NovelToon NovelToon
Pesona Antagonis Novel

Pesona Antagonis Novel

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi
Popularitas:10.3k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Asha, seorang gadis SMA yang gemar membaca, tanpa sengaja menemukan sebuah novel romantis bergenre dark yang langsung menarik perhatiannya. Awalnya hanya iseng, ia mulai membaca kisah kelam penuh obsesi, cinta yang beracun, dan tokoh antagonis yang kejam namun memikat. Tanpa sadar, ia terbawa suasana hingga larut malam.
Namun saat ia terbangun, dunia di sekelilingnya terasa asing.
Asha terkejut ketika menyadari bahwa dirinya bukan lagi berada di dunianya sendiri, melainkan masuk ke dalam novel yang semalam ia baca. Lebih buruk lagi, ia bukan tokoh utama yang memiliki perlindungan plot, juga bukan antagonis yang berkuasa melainkan hanya seorang figuran.
Seorang figuran yang dalam cerita aslinya dikenal karena satu hal: tergila-gila pada sang antagonis.
Dan yang paling mengerikan, Asha tahu persis bagaimana akhir dari karakter itu nasib paling mengenaskan yang bahkan tak layak disebut sebagai akhir bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29

Bel sekolah berbunyi, menandakan berakhirnya penderitaan para siswa. Di parkiran sekolah, suasana pecah bukan karena tawuran, melainkan karena kelakuan geng Amours dan trio Melody yang nggak pernah bisa sinkron.

​"Mel! Bareng gue!" seru Kaisar pendek, padat, dan tidak menerima penolakan. Ia sudah berdiri di samping motor besarnya yang mengkilap, helm cadangan sudah ia siapkan di tangannya.

​"Dih, maksa banget kayak tagihan pinjol!" Melody berkacak pinggang. "Gue mau bareng Rere sama Rhea, kita mau mampir beli seblak dulu. Lo mau ikut? Nanti lo kepedesan terus nangis, reputasi mafia lo anjlok lho!"

​Jigar yang baru saja menyalakan motornya langsung menimpali, "Eh, jangan salah, Mel! Si Bos ini kalau makan seblak level lima, bibirnya jadi seksi lho, merah-merah merona gimana gitu. Mau liat nggak?"

​PLAK!

​Satu helm mendarat mulus di jok motor Jigar, hasil lemparan akurat Kaisar. "Berisik "

​"Aduh, galak amat! Sensian kayak cewek lagi dapet," gerutu Jigar sambil mengusap helmnya.

​David muncul dengan kacamata hitam, padahal matahari sudah hampir tenggelam. "Udah, Mel. Mending lo bareng Kaisar aja. Biar Rere sama Rhea bareng gue dan Azka. Kita kawal kalian ke tukang seblak. Anggap aja kita ini Paspampres—Pasukan Pengawal Pasangan Stress."

​Rere langsung melotot. "Vid, gue nggak mau ya naik motor lo! Terakhir kali gue bareng lo, lo malah sibuk ngaca di spion setiap ada lampu merah! Lampu udah hijau tiga kali kita masih diem di tempat!"

​"Itu namanya menjaga penampilan, Re. Gue nggak mau pas sampe tujuan rambut gue jadi mirip sarang burung walet," jawab David santai.

​Azka cuma geleng-geleng kepala sambil memanaskan mesin motornya. "Udah-udah, mending cepetan berangkat. Keburu mang seblaknya tutup karena takut liat muka Kaisar yang kayak mau nagih utang."

​Akhirnya, Melody menyerah. Ia naik ke motor Kaisar dengan wajah cemberut yang dibuat-buat. "Inget ya, Kai! Jangan ngebut-ngebut! Kalau jantung gue copot, gue minta ganti rugi mahar lima milyar!"

​Kaisar hanya menarik sudut bibirnya tipis—nyaris tak terlihat. "Pegangan," ucapnya singkat.

​"Hah? Apa? Nggak denger!" Melody pura-pura budek.

​Tanpa aba-aba, Kaisar menarik gas motornya dengan kencang, membuat Melody refleks berteriak dan memeluk pinggang Kaisar erat-erat.

