi ada sebuah tatapan penuh arti.
"Aku sudah punya kekasih," jujur Calista dan membuat Lingga tersenyum muak. Tak menyangka istrinya hanya perempuan penuh kedok dan pintar sekali menyimpan rahasia. Lingga saja mati-matian setuju telah mengkahiri hubungan dengan Tania, eh Calista malah dengan tanpa beban mengaku masih punya kekasih. Tahu begitu, Lingga tak perlu repot-repot putus.
"Kenapa kamu baru bilang di saat kita sudah sah? Harusnya hubungan kalian berakhir sebelum pernikahan!" Lingga marah, bukan berarti kecewa Calista punya kekasih, tapi dia kecewa kenapa dia tidak jujur. Kalau saja sejak awal tahu, tentu perjodohan ini tak akan terjadi.
"Aku takut dengan keluargaku, Ngga. Aku takut papa melarangku berkarir di dunia hiburan saat ini kalau aku menolak perjodohan. Ayolah, aku yakin kamu juga punya pacar bukan! Kita bisa menjalani pernikahan di depan semua orang, tapi kita juga bisa tetap menjalin dengan kekasih masing-masing, gimana?"
Andai saja Tania mau melakukan seperti tang diucapkan Calista, tentu Lingga akan mengiyakan kesepakatan yang diajukan perempuan di hadapannya ini. Tapi sayang, Tania sangat tidak suka mempermainkan suatu hubungan.
Lingga tersenyum sinis, dengan menatap Calista, "Sayangnya mantanku tidak serendah kamu, yang bisa mempermainkan pernikahan," balas Lingga tak kalah menusuk.
Calista tertawa, "Tak serendah aku? Wow, emang sesuci apa hubungan kalian? Apalagi zaman sekarang, pacaran gak cuma makan mie ayam doang. Aku yakin kalian juga sudah berhubungan suami istri bukan? Gini deh, Ngga. Aku sudah living together bersama cowokku, aku gak bisa jauh dari dia. Kita sudah sama-sama menikmati dengan peran masing-masing, jadi tolong kerja samanya! Siapa cewek kamu, biar aku yang ngomong sama dia!"
"Urus saja hubungan kamu dan pacar kamu, sampai kapan pun aku tidak akan melibatkan kekasihku dalam hubungan ini. Jaga reputasi, karena kalau kamu ketahuan selingkuh, nama baikmu yang dipertaruhkan!" Lingga tak mau ambil pusing. Memikirkan nasib Tania saja dia sudah kalang kabut, apalagi menyepakati permintaan Calista, makin penuh drama nantinya, dan Lingga tak mau ambil resiko.
Lingga keluar dari kamar pengantin, ia memesan taksi online menuju rumah Tania. Sedikit kaget karena rumah Tania sepi dan gelap, meski hampir tengah malam tetap saja biasanya lampu teras tetap menyala. "Ke mana dia?" gumam Lingga, mengecek posisi GPS yang terhubung dalam ponselnya. "Sial," Lingga mengumpat kasar, karena Tania telah menonaktifkan sambungan GPS di ponsel Lingga. Niat sekali dia menjauh dariku, padahal Calista saja sudah meminta izin padaku untuk berhubungan dengan kekasihnya.
Lingga pun minta diantarkan ke apartemennya, lebih baik bermalam di sana daripada harus kembali ke hotel bersama Calista.
Di dalam kamar, Lingga tersenyum samar. Biasanya ada perempuan cantik yang selalu menemaninya selama 4 tahun ini, kadang ia merajuk tak jelas. Kadang juga sangat memesona. "Aku kangen kamu, Tania Sayang," gumam Lingga pelan. Ia pun kemudian mengecek ponselnya, siapa tahu ada unggahan dari Tania.
Dia tersenyum kecil saat melihat status Tania, dia mengunggah 3 jam yang lalu. Mungkin dia keluar bersama Siska, ke karaoke. Video saat Tania bernyanyi lagunya King Nassar- Seperti Mati Lampu menarik sudut bibir Lingga. "Kamu pasti sedih, tapi kamu menutupinya dengan tingkah konyol kamu!" gumam Lingga sedikit lega karena Tania terlihat baik-baik saja.
Mungkin beberapa hari ke depan, Lingga akan menemui Tania kembali, memberikan penawaran seperti yang dilakukan Calista pada kekasihnya.
Kamu di mana, Sayang?
Jangan lupa makan.
Aku tahu kamu sedih, jangan terlalu ya. Karena berita di media sosial semuanya palsu. Senyumku, senyum Calista juga palsu. Kita berdua sebenarnya tidak mau menjalani pernikahan ini, karena di hati kita masing-masing, masih ada orang spesial.
Kalau sudah longgar bolehkah aku bertemu?
Tania membaca chat Lingga tersebut, karena ia belum tidur. Ia hanya tertawa miris, sangat paham dengan apa yang ditulis Lingga. Ia sengaja screen shoot room chat tersebut dan mengirimkan pada Yovi.
Selamat malam Pak Yovi.
Mohon maaf kalau mengganggu. Maaf, Pak. Bisakah Bapak sebagai kakak Lingga menasehatinya agar tetap fokus pada rumah tangganya saja.
Kami memang saling cinta, tapi saya tidak mau ada skandal melibatkan saya. Terlebih saya nanti dituduh sebagai pelakor. Tolong, Pak.
Terimakasih.
Tania tak mau mengulang kehidupan orang tuanya yang merugikan dirinya, dia tidak akan menormalisasikan perselingkuhan apapun alasannya, meski dia masih cinta dengan Lingga.
Sampai kapan pun jangan melibatkan aku dalam rumah tanggamu, Ngga. Sejak awal adanya perjodohan ini, aku sudah mengalah. Aku tidak mau menjadi pelakor. Apapun kesepakatan kamu dan istri kamu, tolong jangan libatkan aku ya.
Percayalah, aku bisa hidup bahagia tanpa kamu.
Mohon maaf juga kalau kamu terus menghubungiku, izin aku blokir ya.
Aku mau hidup tenang. Meski sampai saat ini aku masih patah hati.
Bukan karena aku tak memperjuangkan cinta kita, karena cinta tak mendapat restu keluarga itu juga menyakitkan.
GO go Tania semangat