NovelToon NovelToon
Suksesnya Gadis Yang Di Hina

Suksesnya Gadis Yang Di Hina

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Anak Genius
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mama ende

"hai Anisa aku tidak mencari menantu yang hanya kerja jadi pelayan restoran,kamu sangat tidak pantas untuk anakku yang seorang polisi kamu hanya gadis miskin dari keluarga berantakan jangan harap kamu jadi istri benalu Bangi anak ku" itulah yang di katakan Bu ibunya mas Kaffa yang selalu ku ingat Sampai kapanpun

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 30 kebahagiaan ibu

      Tak lama terdengar bakso lek mirin lewat aku menghentikan ya kemudian aku pesan untuk sembilan porsi anggap saja ini tasyakuran berhasinya pembelian sawah

" Neng lek mirin kok sepetinya pernah lihat neng ya tapi lupa" kata dia

" Dulu waktu masih kecil biasa beli bakso seribu dapat pentol satu sama tahu dan mie saja kemudian di tambah nasi di belikan nenek Bira yang pelit" kata ku sambil berbisik

" Wah neng berubah banget dulu neng kecil hitam dan dekil ayah neng juga sering mengolok olok neng katanya dekil sekarang berubah seratus delapan puluh derajat neng cantik banget putih ayu tenan " kata lek mirin

" lek bisa saja bakso nya ku borong sekarang merayu dengan kata kata manis" jawabku

" Nik ini kamu bagikan ke semua orang di dalam kamu juga pesan sendiri saja atau tambah apa lagi" Kata ku

 " lek jual esnya juga" tanya ku

" nggk ada mbak belikan minumnya di toko depan air mineral atau apa" kata Ninik

" Iya belikan sepuluh botol air mineral" kata ku sambil memberikan uang lima puluh ribuan Ninik pun berjalan ke toko depan Tante Maya ikut membawakan bakso yang sudah di racik ke dalam mereka makan bakso di ruang tamu nenek kalau aku meracik sendiri bakso ku lebih satu porsi eh mas Bayu ikutan ambil tambahan dan Ninik datang bawa air mineral yang dia beli terus membagikan satu persatu kepada kami semua sembilan orang

     Sambil menunggu proses surat menyurat kami makan bakso aku makan di teras bersama Ninik dan mas Bayu ibu di dalam bersama yang lainya

" Nis bakso punya kamu kok banyak aku kurang nih" kata mas Bayu

" Kalau kurang tambah saja minta lek mirin nanti nisa yng bayar" kata ku santai

       Mas Bayu senang dia tambah lagi baksonya minta yang besar habis dua porsi padahal tadi sudah makan siang nanti pasti nggak makan malam

" kita makan di sini seperti waktu masih kecil" kata Ninik

" Tapi nenek pelit ngasih aku cuma satu pentol bakso" kata ku

" Sama aku juga di kasih satu mas Bayu yang di kasih dua" kata Ninik

" Iya sih tapi kebahagiaan itu nggak lama setelah Tante gundik merebut ayah karena ayah sudah nggak pernah ngajak aku ke sini lagi" jawabku sarkas

" Sekarang yang di rebut gundik papaku mbak dan berusaha di sembunyikan untung penyidik pintar mereka kena kan mama ibu rumah tangga biasa nggak mengerti kalau di tipu sekarang proses mengajukan cerai" kata Ninik

" itu kan kerjaan ku nik menemukan gundik bapakmu" kata batinku hehehe

 " pak berapa semua baksonya" kata ku pada pak mirin

" Punya mas Bayu dua porsi jadi dua belas ribu kali sepuluh seratus dua puluh ribu punya mbak Nisa tambah lima ribu jadi seratus dua puluh lima" kata penjual bakso aku pun membayar baksonya memang semua aku yng traktir biar malu dulu yang membelikan aku bakso seharga seribu.

" Nis terima kasih traktir baksonya" kata Tante Maya. Aku hanya mengaguk nenek menangis seperti menyesal

" Kalau kamu datang main ke rumah nenek ya" kata nenek sambil meneteskan air mata

" Iya nek " jawabku.Aku segera mencium punggung tangan nenek yang sudah keriput tangan ini dulu yang menjewer telinga ku kalau aku nggak nurut

   Karena urusan selesai kami semua pamit pak notaris mengucapkan terima kasih dia pulang sendiri dengan mobilnya.Karena canggung mas Bayu suruh aku yng mengemudi sama ibu di depan mas Bayu di belangkan sama pakde dan pak Slamet

". Kamu yang mengemudi nis masak juragan Amina di taruh di belakang biar dia di depan" kata mama Bayu sambil terkekeh

" Nis sawah itu bisa langsung di tanami karena baru saja panen biar pakde tebar benih dulu" kata pakde

" Iya pakde berkordinasi sama juragan Amina saja yang punya sawah" jawabku sambil terkekeh

" Bentar lagi bangun rumah pakde biar rumah Nisa bagus jadi juragan Amina semakin makmur hidupnya" kata ku

" Nis jangan bercandain ibu terus dong ibu malu sama pakde juga pak slamet " kata ibu

