Iqram, seorang laki-laki yang sudah cukup umur dan sudah mapan dalam pekerjaan nya,menerima jodoh yang di carikan bunda nya karena kecewa pada wanita yang dia cintai .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Depi Delita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
penolakan Iqram
Iqram sangat bersemangat saat bekerja. Dia bisa menyelesaikan semua pekerjaan nya sebelum jam makan siang tiba.
Ilham rekan sekaligus sahabat nya terkejut melihat wajah sahabat nya itu tampak ceria tidak seperti orang yang baru putus cinta.
Ilham menghampiri Iqram," ceria bener bro. Kayak lagi jatuh cinta aja. Lo batal bubaran ama Vania" tanya Ilham.
Iqram menggeleng sambil tersenyum," yang udah bubar untuk apa di ulang kembali kalau memang tidak searah " jawab Iqram.
" Gue lagi seneng aja karena bunda gue udah nyariin jodoh buat gue di kampung. Karena kata Vania keluarga gue orang kampung,maka sebaiknya istri gue orang dari kampung juga biar kami cocok " ucap Iqram yang membuat Ilham tertawa.
" Gadis kampung jauh lebih cantik dari pada gadis kota. Gadis kampung juga punya tatakrama yang baik,lebih sopan dan penurut. Jauh sekali dengan gadis kota yang sok gaul dan sok hebat " ucap Ilham.
" Ngomong ngomong udah dapat belum jodoh nya. Kapan waktu peresmian nya" tanya Ilham menggoda.
Iqram langsung tersenyum," tunggu aja tanggal main nya" jawab Iqram.
" Waktu istirahat siang nih. Kita makan yuk,lapar gue" ajak Iqram.
Ilham langsung mengangguk," oke sob. Hari ini gue mau makan nasi Padang " ucap Ilham.
Iqram langsung mengangguk," gue setuju. Tapi kita beli nya nasi bungkus aja. Kita beli sekarang,makan nya habis sholat zhuhur. Waktu sholat bentar lagi masuk" jawab Iqram.
Ilham tersenyum," setuju gue. Nasi Padang itu enak nya di bungkus. Semua nya masuk ke dalam. Aroma nya langsung bikin laper" ucap Ilham.
Iqram berdiri dan berjalan bersama Ilham menuju parkiran. Mereka langsung melesat ke rumah makan Padang untuk membeli makan siang mereka.
Habis sholat zhuhur,mereka memakan makanan mereka dengan lahap. Saat sedang makan, tiba tiba muncul Vania di hadapan mereka.
" Aku sudah yakin kalau kamu pasti sedang berada di sini" ucap Vania.
" Makan apa itu,nasi bungkus? Uang kamu sudah habis sampai makan makanan begitu. Pasti karena ibu mu sudah menguasai uang gaji mu makanya kamu terpaksa makan makanan begitu . Kamu itu butuh bantuan aku Iqram,kalau kamu menikah dengan mu,semua uang gaji mu akan aku kelola dengan baik. Bunda mu dan adik mu tidak akan bisa memeras mu lagi dengan alasan apapun." ucap Vania yang membuat Iqram dan Ilham terkejut tak menyangka kalau ternyata Vania memiliki mulut yang tajam dan pedas saat bicara.
Ilham ingin menjawab ucapan Vania tapi di tahan oleh Iqram. Iqram menyelesaikan suapan terakhir nya dan mencuci tangan nya.
Iqram kemudian melihat kearah Vania mengangkat kertas nasi pembungkus makanan nya tadi.
" Kamu lihat merek kertas bungkus nasi ini,ini restoran Padang yang sangat terkenal di kota ini, bahkan di media sosial pun sekarang banyak para selebgram yang bikin postingan sedang menikmati makanan ini. Ini bukan berasal dari rumah makan sembarang" ucap Iqram.
" Aku sengaja makan di tempat ini karena tempat nya bersih dan sejuk. Apa lagi makan nya setelah menunaikan sholat zhuhur. Apapun makanan nya tetap harus di syukuri. Dan sekali lagi aku katakan kalau bunda ku tidak pernah menguasai gaji ku " ucap Iqram lagi.
