NovelToon NovelToon
Sistem Menantu Dewa: Membalas Dendam Dalam 3 Hari

Sistem Menantu Dewa: Membalas Dendam Dalam 3 Hari

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Andrean Matabuh

Selama dua tahun pernikahan, Adrian hidup layaknya sampah di keluarga besar istrinya, keluarga Wijaya. Diinjak-injak, dihina, dan dipaksa merangkak bagai anjing hanya demi sekeping uang untuk pengobatan ibunya yang sekarat, Adrian mencapai batas kesabarannya. Namun, tepat di titik terendah hidupnya, sebuah suara mekanis menggema di kepalanya: 'Sistem Penguasa Dewa Berhasil Diaktifkan.'

Bermodalkan dana instan sebesar 10 miliar rupiah di hari pertama dan misi-misi ajaib dari sistem, Adrian bangkit dari statusnya sebagai menantu sampah. Dalam waktu singkat, dia membalikkan keadaan, menguasai roda ekonomi kota, dan membuat orang-orang yang dulu menghinanya berlutut memohon ampun.

Dunia mengiranya hanya seorang menantu miskin yang tidak berdaya, tanpa tahu bahwa di balik layar, Adrian adalah "Dewa" yang mengendalikan segalanya dari kegelapan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andrean Matabuh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27: Era Baru Kedamaian

Salju di puncak pegunungan Alpen, Swiss, perlahan mulai mereda, menyisakan hamparan putih bersih yang memantulkan sinar matahari pagi yang cerah. Di dalam Kastil Elysium yang kini telah sepenuhnya dibersihkan dari aura penindasan kuno, atmosfer ketegangan yang mencekam selama ratusan tahun telah berganti dengan keheningan yang damai. Dokumen pengakuan kepatuhan global yang telah ditandatangani oleh sepuluh kepala keluarga The Archon kini tersimpan rapi di dalam sistem enkripsi satelit kuantum Asura-Alpha, menjadi bukti otentik bahwa seluruh aset finansial, jaringan logistik, dan cadangan emas dunia telah berpindah kendali ke dalam genggaman Wijaya Imperium.

Aku berdiri di balkon luar kastil kuno tersebut, mengenakan jubah wol tebal berwarna hitam, menatap ke arah lembah pegunungan yang membentang luas di bawah sana. Angin dingin yang berembus tidak lagi terasa menusuk kulit, melainkan terasa seperti pelukan alam yang menyambut kedatangan sang penguasa barunya yang sejati.

Sesosok tubuh anggun melangkah perlahan dari balik pintu kaca tebal, berjalan mendekat dengan langkah kaki yang sangat ringan tanpa suara. Kirana, mengenakan mantel wol panjang berwarna krem lembut yang senada dengan warna salju, langsung menyandarkan kepala indahnya di bahu kokohku. Rambut panjangnya yang hitam berkilau sedikit bergoyang ditiup angin pagi, memancarkan aroma wangi bunga lavender yang selalu menenangkan jiwaku di setiap situasi.

"Adrian..." suara Kirana terdengar sangat lembut, seolah-olah takut merusak kesunyian pagi yang begitu indah dan magis ini. "Semua jaringan perbankan di Paris, London, dan Tokyo pagi ini telah memperbarui sistem mereka secara otomatis. Tidak ada lagi fluktuasi pasar yang gila, tidak ada lagi manipulasi modal dari para spekulan barat.

Asura Digital Bank telah menstabilkan seluruh sistem ekonomi dunia dalam waktu semalam. Semua orang di tanah air... kakek, bibi, dan seluruh staf kita di Jakarta, mereka menangis haru saat melihat laporan kepemilikan global kita."

Aku merangkul bahunya yang hangat, mengecup pucuk kepalanya dengan penuh kasih sayang yang mendalam. "Semua ini adalah hasil dari air mata dan perjuanganmu selama ini, Kirana. Ketika kita pertama kali memulai perjalanan ini di ruang kecil kantor cabang Wijaya Group yang hampir bangkrut di Jakarta, aku sudah berjanji di dalam hatiku bahwa aku akan membawamu berdiri di titik tertinggi di mana tidak akan ada lagi satu pun manusia di bumi ini yang berani menghina atau menyakitimu."

[Ding! Seluruh Rangkaian Misi Utama 'Sistem Penguasa Dewa' Telah Diselesaikan dengan Sempurna!]

