NovelToon NovelToon
Jalan Keabadian Penguasa Sembilan Alam

Jalan Keabadian Penguasa Sembilan Alam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Dikhianati oleh tunangannya sendiri demi merampas akar spiritual bawaannya, Lin Tian—sang jenius nomor satu dari Kota Daun Gugur—jatuh menjadi "sampah" yang dilumpuhkan dan dihina oleh klannya sendiri. Selama tiga tahun, ia menelan segala penderitaan dan penindasan dalam diam, bertahan hidup hanya demi mencari kebenaran tentang orang tuanya yang hilang dan membalas dendam pada mereka yang merampas masa depannya.
​Namun, roda takdir berputar ketika darahnya tanpa sengaja membangkitkan jiwa Kaisar Alkemis Surgawi yang tertidur di dalam liontin peninggalan ibunya, Mutiara Kekacauan Primordial.
​Mendapatkan warisan kuno dan merombak fisiknya menjadi Tubuh Pedang Kekacauan, Lin Tian kembali menapak jalan kultivasi yang kejam. Di dunia di mana hukum rimba berlaku mutlak dan kekuatan adalah satu-satunya kebenaran, Lin Tian harus menggunakan akal, taktik, dan kekuatan barunya untuk membelah segala rintangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29: Panen Nyawa dalam Senyap

​Cahaya kelabu dari langit Reruntuhan Ribuan Siluman memantulkan bayangan panjang bebatuan obsidian di sekitar Lembah Pedang Patah. Di tengah perkemahan, tawa arogan Huangpu Ye dan para pemimpin Aliansi Darah Emas masih bergema, menantikan hancurnya formasi pedang tingkat Surga di depan mereka. Namun, di batas luar perkemahan, sebuah tarian kematian yang sangat sunyi sedang berlangsung.

​Lin Tian berkelebat layaknya asap hantu. Menggunakan Langkah Pedang Menembus Bayangan, tubuhnya tidak menghasilkan gesekan udara maupun fluktuasi Qi yang bisa dideteksi oleh kultivator Pendirian Yayasan biasa.

​Di pos penjagaan barat, tiga kultivator muda sedang bersandar pada pilar batu, mengobrol tentang pembagian harta yang akan mereka dapatkan.

​"Setelah Pangeran Huangpu mendapatkan pedang itu, kita pasti akan diberi setidaknya artefak kelas Bumi," ucap salah satunya dengan mata berbinar.

​Sebuah bayangan abu-abu meluncur tepat di atas kepala mereka, turun dari dahan pohon mati layaknya kelelawar pemangsa. Lin Tian tidak menggunakan senjata logam. Ia memusatkan Qi Primordial di ujung jari telunjuk dan tengahnya, membentuk bilah aura setajam silet kecil.

​Zrep! Zrep! Zrep!

​Tiga gerakan tangan yang sangat presisi dan efisien. Lin Tian menusuk titik Yuzhen di pangkal tengkorak ketiga penjaga itu hampir secara bersamaan. Qi Kekacauan meledak di dalam sistem saraf pusat mereka, memutus koneksi otak dengan tubuh secara instan. Ketiga penjaga itu mati bahkan sebelum mata mereka sempat berkedip, tubuh mereka ditangkap oleh Lin Tian dan dibaringkan tanpa suara ke tanah.

​Lin Tian mengambil token mereka dengan tenang. Sembari melangkah ke target berikutnya, otaknya terus menghitung. "Dua puluh penjaga luar telah dieksekusi. Lima penjaga patroli disingkirkan. Sisa kekuatan musuh adalah lima pemimpin tingkat tinggi dan sekitar lima belas penjaga elit di ring dalam. Probabilitas pertarungan terbuka kini berada di angka sembilan puluh persen menguntungkan."

​Operasi senyap memiliki batas logis. Ketika jumlah pasukan berkurang drastis, hilangnya respons akan menjadi sinyal bahaya bagi musuh.

​Benar saja, di tengah perkemahan, Huangpu Ye mulai merasa tidak sabar. Formasi Sembilan Istana Pemotong Jiwa di mulut lembah baru meredup sekitar lima belas persen.

​"Pengawal Kiri! Apa yang kalian tunggu?!" raung Huangpu Ye, suaranya mengandung tekanan Qi Tingkat 7. "Seret lima ekor babi lagi dan lemparkan ke dalam lembah! Jika kalian lambat, aku akan memotong kaki kalian!"

​Keheningan menjawab auman pangeran tersebut. Tidak ada suara langkah kaki, tidak ada sahutan panik dari para bawahannya yang biasanya selalu patuh.

