NovelToon NovelToon
Rekah Rasa Di Ambang Senja

Rekah Rasa Di Ambang Senja

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Beda Usia / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:389.6k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Berulang kali patah hati oleh pemuda yang sama, membuat Lova berusaha melepas mimpinya menjadi kekasih Afnan, dan pasrah menerima perjodohan yang dilakukan oleh kedua orangtuanya.

Namun siapa sangka, nyatanya lelaki pilihan mama dan papa adalah Afif sang guru mengaji yang juga putra dari teman papa. Bukan karena jarak usia mereka yang terpaut cukup jauh, namun sosok Afif yang terkenal anti perempuan apalagi jika perempuan itu termasuk ke dalam golongan manusia minus akhlak dan ilmu agama sepertinya yang membuat Lova berpikir lebih baik ia diciptakan menjadi sebuah debu saja.

***

Disaat ia sudah bisa menerima semua yang terjadi, justru sosok pemuda impiannya itu hadir kembali di kehidupan Lova.

Akankah Afnan mampu menggoyahkan hati Lova, bagaimana pula Afif membimbing Lova demi membawa bahtera rumah tangga keduanya hingga mampu menepi di jannahnya Allah?

~~~
"Kenapa mesti surat Ar-Rahman dan surat An-Nisa yang jadi mahar?"

"Terus kamu maunya apa? Yassin? Al Jinn?"
.
.
.
.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 Perjalanan cinta

"Tanpa diminta pun nama kamu selalu ada dalam setiap do'a mas..." jawabnya, Lova meledakan tawanya melihat wajah lempeng itu, tidak expect akan mengucapkan hal segombal itu. Kian hari lelaki ini kian, hangat...kian seksi dan tersemat---the one and only--di mata Lova. Jika ada makhluk hidup di mobil ini selain mereka, anggaplah ia eceng gondok.

Karena Afnan semakin dibuat tak nyaman berada jadi obat nyamuk, ia hanya bisa berdehem sembari memantapkan fokusnya pada jalanan.

Bahkan di belakang sana, Lova semakin menggoda Afif dengan mencubit pinggangnya yang kemudian ia ikut tertawa, oke ...Afnan menyesal menyanggupi mengantar kedua sejoli ini sekarang, yang kelakuannya persis orang sedang jatuh cinta itu, nasib.

Terlebih mas Afif? Hih! Jatuh cintanya orang matang kok ya bikin ilfeel. Bikin hilang kharisma dinginnya. Atau apa sekarang disebutnya? Tsundere?

/

"Baliknya gimana? Mau dijemput juga, mas?" tanya Afnan menawari saat Afif mengeluarkan koper di bagasi belakang.

"Boleh. Nanti mas wa kamu..." jawabnya menutup pintu bagasi, sementara Lova masih berdiri menunggu di dekat pintu mobil menatap kagum beberapa bus dan mobil mini bus yang seragam berderet disana, lalu lalang orang-orang yang membuat riuh, padahal hari masih pagi, tapi aktivitas disini sudah cukup sibuk.

"Udah kan, ngga ada yang ketinggalan?" lagi-lagi Afnan bertanya, tapi atensi Afif kini justru pada Lova, "masih ada yang ketinggalan?"

Lova menggeleng, "engga."

"Kalo gitu aku balik, mas..." pamit Afnan diangguki Afif, "hati-hati di jalan, jangan mampir kemana-mana dulu."

Afnan mengangguk. Ada tatapan darinya melirik Lova sekilas, sebelum akhirnya ia masuk ke dalam kursi pengemudi dan melajukan mobil kembali untuk pulang.

"Mas Afif," Lova mengikuti langkah Afif yang menghampiri salah satu pihak PO yang bekerja sama dengan biro perjalanan wisatanya.

"Oh iya."

Masuk ke dalam bus dengan tipe slepper bus, Lova langsung disuguhi kursi-kursi panjang dengan tirai. Motif batik sulur dengan nuansa coklat, merah dan oranye ini memberikan suasana nyaman.

Ada beberapa orang lain yang juga turut masuk memenuhi kursi yang lebih bisa disebut kasur itu.

