NovelToon NovelToon
Rahasia Pangeran Pecundang

Rahasia Pangeran Pecundang

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Epik Petualangan / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:25.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ebez

Mapanji Wijaya seorang pangeran muda dari Istana Wuwatan terkenal dengan sifatnya yang manja, pengecut, suka foya-foya dan gemar berbuat seenaknya. Sebagai putra raja yang seharusnya memiliki sifat mengayomi dan melindungi masyarakat Kerajaan Medang, Mapanji malah menampilkan sifat yang sebaliknya.



Bahkan sampai Nararya Candrawulan, perempuan yang dijodohkan dengan nya, memohon agar perjodohan dengan Mapanji Wijaya dibatalkan saking bejatnya sang pangeran.


Tetapi di balik semua itu, ada sebuah rahasia besar yang ia simpan rapat-rapat hingga tak seorangpun yang tahu. Apakah itu? Temukan jawabannya dalam kisah Rahasia Pangeran Pecundang, hanya di Noveltoon kesayangan kita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ebez, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertarungan di Candi Nawagraha ( bagian 3 )

"Aku..!!!

Memangnya kenapa hah?! ", teriak Mpu Lodra yang membuat Mpu Wardaya langsung mengalihkan pandangannya ke pimpinan Padepokan Paranggaruda ini.

" Lodra.....

Berani sekali kau membuat kacau tempat ini. Apa kau sudah bosan hidup hah?! ", balas Mpu Wardaya sengit.

" Bosan hidup?! Hehehehe...

Wardaya, aku sudah cukup lama menikmati keindahan Mayapada ini, jika memang dengan mengacau tempat terkutuk ini adalah alasan bagi ku berangkat ke Swargaloka, aku tidak keberatan. Tapi sebelum aku mati, aku pastikan tempat ini akan hancur bersama ku", ujar Mpu Lodra tanpa gentar sedikitpun.

"Huhh jangan harap kau bisa melakukannya..

Jika aku sendiri belum tentu bisa mengalahkan mu tapi kami berempat akan dengan mudah menghabisi nyawa tua mu itu.... "

Setelah berkata demikian, Mpu Wardaya segera memberi isyarat kepada teman-teman nya untuk bergerak. Di sisi lain, melihat pergerakan musuh Nararya Candrawulan dan Ratri langsung bergegas memapak pergerakan Nyai Basingah alias Sinden Penebar Maut.

Warak dan Ludaka yang paling dekat dengan arena pertarungan ini, langsung mengepung Si Anak Iblis Ki Pilang. Sementara Mpu Wardaya menerjang maju ke arah Mpu Lodra, menyisakan Si Kakek Bungkuk dari Neraka Ki Gandamayit.

"Kau yang membunuh murid ku Gandamana?! ", tanya Ki Gandamayit sambil mencengkeram erat gagang tongkat berkepala tengkorak manusia bertanduk itu erat erat.

" Dia sendiri yang cari mati, aku cuma membela diri ", jawab Pangeran Mapanji Wijaya santai.

" Dasar bedebah licik!!.

Ku bunuh kau untuk menemani perjalanan anak ku ke alam keabadian!!! ", gembor Ki Gandamayit sembari melesat maju ke arah Pangeran Mapanji Wijaya dan mengayunkan tongkat nya.

Brreeeettttttt...!!!

Pangeran Mapanji Wijaya dengan lincah melompat mundur hingga sabetan tongkat Ki Gandamayit hanya menyambar sejengkal di depan dada nya. Ki Gandamayit langsung memutar tubuhnya dan menggunakan tongkat sebagai tumpuan untuk serangan selanjutnya.

Dhhaaaaaaasss dhhaaaaaaasss!!!

Dua tendangan keras beruntun dilayangkan oleh Si Kakek Bungkuk dari Neraka. Untungnya Pangeran Mapanji Wijaya sigap menggunakan dua siku tangannya sebagai pertahanan hingga serangan yang mengincar dada itu berhasil ditahan meskipun tubuh Pangeran Mapanji Wijaya tersurut mundur beberapa langkah.

Si Kakek Bungkuk dari Neraka segera merubah gerakan tubuh nya begitu menjejak tanah dan kembali melesat ke arah Pangeran Mapanji Wijaya sambil mengayunkan tongkat nya.

Whhuuuuuuggggg!!

