NovelToon NovelToon
Sang Pewaris Jatuh Cinta Dengan Dosen Cantik

Sang Pewaris Jatuh Cinta Dengan Dosen Cantik

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Anak Genius / Dosen
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: pena pedang

Dunia ini kejam, tak ada kebahagiaan yang kekal, ujian selalu datang, maka jangan jadi orang yang lemah.
Di tengah hutan terpencil terdapat tempat pelatihan pembunuh bayaran, suatu organisasi dunia gelap yang dibentuk oleh bos mafia besar asia yaitu Bos Jamal.
disanalah tempat tinggal seorang pemuda bernama Bayu yang telah ditinggalkan orang tuanya sejak masih berumur sepuluh tahun. kini 12 belas tahun telah berlalu namun bayangan tragedi kematian kedua orang tuanya masih terngiang dikepalanya.
Ditempat pelatihan pembunuh bayaran ini lah ia dilatih oleh sang paman menjadi mesin pembunuh yang jenius untuk membalaskan dendam kematian kedua orang tuanya.

kehidupannya mulai berubah saat ia mengenal seorang gadis yang bernama Anita, sosok dosen cantik yang dapat menyentuh hatinya.
ideologinya sedikit demi sedikit mulai berbeda, tentang asmara, balas dendam, maupun apa yang telah diwariskan, semua memiliki batu sandungan yang harus diterjang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pena pedang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

hanya satu yang bersinar

Suara kendaraan ditengah malam masih berlalu-lalang, sesekali klakson berbunyi dari jauh maupun dekat.

Menunjukkan bahwa jalanan kota jakarta tak pernah tidur.

Bayu duduk di kursi kemudi di dalam mobil yang menepi sambil menghisap rokok.

Sedang indah tertidur masih tak sadarkan diri. Namun sesekali tubuhnya bergerak, menandakan dia sudah tak lagi pingsan, namun hanya tertidur disebabkan kelelahan tubuh dan mental.

.......

Dari tempat jauh, di belahan dunia.

Sosok tinggi memegang segelas minuman berkelas,

Di tangan kanannya memegang ponsel menandakan dia sedang menghubungi seseorang.

"Aku mendengar ada sosok muncul mengaku keturunan Arya, meresmikan 5% saham di tiga perusahaan yang telah aku pegang sepenuhnya."

"Jangan hawatir, aku akan menyelidikinya". Jawab sosok misterius dari sambungan telepon.

"Bukankah duabelas tahun yang lalu aku menyuruhmu untuk memusnahkan seluruh keluarganya".

"Baik pak, mungkin ada sedikit kesalahan".

"Aku gak mau tahu, kerikil selalu menghambat jalan, aku ingin jalanku mulus tanpa hambatan", bentak sosok tinggi itu.

"Baik pak, kami segera membereskannya".

Sosok tinggi menutup panggilan teleponnya.

"Bodoh..." Sosok tinggi itu meminum seteguk minuman ditangannya, "Selama duabelas tahun ini aku sudah hampir menguasai pasar di seluruh dunia... Aku tak ingin ada masalah kecil yang tersisa di urusan lama.." bola matanya berwarna biru menatap tajam keluar jendela.

..........

Kembali di kota jakarta.

Malam semakin larut, Bayu masih terlihat duduk santai, lima batang rokok telah ia hisab habis.

Tiba-tiba datang sorot lampu kendaraan mengenai wajahnya, Bayu menutup matanya dengan tangan.

"Siapa orang-orang ini?".

Dua, lima, delapan.

Delapan orang berbadan kekar keluar dari mobil dengan cepat menghampiri mobil yang sedang menepi, mobil milik indah yang Bayu naiki.

Mereka mengenali mobil itu dari nomor plat kendaraannya.

"Keluar", teriak orang-orang itu sambil mengetok kaca mobil.

Ketokan itu setengah keras, sampai indah yang tertidur pulas jadi terbangun.

ia menyapu ke sekeliling dan menemukan para orang-orang yang ia kenal mengelilingi mobilnya, ketika ia bangun ia melihat Bayu berada di kursi pengemudi.

ia melihat Bayu sesaat, mencoba kembali mengingat semua yang terjadi, kemudian sadar sepenuhnya.

"Jangan hawatir, mereka orang-orang papa" kata indah menenangkan Bayu yang ingin bertindak.

"Oh..." Bayu menjawab tanpa terkejut.

Indah keluar dari mobil, orang-orang itu terlihat berkumpul didepan indah, hampir seperempat jam indah menjelaskan dan orang-orang itu kembali memasuki mobilnya masing-masing.

Setelahnya indah kembali masuk mobil, "aku disuruh pulang bersama kamu, aku punya ide, sebelum kita sampai rumah, kamu turun saja ditengah jalan, saat kita melewati terowongan".

Bayu melirik, "aku akan menemui papamu", jelas Bayu dingin.

Mata indah melebar, "kamu gak keberatan?".

Bayu mengangguk.

"Tapi papa pasti marah, dan kamu pasti kena masalah" sambung indah.

"Aku tahu apa yang aku lakukan".

Indah pun terdiam.

........

Di rumah besar pak Roni.

Pak Roni berjalan mondar mandir, wajahnya pucat dan cemas.

