NovelToon NovelToon
Second Half: Velix The Next Legend

Second Half: Velix The Next Legend

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Sistem
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Wawan wan

Velix Purnama umur 26tahun seorang pekerja kantoran tanpa sengaja kembali ke masa lalu saat dia masih menduduki bangku SMP.

"Dengan sistem aku akan mengejar apa yang menjadi mimpiku", ujar Velix

bagaimana kisah Velix menjadi legenda sepakbola mari kita saksikan bersama sama!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wawan wan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29

BAB 29: Keberangkatan Menuju Panggung Provinsi

Dua minggu persiapan intensif berlalu seperti kedipan mata. Di bawah bimbingan taktis Velix yang disalurkan secara halus melalui arahan Pak Joko, Tim Merah Marun tidak lagi bermain seperti tim sekolah semenjana. Mereka kini memiliki identitas taktis yang jelas: pertahanan blok menengah yang disiplin dan serangan balik kilat yang digerakkan oleh akurasi operan vertikal.

Sabtu pagi yang cerah di pertengahan Juni 2026, sebuah bus sekolah berwarna biru tua sudah terparkir di halaman SMP Merah Marun. Deru mesin bus yang konstan berpadu dengan riuh rendah suara para orang tua dan siswa yang datang untuk melepas keberangkatan tim perwakilan kecamatan mereka menuju Turnamen Regional Tingkat Provinsi.

"Ingat, jaga kondisi fisik kalian. Jangan jajan sembarangan di sana!" seru Pak Joko dengan suara lantangnya, memastikan seluruh delapan belas pemain sudah naik ke dalam bus.

Velix duduk di barisan kursi tengah dekat jendela. Tubuh 165 cm-nya bersandar santai, mengenakan jersi latihan Merah Marun yang dipadukan dengan jaket kontingen resmi. Pandangannya menatap keluar jendela, mengamati lambaian tangan penuh harapan dari para pendukung mereka.

[Misi Utama Baru Terdeteksi: Penakluk Provinsi Jakarta]

[Deskripsi: Pimpin Tim Merah Marun lolos dari Grup D (Grup Neraka) dan capai babak gugur Turnamen Regional.]

[Syarat Kelulusan minimum: Lolos sebagai Juara atau Runner-up Grup D.]

[Hadiah Utama: 250 System Points (SP), Membuka Token Karakter Legendaris Tier Emas (1x), dan +5.0 Semua Atribut Teknik.]

[Sisa Waktu Menuju Laga Pertama: 2 Jam 30 Menit.]*

Velix tersenyum tipis melihat layar emas Sistem yang melayang di pelupuk matanya. 'Dua ratus lima puluh poin dan token tier emas... Sistem bener-bener tahu cara menaikkan taruhan,' batinnya penuh gairah antusias yang membara.

"Vel, lu tegang nggak?" Danu tiba-tiba duduk di sebelah Velix, memecah keheningan. Tangan sang kapten tampak sedikit berkeringat, sebuah reaksi wajar dari seorang remaja 14 tahun yang akan bertanding di level tertinggi dalam hidupnya.

Velix menoleh, mengalihkan mode seriusnya ke sifat hangat yang menenangkan. Dia menepuk pundak Danu dengan mantap. "Tegang itu normal, Dan. Itu tandanya lu peduli dan siap bertanding. Tapi begitu kaki lu nyentuh rumput Stadion Cendrawasih nanti, lupain semuanya. Fokus aja sama instruksi dan pergerakan bola."

Danu mengembuskan napas panjang, tersenyum kecil. "Gua beruntung lu ada di tim ini, Vel. Kalau nggak, gua mungkin udah mulas duluan mikirin SMP Cendrawasih Pusat."

Perjalanan memakan waktu sekitar satu setengah jam sebelum bus akhirnya memasuki kawasan kompleks olahraga Stadion Cendrawasih Jakarta Barat. Begitu bus berhenti, pemandangan di luar langsung mengintimidasi sebagian besar pemain Merah Marun.

Stadion tersebut memiliki lapangan rumput alami yang sangat hijau dan terawat, dikelilingi oleh tribune melingkar yang megah. Di sekitar area parkir, beberapa bus mewah milik sekolah-sekolah elit tampak sudah terparkir rapi. Salah satunya adalah bus hitam legam dengan logo elang emas besar di lambungnya: SMP Cendrawasih Pusat.

Saat skuad Merah Marun berjalan memasuki lorong stadion menuju ruang ganti, mereka berpapasan dengan tim tuan rumah yang kebetulan baru selesai melakukan inspeksi lapangan.

Para pemain SMP Cendrawasih Pusat berjalan dengan postur tubuh yang luar biasa tegap untuk ukuran anak SMP—rata-rata di atas 170cm. Mereka mengenakan seragam latihan bermerek mahal dan bergerak dengan disiplin militer yang ketat di bawah kawalan jajaran staf pelatih yang mengenakan ID card resmi.

"Lihat tuh, mereka bahkan punya pelatih fisik khusus," bisik Ryan dengan mata melotot melihat tim lawan yang sedang melakukan pemanasan menggunakan peralatan modern.

Salah seorang gelandang tengah Cendrawasih Pusat yang memakai ban kapten—seorang remaja jangkung dengan rambut rapi bernama Arya—sempat melirik ke arah rombongan Merah Marun. Pandangannya dingin, hanya melirik sekilas seolah menganggap Velix dan teman-temannya tak lebih dari sekadar tim penggembira yang tersesat di turnamen elit.

Velix yang berjalan di barisan depan mengunci pandangannya pada Arya. Di bawah pengaruh pasif Cold-Blooded Mentor, detak jantungnya tetap tenang di angka 72 BPM. Sisi dewasanya sama sekali tidak terusik oleh kemewahan fasilitas lawan.

'Fasilitas yang bagus memang membentuk fisik yang kuat, tapi sepak bola adalah permainan tentang ruang, waktu, dan keputusan,' kalkulasi Velix dingin sembari mencengkeram tas olahraganya. 'Akan kutunjukkan pada kalian, apa artinya didikte oleh seorang master lapangan tengah.'

Gerbang neraka turnamen provinsi resmi terbuka. Skuad Merah Marun melangkah masuk ke ruang ganti dengan tekad yang telah ditempa, siap memberikan kejutan terbesar dalam sejarah kompetisi pelajar Jakarta.

1
Riyanganz
semangat thor💪
Riyanganz
bagus 👍
Riyanganz
ringan ceritanya mengalir, semoga aja kedepannya ga boring ceritanya
Alia Chans
lanjut🌹✍️🤭
Wawan
Salam kenal buat Velix✍️
aldo
seru sekali 🙏🙏🙏🙏
aldo
ayo lanjut author 🙏🙏🙏🙏
aldo
lanjut author 🙏🙏🙏
NoxVeil
Ayok like dan komen guys biar tambah smngt up nya💪😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!