NovelToon NovelToon
Jadi Bos Perusahaan Entertainment

Jadi Bos Perusahaan Entertainment

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Showbiz / Reinkarnasi
Popularitas:520
Nilai: 5
Nama Author: ILikeAll9

Pernah gak sih kamu lagi enak enaknya tidur, eh bangun bangun malah pindah dunia. Ini adalah kisah seorang pemuda yang baru saja lulus dari masa SMAnya, dia berusia 18 tahun, namanya Ethan Lucifer.

Dia anak yang hidup sederhana bersama orang tuanya, Ayahnya bekerja di bengkel, Ibunya bekerja di warung kecil depan rumah mereka. Alias warung mereka sendiri, warungnya berupa warung makanan.

Ethan kadang akan membantu orang tuanya berjualan, dia juga memiliki adik perempuan yang saat ini baru duduk di kelas satu SMP, dan adik laki laki yang baru masuk SD tahun ini. Keluarga mereka beranggotakan 5 orang, dan selalu harmonis.

Pesan Author: Mungkin sebagian akan berbeda dari awal alur, tapi semoga tetap bisa menikmatinya, karena di karya ini terdapat bantuan dari Ai, mohon dimaklumi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ILikeAll9, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

C022: Shine The Star #2

...Selamat Baca...

Tanggal: 04 Mei

Pukul: 07.00

Lokasi: Studio Utama TV Nasional Aurelia

Hari pertama rekaman berjalan lancar, hari kedua pun tiba. Sesuai peraturan yang di tetapkan oleh Tuan Gerald, semuanya di jalankan dengan baik. Alfian juga akan tampil di hari kedua.

Hadir sebagai peserta 150, nomor 150 jelas adalah nomor kemunculan akhir. Pada akhir urutan, ke 75 nomor 150 di sore hari. Alfian di panggil.

"Baiklah para juri dan penonton sekalian, ini adalah peserta terakhir kami dari Shine The Star 150 Members, urutan 75 nomor 150, Alfian Vale!!!"

Pintu panggung terbuka lebar. Langkah kaki terdengar mantap memasuki area panggung yang luas.

Saat sosok Alfian Vale muncul di bawah sorotan lampu, seluruh ruangan seakan berhenti bergerak sejenak.

"WOAAAHHH!!!" sorak penonton tak kuasa menahan kekaguman.

"GILA... itu anak SMA atau mahasiswa? Tingginya luar biasa!"

"Wah, postur tubuhnya model banget ya? Tinggi, tegap, visualnya juga bersih banget!"

Alfian berjalan menuju titik tengah panggung. Tingginya yang mencapai 178 cm benar-benar mencolok, bahkan terlihat sangat tinggi jika dibandingkan dengan MC William Cross yang sudah dikenal memiliki tubuh tinggi.

Dia membungkuk hormat dengan sikap yang sangat sopan namun penuh percaya diri. Para juri di depan meja penilaian pun tampak terkejut.

"Wah... ini peserta terakhir ya? Penampilannya benar-benar seperti pangeran," komentar Miss Catherine dengan mata berbinar.

"Posturnya sangat proporsional. Sangat memanjakan mata," tambah Master Rein Carte mengangguk setuju.

"Baiklah, peserta nomor 150. Silakan perkenalkan dirimu dan ceritakan apa hobi atau keahlian khusus yang ingin kamu tunjukkan hari ini," tanya Madame Elena dengan suara lembut namun berwibawa.

Alfian mengangkat wajahnya, menatap lurus ke arah juri dengan tatapan tenang.

"Selamat siang, para juri yang terhormat. Nama saya Alfian Vale," jawabnya dengan suara berat dan jelas yang terdengar enak didengar.

"Untuk hobi saya... saya sangat suka bermain alat musik, terutama gitar akustik, dan saya juga suka menulis lirik lagu sendiri."

"Oh? Bisa main gitar dan menulis lagu? Wah, bakat komposer ya," sahut Mr. Theo Leonhart tertarik.

"Kalau begitu, silakan tunjukkan apa yang bisa kamu lakukan. Kami siap mendengarnya."

Alfian mengangguk, lalu mengambil gitar akustik yang sudah disiapkan asisten panggung. Ia duduk di atas bangku yang disediakan, jari-jarinya yang panjang dan lentik mulai memetik senar dengan sangat mahir.

🎵 Ting... ting... tang... 🎵

Melodi mengalun lembut namun penuh perasaan. Alfian mulai menyanyikan sebuah lagu balada yang ia buat sendiri. Suaranya sangat unik, memiliki vibrato yang indah, stabil, dan sangat emosional.

