NovelToon NovelToon
Melodi Cinta Untuk Davin

Melodi Cinta Untuk Davin

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:29.5k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Hati Davin hancur ketika mengetahui cintanya pada Renata juniornya, bertepuk sebelah tangan dan ternyata hanya dimanfaatkan untuk kepentingan karir.

Dia lalu memilih pergi menjadi relawan medis di daerah bencana, dan bertemu Melodi, gadis yatim piatu nan tangguh merawat adiknya yang lumpuh

Ketulusan dan ketegaran Melodi mampu membuat Davin terpikat. Namun, perbedaan status di antara mereka terlalu besar membuat Melodi ragu.

Mampukah Davin meyakinkan Melodi bahwa cinta sejati tak mengenal batas? Atau justru perbedaan akan memisahkan mereka selamanya?

Yuk, ikuti kisahnya hanya di sini;
"Melodi Cinta Untuk Davin" karya Moms TZ, bukan yang lain

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4. Kenyataan

Rombongan tim relawan bersiap untuk berangkat. Bukan hanya membawa perlengkapan medis saja, tetapi juga bantuan logistik berupa sembako, pakaian, dan yang lainnya. Sebelum berangkat Direktur Rumah Sakit menyampaikan kata-kata penyemangat untuk mereka.

"Kalian adalah pahlawan kemanusiaan. Kami semua bangga dengan pengabdian kalian. Jaga diri baik-baik, dan berikan yang terbaik untuk saudara-saudara kita di sana."

Setelah berpamitan dengan rekan-rekan, mereka memasuki kendaraan dan mulai bergerak meninggalkan halaman rumah sakit menuju lokasi bencana.

Renata berada di sana, tetapi Davin sama sekali tak meliriknya apalagi berpamitan dengannya. Seolah dirinya hanya makhluk tak kasat mata yang kehadirannya tidak diharapkan.

"Dia benar-benar berubah, seolah tak mengenalku." Renata menghela napas -- kecewa? Pastinya, tetapi dirinya tak bisa berbuat apa-apa.

"Dok, kenapa Anda nggak ikut berpartisipasi? Bukankah Dokter Davin juga bergabung di sana?" tanya Dokter Ana, rekan Renata yang mengetahui keakraban antara Renata dan Davin.

Renata menggeleng sambil tersenyum. "Nggak, Dok. Dokter Davin nggak mengijinkan saya untuk ikut. Mungkin dia berpikir medannya berbahaya," jawab Renata.

"Waaah...! Sampai segitunya ya, Dokter Davin perhatian sama Anda," ucap Dokter Ana penuh kekaguman.

Renata hanya tersenyum malu-malu. "Kalau begitu saya pamit ke ruangan saya ya, Dok," pamitnya.

"Oh, silakan." Dokter Ana tersenyum mempersilakan.

Akhirnya dengan langkah cepat, Renata segera meninggalkan tempat itu untuk menghindari pertanyaan lebih lanjut dari rekannya tersebut.

Sampai di depan ruangannya, ia seolah teringat sesuatu. Matanya tanpa sengaja menangkap kamera CCTV yang terpasang di ujung koridor.

"Kenapa aku bisa lupa kalau ada CCTV di sana?" gumamnya pelan. "Sebaiknya nanti aku ke ruang keamanan untuk melihatnya."

Baru saja akan masuk ke ruangannya, tiba-tiba Renata dikejutkan oleh suara sirine yang memekakkan telinga, pertanda ada sesuatu yang darurat. Ia segera menuju ke sana dengan sedikit berlari kecil.

"Dokter Renata, tolong bantu saya untuk menyiapkan operasi darurat sekarang juga," ujar Dokter Rangga, seorang dokter senior di rumah sakit itu.

Dengan gerakan profesional, Renata segera mengikuti dokter tersebut menuju ruang operasi.

Satu jam kemudian operasi selesai dan berjalan lancar, tetapi Dokter Rangga tampak tidak puas dengan kinerja Renata.

"Dokter Renata, saya tidak tahu apa masalah yang Anda hadapi. Tapi saat berada di ruang operasi Anda harus fokus karena yang kita hadapi adalah nyawa manusia," ujar Dokter Rangga dingin, lalu pergi meninggalkan Renata yang masih berdiri mematung di tempatnya.

