NovelToon NovelToon
Suami Kontrakku Pria Desa Mempesona

Suami Kontrakku Pria Desa Mempesona

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Pernikahan Kilat / Nikah Kontrak
Popularitas:35.4k
Nilai: 5
Nama Author: Whidie Arista

Niat hati hanya ingin menolong Putri dari mantan majikan Kakeknya yang hendak melarikan diri, Asep justru di paksa untuk menikahinya.

Hanya tiga bulan, itu yang ia katakan, namun apa benar dalam waktu tiga bulan tak akan ada perasaan yang tumbuh diantara mereka?

Asep ada kecoak! Asep ada tikus! Asep, Asep, Asep, Asep!

“Sial, kenapa dikit-dikit gue terus manggil nama dia?” Ziya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Whidie Arista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 - Pergi ke Kondangan Mantan part 1

Selepas membeli semua barang yang mereka butuhkan Ziya dan Asep pun keluar dari pusat perbelanjaan.

“Neng gak mau makan dulu?” tanya Asep.

“Nggak ah, nanti nyari jajanan di jalan aja. Lagian udah sore nanti pulangnya kemaleman lagi, kan serem,” ucap Ziya.

“Ya udah atuh saya terserah Neng saja.”

Asep melajukan kembali mobilnya di jalanan, mobil pick up berwarna putih ini selalu menemaninya kemana pun dia pergi.

“Eh Sep, Sep, berhenti. Gue mau cilok,” pekik Ziya saat melihat seorang bapak-bapak penjual cilok di pinggir jalan, Asep pun menghentikan laju mobilnya di tepi jalan.

Ziya lantas turun dan menyatroni pedagang tersebut, “Pak saya mau ciloknya dua bungkus sepuluh ribuan, pedesnya dikit aja,” ucapnya.

“Siap Neng,” ucap Si Bapak.

“Neng bukan orang sini ya?”

“Iya Pak, saya dari Desa Mekar Wangi,” sahut Ziya.

“Oh gitu, saya kira dari kota,” ucap Si Bapak sambil menyerahkan dua plastik cilok yang Ziya minta.

“Saya sebenarnya dari Jakarta Pak, tapi suami saya orang sana jadi saya ikut tinggal di kampung sana,” ucap Ziya, entah mengapa dia merasa bangga saat menyebut Asep sebagai suaminya.

“Oh begitu, pantes atuh cara bicaranya beda,” komentar si Bapak.

Ziya hanya tersenyum sebagai tanggapan, “Makasih Pak ciloknya, saya permisi dulu,” pamit Ziya.

“Iya atuh Neng silahkan.”

Setelah dia membayar makanan tersebut, ia pun kembali kedalam mobil.

Asep melajukan kembali mobilnya di jalanan, sedang Ziya tengah anteng memakan cilok miliknya.

“Eh ini punya lu, gue lupa,” Ziya menyodorkan bungkusan cilok dengan bumbu kacang itu pada Asep.

“Nanti saja Neng, saya lagi nyetir bahaya kalau sambil makan,” tolaknya.

Tanpa aba-aba Ziya menusuk satu buah cilok dengan tusukan bambu kemudian menyodorkannya ke mulut Asep.

Asep menoleh dengan wajah terkejut, “ayo makan, malah melotot lagi,” keluh Ziya.

Dengan ragu Asep membuka mulutnya dan memakan Cilok yang Ziya sodorkan, “enak gak?”

Asep mengangguk tanpa kata, apa yang Ziya lakukan membuat dia gugup seketika, “hmh menurut gue juga enak, apa lagi bumbunya,” komentar Ziya, sedang yang berbuat tampak biasa saja seolah itu adalah hal biasa.

‘Neng, kenapa lakuin itu atuh perasaan saya kan jadi gak karuan,’ batin Asep, dia mencuri-curi pandang kearah Ziya yang tampak tengah menikmati makanannya.

“Nih, lagi,” lagi-lagi Ziya melakukan hal yang sama, namun kali ini Asep mengambilnya dan memakannya sendiri.

“Biar saya makan sendiri aja atuh Neng.”

“Ck, tadi katanya gak bisa makan sambil nyetir, tapi itu bisa. Lu modus ya, sengaja mau gue suapin?” goda Ziya dengan nada jutek.

“E-enggak atuh Neng mana ada saya begitu, tadi kan Neng sendiri yang mau nyuapin saya, saya gak minta,” ralatnya dengan wajah pias.

“Iya iya gue tahu, biasa aja kali gak usah ketakutan gitu,” kekehnya.