Penonton yang tadinya riuh kini terdiam hening, terbawa suasana oleh alunan musik dan suara merdu anak muda ini.

"Bagus... suaranya sangat bersih dan tekniknya sudah bagus," gumam DJ Khalid yang biasanya keras pun tampak terkesan.

Setelah penampilan singkat itu usai, tepuk tangan langsung meledak memenuhi studio.

"LUAR BIASA!!!" seru William Cross. "Gimana para juri? Peserta terakhir kita ini bener-bener penutup yang manis kan?"

"Benar-benar memukau," kata Madame Elena mengangguk puas.

"Teknik vokalmu sudah sangat matang, permainan gitarmu juga enak didengar. Tapi jujur saja... melihat penampilanmu yang sudah setingkat ini, saya kira kamu sudah berusia di atas 17 atau 18 tahun ya. Berapa usiamu sebenarnya, Alfian?"

Pertanyaan itu membuat Alfian tersenyum tipis.

"Saya baru berusia 13 tahun, Bu."

"HAH?! 13 TAHUN?!"

Semua juri serentak kaget dan langsung membulatkan mata. Bahkan Stella Maris selaku juri tamu pun menutup mulutnya kaget.

"Ya ampun... bercanda kamu? 13 tahun tapi tingginya segitu dan suaranya sudah selesai begini?!" seru Master Rein tak percaya.

"Ini adalah faktor genetik, pak." Jawab Alfian dengan senyum kecil yang lembut.

"Monster kecil ini... sungguh mengejutkan," komentar Miss Catherine.

"Wow... luar biasa. Lalu, agensi mana yang melatihmu dengan sangat baik sampai bisa bermain musik dan bernyanyi sebaik ini? Atau kamu belajar di sekolah musik khusus?" tanya Mr. Theo penasaran.

Alfian menunduk sedikit, lalu menjawab dengan jujur dan tenang.

"Saat ini saya berada di bawah naungan Lucifer Entertainment, Tuan."

"OHHH! LUCIFER ENTERTAINMENT! Itu kan perusahaan yang lagi naik daun itu!" seru penonton.

"Begitu ya... tapi bagaimana dengan latihanmu sebelumnya? Karena skill dasar sebaik ini tidak didapatkan dalam semalam," tanya Madame Elena lagi lembut.

Alfian menghela napas pelan, lalu mulai menceritakan kisahnya.

"Sebelum masuk agensi, saya belajar semuanya secara otodidak, Pak, Bu. Saya belajar dari internet, dan melihat orang lain bermain."

"Tapi jujur, saya merasa jalan saya buntu. Saya tahu ada level yang lebih tinggi, tapi saya tidak punya akses dan biaya untuk belajar lebih dalam."

Wajah Alfian terlihat tulus saat bercerita.

"Dulu saya berhenti sekolah karena kondisi ekonomi keluarga. Ibu saya memiliki penyakit yang mengharuskannya sering berobat, dan saya punya adik perempuan yang baru mulai masuk sekolah."

"Sebagai kakak laki-laki, saya harus bekerja keras mencari uang untuk membiayai hidup mereka dan menyekolahkan adik saya."

Suasana di studio menjadi hening dan haru mendengar cerita itu.

"Selama itu saya hampir menyerah untuk mengejar mimpi musik saya. Tapi... takdir berkata lain. Saya bertemu dengan Tuan Ethan Lucifer."

"Beliau melihat potensi saya, menerima saya, dan memberikan saya tempat untuk belajar dengan benar."

"Di sana lah saya akhirnya bisa mempelajari musik ke level yang lebih tinggi, memperbaiki teknik, dan berkembang menjadi seperti sekarang ini. Saya sangat bersyukur," jelas Alfian dengan mata yang berbinar.

Para juri tampak terharu dan semakin menghormati anak muda ini.

"Kisah yang sangat kuat... dari nol, berjuang sendiri, bekerja keras demi keluarga, dan akhirnya bertamu peluang," komentar Stella Maris tersenyum bangga.

"Kamu anak yang baik, Alfian. Pertahankan semangat itu."

"Terima kasih," jawab Alfian sopan.

"Baiklah! Sungguh penampilan dan cerita yang luar biasa dari peserta terakhir kita!" seru William Cross kembali mengambil alih suasana.

"Kalian sudah mendengar dan melihatnya! Bakat alami, kerja keras, dan semangat yang membara! Mari kita lihat keputusan para juri untuk Alfian Vale!!!"