     Kami sampai rumah pak Slamet aku kasih dia uang sekedar terima kasih dia berjanji kalau selesai surat nya akan di hubungi karena dia dapat prosentase dari nenek jadi aku hanya memberi sekedarnya. Kami melanjutkan perjalanan menuju rumah ku nanti sampai rumah pakde juga aku kasih bonus katanya dia tadi juga di kasih sama pak Slamet sebagai pembawa pembeli

    Sampai rumah aku memarkirkan mobil di halaman kami segera masuk aku ambil uang untuk bonus pakde aku suruh dia masuk juga kemudian aku kasih uang bonusnya

" Terima kasih nis bisa buat tambah uang saku Novi ke kota" kata pakde

" Sama sama pakde semoga berkah" kata ku

  Aku segera mandi karena adzan magrib sudah terdengar selesai shalat aku sujud syukur kerena telah membuat ibu bahagia dan membuat nenek dan Tante Maya malu yang dulu mereka menghina kami

" Nis kamu nggak makan malam" tanya ibu

" nggak Bu Nisa kenyang tadi makan bakso nya tambah" kataku

" Masakan ibu hangati saja biar Bayu yang makan bu nggak usah bikin yang baru" kata mas Bayu

" Iya deh masakan tadi nggak bau kok dan masih layak di makan" kata ibu

" Kalian besok ke kota berangkat jam berapa mau di bawakan bekal" tanya ibu

"Nggak usah bawa bekal nanti ibu repot Anisa masih punya uang kok Bu buat beli makan jaga buat belikan mas Bayu" kata ku sombong

     Kami berbincang di ruang tengah ibu menangis bahagia katanya bisa sampai tahap ini besok minta di belikan sepeda listrik buat dia kemana mana atau kalau meninjau sawah nya ibu sendiri punya satu petak sawah dan sekarang tambah dua jadi tiga petak sawah beliau bahagia banget

" Besok beli sepeda listrik pakai uang ibu sendiri nggak usah kalian yang belikan cukup antarkan saja" kata ibu

" Siap juragan minta di antar kami berdua juga boleh" kata mas Bayu

" Iya dong sekalian sarapan rawon dekat pasar kemarin belum sempat eh ada insiden" kata ibu sambil terkekeh

" Kemarin nenek bilang sama Bayu katanya dia menyesal dulu menghina kalian eh pas dia celaka yang menolong kalian" jalan mas Bayu

" Itu ceritanya gimana sih" tanya ku

" Nenek naik ojek mau ke pak Slamet kerena ada yang menawar sawahnya minta antar ayah sama Tante gundik nggak di ijinkan karena mobilnya baru di cuci jadi nenek naik ojek sedangkan Ninik dan Tante Maya ke kota ada urusan sama pengacara terus nenek menyeberang jalan jadi keserempet sepeda motor" kata mas Bayu menjelaskan

" Oh ceritanya ayah lagi di rumah nenek mas" tanya ku

" Iya mereka lagi berkunjung gitu dan kata Ninik ternyata mereka habis bertengkar karena ayah melarang nenek menjual sawahnya tapi suruh pinjami uang nggak boleh sama sayekti" kata mas Bayu bercerita

" Ayah pulang sama istrinya ketika Tante Maya datang menjemput nenek di puskesmas dan aku juga pulang ke rumah aku nggak mau dengar perdebatan mereka apalagi ayah kelihatan sombong banget karena mobilnya baru" kata mas Bayu kesal

" Memang mobilnya apa mas" tanyaku

" Fortuner seri terbaru Tante gundik sombong banget dia bilang Bayu kamu habis dari Korea beli apa saja uang mu banyak buat manjain adek kamu saja, dia bilang gitu, Terus aku jawab uangku buat kuliah Tante maklum aku kan ke Korea cari biaya untuk kuliah maklum lah nggak punya bapak yang bisa membiayai kuliah aku" cerita mas Bayu dengan antusias

" Terus ayah jawabnya apa mas" tanya ku

" Dek jangan banyak bicara biar saja uang Bayu buat biaya adeknya yang bandel itu biar habis kita jangan ikut urusannya kemudian mereka pergi meninggalkan nenek karena sudah ada Tante Maya" jelas mas Bayu

Kami berbincang sampai malam ibu nggak kuat dia pamit tidur duluan dan mas Bayu main game dia ingin membuat game kayak aku biar dia mencari ide dulu nanti aku bantu.

Bersambung

1
Erna Ladi Yanti
aku bergabung tho,semngt.🙏
Miftahul Khoiriyah: terima kasih support nya
total 1 replies
Dwi Sulistyowati
lanjut Thor
Miftahul Khoiriyah: terima kasih dukungan nya 😍
total 1 replies
Dwi Sulistyowati
semangat paman pepet trs anisa
Dwi Sulistyowati
lanjut Thor suka sm cerita nya🫶
Miftahul Khoiriyah: terima kasih banyak atas dukungan nya
total 1 replies
TytinApriana InaQx GuhHasbi
aku suka ceritanya /Smile//Smile//Smile/
Miftahul Khoiriyah: Terima kasih kakak semoga terhibur
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!