​Huangpu Ye mengerutkan kening. Di sebelahnya, seorang pemuda bertubuh kekar dengan bekas luka melintang di wajahnya—Xue Ren, jenius dari Klan Xue di Tingkat 6—langsung berdiri dan mencengkeram tombak peraknya.

​"Ada yang tidak beres, Pangeran," ucap Xue Ren, insting bertarungnya yang tajam mendeteksi kejanggalan. Udara terasa terlalu sunyi. Bahkan suara burung gagak siluman yang biasanya bertengger di atas batu obsidian tidak lagi terdengar. "Penjaga luar tidak merespons fluktuasi suaramu."

​Xue Ren menoleh ke arah salah satu penjaga elit di dekatnya. "Kau! Pergi periksa sayap barat dan kiri. Bawa mereka kemari!"

​Penjaga elit itu mengangguk dengan wajah tegang. Ia berlari kecil menuju formasi bebatuan di sayap barat. Namun, baru saja ia melewati bongkahan batu pertama, langkahnya terhenti secara mendadak. Tubuhnya bergetar hebat.

​"T-Tuan... Tuan Muda..." Penjaga itu tergagap, suaranya dicekik oleh teror absolut. Ia menunjuk ke balik batu dengan tangan gemetar.

​Huangpu Ye, Xue Ren, dan ketiga pemimpin lainnya segera melesat menghampiri penjaga tersebut. Ketika mereka melihat apa yang ada di balik batu, napas mereka serempak tercekat.

​Di sana, tumpukan mayat penjaga Aliansi Darah Emas disusun dengan sangat rapi, layaknya tumpukan kayu bakar. Lebih dari dua puluh mayat tergeletak tanpa nyawa, mata mereka masih terbuka memancarkan kebingungan. Tidak ada tanda-tanda pertarungan brutal, tidak ada luka tusuk yang lebar. Sebagian besar dari mereka hanya memiliki luka sebesar lubang jarum di pangkal leher, atau tulang leher yang patah sempurna.

​"Dibunuh dalam satu pukulan... tanpa sempat bereaksi atau berteriak," gumam Xue Ren, wajahnya memucat. Ia menatap ke sekeliling perkemahan yang tiba-tiba terasa seperti kuburan raksasa. "Ini bukan serangan siluman. Ada pembunuh bayaran profesional di antara kita!"

​"Kurang ajar! Siapa yang berani membantai anggota Aliansi Darah Emas?!" Huangpu Ye meledak dalam amarah. Aura emas menyala dari tubuhnya, menghancurkan batu di sekitarnya menjadi debu. "Keluar kau, Pengecut! Tunjukkan wajahmu!"

​"Kalian terlalu berisik, dan metode kalian terlalu bodoh."

​Sebuah suara yang sangat datar, sedingin es, dan tanpa emosi menggema dari arah mulut lembah, mengalahkan auman amarah sang pangeran.

​Seluruh anggota Aliansi Darah Emas, termasuk puluhan tawanan yang masih terikat, serempak menoleh ke arah sumber suara.

​Di atas sebuah bongkahan batu yang menghadap langsung ke arah perkemahan dan altar pedang Surga, sesosok pemuda berjubah abu-abu berdiri dengan postur santai. Angin lembah meniup jubahnya, memperlihatkan pedang besi biasa yang tersarung di pinggangnya. Fluktuasi Qi yang memancar darinya disetel pada tingkat yang sangat jelas: Pendirian Yayasan Tingkat 2.

​Huangpu Ye menyipitkan matanya, berusaha mencari kelompok atau tetua yang menyembunyikan diri di balik pemuda itu. Ia tidak percaya seorang pemuda Tingkat 2 bisa melakukan pembantaian senyap ini. Namun, indra spiritualnya menegaskan bahwa tidak ada siapa-siapa lagi dalam radius lima ratus meter selain pemuda itu.

​"Hanya kau sendirian?" Huangpu Ye tertawa, sebuah tawa yang dipenuhi dengan kelegaan bercampur arogansi. "Tingkat 2? Tikus kecil, kau pasti menggunakan artefak racun tingkat tinggi untuk membunuh para penjaga luar kami secara diam-diam. Kau pikir dengan taktik murahan itu kau berhak berdiri sejajar dan berbicara denganku?"

​Lin Tian menatap Huangpu Ye seolah memandang seekor serangga yang berkicau terlalu keras. Pandangannya kemudian beralih pada altar di tengah lembah, di mana pedang perak tingkat Surga itu semakin tertutup karat kemerahan akibat darah para tawanan.

