NovelToon NovelToon
Kelahiran Kembali Sang Kaisar Immortal

Kelahiran Kembali Sang Kaisar Immortal

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Arya Mahendra, seorang Kaisar Immortal dari Alam Semesta Atas, dikhianati saat melewati Kesengsaraan Surgaw. Alih-alih mati, jiwanya terlempar kembali ke masa lalu, masuk ke dalam tubuhnya sendiri saat ia masih menjadi mahasiswa miskin berusia 19 tahun di Bumi yang sering ditindas dan kehilangan keluarganya karena konspirasi konglomerat lokal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kilatan Petir Biru

​Angin kencang menyapu landasan pacu Bandara Internasional Ibukota, membawa serta Niat Membunuh yang sangat pekat dari ratusan anggota Aliansi Bela Diri.

​Mendengar ucapan arogan Arya dari atas tangga pesawat, Komandan Divisi yang memiliki bekas luka di wajahnya tertawa keras. Tawanya terdengar seperti gesekan logam berkarat.

​"Hahaha! Mulut yang sangat besar untuk ukuran seekor katak dalam tempurung!" sang Komandan mengangkat golok besarnya, menunjuk tepat ke wajah Arya. "Bocah ingusan, kau pikir karena kau bisa membunuh beberapa pengawal di provinsi kecil, kau bisa bertingkah di Ibukota? Hari ini, aku akan memotong keempat anggota tubuhmu dan membawamu hidup-hidup ke hadapan Tetua Emas!"

​Ratusan pria berotot di belakangnya serentak menghunuskan senjata mereka. Fluktuasi tenaga dalam fana meledak, menciptakan tekanan udara yang membuat para staf bandara di kejauhan jatuh pingsan karena kehabisan napas.

​Arya tidak turun dari tangga pesawat. Ia hanya berdiri di sana, menatap lautan manusia bersenjata itu dengan kebosanan yang mendalam.

​"Mengirim ratusan semut fana untuk menahan langkahku," Arya menggelengkan kepalanya pelan. "Aliansi kalian benar-benar tidak tahu nilai dari sebuah nyawa."

​"Banyak bicara! Pasukan, serang! Cincang dia menjadi pasta daging!" raung sang Komandan.

​Ratusan ahli bela diri itu menerjang maju bagaikan air bah. Kecepatan dan kekuatan mereka jauh melampaui batas manusia biasa; aspal bandara retak di bawah pijakan kaki mereka.

​Namun, alih-alih menghindar atau memasang kuda-kuda bela diri, Arya hanya memejamkan mata dan menggumamkan satu kata.

​"Keluar."

​ZIIIIING!

​Sebuah dengungan pedang yang sangat tajam membelah gendang telinga semua orang di landasan pacu. Dari bagian tengah alis Arya, seberkas cahaya biru meledak keluar.

​Cahaya itu melayang di udara, menampakkan wujud aslinya: sebilah pedang kecil tanpa gagang yang memancarkan kilatan petir surgawi. Petir Pembelah Langit bergetar hebat, memancarkan kehausan akan darah yang telah terpendam selama ribuan tahun.

​"B-Benda apa itu?!" sang Komandan membelalakkan matanya. Namun, sebelum otak fananya bisa memproses pemandangan gaib tersebut, Arya menjentikkan jarinya ke depan.

​"Bantai."

​CRASH! WUSSS!

​Kecepatan pedang terbang itu telah menembus batas suara. Di mata para ahli bela diri, yang terlihat hanyalah seutas benang biru yang melesat zig-zag di antara kerumunan pasukan.

​Pft! Pft! Pft!

​Terdengar suara rentetan daging yang ditembus berkali-kali. Ratusan pria berotot yang sedang berlari menerjang tiba-tiba membeku di tempat.

​Satu detik berlalu...

​Tiba-tiba, garis merah tipis muncul di leher ratusan orang tersebut secara serentak. Darah menyembur ke udara layaknya ratusan air mancur merah yang meledak bersamaan. Tanpa sempat mengeluarkan suara jeritan sedikit pun, ratusan kepala terlepas dari tubuhnya dan menggelinding di atas aspal.

