NovelToon NovelToon
Cleaning The Thorne'S Empire

Cleaning The Thorne'S Empire

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Penyesalan Suami / Action
Popularitas:694
Nilai: 5
Nama Author: Chi Chi chantika

Alistair Thorne, bos mafia London yang kaku dan perfeksionis, bertemu dengan Sloane Sterling, gadis jalanan galak yang ahli bersih-bersih tapi ceroboh luar biasa. Pertemuan mereka terjadi di tengah baku tembak, di mana Sloane justru memarahi Alistair karena mengotori lantai yang baru ia pel.

Terpikat oleh keberaniannya, Alistair membawa Sloane pulang sebagai asisten rumah tangga. Hidup sang bos dingin pun berubah jadi kacau: ia terus diteriaki karena menaruh jaket sembarangan dan terpaksa turun tangan ke dapur setiap kali Sloane hampir membakar rumah saat memasak. Di antara desingan peluru dan omelan sehari-hari, dimulailah kisah cinta yang lucu, kaku, dan penuh aksi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chi Chi chantika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pelarian dan Pondok Berdebu

Malam di London terasa seperti bara api yang baru saja disiram air dingin. Asap masih membubung tinggi dari gerbang Mansion Thorne yang hancur, sementara sebuah SUV antipeluru berwarna hitam meluncur kencang membelah kegelapan menuju arah selatan.

Di balik kemudi, Elena Vost bekerja dengan efisiensi yang menakutkan. Saat serangan "Unit Pembersih" milik Silas Thorne tadi meledak, Elena adalah orang pertama yang menerjang ke garis depan. Ia menahan gempuran utama di aula depan dengan tembakan balistik yang presisi, membiarkan dirinya menjadi target umpan agar Alistair memiliki waktu untuk menjangkau Sloane di zona aman. Elena baru saja bergabung kembali dengan mereka di titik ekstraksi setelah memastikan tidak ada musuh yang membuntuti, meskipun ada goresan peluru di bahu seragam taktisnya.

"Perimeter belakang bersih, Tuan Thorne. Saya sudah menanam pengacau sinyal di sepanjang jalur M25. Mereka tidak akan bisa melacak koordinat GPS mobil ini selama enam jam ke depan," lapor Elena dengan suara datar tanpa emosi, seolah-olah ia baru saja menyelesaikan belanja mingguan, bukan pertempuran hidup dan mati.

Alistair duduk di kursi belakang, napasnya masih sedikit berat. Tangannya yang masih memegang pistol diletakkan di atas lutut, sementara tangan lainnya merangkul bahu Sloane Sterling dengan sangat erat—seolah-olah melepaskan gadis itu sedetik saja akan membuat dunia meledak.

Sloane, yang biasanya tidak bisa diam, kini tampak sedikit gemetar. Ia masih memegang botol semprotan disinfektan di tangannya seperti sebuah jimat pelindung. Pakaiannya terkena noda abu, dan rambutnya sedikit berantakan.

"Alistair," bisik Sloane, suaranya parau. "Elena... dia berdarah di bahunya. Kenapa dia diam saja seperti robot yang baterainya hampir habis?"

Alistair melirik ke arah Elena melalui spion tengah. "Elena dilatih untuk mengabaikan rasa sakit demi keberhasilan misi, Sloane. Dia adalah tameng yang memastikan noda darah musuh tidak sampai menyentuh Anda."

Sloane mendongak, menatap wajah Alistair yang kaku namun penuh dengan kecemasan yang ditekan kuat-kuat. "Bukankah dia manusia juga seperti kita, Alistair! Bukan tameng baja! Dan kau... kau hampir saja tertembak di dapur tadi!"

Alistair tidak menjawab dengan kata-kata. Ia justru menarik Sloane lebih dekat ke dadanya, menenggelamkan wajah gadis itu di lekukan lehernya. Aroma mesiu dan keringat dari tubuh Alistair bercampur dengan aroma apel dari rambut Sloane. Di dalam kabin mobil yang sempit dan gelap itu, Alistair merasa jantungnya berdetak sangat kencang—bukan karena adrenalin pertempuran, tapi karena rasa takut yang luar biasa akan kehilangan mawar jalanan yang berisik ini.

"Diamlah, Sloane. Secara administratif... saya sedang melakukan kalibrasi denyut nadi Anda," gumam Alistair kaku, meskipun tangannya mengusap punggung Sloane dengan sangat lembut.dia berusaha menghibur Sloane, walaupun kata katanya terdengar kaku.

Setelah perjalanan tiga jam yang penuh ketegangan, mereka sampai di sebuah pondok batu tua yang tersembunyi di tebing pesisir Cornwall. Deru ombak Samudra Atlantik menghantam karang di bawah sana, menciptakan suara gemuruh yang menenangkan sekaligus menyeramkan, di situasi yang tegang saat itu.