​"Kalian membunuh para tawanan itu untuk menguras energi formasi Sembilan Istana," ucap Lin Tian secara analitis. "Tapi akal sehat kalian sangat tumpul. Formasi itu beresonansi dengan pedang di tengahnya. Darah fana yang dipenuhi keputusasaan dan amarah justru merusak kemurnian niat pedang artefak Surga tersebut. Kalian sedang mencemari sumber dayaku."

​Mendengar kata-kata itu, para pemimpin aliansi tertegun sejenak sebelum meledak dalam tawa yang menghina.

​"Sumber dayamu?" Xue Ren menunjuk Lin Tian dengan ujung tombaknya. "Bocah sinting, kau bahkan tidak tahu siapa yang sedang kau hadapi. Kami adalah pewaris mutlak dari Ibukota Kekaisaran! Kau berani menuntut hak atas barang yang kami klaim?!"

​Lin Tian melompat turun dari batu dengan ringan, mendarat di tanah berdebu tanpa suara. Ia tidak menatap para tawanan yang memandangnya dengan secercah harapan; di matanya, para tawanan itu hanyalah variabel tak penting. Fokusnya murni pada penyelesaian masalah secara radikal.

​"Identitas kalian di Ibukota tidak memiliki nilai konversi di dimensi ini," Lin Tian melangkah maju dengan perlahan. Setiap langkahnya membuat suhu udara di perkemahan itu merosot drastis. Dantiannya mulai terbuka, melepaskan tekanan Qi murni dari Tubuh Pedang Kekacauan yang selama ini ia tekan.

​Aura Pendirian Yayasan Tingkat 2 miliknya seketika meledak, menembus Tingkat 3, 4, dan berhenti di puncak Tingkat 5. Namun, kualitas energi abu-abu keperakan yang mengelilingi tubuhnya begitu padat hingga melampaui tekanan Tingkat 7 milik Huangpu Ye.

​Tawa para anggota aliansi seketika terhenti. Mata Huangpu Ye membelalak. Wajah Xue Ren kehilangan warnanya. Mereka merasakan insting primitif mereka menjerit, seolah mereka sedang berhadapan dengan monster purba yang baru saja melepas rantainya.

​"T-Tingkat 5 puncak?! Qi apa ini... ini terlalu padat!" seru salah satu pemimpin aliansi yang memegang kapak ganda.

​Lin Tian perlahan menarik pedang besi dari sarungnya. Pedang murah itu segera diselimuti oleh aura Kekacauan, mengubahnya menjadi bilah abu-abu yang memancarkan niat membunuh ekstrem.

​"Logika pertempuran sangat sederhana. Siapa yang menghalangi pengumpulan sumber daya, harus disingkirkan," Lin Tian mengarahkan ujung pedangnya ke arah Huangpu Ye. Matanya benar-benar membeku, tidak menyisakan ruang untuk belas kasihan, negosiasi, atau kompromi. "Kalian memiliki lima detik untuk menyerang bersamaan. Jika tidak, aku yang akan memutus leher kalian satu per satu."

​Huangpu Ye menggertakkan giginya. Harga diri bangsawannya menolak untuk tunduk pada ancaman seorang kultivator pengembara.

​"Jangan gertak aku! Kita unggul jumlah! Bunuh dia dan cincang tubuhnya!" raung Huangpu Ye, menarik pedang emas tingkat Bumi miliknya. "Buktikan padanya bahwa darah emas Kekaisaran tidak bisa ditantang oleh sampah jalanan!"

​Kelima jenius Ibukota Kekaisaran itu meledakkan Qi mereka secara serempak, menerjang maju dari berbagai sudut untuk mengepung Lin Tian. Di belakang mereka, belasan penjaga elit yang tersisa juga ikut menyerbu, menciptakan badai serangan energi yang bermaksud menelan Lin Tian hidup-hidup.

​Lin Tian tidak mundur satu langkah pun. Ia mengencangkan genggamannya pada pedang besinya. Bibirnya melengkung membentuk senyuman pembunuh bayaran yang paling kalkulatif.

1
yos helmi
💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍
yos helmi
👍👍👍😍😍😍💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍👍👍👍👍👍👍👍
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍👍💪💪💪
yos helmi
💪💪💪💪💪💪💪💪🙏
yos helmi
😍😍😍👍👍👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪💪
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍👍🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣3🤣🤣
yos helmi
🤣🤣🤣🤣👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍👍💪💪
yos helmi
💪💪💪💪🤣🤣🤣👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣
yos helmi
💪💪💪💪💪💪👍👍👍
Fajar Fathur rizky
klan huangpu dan leluhurnya akan musnah hahahaha
Daryus Effendi
terlalu banyak penjelasan jadi nya membosankan
T28J
semangat kak 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!