"Baiklah... saatnya kita melihat keputusan para juri yang telah menilai penampilan dan perjalanan hidup Alfian Vale!" seru William Cross dengan semangat yang membara.

Seluruh ruangan menjadi hening seketika. Jantung semua orang berdegup kencang, menanti lampu indikator di depan meja juri menyala.

🔴🔴🔴🔴🔴🔴

(Layar masih gelap)

"Silakan para juri, tekan tombol keputusan kalian sekarang!"

CLICK! CLICK! CLICK! CLICK! CLICK! CLICK!

Satu per satu tombol ditekan, dan seketika itu juga...

🟢🟢🟢🟢🟢🟢

ENAM LAMPU HIJAU MENYALA BERSAMAAN!!!

"WOOOOOOOAAAAHHHHHH!!!!!" teriak seluruh penonton serentak, berdiri dari tempat duduk mereka memberikan tepuk tangan meriah dan standing ovation!

"LUAR BIASA!!! ALL PASS!!!"

"Tidak salah lagi, dia memang jenius!"

Di meja juri, semua terlihat sangat puas.

▪︎Madame Elena Morris: "Suaramu menyentuh hati, anak muda. Teknik vokal yang kamu miliki adalah anugerah. Lulus dengan sangat mudah!" 🟢

▪︎Master Rein Carte: "Meskipun baru menampilkan hobi, postur dan karismamu di panggung sudah kelas dunia. Sangat menjanjikan!" 🟢

▪︎DJ (DangJeon) Khalid: "Warna suaramu unik dan dalam. Cocok sekali untuk menyanyikan lagu sedih atau R&B. Respect sama perjuanganmu!" 🟢

▪︎Mr. Theo Leonhart: "Bisa main gitar, menulis lagu, vokal bagus... bahan baku produser dan idol yang sempurna. Aku suka sekali!" 🟢

▪︎Miss Catherine: "Visualnya tinggi besar, wajahnya tampan, sopan santunnya terjaga. 100 poin untuk visual dan karisma!" 🟢

▪︎Stella Maris (Juri Tamu): "Suaramu membersihkan telinga kami. Kamu punya bakat alami yang harus dijaga. Selamat ya, nak!" 🟢

"Enam lampu hijau! Enam dari enam! Artinya ALFIAN VALE RESMI LOLOS KE BABAK SELANJUTNYA DENGAN NILAI SEMPURNA!!!" seru William Cross bersorak.

Alfian tersenyum lebar, wajahnya berseri-seri penuh rasa syukur. Dia membungkuk dalam berkali-kali. "Terima kasih banyak! Terima kasih!"

Namun, kejutan belum berakhir di situ.

"Dan ingatlah para juri dan penonton... hari ini kita memiliki fitur spesial dari para investor di balkon VIP!" seru William Cross lagi.

"Apakah ada yang berkesan cukup untuk mendapatkan GOLDEN TICKET?"

Semua mata tertuju ke arah area tinggi tempat duduk Ethan dan Arthur, dan perwakilan investor lainnya.

Ethan Lucifer yang duduk dengan tenang, kini tersenyum banget melihat anak didiknya berhasil. Dia tidak main-main, dia langsung menekan tombol emas di hadapannya.

BERSERRRRTTT!!! 🟡✨

Sinar cahaya emas memancar dari layar besar menunjuk ke arah Alfian!

"GOLDEN TICKET!!! DARI TUAN ETHAN LUCIFER!!!"

Belum selesai kaget, di sebelahnya Arthur Lesson juga ikut menekan tombol yang sama dengan senyum lebarnya.

DOUBLE GOLDEN TICKET!!! 🟡🟡✨✨

"DUA GOLDEN TICKET SEKALIGUS!!! WOOOOWWW!!!"

"Gila! Dapat Golden Ticket dari Bos Muda dan Investor sekaligus! Itu keberuntungan terbesar!"

"Berarti dia sangat berharga bagi mereka!"

William Cross pun tertawa kegirangan melihat hal itu. "Wah! Ini sejarah baru! Mendapatkan enam lampu hijau ditambah dua Golden Ticket! Sungguh penampilan yang sempurna!"

"Alfian Vale! Kamu tidak hanya lolos, tapi kamu juga mendapatkan perlindungan khusus dan perhatian penuh dari investor besar! Selamat ya!"

Alfian menatap ke arah balkon VIP, melihat Ethan dan Arthur yang sedang tersenyum dan memberikan tanda jempol padanya. Hati anak itu terasa hangat dan penuh semangat.

"Terima kasih... terima kasih semuanya!" ucapnya lirih namun penuh keyakinan.