Tempatnya dan Afif bersampingan atau bisa dikatakan double slepper, Afif terlebih dahulu menaruh tas bekal berisi beberapa cemilan dan barang kecil nan penting di kabin kecil samping mereka.

"Selamat menikmati perjalanan." Terakhir salam si pihak PO.

"Terimakasih."

Lova naik ke atas kursinya dan merapikan diri bersama selimut lembut yang tak terlalu tebal. Menatap ke arah luar jendela dimana aktivitas yang semakin siang itu semakin dibuat ramai.

"Mas taruh minum disini." Tangannya melewati badan Lova demi menyimpan tas di kabin kecil untuk tempat barang.

Emh, Lova hanya mengangguk tak terganggu, ia justru cukup asik melihat ke arah luar dimana posisinya cukup tinggi dari jalanan, "ini kita berangkat jam berapa sih, di jadwal jam 7 tapi ini udah lebih 5 menit belum berangkat juga."

Ada yang belum disadari. Afif tidak segera kembali ke posisi normal dengan masih mencondongkan badan ke arah Lova, padahal letak tas bekal sudah tersimpan rapi, "sebentar lagi, tuh supirnya baru mau masuk."

Lova setuju, ia mengiyakan, tapi kemudian ia berbalik tepat dimana wajah Afif ada di sampingnya dalam jarak yang hanya sepersekian inci saja. Ada tatapan mata yang bertemu, ada perasaan cinta yang tersemai membuat hati meluap-luap, meski kegugupan tak hilang sepenuhnya.

"Mas,"

"Hm."

"Kira-kira perjalanannya berapa jam?" Ia menelan salivanya sulit, entahlah....sekarang, yang terbayang di otak Lova saat berdekatan begini adalah ciuman pertamanya---ciuman mereka kemarin yang selalu berhasil membuat wajahnya memerah dan gugup.

"8 sampai 9 jam-an, tergantung..."

"Kenapa? Ngga mabuk darat kan?" tanya Afif, sepasang netra hitam dengan retina yang menembus seluruh warna seolah berkata---here we go! nikmati perjalanan cinta bersamaku ke kota sakinah mawadah warahmah.

Lova menggeleng, "sembarangan. Ya engga lah..." ia segera merebahkan dirinya demi menutupi gelagat gugupnya, uhhh! Telinganya berdenging dan panas. Wajah tampan pria matang itu yang kini tampil tanpa songkok, atau Pomade yang biasa membuat rambutnya baris teratur dan rapi justru membuat hatinya kelojotan--full of love, jatuh cinta setelah terjatuh.

Benar, tak lama setelah itu, supir mulai menyalakan mesin bus, karyawan dari PO memeriksa setiap bangku penumpangnya memastikan keamanan dan kenyamanan, "ada yang diperlukan atau kurang, mas, mbak?"

Afif menggeleng, "engga terimakasih."

Ia melintas dengan derap langkah dari pantofel ber-hak nya, meninggalkan Afif dan Lova berdua, benar-benar hanya berdua di space itu, bahkan penumpang yang ada di samping mereka terhalang oleh space jalan sudah menarik gorden mereka, seolah ingin menutupi kehidupan mereka yang selama 8 jam kedepan itu dari orang-orang sekitarnya, definisi dunia milik berdua....Hufft

Praktis saja hal itu membuat Lova merasa geli, semakin gugup dan panik sendiri, "punya kita jangan ditutup full banget, mas..."

"Kenapa?" tangan Afif tertahan tepat di ujung gorden.

"Takut sesek, engap..." wajah Lova meringis, berharap Afif akan setuju dan percaya dengan alasan menggelikannya. Bagaimana tidak, alasan itu terlalu mengada-ada sebab, pihak bus pasti sudah memikirkan kenyamanan para penumpangnya, termasuk AC, space yang lebar disetiap kursinya, aroma parfum, maupun kebersihan.

Afif mengehkeh tanpa suara, "oke."

Sungguh Lova, bodoh sekali ...terlihat betul ia yang mesum, membayangkan hal yang iya-iya bersama Afif, yang benar saja! Afif cukup ber-otak dan berakal untuk tidak melakukan hal macam-macam di tempat umum begini, ya walaupun lebih privasi tetap saja.

Belakangan ini Lova memang merasakan dirinya yang terlalu berlebihan, apa ini artinya ia belum siap jika sampai sang suami meminta haknya dalam waktu dekat?

