NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Tubuh Istri Gendut Sang CEO

Transmigrasi Ke Tubuh Istri Gendut Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi / Romansa Fantasi
Popularitas:20.4k
Nilai: 5
Nama Author: ElleaNeor

Yvone Faranes adalah seorang Mafia yang memiliki keahlian dalam bidang persenjataan, meracik obat-obatan dan racun, tewas akibat konspirasi dari beberapa orang. Bukannya ke alam baka, Yvone justru terbangun di tubuh gendut milik Rose Reinhart.


Rose Reinhart adalah istri dari Arsen Reinhart 32 tahun, yang meninggal dunia akibat overdosis obat-obatan yang dikonsumsinya. Semasa hidup, ia selalu dihina dan direndahkan oleh keluarga suaminya karena kondisi fisiknya yang gendut dan jelek.


Bahkan Arsen, suaminya sendiri enggan menyentuhnya lantaran tubuhnya itu. Tidak hanya itu, Rose kerap dihina karena tak kunjung memberikan keturunan bagi keluarga Reinhart.


Hingga kehadiran Renata, disebut-sebut akan menjadi pengganti Rose untuk memberikan apa yang keluarga Reinhart inginkan.


Kini, Rose berbeda. Dengan keahlian milik Yvone yang berada di tubuhnya, ia merubah penampilannya dan memberi pelajaran pada orang-orang yang menindasnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ElleaNeor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4. Pisah Kamar

“Pelayan setia?” Tatapan Yvone berubah penuh minat. Detik berikutnya, ujung matanya berubah menyipit. Yvone bukanlah orang yang mudah percaya dengan orang lain. Terlebih setelah apa yang terjadi.

“Ya, Nyonya.”

Yvone memicingkan matanya. Penuh kecurigaan. Jujur saja ia tak percaya dengan apa yang dikatakan pelayan ini.

“Apa bedanya kau dengan pelayan lain?”

Pelayan itu merasa bingung. Ia memperhatikan majikannya ini dan merasa sedikit aneh. Nada bicaranya, gestur tubuhnya, bahkan tatapan dan senyumnya, Sui merasa Rose adalah orang yang berbeda. Hanya fisiknya saja yang sama.

“Nyonya, Anda baik-baik saja ‘kan?” tanya pelayan itu lagi.

“Kau bilang adalah pelayan setiaku. Kalau begitu buktikan!” Seperti yang diketahui oleh Yvone, semua pelayan di rumah ini, tunduk pada perintah Brighita.

Pelayan muda itu tampak berpikir. Kemudian ia melangkah mendekati kasur. “Saya ingat, Nyonya menyembunyikan obat di sini.”

Sui menyibak seprai, dan saat itu ia melihat beberapa butir obat di bawah kasur. Yvone seketika membulatkan matanya.

“Bagaimana obat itu bisa ada di situ?”

Mendengar itu, Sui mengerutkan kening. “Nyonya benar-benar lupa? Nyonya sendiri

yang menyembunyikannya karena Nyonya tidak mau meminumnya. Dan hanya aku yang tahu perbuatan Nyonya ini,” ucap Sui kembali merapikan seprai.

Yvone yang berada dalam tubuh Rose terdiam. Ia tampak berpikir, detik selanjutnya ia kembali bersuara.

“Aku?”

Lagi-lagi Sui merasa bingung dengan sikap majikannya. Namun, mengingat semua yang telah terjadi, Sui memaklumi. Mungkin saja, setelah mati suri, ingatan Rose sedikit terganggu.

“Nyonya sepertinya tidak ingat apa pun. Nyonya sebaiknya ke rumah sakit, saya khawatir terjadi sesuatu terhadap Nyonya. Hanya Nyonya yang baik kepada saya di sini,” ucap Sui sendu.

Yvone menjentikkan jari. “Jadi, apa kau tahu obat apa itu?” tanya Yvone antusias.

Sui pun menjawab, “Itu adalah obat rekomendasi dari Nyonya Besar, beliau berkata itu adalah vitamin kesuburan serta obat menekan nafsu makan. Dan Anda sudah mengkonsumsinya selama bertahun-tahun.”