Iqram menarik nafas panjang," aku kira kamu itu pintar,tetapi ternyata aku salah. Salah dalam menilai diri mu. Kamu tau kan kalau aku rencana nya mau membeli sebuah rumah untuk kita tempati setelah kita menikah nanti. Kalau gaji ku di kuasai oleh bunda ku,dari mana aku akan dapat uang untuk membeli rumah itu. Kalau gaji ku di kuasai bunda ku,dari mana aku dapat uang untuk membeli mobil yang sekarang aku pakai untuk pergi kemana mana. Kalau gaji ku di kuasai oleh bunda ku,dari mana aku dapat uang untuk membelikan barang barang yang selama ini kamu minta" ucap Iqram yang membuat Vania jadi salah tingkah.
Iqram kemudian melihat kearah Ilham," ayo bro balik ke kantor. Bentar lagi jam istirahat habis" ajak Iqram.
Vania kesal mendengar ajakan Iqram pada Ilham. " Kamu mau pergi ninggalin aku di sini" tanya Vania dengan nada kesal.
Iqram tersenyum," kamu tadi kan datang sendiri. Sekarang aku harus balik ke kantor ku" jawab Iqram.
Vania langsung menghadang langkah kaki Iqram," aku aku bicara" ucap Vania.
Iqram menghela nafas panjang dan menatap ke arah Vania," mau bicara apa lagi" tanya Iqram.
" Kapan kamu akan datang untuk melamar ku secara resmi" tanya Vania dengan penuh percaya diri.
Iqram tersenyum sambil menggeleng," tidak akan ada lamaran dari ku untuk mu. Bukan kah semalam susah kita bicara kan semua nya. Silahkan cari yang lain,aku ini orang kampung. tidak cocok untuk mu" jawab Iqram yang akan kembali melangkahkan kaki nya.
" Jadi kamu beneran mau putus sama aku" tanya Vania.
Iqram mengangguk," iya, untuk apa di lanjutkan kalau tujuan kita berlain arah. Aku ingin rumah tangga yang damai. Istri yang menghargai keluarga ku. Aku ingin istri ku menganggap keluarga ku sebagai keluarga nya sendiri,karena aku pun akan melakukan hal yang sama. Sementara dirimu tidak ingin seperti itu. Kamu ingin aku menjauhi keluarga ku,kamu ingin aku menjamin keuangan orang tua mu tapi aku tidak di perbolehkan untuk memberi pada bunda ku. Dari pada nanti ribut terus, sebaiknya kita berpisah sekarang " jawab Iqram.
Vania menatap Iqram dengan mata yang berkaca kaca," tega kamu Iqram. Demi ibu dan adik mu yang berasal dari kampung itu, kamu campakkan aku. Aku tidak terima kamu begini kan. Aku tidak akan pernah memaafkan kamu" ucap Vania dengan suara keras.
Beberapa orang yang sedang istirahat di sana langsung melihat ke arah mereka saat mendengar suara keras Vania.
Iqram tidak mau berdebat terlalu lama dengan Vania, dia memilih berjalan meninggalkan Vania di sana yang tampak sedang emosi.
Ilham tersenyum sinis pada Vania," apa Abang mu setelah menikah melakukan hal yang sama pada ke dua orang tua mu seperti yang kalian minta pada Iqram. Pasti tidak kan.Jadi kenapa kalian meminta Iqram melakukan hal itu. Apa orang tua mu tidak takut kalau anak laki laki nya nanti meninggalkan mereka seperti yang orang tua mu minta pada Iqram. Gunakan otak mu untuk berpikir yang jernih nona" ucap Ilham yang kemudian berjalan mengikuti Iqram.
" Jangan ganggu Iqram lagi,dia sudah di jodohkan oleh bunda nya dengan gadis yang juga berasal dari kampung. Biar mereka bisa cocok karena sama-sama berasal dari kampung" teriak Ilham pada Sonia.