Asep tersenyum sambil menggaruk tengkuknya tak gatal. Saat waktu menjelang magrib mereka pun sampai.

***

“Sep, bapak mau pulang besok,” ucap Bapaknya selepas makan malam.

“Lah ko cepet banget Pak, bukannya Bapak bilang mau agak lamaan ya disini?” Ziya yang menyahut.

“Maunya sih gitu Neng, tapi kan Bapak gak bisa ninggalin kerjaan Bapak lama-lama Adeknya Asep juga masih pada sekolah kalau Bapak gak kerja mereka mau makan apa,” kekehnya.

“Iya juga ya,” Ziya menggaruk kepalanya pelan.

‘Yah kalau Bapaknya pergi, otomatis Asep akan pindah kamar lagi dong, tapi gak papa lah lagian kasian juga selama ini dia tidurnya di lantai mulu,’ batin Ziya.

“Ya sudah kalau gitu, besok saya akan anter Bapak ke terminal,” ucapnya.

Hari pun berganti.

Ziya tengah berdandan untuk menghadiri pernikahannya Asih yaitu mantannya Asep.

‘Heh kalau mau bikin mantan pacar suami nyerah, dandan tuh harus niat banget, gue akan gunain skill makeup gue disini,’ batin Ziya, sedang Asep belum kembali dari mengantar Bapaknya ke terminal.

“Wah lu cantik juga ternyata Ziya,” pujinya saat melihat pantulan wajahnya di cermin.

Ziya jarang berdandan selama ini, namun bukan berarti dia tak bisa, dulu dia sengaja mengambil kursus makeup untuk sesekali dia gunakan jika ada acara-acara penting di kantor Papahnya atau saat dia sedang menginginkannya, dan terbukti itu berguna sekarang.

Terdengar suara mesin mobil berhenti di depan rumah, itu tandanya Asep sudah kembali dari kota. Ziya lekas keluar untuk menyambutnya.

Ziya berdiri di depan pintu kamar, langkah Asep terhenti seketika saat melihat penampilan Ziya, untuk beberapa saat dia membeku dan hampir tak mengenali wajah Ziya.

‘Subhanallah, cantik sekali. Siapa wanita ini?’ batinnya, dia benar-benar terpana dengan penampilan Ziya, makeup natural, rambut di gerai namun dihias dengan cantik, dan itu ditunjang oleh baju yang dia pakai, pokoknya itu bikin pangling di mata Asep.

“Gimana penampilan gue?” tanya Ziya meminta pendapat.

“Cantik, sangat cantik,” sahutnya masih dalam mode tersihir.

Ziya tersenyum anggun, membuat jantung Asep berdebar seketika, refleks dia pun menyentuh dadanya.

“Ehem, sa-saya juga mau siap-siap atuh Neng,” ucapnya gugup.

“Oke silahkan,” sahut Ziya sambil mengulum senyum melihat reaksi suaminya itu.

‘Gugupnya itu loh, lucu banget,’ Ziya menopang dagu dengan tangannya sambil memerhatikan langkah gugup Asep.

Sehabis duhur mereka pun pergi menuju acara, karena resepsi pernikahan diadakan jam satu siang.

“Gue lupa, seharusnya kita beli mobil kemarin, atau minimal nyewa gitu,” komentar Ziya saat mereka dalam perjalanan, pakaian yang mereka pakai sama sekali tidak cocok dengan tunggangannya saat ini, yaitu pickup nya Asep.

“Gak usah sampai segitunya atuh Neng, lagian kan kita cuma pergi kondangan,” ucap Asep.

“Eh jangan salah, kalau pergi ke nikahan mantan itu harus niat, biar semua lihat kalau kita sudah move on dan melanjutkan hidup kita,” ucap Ziya.

Asep mendengus senyum mendengar ucapan Ziya. Tak begitu jauh perjalanan akhirnya mereka pun sampai, suara khas musik Degung Sunda mengalun merdu menyambut kedatangan mereka.

“Sep, bukain pintunya ya,” pinta Ziya.

“Siap atuh Neng,” Asep keluar lebih dulu, kemudian membuka pintu mobil untuk Ziya.

“Silahkan Tuan putri,” ucapnya sambil mengulurkan tangannya.

Tentu saja kehadiran mereka menjadi pusat perhatian para tamu undangan, apa lagi saat melihat penampilan Ziya.

