NovelToon NovelToon
Kisah Perjalanan Hidup Aira

Kisah Perjalanan Hidup Aira

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Balas Dendam / Penyelamat
Popularitas:41
Nilai: 5
Nama Author: pena merpati

seorang anak yang harus menjadi korban perceraian orang tua nya,hidup dengan nenek dan kakek dengan begitu banyak cemoohan dari orang orang maupun teman-teman nya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pena merpati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 30

Aira melihat sang nenek tersenyum kearah nya sambil duduk di bangku ,setelah itu Aira pun terbangun dan ternyata itu sudah pagi. Aira pun terduduk di kasur nya sambil mengingat mimpi indah nya yang ditemui oleh sang nenek yang amat ia sayangi itu.

Aira pun bergegas turun dari kasur nya tak lupa ia juga membersihkan tempat tidur nya dan juga melipat selimut nya agar rapi,setelah selesai Aira pun pergi mencuci muka nya lalu membersihkan rumah dari menyapu,mencuci piring dan mencuci baju ,soal memasak adalah Eka dan Aira hanya sekedar membantu ataupun melihat sehingga ia juga bisa sambil belajar memasak.

Saat memasak antara Eka dengan Aira tidak ada percakapan ,Aira pun mencoba mencairkan suasana ia mengatakan bahwa semalam ia memimpikan bertemu sang nenek .

"Bu Aira semalam bermimpi bertemu nenek,nenek terlihat tersenyum pada aira nenek juga menggunakan bahu putih dan bersih ,dan nenek di kelilingi oleh cahaya putih yang sangat menyilaukan mata"ucap Aira

"Ibu tidak pernah sama sekali bermimpi tentang nenek mu"ucap Eka

"Hem entahlah tapi Aira sangat merindukan nenek"ucap Aira sambil menerawang saat dimana sang nenek menghembuskan nafas terakhirnya namun Aira tak berada di samping sang nenek bahkan ia juga tak bisa mengantarkan sang nenek ke peristirahatan terakhir nya,itu adalah hal yang yang paling Aira sesali .

Setelah itu pun tak ada lagi percakapan antara ibu dan anak, Aira yang sudah selesai membantu ibu nya pun keluar dari dapur dan pergi ke kamar nya sebentar.

Saat berada di kamar Aira pun melihat foto sang nenek dengan membelai foto tersebut,Aira pun meneteskan air mata nya ia masih tak menyangka bahwa sang nenek yang selalu ada untuk nya kini sudah pergi jauh bahkan tak akan pernah kembali lagi.aira pun memeluk foto sang nenek.

.

.

.

.

.

Hari pun terus berlanjut penderitaan yang Aira hadapi pun dan rasa sakit terus ia rasakan dalam hidup nya. Di mana saat malam hari ia mendengar orang tua nya bertengkar entah apalagi kali ini yang jadi permasalahan nya Aira sudah terbiasa mendengar ini ia pun tak ambil pusing dan membiarkan saja ,Aira sudah tak perduli dengan apa yang orang tua nya pertengkarkan.

Namun setelah pagi hari Eka menceritakan kepada Aira bahwa Eka sudah lelah dengan sikap Arif,Aira pun hanya menjadi pendengar untuk ibu nya walau bagaimanapun Aira tau bahwa berada di posisi sang ibu nya tak akan pernah mudah,namun berada di posisi Aira juga tak kalah mudah nya. Aira yang sudah lelah mendengar keluh kesah ibu nya soal suaminya itu pun mengatakan kepada ibu nya.