Pangeran Mapanji Wijaya pun kembali bergerak menghindar ke samping kanan. Tetapi Ki Gandamayit kembali datang dengan serangan tapak tangan kiri yang diselimuti cahaya merah kehitaman. Tak punya tempat lagi untuk menghindar, Pangeran Mapanji Wijaya menyambut serangan itu dengan tapak tangan kanannya yang berselimut cahaya merah kekuningan. Dan..

BLLAAAAAAAARRRRRRR!!!!

Ledakan keras terdengar saat kedua serangan berlapis ilmu kanuragan tingkat tinggi ini terjadi. Baik Ki Gandamayit maupun Pangeran Mapanji Wijaya sama-sama terdorong mundur beberapa tombak ke belakang.

'Pantas saja bocah ini bisa membunuh Gandamana. Sepertinya ia memiliki tenaga dalam yang setara dengan ku. Aku harus hati-hati jika tidak ingin mati konyol.. ', batin Ki Gandamayit.

Mulut Ki Gandamayit komat-kamit merapal mantra. Tiba-tiba mata tengkorak manusia bertanduk pada tongkat nya memancarkan cahaya merah yang menakutkan. Segera setelah itu dia memutarnya dan mengayunkan nya ke arah Pangeran Mapanji Wijaya.

Shhiiiiuuuuuuuttttt!!!

Dua cahaya merah kehitaman melesat cepat ke arah Pangeran Mapanji Wijaya. Sang pangeran Medang itu langsung melompat tinggi ke udara demi menghindari hantaman cahaya merah itu.

BLLAAAAAAAARRRRRRR!!!!

Pangeran Mapanji Wijaya mendarat empat tombak jauhnya dari tempatnya semula. Saat itu. ia melihat bahwa ujung jarit yang menutupi bagian bawah tubuhnya sudah robek terkena serangan Ki Gandamayit.

"Dasar tua bungkuk keparat!!

Ini jarit pemberian Ibunda Ratu Sri Isyana. Kau berani merusaknya. Akan ku hajar kau bangsat!! ", geram Pangeran Mapanji Wijaya sebelum merapal mantra Ajian Segara Geni nya. Begitu tapak tangan kanannya sudah memunculkan gumpalan cahaya merah membara seperti api, tanpa ragu-ragu ia segera menghantamkan nya pada Si Kakek Bungkuk dari Neraka.

" Ajian Segara Geni....!!!

Hiiiiiiyyyyyaaaaaaaaattttttt!!!!! "

Gumpalan cahaya merah membara berhawa panas dengan cepat menerabas ke arah Ki Gandamayit. Ki Gandamayit tidak mencoba untuk menghindar tetapi dengan segera memutar tongkat nya untuk bertahan.

BLLAAAAAAAAAMMMMMM!!!

Aaaaaarrrrrrrrrrgggggggghhh...!!!

Tubuh Ki Gandamayit terpental jauh ke belakang sebelum menghantam tanah dan berguling-guling. Tubuh kakek tua ini baru berhenti saat ia menabrak kaki Mpu Wardaya yang baru saja mendarat di tanah usai adu tenaga dalam dengan Mpu Lodra.

Hooooooeeeeeeggggg...

Seteguk darah keluar dari mulut Ki Gandamayit. Mpu Wardaya terkejut melihat apa yang dialami oleh temannya itu.

"Gandamayit, Gandamayit...

Kau baik baik saja?! ", tanya Mpu Wardaya sedikit cemas.

Uhhuuukkkkk uhhuuukkkkk....!

" Ahhh anak muda itu menguasai Ajian Segara Geni, Kakang! Aku tidak sanggup menghadapi nya uhhuuukkkkk uhhuuukkkkk.. ", jawab Ki Gandamayit sambil terus batuk-batuk.

" Sialan..!!!

Si bangsat tua Lodra ini sudah merepotkan, sekarang muncul lagi pendekar yang ada hubungannya dengan Begawan Randuseta. Kalau ini dibiarkan begitu saja, Serikat Bulan Darah pasti hancur karena mereka. Brengsek! Sungguh brengsek..!!! Tidak, ini tidak boleh terjadi..

Bayuseta! Cepat keluar..!! Jangan cuma bersembunyi dibalik tempat semedi mu..!! ", teriak Mpu Wardaya lantang. Suara keras nya yang dilambari dengan tenaga dalam membuat gendang telinga berdenging sakit.

Tiba-tiba...

Whhhhuuuuuuuunnngggggg!!!!

Gelombang kejut besar menyebar ke segala penjuru. Prajurit dan orang yang memiliki tenaga dalam dibawah tingkat 3 langsung terpental jatuh sedangkan yang diatasnya mati-matian bertahan.