“Eh itu teh Si Asep pan, naha jeng saha atuh eta, mani geulis pisan?” (Eh itu Si Asep kan, sama siapa ko cantik banget?) ucap Ibu-ibu saat melihat Ziya dan Asep berjalan bersama.

“Istrinya mungkin Ce, dengar-dengar dia kan udah nikah, tapi saya gak nyangka atuh Istrinya mani cantik pisan, udah kaya artis di Tv Tv,” ungkapnya dengan pandangan kagum.

“Iya atuh ya, gimana reaksinya Asih liat ini,” komentar yang lain.

“Hush, jaga atuh ucapan kamu, kalau sampai kedengaran sama keluarganya gimana,” tegur yang lain.

Seketika mereka pun mengatupkan bibirnya. Ziya tersenyum tipis tentunya dia mengerti arti ucapan mereka sekarang, dia mengaitkan lengannya di lengan Asep, sengaja ingin pamer kepemilikan pada semua orang.

1
Hardware Solution
Wkwkwkk
Arin
Perempuan kan gitu..... Kalau yang di rayu gak mempan. Gantian dia yang marah🤣🤣🤣. Gantian yang laki kalang kabut😁😁😁😁
Arin: Tapi kalau aku gak mempan. Makin aku diam karena marah, suami juga diam cuek gak ada rayu-rayunya😁😁😁😁. Paling dia ajak keluar, jalan, makan atau belanja🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Susi Akbarini
lanjutttt..
❤❤😍💪💪
Susi Akbarini
Aa Asep..

jgn lama2 marahnyaa.

🤣🤣😄❤❤😍💪💪💪
Arin
Siap-siap dirumah buat rayu Asep Ziya..
Pasti taulah dirayu pakai apa biar Asep luluh🤭🤭🤭🤭
juwita
biar sarah sm si regan ngerasain dinginnya penjara Ziya. coba pikir klo seandainya Bpk km g bertindak udh pasti si regan nyelakain km bahkan bisa" km di perkosaan sm dia
Arin
Beneran Ziya maafin Regan dan Sarah? Kalau suatu saat mereka masih berulah lagi bagaimana?
sitanggang
jelek kali ceritanya kek gini🤣🤣🤣
Whidie Arista 🦋: Kamu yang gak ngerti perbedaan mengkritik dan menghujat. Keritik "Membangun" Menghujat "Merendahkan" paham? aku biasanya gak pernah ngerespon orang2 tukang hujat, hanya saja aku liat kamu banyak menghujat orang lain dan mereka mendiamkan kamu, aku mencoba untuk saling mengingatkan kak, bahwa cara kamu berkomentar di cerita orang itu salah. Aku bukan merasa cerita aku udah bagus enggak, aku sadar aku banyak ke kurangan hanya saja komentar yang kakak tulis itu jatohnya menghujat bukan mengkritik 🙏
total 5 replies
Susi Akbarini
kira2 siapa ya yg kasih tau ayah xiya kalo ziya diculik...

❤❤❤😍😍💪💪💪
Susi Akbarini
penyesalanmu tiada berguna re...
mkanya jadi org jgn mokondo...
❤❤❤😍😍😍💪💪💪
Susi Akbarini
widiiihhh..
akhiranya Aseplah pangeran ber pick up itu yg menyelamatkan ziyaaa..

❤❤❤😍😍😍💪💪💪
juwita
ieu beda pangeran na. lain tina kuda putih tp. tina pickup putih🤣🤣🤣
Whidie Arista 🦋: 🤣🤣🤣✌️
total 1 replies
Arin
Semoga Ziya cepat bisa tertolong
juwita
asep tlpn Bpk Ziya biar si regan sm si sarah kena tangkap.
Susi Akbarini
mkasi ya thoooorrr ...
double up hari ini..


❤❤😍😍😍💪
Whidie Arista 🦋: masama Kak❤️
total 1 replies
Susi Akbarini
siapa ya yg akan nolongin ziyaaa

❤❤❤😍💪
Susi Akbarini
waduhhhh.

tegang bangett..
ini..
❤❤😍💪💪💪
Susi Akbarini: 🤣🤣😄😄😍😍
total 2 replies
sitanggang
goblok ziya ternyata, tinggal teriak🤦
Susi Akbarini
ayo sepppp..
buruan datangggggg..
❤❤❤😍😍😍💪💪1
Susi Akbarini
aduhhhh ziyaaaa..
mumpung diperhatikan banyak orang..
gigit tangan regan.

teriak penculik3..
biar regan digebukin orqng se SPBU ..
🤣😄😄😍😍❤💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!