"Maafkan saya," ucap Renata lirih seraya membungkukkan badannya.

Ia lalu berjalan gontai menuju ruangannya. "Aaahh... Dasar Davin si*lan. Kenapa pikiranku penuh dengan dia, sih!" geramnya ketika telah berada di dalam ruangannya.

Renata akui selama mendampingi Dokter Rangga di ruang operasi, memang pikirannya tak bisa fokus. Ia masih terus kepikiran oleh perubahan sikap Davin padanya.

"Kalau begini terus karirku di sini bisa stagnan di tempat. Aku harus melakukan sesuatu agar aku tetap aman bekerja di sini," gumamnya, kekhawatiran mulai melanda jiwanya.

"Ah, ya. Sebaiknya aku datangi ruang keamanan untuk melihat rekaman CCTV."

.

.

.

Sementara itu, setelah beberapa jam perjalanan yang melelahkan, Davin beserta tim rombongan akhirnya tiba di lokasi bencana. Mereka turun dari kendaraan dan tanpa lelah langsung mendirikan tenda untuk tempat tinggal mereka sementara.

Keesokan harinya, setelah beristirahat beberapa jam, tim relawan memulai aktivitas mereka. Ketua tim membagi tugas di mana mereka akan di tempatkan. Kebetulan Davin ditempatkan di Puskesmas Pembantu yang ada di desa itu, tepatnya Desa Sukun.

"Oke, teman-teman semua, selamat bekerja. Semoga niat baik kita mendapatkan ridho dan berkah dari Tuhan Yang Maha Esa," ujar Kepala Tim.

Davin segera berangkat menuju Puskesmas Pembantu. Sesampainya di sana dia langsung berbaur dengan relawan yang relawan lainnya, memeriksa kondisi para korban. Rata-rata mereka mengalami luka memar, patah tulang hingga luka dalam akibat tertimbun material tanah longsor atau terbawa arus banjir.

Dengan cekatan dan gerakan terampil, Davin memberikan pelayanan yang terbaik untuk mereka. Tak ada raut kelelahan di wajahnya, karena dirinya melayani dengan sepenuh hati dan dedikasi tinggi.

Namun, ketika dia mengedarkan pandangannya, ada yang menarik perhatiannya. Seorang anak laki-laki kira-kira berusia tujuh tahunan. Sendirian berbaring di ranjang pasien yang berada di pojok ruangan, bermain mobil-mobilan plastik. Tak ada yang menemaninya. Davin menghampiri bocah itu dan menyapanya,

"Halo, kamu sendirian?" Dia tersenyum lembut. "Kenalkan namanya saya Davin. Boleh tahu siapa namanya?" tanyanya sembari mengulurkan tangan.

Bocah itu menatap Davin sesaat, lalu beralih pada tangan Davin. "Alvian," jawabnya dengan suara serak.

"Oke, Alvian. Kakak periksa, ya."

Alvian mengangguk, Davin menjalankan tugasnya. Namun dia tampak mengernyit saat tangannya memegang kaki Alvian. Ada sesuatu yang tak biasa.

"Adik saya lumpuh..." Tiba-tiba suara seseorang mengagetkan Davin.

Dia lantas menoleh ke belakang dan mendapati sesosok gadis manis berhijab dan wajahnya tampak sendu.

"Dia terjatuh dari sepeda dan nahasnya saat itu ada motor melintas sehingga dia tertabrak," jawabnya.

"Sempat dirawat sebulan di rumah sakit, tapi tidak semua biaya ditanggung oleh jaminan kesehatan," lanjutnya menambahkan.

"Apa kata dokter?" tanya Davin cepat.

"Dia harus menjalani fisioterapi."

"Sudah mengikuti fisioterapi berapa kali?"

"Baru empat kali, karena keterbatasan kami. Lagipula harus ke rumah sakit daerah dan itu jauh sekali."

Davin menghela napas dalam. Apa yang dikatakan gadis itu benar. Letak Desa Sukun memang jauh dari jalan raya.