​Hanya dalam waktu kurang dari tiga tarikan napas, ratusan ahli bela diri elit Ibukota musnah.

​Sang Komandan berdiri mematung di tengah lautan mayat tanpa kepala. Seluruh tubuhnya basah oleh darah pasukannya sendiri. Golok besarnya terlepas dari genggaman, jatuh berdenting di atas aspal. Pedang terbang biru itu kini melayang tenang hanya berjarak satu sentimeter dari tenggorokannya, memancarkan hawa dingin yang membekukan jiwanya.

​"K-Kultivator Pedang Terbang... Mitos itu... itu nyata..." gumam sang Komandan, air mata dan ingus mengalir deras di wajahnya yang ketakutan. Kakinya lemas, dan ia pun jatuh berlutut, kehilangan kendali atas kandung kemihnya.

​Tepat pada saat itu, puluhan mobil SUV antipeluru berwarna hitam menerobos masuk ke area landasan pacu dengan kecepatan tinggi, berhenti mendadak hingga ban mereka berdecit keras.

​Pintu mobil terbuka, dan Patriark Keluarga Shen, diikuti oleh Shen Yueru serta ratusan pengawal elit Keluarga Shen, berhamburan keluar. Mereka telah bersiap untuk mempertaruhkan nyawa dan memulai perang darah melawan Aliansi Bela Diri demi melindungi Arya.

​Namun, langkah mereka terhenti. Mata Patriark Shen nyaris copot dari rongganya.

​Di depannya, ratusan mayat tanpa kepala berserakan seperti rumput yang baru dipotong. Darah menggenang membentuk danau kecil. Dan di puncak tangga pesawat, pemuda berpakaian usang itu berdiri tanpa setetes pun darah menodai bajunya, layaknya dewa kematian yang tak tersentuh.

​Tanpa ragu sedetik pun, Patriark Shen berjalan maju dan membanting kedua lututnya ke aspal yang berlumuran darah.

​"Patriark Keluarga Shen dari Ibukota, menyambut kedatangan Tuan Lin Tian!" suaranya bergetar penuh pemujaan.

​Melihat Patriark mereka berlutut, Shen Yueru dan seluruh pasukan Keluarga Shen serentak menjatuhkan diri, menundukkan kepala mereka dalam-dalam di hadapan Sang Kaisar.

​Arya melangkah menuruni tangga pesawat. Sepatu ketsnya menginjak genangan darah dengan langkah pelan namun pasti. Ia berhenti tepat di depan Komandan Divisi Aliansi yang masih bergetar hebat.

​"Di mana markas Aliansi Bela Diri?" tanya Arya datar.

​"D-Di... di Puncak Gunung Taihang, sebelah utara kota..." jawab sang Komandan dengan bibir bergetar.

​"Bagus." Arya menjentikkan jarinya. Pedang terbang itu melesat memotong leher sang Komandan sebelum kembali masuk ke dalam Dantian Arya.

​Arya menoleh ke arah Patriark Shen yang masih bersujud.

​"Siapkan kendaraan," perintah Arya. "Waktunya memetik kepala Tetua Emas."

1
yos helmi
💪💪💪
yos helmi
👍👍👍👍
yos helmi
🙏🙏🙏
yos helmi
😄😄😄
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪
yos helmi
👍👍👍
yos helmi
🙏🙏🙏
yos helmi
😄😄😄
yos helmi
sampai tamat ng nih.. coba saya baca.. kalo ng sampai tamat.. berarti aothor goblok.. mending mampus aj ni aothor kalo ng tamat.. 🤣🤣
Val's
membingungkan,, kan maya gak jdi ditabrak,, lagian jga dia udah sekolah,, kapan lumpuh nya ???
Val's
mantap
Val's
mannttaapp thorr 💪💪💪
Anna
aku suka cerita nya mudahan ada lanjutannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!