Merlin yang merupakan seorang genius dari dunia bumi mati tewas karena kelelahan dan juga kebosanan di dunia asalnya, dan terlahir kembali ke Avalond yang mana berada di galaksi Andromeda, di sana dia menyadari kalau Avalond telah mengembangkan tehnik sihir yang mana mereka lakukan untuk bertahan hidup dari serangan 10.000 ras monster. Namun bukanya putusasa ataupun bertekad untuk menjadi penyelamat dunia, Merlin malah lebih tertarik untuk mulai meneliti tehnik sihir yang ada di dunia Avalond.
Ini adalah kisahnya seorang peneliti gila yang jenius, yang akan melakukan apapun untuk penelitiannya, baik itu legal maupun ilegal dan akan menghancurkan siapapun yang menghalangi jalannya baik itu manusia, monster, Demon ataupun Dewa itu sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rafli Ananda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30 Fallen
Desa gunung guntur adalah Desa yang berada di dekat area pengunungan batu yang mana di tinggali oleh 25 orang keluarga, dan di sana di jaga oleh beberapa Mage berlevel 3 yang di pimpin oleh seorang kepala Desa yang juga adalah Mage berlevel 4. Kepala desa gunung guntur selalu memandang tinggi adat peraturan yang telah di turunkan di desanya, dan salah satu dari peraturan tersebut adalah untuk tidak mengacaukan sarang dari ras monster Roc Bird.
Karena hal itulah kepala desa sering membuat cerita seram akan ras Roc Bird kepada anak-anak yang ada di desa tersebut, agar mereka menjauhi area pegunungan dan menjauhi wilayah dari ras Roc Bird. Walaupun begitu masih saja ada beberapa orang yang berusaha untuk mengambil keuntungan dari para Roc Bird tersebut, karena baik organ, dan bulu mereka adalah bahan level atas yang di butuhkan untuk pembuatan Magic item.
Bulu dan juga jantung Roc Bird mengandung energi force elemen petir yang sangat kuat, dan karena hal itulah banyak Mage yang berusaha untuk menangkap mereka dan menaklukan mereka, akan tetapi karena Roc Bird handal dalam pertarungan udara, tidak banyak Mage yang berhasil selamat dari serangan kejam mereka, terlebih area gunung berbatu sangat menguntungkan bagi Roc Bird untuk melakukan serangan-serangan kuat dari atas udara.
Dan sekarang ini salah satu Roc Bird tersebut sedang duduk santai sambil menatap daging yang sedang di panggang di hadapannya, Merlin yang telah berhasil mengalahkan Chimera, memanggang daging kaki kanan belakangnya untuk anakan Roc Bird tersebut, dan sisa dagingnya dia bungkus dengan kain khusus untuk mencegah kebusukan.
“Tidak aku sangka akan mendapatkan beberapa bahan langkah, walaupun tidak selangkah Roc Bird… akan tetapi jantung Chimera adalah bahan level 4 dan dapat di gunakan untuk Magic item berbagai tipe” pikir Merlin.
“Chip-chip-chip…. Chip-chip…”
Saat Merlin sedang memotong-motong tubuh Chimera tersebut, anakan Roc Bird itu memanggil dirinya, dan saat Merlin berbalik dia menyadari kalau daging dari Chimera yang dia panggang sudah matang. Dalam waktu hitungan detik daging tersebut langsung habis di makan oleh Roc Bird tersebut, dan Merlin hanya bisa memakan sedikit karena energi force kuat yang ada di dalam daging Chimera tersebut.
“Walaupun dia masih anakan, akan tetapi dia tetap saja berasal dari ras monster yang kuat… ras Roc Bird yang di kenal sebagai yang kedua terkuat dalam pertarungan udara setelah ras Phoenix”
“Energi force yang ada di dalam daging Chimera itu sangatlah besar, dan memakannya membuat energi force di dalam darahku menjadi bergejolak… ada kemungkinan sebentar lagi aku bisa naik ke level 3” pikir Merlin.
Merlin kemudian mulai mendaki gunung berbatuan tersebut, semua itu untuk mengembalikan anakan Roc Bird tersebut kembali kesarangnya, walaupun dia masih penasaran terhadap ras Roc Bird, akan tetapi Merlin tidak bisa menguatkan hatinya untuk mengurung anakan Roc Bird tersebut dan menjadikannya bahan percobaannya. Setelah mendaki cukup lama, Merlin pada akhirnya sampai di salah satu sarang dari para Roc Bird, dan di sana dia melihat pemandangan yang cukup mengerikan.
Beberapa anakan Roc Bird yang mana masih berusia beberapa bulan terlihat tewas tak bernyawa, dan di samping mereka terlihat seekor Roc Bird betina yang telah tewas. Melihat tubuh dari ibu dan saudara-saudaranya, “Wusshkk…” Roc Bird yang Merlin bawa langsung melepaskan dirinya dan meloncat kearah mayat ibu dan saudara-saudaranya.