.

.

.

Di tempat lain, Renata akhirnya mendatangi ruang keamanan tepatnya tempat kontrol CCTV. Dengan hati-hati ia mengetuk pintu ruangan tersebut, tak lama kemudian seseorang membukanya dari dalam.

"Permisi," ucapnya gugup.

"Ya, ada yang bisa saya bantu, Dok?" tanya Roni.

"Boleh saya masuk, Mas?" Tatapan mata Renata tampak memohon.

Roni menarik napas berat. Dia membuka pintu lebih lebar dan mempersilakan Renata masuk.

"Ada keperluan apa sebenarnya Anda datang kemari?" tanya Roni, meskipun sebenarnya dia sudah bisa menebak.

"Em...begini, Mas. Saya ingin tahu rekaman CCTV di koridor ruangan saya tiga hari yang lalu tepatnya sore hari jam pulang kerja," jawab Renata tanpa basa basi.

"Sebenarnya ini sangat dilarang..."

"Tolong lah, Mas. Ini mengenai keamanan dan kenyamanan saya," potong Renata cepat.

"Baiklah..." Roni segera memutar rekaman yang diminta Renata.

Dengan perasaan tak karuan Renata memperhatikan dengan seksama hingga dia menutup mulutnya dengan mata membelalak.

"Nggak mungkin...!" gumamnya seakan menyangkal apa yang dilihatnya.

Renata menggelengkan kepalanya cepat. Tanpa kata ia pergi begitu saja dari ruangan itu. Pikirannya kacau, dirinya sangat syok dengan kenyataan yang baru saja diketahuinya.

"Bodoh...bodoh kamu, Renata!" sesalnya, seraya mencengkeram rambutnya dengan frustasi.

1
Aditya hp/ bunda Lia
Masukan rumah sakit jiwa ajah Bu pol si Renata emang udah gila ...
Tiara Bella
aku suka nh adegan ini Renata ditangkep polisi tp....kynya dia pantesnya msk RS jiwa.....🤣
vj'z tri
terpuji ya Bu /Slight//Slight//Slight/
Dew666
💜💜
Nar Sih
seperti nya perlu dr spesialis jiwa nih renata ,biar bnr lgi jiwa nya yg eror
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭😂🤭😂🤭😂🤭😂
total 1 replies
ora
Penjara langsung/Determined//Angry/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siap....
total 1 replies
ora
Masih kecil kamu Alvian🤭🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
ora
Euuh banget tidur sama kamu😤😤😁
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤧🤧🤧🤧🤧
total 1 replies
Patrick Khan
wahhh Renata mw di usirrr.. senang nyaaaa😂😂😂
Dew666
🍎🍎🍎
Nar Sih
pasti end nasip mu renata 🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: mungkin🤭
total 1 replies
Esther
Suster Dewi garda terdepan bagi Davin di rumah sakit, dari gangguan Renata.

Menunggu kehancuran Renata
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siap siap bimsalabim 😂🤭
total 1 replies
Tiara Bella
dipenjara dan nama baik jatoh sejatoh²nya ....tp Renata nya blm sadar itu
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: entahlah😂
total 1 replies
vj'z tri
sepuluh apa Bu /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ keterangan atuh bu
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: menit kali ya😂🤭
total 1 replies
vj'z tri
eh kelakuan ulat bulu ya /Drowsy//Drowsy//Drowsy//Drowsy/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🐛🐛🐛🐛🐛🐛
total 1 replies
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
pasti dipenjara lah,apalagi...
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: mungkin🤭
total 1 replies
sri hastuti
bagus thor, biar dirasakan Renata, dasar dokter gak tau diri, bikin jengkel aja, biar dlm htl prodeo thor, dan biar hancur karirnya, 😡😡😡
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Hera Wati
seruuuu
Aditya hp/ bunda Lia
senangnya hatiku ... 😂😂😂
siap jadi penghuni hotel prodeo mantap 👍
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😂😂😂😂😂
total 3 replies
bibuk Hannan & Afnan
tekah apa mom? telah kali ya typo
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: astsga, padahal sebelum setor udah diteliti kok masih ada aja sih 🤭😂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!