[Evaluasi Akhir Tuan Rumah: Mutlak, Sempurna, dan Tak Tertandingi sepanjang sejarah peradaban!]

[Status Sistem: Mode Pemeliharaan Kedamaian Otomatis Diaktifkan. Saldo Tanpa Batas (Infinity Balance) akan tetap aktif selamanya untuk mendukung kesejahteraan seluruh umat manusia di bawah naungan Wijaya Imperium!]

Mendengar suara digital dari Sistem Penguasa Dewa yang kini terdengar jauh lebih lembut dan damai di dalam benakku, aku mengembusen napas panjang yang sangat lega. Beban berat dari rantai misi taktis dan pertempuran saraf yang melelahkan selama berbulan-bulan ini akhirnya telah diangkat sepenuhnya dari pundakku. Sistem ini tidak lagi memberikan tuntutan waktu yang ketat atau ancaman hukuman yang mengerikan, melainkan telah menyatu sempurna menjadi pelindung abadi bagi seluruh keluarga kecil kami.

"Lalu, apa rencana kita setelah semua ini selesai, Adrian?" Kirana mendongak, menatapku dengan mata bulatnya yang berbinar terang, memancarkan kombinasi rasa cinta yang teramat dalam dan kedamaian batin yang sejati. "Dunia sudah aman, semua musuh kita telah hancur dan berkutut tanpa daya. Apakah kita akan tetap tinggal di istana-istana megah di luar negeri ini?"

Aku menyunggingkan senyum tipis yang hangat, senyuman yang kini tidak lagi menyimpan hawa pembunuh atau dinginnya taktik bisnis yang kejam. Aku membalikkan tubuhku menghadapi Kirana, menggenggam kedua tangan halusnya yang terasa sedikit dingin karena cuaca musim dingin Swiss yang ekstrem.

"Tidak, Kirana," jawabku dengan nada suara yang sangat mantap dan penuh kepastian. "Tempat terbaik untuk menikmati kemenangan adalah rumah kita sendiri. Kita akan segera kembali ke Indonesia. Kita akan membangun sebuah vila peristirahatan yang tenang di tepi pantai Pulau Ranai, dekat dengan pusat kendali *Asura Space*. Di sana, kita bisa melihat matahari terbit setiap pagi tanpa harus memikirkan draf dokumen korporasi, ancaman faksi musuh, atau pengkhianatan orang lain."

Kirana tersenyum sangat lebar, sebuah senyuman termanis yang pernah kulihat sepanjang hidupku, yang membuat seluruh keindahan salju Alpen di sekeliling kami mendadak kehilangan kilaunya. Air mata kebahagiaan yang murni perlahan mengalir di pipi mulusnya, namun kali ini bukan karena rasa sakit atau syok, melainkan karena kelegaan yang amat sangat mendalam setelah badai besar berlalu.

"Aku ikut ke mana pun kamu pergi, Adrian," bisik Kirana lembut, merapatkan tubuhnya ke dalam dekapan dadaku, mendengarkan detak jantungku yang berdegup stabil dan menenangkan jiwanya. "Bagiku, puncak tertinggi dunia ini bukanlah kastil kuno ini atau takhta finansial Wall Street. Puncak tertinggi dan tempat teraman bagiku adalah di dalam pelukanmu selamanya."

Dari kejauhan, di atas langit biru pegunungan Alpen, sebuah jet pribadi mewah berlogo jangkar emas Wijaya Imperium perlahan mendarat di landasan privat kastil, bersiap untuk membawa sang penguasa sejati kembali ke tanah kelahirannya di Nusantara.

Perjalanan panjang seorang menantu yang dulunya dihina, diinjak-injak harga dirinya, dan dianggap sebagai sampah yang tidak berguna oleh semua orang, kini telah resmi berakhir dengan cara yang paling terhormat dan agung. Di bawah langit dunia yang baru, di dalam pelukan hangat istri tercintanya, Adrian Pratama telah menuliskan kata penutup dari babak pembalasan dendamnya yang sempurna, dan membuka lembaran pertama dari sebuah era baru yang dipenuhi oleh kedamaian, kebahagiaan, dan cinta yang abadi selamanya.

1
Darns Jabat
👍
Andrean Matabuh: terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!