“Chip-chip… Chip-chip-chip…”
Sambil meneteskan air mata, anakan Roc Bird itu menangisi kepergian dari keluarganya, dan melihat hal itu Merlin tidak bisa berkata apapun dan membiarkan Roc Bird tersebut untuk sementara waktu. 20 menit kemudian telah berlalu, Merlin kembali mendekati anakan Roc Bird tersebut, dia lalu mengulurkan tangannya dan berkata.
“Kalau kau ingin balas dendam maka ikutlah denganku, akan aku jadikan kau menjadi lebih kuat… cukup kuat untuk bisa membalaskan dendam orang tua dan saudara-saudaramu”
Seperti mengerti dengan apa yang Merlin katakan, anakan Roc Bird tersebut “Wushkk…” melompat ketelapak tangan Merlin.
“Chip… Chip-chip-chip…”
Melihat kalau anakan Roc Bird itu memutuskan untuk mengikuti dirinya membuat Merlin merasa sedikit senang, mereka kemudian “Burn…” membakar sarang dari anakan Roc Bird tersebut, agar tidak ada yang dapat menggunakan mayat dari saudara dan ibunya. Lalu pada saat Merlin akan pergi meninggalkan tempat itu bersama anakan Roc Bird tersebut, “Trassk… Krrastk…” percikan energi listrik muncul dari api tempat sarang Roc Bird tersebut berada.
Sebuah kristal energi force berukuran sedang elemen petir muncul bersama dengan 4 buah kristal berukuran kecil, kristal energi force itu kemudian menyatu dan mengeluarkan energi force level 5. Lalu “Tringgs…” dengan cepat kristal energi force level 5 itu langsung masuk ke dalam jantung anakan Roc Bird yang Merlin bawa tersebut.
Anakan Roc Bird itu kemudian langsung tertidur, melihat energi force ber elemen petir yang lembut dan juga sangat banyak tersebut, membuat Merlin penasaran dan memegang tubuhnya. “Taask…” saat Merlin mengangkat tubuh dari anakan Roc Bird itu, dia dapat merasakan kalau anakan Roc Bird tersebut sedang berada dalam fase evolusi dan akan membutuhkan tidur panjang selama evolusinya.
“Menarik… aku berencana untuk memberikannya inti kristal dari Chimera yang aku kalahkan tadi, siapa yang mengira kalau si kecil ini memiliki keberuntungannya sendiri”
“Kalau begitu si kecil, kau akan aku beri nama Varatra… semoga dengan nama ini kau dapat membalaskan dendam keluargamu dan terbang dengan bebas di langit petir yang agung” kata Merlin.
Merlin kemudian kembali ketempat para penjelajah lainnya, dan ketika mereka sampai di sana para penjelajah di sana terlihat telah di halangi oleh beberapa prajurit dari pihak militer, ke dua sisi terlihat telah mengeluarkan Grimoire milik mereka. Tidak mau ikut campur kedalam masalah tersebut, “Traak…” Merlin memutuskan untuk bersembunyi dan melihat situasinya, “Tinggs…” sambil melihat dari jarak aman Merlin menggunakan Telephone miliknya untuk merekam kejadian tersebut.
Dan pada saat itulah “Bomhskk… Bumshkk…” pihak militer mulai menyerang para penjelajah terlebih dahulu, bahkan mereka menghabisi beberapa dari pihak penjelajah tersebut, melihat hal itu Merlin merasakan ada yang aneh dan memutuskan untuk menyebarkan vidio yang dia rekam di aplikasi penjelajah.
“Dengan begini vidionya akan tersebar luar diantara para penjelajah yang ada, sekarang mari kita lihat kemana para prajurit itu pergi” pikir Merlin.
Para prajurit tersebut langsung membawa beberapa penjelajah yang mana berhasil mereka kalahkan, beberapa diantara mereka terluka parah, akan tetapi para prajurit itu terlihat tidak perduli dan membawa mereka dengan cara kasar. Merlin dengan cepat mengikuti mereka, dan setelah mengikut selama beberapa menit, Merlin melihat para prajurit itu masuk kedalam sebuah markas militer sementara.
Markas itu di buat dengan menyusun banyak tenda, dan di dalam markas tersebut terdapat lebih dari 40 Mage berlevel 3, dan 5 orang Mage berlevel 4. Dan di dalam sebuah tenda besar tersebut terdapat aura energi force dari seorang Mage berlevel 5, aura itu cukup kuat sampai membuat Merlin tersenyum dengan lebar untuk segera masuk kedalam tenda tersebut.
.
.
.
.
Bersambung….