"Kamu ini mondar-mandir seperti itu, membuat kepalaku semakin pusing saja", ujar Bu Maya, sekaligus ibu kandung indah.

"Diamlah... Aku ini sedang berpikir". Jawab pak Roni meninggikan suaranya.

"Aku tahu, tapi tingkahmu membuat semakin pusing", sambung Bu Maya yang tak kalah cemasnya.

Namun tak lama kemudian Rombongan mobil memasuki kediaman rumah pak Roni.

Suara itu terdengar samar namun cukup jelas dan cukup merubah sedikit dari suasana yang tegang menjadi agak kendor.

"Mereka datang", kata pak Roni buru-buru berlari kearah pintu.

Rumah itu besar, pak Roni berlari membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk sampai ke pintu.

Pintu pun di buka. "Kriek..." Suaranya seperti memecahkan keheningan malam.

Indah dan Bayu berjalan masuk di ikuti para pengawal yang ditugaskan mencari indah.

Mereka menghentikan langkahnya saat melihat pak Roni telah berdiri di ruang tamu menyambut kedatangan mereka.

"Indah... Kamu tahu kesalahan apa yang kamu perbuat?", pak Roni bertanya, nadanya tegas, namun dari wajahnya yang memerah jelas dia sedang menahan kemarahannya.

Indah mengambil langkah kedepan, "aku tahu, tapi aku punya alasan", indah menjawab tanpa ragu.

Pak Roni menatap wajah putrinya, lalu mengalihkan pandangannya ke arah Bayu, "jadi ini alasan kamu?" Ia bertanya sambil menunjuk Bayu.

Bayu hanya menatap datar.

"Pa... Aku jelaskan dulu, ini gak seperti papa pikirkan", indah kembali bersuara mencoba menjelaskan.

Bu Maya berjalan mendekat dari belakang pak Roni, "jangan marah dulu... Biarkan putri kita menjelaskan dulu".

Pak Roni menahan nafas, lalu menghembuskan pelan, "Baik coba jelaskan".

Indah kembali melangkah dua langkah kedepan.

"Tadi aku sudah pulang lebih awal, namun saat tiba di area parkir... Aku dihadang preman, Bayu yang menolongku. Aku pingsan dan ketiduran di mobil."

Pak Roni memandang Bayu, "apa itu benar?".

Bayu tersenyum, "apa yang dikatakan Indah itu benar, jika om masih ragu aku bisa menunjukkan bukti rekaman cctv.nya" jelas Bayu ikut melangkah semakin dekat.

"Darimana kamu bisa punya rekaman cctv itu... Jangan-jangan kamu hanya sekedar mengelak", ujar pak Roni.

"Lihat dulu... Jangan terburu-buru menilai seseorang", kata Bu Maya.

Senyum Bayu semakin melebar, "ok, kebetulan aku mengambil jurusan TI, hanya mengambil rekaman video cctv itu hal yang mudah", Bayu mengambil ponsel dan menunjukkan gambar rekaman video di layar.

Walau gambar itu tak begitu jelas karena jarak, namun dari postur dan baju yang indah pakai dan tas yang indah tenteng menunjukkan bahwa itu benar-benar indah.

Pak Roni terdiam, "anak ini bukan orang biasa, keahliannya sangat mengesankan". Pikir pak Roni.

Ibu Maya memeriksa keadaan putrinya setelah menonton video rekaman itu, "kamu gak apa-apa kan".

Indah menggeleng.

"Mari silahkan duduk, maafkan kami, sebelumnya sudah salah paham, dan terimakasih sudah menolong putri kami". Bu Maya buru-buru mempersilahkan.

Mereka pun duduk di kursi ruang tamu, sedang para pengawal yang sebelumnya berdiri, kini sudah keluar.

Malam ini sebuah awal yang pertama kali, indah mengajak cowok kerumahnya, entah mengapa walau tanpa hubungan yang jelas, namun ia merasa senang dan bahagia.

Pak Roni dan Bu Maya tersenyum-senyum sendiri saat melihat prilaku anaknya saat salah ucap saat mengobrol, dan mengambil gerakan salah saat bertindak.

Mereka menyadari putrinya grogi,

Mereka menyadari putrinya sudah besar dan mulai menyukai lawan jenis.

.......

Di tempat pinggiran jalan.

Kedai kaki lima.

Anita menatap serius pada April, "Bisa kamu bantu pertemukan aku dengan Bayu?".

April menatap aneh.

Anita buru-buru menjelaskan, "Ada masalah kecil, jadi kontakku di blokir".

"Oh.. bisa, entar aku kabari", jawab April sambil memakan makanan.

"Program Ai itu, dia ikut andil... Jika ada perusaan yang ingin bekerja sama harus dengan persetujuan dia juga". Anita berpikir sambil menatap keindahan langit,

Disana bertaburan bintang, namun hanya satu yang bersinar sangat terang.

"Bayu... Kenapa kamu tiba-tiba menghindari ku, apa yang terjadi padamu?".

Bersambung.

1
Fatmawati Qomaria
novel baru ya kk
Muhammad Salim: iya kak
total 1 replies
Muhammad Salim
kalau ada yang kurang pas, komen saja ya... maklum masih baru dan masih belajar.
Muhammad Salim: iya kakak... terimakasih 🙏🙏
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!