Afif hanya menarik sedikit saja gorden sampai menutupi separuh dari badan terlentangnya yang kini sudah merapikan diri, "segini ya, biar ngga keliatan kalo nanti misal kamu mangap lagi tidur."

Lova mencebik, "aku ngga pernah mangap waktu tidur ya, mas...iri mah mas aja kalii..."

Afif tersenyum mendengus.

"Kalau mau langsung tidur lagi juga ngga apa-apa, Va....mungkin semalam tidurmu kurang."

"Iya." Lova mengangguk.

Bus mulai melaju perlahan keluar dari garasi, memberikan guncangan lembut membuai. Lova tak bisa untuk tak merasakan kantuk, seolah ada pendulum berat yang menggelayuti matanya.

Katakan ia munafik, sebab....kemana Lova yang panik dan takut tadi? Karena yang ada, kini gadis itu telah melingkarkan lengannya di lengan Afif dengan kepala yang justru bersandar disana.

"Mas, abis sampe di hotel nanti...destinasi pertama yang bakal kita datengin apa?" tanya nya dengan mata yang hampir setengah tertutup. Aroma maskulin Afif, sepertinya akan menjadi aroma wajib penghantar tidur Lova.

"Udah pernah ke keraton? Masjid agung Kauman?"

Masih sempat-sempatnya berdecak, "aku ke Jogja waktu SMP kelas 7 udah lupa, lagian ngga kesana lebih ngambil candi Borobudur sama pantai terus Malioboro. Abis itu balik. Oke kalo keraton Yogyakarta aku paham, tapi masjid agung Kauman, ada apa disana selain buat ibadah?"

Afif tersenyum, "peradaban Islam, Va...kamu tau ngga kalo KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhamadiyah itu pernah bertugas jadi khatib amin di masjid itu?"

Lova menggeleng, "aku taunya black pink itu dibentuk tanggal 8 Agustus 2016, di bawah naungan YG entertainment." Jawabnya ngasal.

Afif mendesis mengetuk kecil kepala Lova, gemas....namun alih-alih mengeluarkan kekesalan, ia semakin rapat menyarangkan kecupan-kecupannya di kepala dengan rambut beraroma wangi nan lembut Lova, sementara satu tangan lainnya sudah bertumpuk di tangan Lova yang melingkari lengan kanannya.

"Masjid Kauman, menjadi pusat dakwah Islam melalui pendekatan budaya. Sebab kompleks masjid dilengkapi dengan pagongan tempat tersimpannya gamelan Sekaten."

Dan terus Afif mengoceh sementara istri kecilnya itu mulai terbuai oleh ceritanya dan melanglang buana ke alam mimpi.

.

.

.

1
Daisy❤️HilVi
laaah aq lagi maem jadah nih
Daisy❤️HilVi
🤣🤣ngawuuuurr
Daisy❤️HilVi
mas afif, toss dulu mas😄eyke juga gak pernah nonton drakor maupun dracin, nontonnya box office🤭yg lama tapiii ngandelin trans7 😄
Daisy❤️HilVi
wkwk mana ada org yg tidurnya mangap ngaku, ya pasti membantah lah wong gk lihat sendiri
Daisy❤️HilVi
wkwk bener lov, biar gondok tuh sopir
sweet escape
Reaksi pertama kali kl lihat yg berhijab itu emang pst tidak bisa berkata kata🥰
sweet escape
Mas afif🥰🥰🥰🥰
sweet escape
🥰🥰🥰
Daisy❤️HilVi
nah lo
Daisy❤️HilVi
waduuuhh ribut nih
Bulan-⁶
Afnan langsung istighfar 🤣🤣 sadar sudah terpesona ya nan
Trituwani
hatimu semakin ngga aman ya nan 😄
Trituwani
😄😄😄😄hmmhh lova dah terkontaminasi 😆😅
Trituwani
pagi"pikiranya masih tertinggal kewaktu td malam ya va... terus terbayang bayang.... 😆😄
Trituwani
hareudang hareudanggg 🔥🔥

kuberlayar dilautan tidak bertepian...
Trituwani
berasa jatuh cinta lagi dan lagi pada orang yg sama ya va... suami tercinta 😍
Trituwani
melayang melambung tinggi ke angkasa 😎
Trituwani
duhhh q jg semakin semakinn mas afif 😍😍😁maap ya lop
Daisy❤️HilVi
duh kan jadi pengen naik bus sleeper🫣selama ini baru bisa naik yg double decker🤣
Daisy❤️HilVi
afif dan afnan jaraknya jauh jg ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!