"Bu,lebih baik ibu pisah saja dengan ayah Arif dari pada ibu terus bertahan tetapi ibu tersakiti,ia bahkan sering melukai fisik ibu"ucap Aira

"Tapi nak,jika ibu berpisah dengan nya bagaimana dengan adik mu Amanda. Jika nanti ayah mu meminta hak asuh Amanda bagaimana dengan kehidupan Amanda kamu tau sendiri bahwa ayah mu itu keras,setiap marah selalu melampiaskan kepada orang lain jika ia melampiaskan kekesalannya pada Amanda lalu ia benar membunuh adikmu bagaimana,ibu takut"ucap Eka

(Bu ,ibu selalu memikirkan Amanda bahkan ibu takut jika Amanda di sakiti oleh ayah Arif,ibu mengkhawatirkan hidup Amanda,,,namun ibu juga lupa bahwa aku ini juga putrimu bu,aku tersiksa ketika setiap hari melihat ibu menangis,melihat ibu di sakiti oleh ayah Arif di depan mata ku sendiri bahkan aku tak bisa apa-apa kecuali diam,ibu bahkan selalu menuntut aku harus bisa segala hal,harus selalu mengalah,sabar,selalu berfikir dewasa sebelum waktunya,andai ibu tau sebenarnya aku juga sangat lelah bu,ibu tak pernah sekalipun sekarang memikirkan perasaan ku bahaimana dengan apa yang aku rasakan ibu bahwa tak pernah menanyakan nya,,ketika aku ingin bercerita ibu selalu mengatakan untuk tidak selalu membebani ibu,selama ini aku selalu memendam apapun sendiri Bu,aku ingin kita seperti dulu,aku juga ingin seperti teman-teman ku yang lain bi, menikmati masa-masa anak-anak dan remaja).

Aira pun hanya mampu membatin hal tersebut,sebenar nya ia sangat ingin mengatakan semua hal yang ia rasakan namun mengingat ucapan sang ibu ia urungkan niat tersebut ,sehingga aira kini sudah terbiasa dengan apa-apa sendiri,bahkan Aira merasa bahwa ia bisa tanpa bantuan dari orang lain ia pun tak pernah lagi menjadi lebih terbuka kapada ibu nya tentang segala hal . Aira pun semakin bersikap tak perduli dengan keadaan nya ,ia sudah cukup bersabar selama ini.

"Jika ibu takut hak asuh jatuh ke tangan ayah Arif,di sini banyak yang mau menjadi saksi bahwa ayah Arif pernah mencelakai Amanda Bu,bahkan banyak juga yang bersedia menjadi saksi"ucap Aira yang sebenarnya ia mempunyai bukti saat ayah nya itu melakukan kekerasan fisik terhadap adiknya Amanda,Aira yang saat itu berada di kamar dan sudah sangat capek dengan sikap ayah tiri nya tersebut merekam diam-diam saat Arif menarik tangan Amanda dengan kasar,bahkan menampar pipi Amanda ,hingga berusaha membunuh adik Aira tersebut..

Amanda yang saat itu berumur 1 tahun pun hanya menangis merasakan sakit,ia pun menjadi takut ketika berdekatan dengan ayahnya sendiri. Namun Eka selalu menyakinkan Amanda bahwa semua akan baik-baik saja.

Aira selalu merasa bahwa hidupnya tak akan  pernah merasakan kebahagiaan,apalagi dengan ia berada di rumah yang selalu mendengarkan bahkan melihat secara langsung kekerasan dalam rumah tangga ibu nya,itu yang membentuk jiwa dalam diri Aira terguncang ,namun Aira selalu mengatakan kepada diri nya sendiri bahwa semua akan berlalu dan ia hanya cukup menjadi kuat untuk di masa depan dan terus berjuang untuk bangkit tanpa adanya putus asa,meskipun terkadang saat depresi itu muncul ia selalu kehilangan kendali dalam emosi nya,hingga menyebabkan ia menyakiti diri nya sendiri dan juga berniat mengakhiri hidupnya .

Sudah berkali-kali Aira mencoba untuk memulai tangan nya tepat di nadi nya namun tak pernah berhasil pernah juga Aira berfikir untuk menggntung diri nya ,namun segera ia tersadar bahwa ia masih punya Tuhan yang akan selalu bersama nya.

Hari pun terus berganti ,bulan pun terus berganti dan tahun pun terus berganti,kini Aira sudah duduk di bangku kelas 3 SMP. Saat kelas tiga ini lah Aira bertemu dengan seorang laki-laki yang bernama Reyhan ia adalah teman satu kelas dari santi teman Aira.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!