"Baiklah! Seleksi tahap awal hari ini resmi selesai! Alfian Vale menjadi penutup yang luar biasa! Sampai jumpa di babak selanjutnya!"

***

Pada saat itu rekaman perkenalan dan hobi ini selesai di rekam, Sutradara mengedit rekaman itu untuk episode awal, kemungkinan besar adalah episode 00 dimana Shine The Star sudah mulai.

Sutradara Louis memberikan arahan, sutradara utama acara variety show ini. "Edit bagian ini ke bagian setelah penampilan, atur yang ini menggunakan pencahayaan untuk menonjolkan cahaya dari rekaman."

Kemudian Sutradara Louis pindah ke sampingnya, pembuatan Teaser Shine The Star. "Tambahkan waktu tayang di akhir teaser."

"Baik," jawab editor itu dan teasernya di mulai.

[ MULAI TEASER ]

🎵 (Musik pembuka instrumental yang berat, epik, dan misterius mulai terdengar. Dum... dum... dum...) ⚫⚪⚫

VISUAL 1: PEMBUKAAN

▪︎Layar hitam pekat. Tiba-tiba cahaya sorot tunggal yang sangat terang menyala dari atas (Spotlight).

▪︎Terlihat siluet hitam seseorang berdiri tegak di tengah kegelapan. Bayangannya terlihat sangat tinggi dan gagah.

▪︎Kamera berputar lambat di sekelilingnya. Asap putih tipis mengepul di lantai panggung, membuat suasana jadi magis dan misterius. ✨🌫️

TULISAN MUNCUL DI LAYAR:

150 BIBIT UNGGUL

BERSAING UNTUK SATU IMPIAN

MOMEN KETEGANGAN

•Potongan-potongan adegan cepat:- Tangan-tangan yang mengepal kuat karena gugup.

•Mata yang berbinar tajam penuh determinasi.

•Sepatu menari yang menghentak lantai panggung dengan kuat.

•Keringat yang menetes di pelipis. 💧

•Suasana terlihat sangat serius, profesional, dan penuh persaingan sehat.

TULISAN MUNCUL:

SIAPKAN DIRIMU...

UNTUK BERSINAR ATAU GELAP SELAMANYA. ⚡

PENAMPILAN ALFIAN (THE HIGHLIGHT)

▪︎Visual berubah menjadi lebih terang namun tetap dramatis.

▪︎Terlihat Alfian Vale melangkah maju. Kamera ambil sudut bawah (Low Angle) bikin dia kelihatan makin tinggi dan gagah kayak raja muda. 👑

▪︎Adegan Slow Motion: Saat dia mengangkat wajahnya, rambutnya sedikit tertiup angin panggung, tatapannya tajam menusuk ke lensa kamera.

▪︎Terlihat dia duduk memetik gitar dengan santai namun mahir, lalu close up saat matanya terpejam bernyanyi dengan perasaan yang mendalam. 🎸🎤

TULISAN BESAR MUNCUL:

# MONSTER BARU LAHIR

# 13 TAHUN - 178 CM

# SUARA EMAS YANG MENYENTUH HATI 💛

REAKSI & KEPUTUSAN

•Terlihat wajah para Juri yang terbelalak kaget, mulut terbuka lebar tak percaya. 😱

•Adegan cepat: Jari-jar menekan tombol!

•BEEP! BEEP! BEEP!

•Enam lampu hijau menyala serentak dalam satu frame, sangat memuaskan mata! 🟢🟢🟢🟢🟢🟢

•Lalu visual berubah jadi warna EMAS yang menyilaukan!

•Terlihat Ethan dan Arthur duduk gagah di balkon VIP, lalu menekan tombol emas bersama-sama. 🟡👑

TULISAN:

ALL PASS!

DOUBLE GOLDEN TICKET!

LEVEL YANG BERBEDA! 🚀

PENUTUP

•Alfian membungkuk dalam dengan penuh hormat, lalu tersenyum tipis ke arah kamera.

•Logo acara muncul dengan animasi keren dan berkilau.

✨ SHINE THE STAR ✨

SIAPKAN DIRIMU UNTUK TERKEJUTKAN!

📅 TAYANG PERDANA: 7 MEI

📺 HANYA DI NATIONAL TV AURELIA & STARLIVE+

🎵 (Musik memuncak lalu berhenti tiba-tiba dengan suara "SHINE!" yang echo).

"Bagus, riliskan hari ini Teasernya," kata Sutradara Louis, semua staff mengangguk, dan melakukan tugas mereka masing masing dengan pengawasan Sutradara.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!