“Apa?” Rose terkejut. Bertahun-tahun mengkonsumsi Vitamin kesuburan, tetapi tidak kunjung hamil. Yvone sekali lagi melihat tubuhnya sendiri. “Kau bilang aku meminum obat diet? Tapi lihat tubuhku ini! Aku juga tidak kunjung punya anak!” protes Yvone.

Sui mengerutkan kening, merasa aneh mendengar gaya bicara Nyonya mudanya yang terkesan blak-blakan. Biasanya, Rose adalah wanita yang lemah lembut. Tutur bicaranya sopan dan santun.

“Saat bersama saya, Nyonya tidak meminumnya. Tapi jika pelayan lain yang mengantar, Anda terpaksa meminumnya karena jika tidak, mereka akan mengadu dan Nyonya Besar akan marah.”

“Setakut itu aku pada wanita tua itu?” Yvone tidak habis pikir.

Sui mengangguk. “Nyonya. Jangan mati lagi. Saya tidak ingin kehilangan Nyonya.”

Sui mendekat, lalu menggenggam jemari Yvone yang berada dalam tubuh Rose.

Yvone terdiam. Entah mengapa ia merasa wanita ini tidak seperti pelayan yang lainnya. Yvone melihat sebuah ketulusan yang terpancar di wajah pelayan bernama Sui ini.

Meski begitu, ia tidak akan tertipu. Ia tetap akan waspada. Akan tetapi, ia memikirkan sesuatu. Sebuah kesempatan untuk mencari tahu tentang kehidupan Rose lebih dalam melalui pelayan itu.

Suara derap langkah kaki terdengar, seorang pelayan lain muncul. “Nyonya, sarapan sudah siap. Nyonya Besar sudah menunggu Anda.”

Mendengar itu, Sui kembali bersuara. “Sebaiknya Nyonya membersihkan diri dengan cepat lalu turun. Nyonya Besar akan marah bila menunggu terlalu lama,” tegur Sui.

Yvone mendecak. “Tidak akan ada yang berani memarahiku atau kupelintir lengannya.”

Setelah mengatakan itu, Yvone segera berbalik dan menuju ke kamar mandi. Meninggalkan Sui yang terheran-heran dengan ucapannya. Kebetulan, Yvone merasa tubuhnya lengket. Terlebih tubuh gemuk ini mudah berkeringat.

Selesai mandi, Yvone keluar dan melihat Sui menyiapkan pakaian ganti untuknya. Ia melihat dress bunga-bunga berukuran jumbo yang diletakkan di atas kasur. Membuatnya tersadar dengan kondisi fisiknya saat ini.

“Cepat ganti baju, Nyonya,” ucap Sui.

“Aku tidak mau baju itu.” Ia lantas berjalan ke arah lemari. Semua pakaian milik Rose berwarna terang. Sementara Yvone menyukai warna gelap. “Kenapa bajunya warna terang semua?”

Tak lama kemudian Sui mendekat. “Bukankah itu pakaian kesukaan Nyonya semua. Nyonya menyukai warna terang yang lembut, terutama motif bunga,” ujar Sui.

“Apa?” Yvone melotot. “Tunggu, kenapa dalam lemari sebesar ini hanya ada bajuku? Di mana baju-baju suamiku?” Rose baru sadar akan hal itu.

Sui kembali dibuat heran dengan pertanyaan majikannya. Rose benar-benar seperti orang yang lupa ingatan. “Nyonya, bukankah Anda dan Tuan sudah lama pisah kamar?”

“Apa?” Kenyataan macam apa lagi ini? Selain dihina oleh keluarga suaminya. Ternyata Rose juga tidak diinginkan oleh suaminya sendiri, sampai-sampai pisah kamar. Sebenarnya hubungan macam apa yang dijalani pasangan ini?

“Sejak kapan?” tanya Rose lagi.

“Sejak tubuh Nyonya jadi gendut,” jawab Sui takut-takut.

Rose menghela napas. Kenyataan bahwa tubuh wanita ini gendut membuat Yvone merasa kesal. “Kenapa aku berpindah ke tubuh wanita gendut ini sih?” rutuknya dalam hati.

Tidak punya pilihan. Yvone akhirnya mengenakan pakaian seadanya. Ada satu pakaian berwarna gelap, setelan formal.

