Banyak Tipo bertebaran
Mati tertabrak mobil.
Tiba-tiba bangun di rumah mewah dan memili anak tiri,yang kelak menjadi penjahat besar.
Dan suami psikopat yang belum bisa move on dari cinta lama nya.
Di bantu oleh sistem untuk meluluhkan hati kedua nya.
mampu kah Kaira meluluhkan hati, kedua orang yang sangat membenci nya itu.
"Kau bukan ibu ku, berhenti berlagak seolah kau perduli! Jangan mengatur ku!"( Kaiden Alfaro Lucifer)
"Tugas mu hanya untuk mendidik Kaiden, kau tak perlu ikut campur urusan ku dengan Dorothea, sampai kapan pun yang kucintai hanya lah Dia. kau hanya istri pajangan!" (Albert Gavriel Lucifer).
Siapa yang perduli dengan urusan percintaan mereka, yang terpenting aku jadi orang kaya, akan kubawa Kaiden bersama ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kecemasan Ailyn
peringatan, ada unsur ketelanjangan dalam bab ini. Yang mungkin membuat kalian tidak nyaman. Bisa di skip jika kalian merasa terganggu. Bijak lah dalam memilih bacaan
"Albert!! Albert !!" Teriak Aylin sambil mendorong pintu kamar Albert yang tidak di kunci. Albert yang baru selesai mandi pun sedikit terkejut, dengan keberanian Aylin yang menerobos masuk ke kamar nya begitu saja. Ini sudah yang ke dua kalinya Aylin melakukan itu.
Albert yang baru selesai mandi dengan rambut basah, hingga air menetes dari ujung rambutnya, Albert yang hanya menguntungkan handuk untuk menutupi bagian berharga nya. Hingga otot-otot perut nya terlihat sangat jelas dan menggoda.
Aylin tertegun sebentar. Bahkan rasanya dia ingin sekali menghampiri Albert dan mengusap sedikit tonjolan-tonjolan yang berbentuk seperti roti sobek itu. ia menelan air liurnya dengan susah payah. Hingga telinga nya yang putih, kini telah bersemu kemerahan.
"Kau sendiri nona yang mesum. Otak mu saja lebih mesum dari ku!" Ejek Sistem kepada Aylin yang sedang terpesona dengan tubuh Atletis Albert.
"Sudah puas memandang nya Baby?" Goda Albert , yang kini sedang duduk di ranjangnya dengan menyandarkan Kedu tangan nya ke atas kasur. Memperjelas otot-otot Albert yang sangat menggoda iman.
Suara Albert langsung menyadarkan Aylin. "Aaa..!!! Kau mesum !!" Teriak nya menggema. Albert yang terkejut dengan respon Aylin yang sedang berteriak, langsung bangkit dari duduk nya, dan menghampiri Aylin guna untuk membungkam mulut Aylin. Aylin yang berontak karena mulutnya di bekap oleh Albert , pun meronta-ronta mencoba melepaskan tangan Albert dari mulut nya.
Hingga tak sengaja, tangan Aylin yang aktif menyenggol lilitan handuk Albert di pinggang Albert. Yang mengakibatkan Handuk itu terlepas dan merosot jatuh ke lantai. Dan bodohnya Aylin malah menunduk ke bawah. Hingga mata Aylin melebar melihat benda pusaka Albert yang bergelantung di bawah sana.
Albert yang sama terkejutnya dan malu karena handuk nya lepas langsung menutup pintu kamar nya. Sedangkan Aylin juga langsung menutupi kedua matanya. "Kau begitu mesum ternyata, apa kah kau ingin mencoba nya?" Goda Albert yang sebenarnya malu luar biasa.
Aylin segera memutar tubuh nya dengan kepala mendongak membukakan sela-sela jarinya agar dapat melihat pintu keluar, setelah menemukan pintu keluar Aylin segera berlari terbirit-birit. Niatnya yang ingin marah pun jadi ia urungkan. Yang terpenting dia harus segera keluar dari situasi yang sangat memalukan ini.