Dari bangunan utama Candi Nawagraha, sesosok lelaki berjubah merah hitam dengan rambut putih gondrong melayang ke tempat pertarungan antara Mpu Wardaya dan Mpu Lodra. Tekanan yang ia berikan begitu hebat hingga membuat para prajurit Pangeran Mapanji Wijaya maupun orang-orang Serikat Bulan Darah ketakutan dan menjauh dari tempat itu. Hebatnya, ia melakukannya dengan mata tertutup.

Saat ia membuka mata, terlihat sebuah keanehan. Bola mata lelaki tua itu berwarna merah darah seperti mata iblis yang baru keluar dari neraka.

"Sesepuh Mpu Wardaya, kenapa memanggil ku keluar? ", tanya lelaki yang ternyata adalah Ki Bayuseta, pimpinan Serikat Bulan Darah.

" K-kau mempelajari Kitab Iblis Darah?! ", tanya Mpu Wardaya yang kaget melihat perubahan yang terjadi pada Ki Bayuseta.

" Tentu saja. Aku sudah menyerap darah dari sembilan puluh delapan perawan, tinggal 2 perawan lagi untuk membuatnya sempurna, Sesepuh.

Tapi kenapa kau membangunkan tapa brata ku heh?! Apa kau tidak ingin aku menyempurnakan ilmu kanuragan ku?! ", tekan Ki Bayuseta yang membuat Mpu Wardaya keder.

" Bukan bukan itu maksud ku, Pimpinan..

Coba lihatlah keadaan tempat ini sekarang. Kalau kau tidak turun tangan, mungkin besok sudah tidak ada lagi Serikat Bulan Darah.. "

Mendengar apa yang dikatakan oleh Mpu Wardaya, Ki Bayuseta segera mengedarkan pandangannya. Ratusan mayat yang kebanyakan dari Serikat Bulan Darah bergelimpangan di mana-mana. Darah menggenang di beberapa tempat dan sebagian bangunan Candi Nawagraha porak-poranda. Lebih dari 3 barak anggota terbakar dan sisanya rusak parah.

"SIAPA...

YANG...

BERANI...

MENGHANCURKAN...

MARKAS KUUUU.....??!!! "

Suara lantang yang bercampur dengan kemarahan dan tenaga dalam tinggi membuat semua orang menutup telinganya karena berdenging sakit. Beberapa orang bahkan langsung pingsan saking tak kuat menahannya. Terkecuali bagi orang yang memiliki tingkat tenaga dalam tinggi seperti Mpu Lodra dan Pangeran Mapanji Wijaya, kesemuanya merasakan sakit yang luar biasa.

"Hei tua bangka..!!!

Untuk apa teriak teriak hah?! Memangnya kau mau apa jika tahu orang yang menghancurkan tempat busuk ini?! Mau minta ganti rugi ya? ", ujar Pangeran Mapanji Wijaya dengan gaya songong nya.

Ucapan ini langsung membuat Ki Bayuseta mendelik kereng pada Pangeran Mapanji Wijaya. Api kemarahan nya semakin berkobar membara. Matanya melotot lebar.

" Siapa kau bocah tengik?!! ", tanya Ki Bayuseta sambil gemerutuk giginya menahan rasa amarah memuncak dalam hati nya.

Pangeran Mapanji Wijaya mengelus cuping hidungnya sembari tersenyum lebar sebelum menjawab,

" Aku Pangeran Mapanji Wijaya, putra kedua Biyung Ratu Sri Isyana Tunggawijaya dan Pangeran Sri Lokapala dari Kotaraja Watugaluh.

Dan akulah yang menghancurkan tempat ini.. "

1
🗣Aku 😆🇲🇨🦅
Ha ha ha.. pertanyaan sederhana tapi diluar prediksi karena luput dari bla bla bla.. 😁
Mujib
/Good//Good//Good//Good//Good//Good/
Mujib
/Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/
Mujib
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Mujib
/Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt/
Mujib
/Sun//Sun//Sun//Sun//Sun//Sun/
Mujib
/Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
Mujib
/Drool//Drool//Drool//Drool//Drool/
Mujib
/Angry//Angry//Angry//Angry//Angry/
Mujib
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Mujib
/Casual//Casual//Casual//Casual//Casual/
Mujib
/Frown//Frown//Frown//Frown//Frown/
Mujib
/Smile//Smile//Smile//Smile//Smile/
Mujib
🤣🤣🤣🤣🤣
Mujib
/Coffee//Coffee//Coffee//Coffee//Coffee/
Mujib
😅😅😅😅😅😅
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!