“Nyonya, itu adalah pakaian formal. Anda yakin ingin memakainya?”

“Kau diam saja. Sebaiknya kau bantu aku sembunyikan obat itu. Dan katakan pada wanita tua itu kalau aku sudah meminumnya.”

“Baik, Nyonya.”

Tak lama kemudian, Rose turun ke lantai bawah dan segera menuju ke ruang makan. Kedatangannya disambut oleh tatapan tajam Brighita dan Alexa. Mereka melihat penampilan Rose dari atas sampai bawah.

“Kenapa lama sekali, kami sampai kelaparan menunggu!” protes Alexa dengan mata melotot.

Yvone membalas tatapan Alexa tak kalah tajam. “Kalau mau makan, makan saja tidak perlu menungguku!” ucapnya ketus, dan itu membuat Alexa semakin mendelik.

“Beraninya kau membalas ucapanku!” seru Alexa dengan nada tinggi.

“Bukan hanya ucapanmu saja. Aku bahkan berani memelintir tanganmu,” balas Yvone. Di dunia ini. Tidak ada yang berani menindas Yvone Faranes.

“Apa kau bilang?” Alexa meremas sendok di tangan.

“Kau mau pergi ke mana? Kau tahu ‘kan kalau kau tidak boleh keluar tanpa izin dari Arsen,” ujar Brighita.

Yvone yang kini duduk di salah satu kursi menatap tajam ke arah mertuanya. Senyum jahat terukir di bibirnya. “Tidak ada yang bisa melarangku.”

“Apa?” Brighita mengepalkan tangannya.

Yvone menatap menu makanan di atas meja. Keningnya mengkerut. “Kenapa semua yang dihidangkan makanan berlemak?” Tatapan Yvone lantas mengarah pada pelayan, kemudian berkata,“Aku ingin makan salad sayur, dan juga salmon segar.”

Mendengar itu, Brighita melotot. “Hei, beraninya kau mengatur menu di rumah ini!” Brighita mengarahkan jari telunjuknya ke arah wajah Rose.

Dengan cepat, Yvone yang berada dalam tubuh Rose, meraih jemari wanita itu kemudian memelintirnya ke belakang punggung, dan membuatnya berteriak.

“Argghhh!!!”

1
Uthie
Aaahhhh... lagi seru-serunya baca... harus nunggu lagiiii 😂🤩🤩

Jangan lama-lama Up lagiii nya yaaa 😘😍🤗🤗
MataPanda?_
semangat trus kak kalau bisa mh kasih pemeran baru buat pasangan ros yg gk neko"sama"badas 🤣🤣 💪
Uthie
modussss 😏
Uthie
bikin cemburu Rose 👍😂
Uthie
Waowww.... Ayooo Rose buktikan sinar dirimu kembali 🤩🤩👍
Uthie
Bagus Rose 🤩👍
Uthie
Lanjuuttttt 💪🤗
Uthie
Semakin menarik disimak 👍👍👍😏
Uthie
Selalu sukkaaaa cerita yg ada kata:
Transmigrasi, Gendut, CEO/Mafia 😁🤩👍👍
Evi 060989
up
Tiara Bella
mending pisah aja rose pernikahan udh gk sehat....mertua sm iparnya jg ky teule semua...Arsen jg ky begitu
Anita Rahayu
Sikat yvone kasi juga obat yg di berikan 3 medusa sebelum cerai biar setres si arsen😈😈😈😈😈😈👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Anita Rahayu
Thor buat yvone kasi kembali obat untuk mertua ipar dan demitnya thor biar arsen pusing nanganin 3 SUMO😈😈😈😈😈😈😈😈😈👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Tiara Bella
obat apakah gerangan.....
Anita Rahayu
upnya yg double dan panjang👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
Rai Gojess
beri pengajaran dulu sama keluarga hama itu
Etty Rohaeti
lelaki ga bisa tegas tinggalkan saja
Rai Gojess: bikin geram ni cerita, malas mau bagi hadiah🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Tata Hayuningtyas
kelamaan pembalasan nya...ga sat set sat set
Heni Mulyani
lanjut
Tiara Bella
drama bngt....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!