Albert sendiri sudah mengambil handuknya dan melilit kan kembali ke pinggang nya. Melihat Aylin yang berlari lebih kencang dari du kejar hantu. Albert terkekeh pelan. "Sial, kenapa harus terjadi hal memalukan seperti ini!"
Ada desiran aneh yang terasa di dalam hati nya. Tapi Albert terus meyakinkan hati nya, bahwa dia tidak mungkin tertarik dengan Aylin. Perasaan itu pasti datang hanya karena dia terlalu malu saja. Albert terus meyakinkan bahwa Aylin tidak penting untuk hidup nya.
*
*
Sedangkan Aylin di kamar nya sedang merasa malu luar biasa. Ia membenamkan wajahnya merah nya pada bantal empuk. Menori tentang benda Albert terus menghantuinya.
"Nona, aku benar-benar tak menyangka, kau bisa se berani itu. mulut nona saja yang bilang tak mau perduli dengan Albert. Tapi malah menelanjangi nya. Kau begitu luar biasa." Ledek sistem, di kepala Aylin .
"Diam kau sistem Cerewet, kau semakin memperburuk suasana saja!" kesal Aylin.
*
*
Pagi Begitu cerah. para orang tua atau pengasuh para anak-anak Tk sudah berkumpul di gedung tk mewah. Mereka siap melepaskan anak-anak untuk belajar. Tak terkecuali Aylin.
Seperti biasanya Aylin selalu mengantar Kaiden Kesekolahan. Dan seperti biasa pula, ada tiga anak yang mengerubungi nya, siapa lagi jika bukan Kaiden , Edward, dan juga Ilaida. Ke tiga anak itu bagaikan itik yang mengekori induk nya.
Ilaida yang selalu menempel pada Kaiden, dan meng klaim Kaiden sebagai jodoh masa depannya, sedang Edward yang mengklaim Kaiden sebagai calon saudara nya. Karena dia berencana menjadikan Aylin sebagai Mommy nya. Dan Kaiden yang selalu berusaha melindungi mami nya dari kedua anak itu. Yang Kaiden curiga akan mencuri Aylin dari nya. Sedangkan Aylin yang berusa untuk mendamaikan segala nya.
Keributan itu berlangsung lumayan lama. Dan mereka menjadi sedikit pusat perhatian. Hingga langkah seseorang membuat mereka yang ada di sana mengalihkan perhatian nya pada dua sosok wanita beda usia. Yang sedang melangkah anggun memasuki gedung sekolah.
Langkah nya Elegan dan sangat berkelas. Aylin dan ketiga bocah ajaib itu pun ikut menoleh ke arah dua orang tersebut. Kaiden pandangan nya langsung menajam, bahkan wajah putihnya kita sudah berubah warna menjadi bersemu kemerahan.bukan karena tersipu, atau malu. Tetapi luapan emosi nya yang membuncah.
Dua orang itu adalah Dorothea yang berencana memindahkan Arabella ke sekolah tersebut. Mereka segera memasuki ruang kepala sekolah, Dorothea melirik sekilas ke arah Aylin yang di kerumuni tiga bocah. Senyum sinis nya langsung terbit. Dia segera memalingkan mukanya dan masuuk ke ruang kepala sekolah sambil menggandeng Arabella.
Aylin mematung beberapa detik dia sedang mecerna apa yang sebenarnya terjadi. Tiba-tiba Aylin di rundung kegelisahan. Karena ke empat tokok utama dalam Novel asli telah berkumpul menjadi satu. protagonis dan Antagonis sudah berada di satu tempat yang sama. Apakah alur novel akan berjalan lebih cepat dari yang seharusnya?
Tidak, Aylin tidak bisa membiarkan itu. Dia harus menyelamatkan Kaiden dan Ilaida dari nasib tragis sesuai novel yang asli.
buat si serbet dapur kapok sama si Dorothea busuk
padahal cuma novel tapi kok aku takut ya?
Albert & Aylin