"Pondok Persembunyian Sektor 7," Elena mengumumkan saat ia memarkir mobil di balik semak mawar liar. "Tempat ini tidak memiliki koneksi digital. Aman dari pelacakan Ayah Anda."

Alistair turun dan membukakan pintu untuk Sloane. Begitu mereka masuk ke dalam pondok, Alistair menyalakan lampu minyak tua. Cahaya redup itu mengungkapkan pemandangan yang membuat jantung Sloane hampir berhenti—bukan karena takut pada musuh, tapi karena horor yang lebih nyata.

"ALISTAIR THORNE! APA KAU BERCANDA?!" Sloane berteriak, suaranya menggema di ruangan sempit itu.

Alistair yang sedang memeriksa sudut jendela dengan waspada, tersentak. "Apa?! Apakah ada jejak inframerah?!"

"ADA! INFILTRASI DEBU TINGKAT NASIONAL!" Sloane menunjuk ke arah meja kayu tua yang ditutupi lapisan debu setebal satu sentimeter. Sarang laba-laba menggantung dengan santai dari langit-langit rendah, dan aroma lembap memenuhi udara. "Kau membawaku dari mansion mewah ke dalam gua penuh bakteri ini?! Ini bukan tempat persembunyian, ini adalah kamp pelatihan untuk kuman!"

Alistair menghela napas panjang, ia merasa kepalanya berdenyut. "Tempat ini sudah tidak dihuni selama lima tahun, Sloane. Keamanan taktis sering kali berbanding terbalik dengan kebersihan domestik." Mari kita fokus pada keselamatan mu.

Karena kelelahan yang luar biasa, Alistair melepaskan jaket jas taktisnya yang berat. Tanpa berpikir panjang, ia menyampirkannya di atas kursi kayu yang permukaannya sangat berdebu di samping perapian.

Sloane Sterling membeku. Matanya melotot tajam menatap jas mahal itu yang kini menyentuh lapisan debu purba di kursi tersebut.

"ALISTAIR... THORNE...!!!"

Alistair secara refleks menarik pisau dari sarung kakinya dan memutar tubuh dengan posisi kuda-kuda bertarung. "Di mana penyusupnya?! Lewat jendela atau pintu?!"

"DI ATAS KURSI ITU!" Sloane menunjuk dengan jarinya yang gemetar karena marah. "KAU! Kau baru saja selamat dari peluru, dan sekarang kau mau menghancurkan jas mahalamu dengan debu lima tahun ini?! Apa kau tidak punya otak kebersihan sama sekali?! Kau mau jasmu jadi sarang kutu?!"

Alistair menatap pisaunya, lalu menatap kursinya, lalu menatap Sloane yang kini tampak jauh lebih berenergi daripada saat di mobil tadi. Ia menurunkan pisaunya, bahunya merosot pasrah. Sebuah senyum tipis yang penuh kelelahan namun tulus muncul di wajahnya.

"Saya... saya lupa secara strategis bahwa Anda adalah penguasa kebersihan, Nona Sterling," gumam Alistair.

"Strategis matamu! Ambil jas itu sekarang! Gantung di paku luar! Dan jangan berani-berani duduk di sofa itu sebelum aku menyikatnya!" Sloane menyambar botol disinfektannya dari tas, siap melakukan invasi.

Elena yang baru masuk setelah mengunci gerbang luar, menatap pemandangan itu dengan bingung. "Tuan Thorne, apakah saya perlu melakukan tindakan penetralan terhadap Nona Sterling? Tingkat volumenya mengganggu sensor pendengaran saya."

Alistair menggeleng pelan sambil mengambil kembali jasnya. "Jangan, Elena. Itu adalah suara kehidupan di rumah ini. Biarkan saja,jika kau masih ingin pendengaran mu berfungsi."

Alistair mendekati Sloane, memegang bahunya agar gadis itu berhenti menyemprotkan cairan lemon ke udara sejenak. Ia merunduk dan mencium kening Sloane dengan lembut—sebuah kecupan yang menenangkan badai amarah Sloane seketika.

"Istirahatlah dulu. Secara administratif, saya melarang Anda bekerja sebelum matahari terbit," bisik Alistair.

Sloane mematung, wajahnya memerah hingga ke telinga. Ia menyentuh keningnya dengan tangan yang masih memegang botol semprot. "I-iya... tapi jangan pikir aku akan membiarkanmu tidur di atas debu itu! Pergi sana, gantung jasmu!"

Alistair melangkah keluar dengan ringan, menyadari bahwa meskipun mereka sedang diburu oleh organisasi kriminal paling berbahaya, selama Sloane masih mengomelinya soal jas dan debu, maka dunianya masih dalam keadaan baik-baik saja.

To be continued....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!