"Tega kamu, Mas." Kanaya menatap suaminya dengan sorot mata yang tenang namun penuh luka. Kecewa luar biasa wanita itu rasakan setelah tau kalau suaminya ternyata sudah menikah dan memiliki istri lain tanpa sepengetahuannya.
"Aku minta maaf, aku tau kamu kecewa. Tapi ini semua udah terlanjur terjadi, aku harap kamu bisa berlapang dada menerima istri baruku." Jawab Andra dengan nada bersalah.
Tapi Kanaya tau, suaminya itu tidak benar-benar menyesal. Sedikit pun.
Siang dan malam ia berdo'a kepada Tuhan, meminta kelimpahan dan kelancaran untuk bisnis juga rezeki suaminya.
Tapi ketika pria itu benar-benar diberi kekayaan, ia malah menduakannya diam-diam.
Kanaya tidak akan diam aja, ia akan membalasnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuna_Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TIGA PULUH LIMA
Ayah mertuanya itu mengangguk-anggukan kepalanya sambil menatap Kanaya senang. Daris jelas bahagia karena dirinya merasa didukung penuh oleh sang menantu.
"Iya siap, Kanaya. Terima kasih banyak ya, nanti kalau Ayah ada butuh sesuatu Ayah kasih tau kamu." Ucap Daris sambil mengacungkan ibu jarinya ke arah Kanaya.
"Ayah keliatan seneng banget, keliatan beberapa taun lebih muda. Pasti Esme bikin bahagia banget ya?" Pancing Kanaya semakin menjadi-jadi.
Wanita itu hampir saja tertawa terbahak-bahak saat melihat ayahnya yang tersipu malu seperti remaja kasmaran, ia mengibaskan tangannya ke arah Kanaya sembari tertawa salah tingkah.
Menjijikkan sekali memang ucap Kanaya di dalam hatinya.
"Ah, bisa aja kamu. Tapi memang benar, Esme bikin Ayah seneng banget. Dia positif, nggak pernah marah-marah dan selalu lembut. Kalau minta sesuatu juga pasti baik-baik, dia juga pengertian. Esme suka ajak Ayah buat jalan-jalan sambil kadang bahkan ajakin Ayah perawatan, dia bikin Ayah ngerasain hal-hal yang dulu Ayah nggak pernah coba. Ayah ngerasa hidup dan muda lagi kalau lagi sama dia,..."
Jujur Daris terus terang, pria itu menatap ke arah depan dengan sorot mata menerawang seolah-olah ia sedang memutar ingatan dan memorinya saat bersama Esmeralda.
"Wah, bagus dong kalau gitu. Pantesan Ayah keliatan lebih muda dan makin seger semenjak sama dia. Pasti happy banget ya,..." Jawab Kanaya semakin memanas-manasi.
Di dalam hatinya Kanaya benar-benar memuji kemampuan Esmeralda dalam menjebak Daris.
Hanya dalam waktu yang terbilang sangat singkat, Daris seolah sudah terpenjara di dalam pesona Esmeralda yang tak terhindarkan.
"Iya,... Oh, iya Naya. Ayah mau ngomong sesuatu." Daris menurukan volume suaranya.
"Iya, kenapa? Ayah mau ngomong apa?"
"Nanti setelah Ayah nikah sama Esme, kamu bisa kan mengakrabkan diri ke dia? Ibu mertua kamu itu pasti nggak akan bisa nerima kehadiran Esmeralda begitu aja. Nisrin juga,... Dia pasti lebih berpihak ke ibu mertua kamu. Jadi satu-satunya sekarang harapan Ayah cuma kamu. Kamu mau kan akrab dan dekat sama Esme? Ayah nggak mau nanti dia merasa sendirian atau merasa nggak diterima sama sekali di keluarga ini." Pinta Daris.
"Ayah tau, pasti butuh waktu buat Ibu, Andra dan Nisrin terima Esme sepenuhnya. Tapi selama proses penerimaan itu, Ayah harap kamu bisa temenin Esme supaya dia nggak sedih." Sambung Daris membuat Kanaya hampir saja berdecak kagum.
Bukan pada Daris, tapi pada Esmeralda.
Di titik ini ia merasa bahwa Esmeralda bukan hanya pintar menggaet, tapi sepertinya wanita itu menggunakan susuk hingga laki-laki tua bangka di hadapannya ini bertekuk lutut.
"Oh, kalau masalah itu Ayah nggak usah khawatir. Ayah tenang aja, aku mau jadi temennya Esme dan mengakrabkan diri sama calon ibu mertua baru aku itu. Tenang, aman."
Kanaya mengibaskan tangannya sambil tertawa renyah, hati wanita itu sangat puas sekarang.
Meski pekerjaan Esmeralda belum sepenuhnya selesai, tapi hasilnya sejauh ini sudah sangat luar biasa memukau.
"Ngomong-ngomong, Ibu gimana? Ibu pasti nggak bisa diem dan terima gitu aja dengan keputusan Ayah menikah lagi. Di hari pernikahan nanti, gimana kalau Ibu ngelakuin sesuatu yang di luar kendali kita?"
Kanaya bertanya penasaran, ia menatap ke arah kamar tamu di mana ibu mertuanya itu tengah tidur istirahat bersama menantu kesayangannya.
Sepertinya mereka belum bangun karena jika sudah, ibu mertuanya itu sudah pasti meringsek keluar dan pastinya akan kembali mengamuk pada sang suami.