​"WOY! KAISAR BRENGSEK! MAU MATI YA?!" teriak Melody kencang.

​"Tuh kan, pelukan juga akhirnya," goda Jigar dari belakang sambil memacu motornya menyusul mereka. "Ayo gengs, ikuti raja dan ratu drama kita menuju singgasana seblak!"

​Rombongan itu pun meninggalkan parkiran sekolah dengan tawa dan teriakan protes Melody yang menggelegar, sementara Kaisar hanya diam dengan mata yang memancarkan kepuasan karena berhasil membuat 'barangnya' menempel erat padanya.

Iring-iringan motor mewah itu berhenti tepat di depan warung "Seblak Nyablak" yang letaknya di pinggir jalan. Begitu helm dibuka dan mereka turun, suasana warung yang tadinya riuh mendadak sunyi senyap. Ibu-ibu yang lagi nyeruput kuah sampai mbak-mbak kantoran yang lagi makan siang mendadak membeku.

​"Gila... itu manusia apa manekin pajangan butik?" bisik salah satu pelanggan sambil melongo melihat David yang langsung benerin rambut lewat pantulan kaca etalase kerupuk seblak.

​"Mell, ini kita beneran makan di sini?" tanya Jigar sambil melihat sekeliling dengan wajah bingung. "Ini tempatnya emang konsepnya 'asap di mana-mana' atau emang lagi ada simulasi kebakaran?"

​"Berisik lo, Jig! Ini namanya aroma kenikmatan surga dunia," sahut Melody sambil mengambil mangkuk besar dan mulai menjepit berbagai macam kerupuk dan makaroni.

​Kaisar berdiri kaku di belakang Melody. Badannya yang tegap dan wajahnya yang dingin banget itu bikin penjual seblaknya—Mang Ujang—sampai gemeteran pas mau nanya pesanan.

​"A-A... mau pesen apa, A?" tanya Mang Ujang gagap, takut-takut kalau Kaisar ternyata mau nagih uang keamanan, bukan mau beli seblak.

​Kaisar melirik ke arah panci yang isinya kuah merah mendidih. "Sama kayak dia," jawab Kaisar singkat sambil menunjuk Melody. "Tapi jangan pedas. Sedikit pun jangan."

​"Yaelah, Kai! Makan seblak nggak pedas tuh kayak liat lo nggak marah-marah, hambar!" protes Melody. "Mang, kasih dia level satu aja, biar ada rasa perjuangan dikit di lidahnya!"

​Begitu semua pesanan datang, meja panjang di pojok warung langsung penuh. Geng Amours duduk berjejer, membuat warung seblak itu mendadak punya vibe kayak kafe bintang lima.

​"Oke, guys. Ini pertama kalinya dalam sejarah Amours, kita makan makanan yang warnanya lebih terang dari masa depan kita," ucap David sambil memandang curiga ke arah ceker ayam di mangkuknya. "Ini ceker... kenapa bentuknya kayak lagi minta tolong gitu ya?"

​"Makan aja, Vid! Enak tau!" seru Rere yang sudah asik ngunyah kerupuk basah.

​Azka mencoba satu suapan kecil. Matanya langsung melebar. "Eh, gila! Enak ternyata! Gurih-gurih gimana gitu, kayak ada ledakan kencur di mulut gue."

​Sementara itu, Jigar yang sok jagoan langsung minta level lima. Baru tiga suapan, wajahnya yang tadi ganteng maksimal langsung berubah merah padam. Telinganya kayak mengeluarkan asap.

​"HUH-HAH! Mell... ini seblak apa lava merapi?!" teriak Jigar sambil mengipas-ngipas lidahnya pake tangan. "Air! Mana air?! Gue ngerasa lidah gue lagi di-ospek sama setan!"

​David yang melihat Jigar tersiksa langsung ketawa ngakak, tapi pas dia sendiri nyoba, dia langsung sibuk nyari tisu buat ngelap keringat di dahi biar nggak ngerusak skincare-nya. "Aduh, panasnya sampai ke jiwa raga. Tapi nagih, gila!"

Kaisar makan dengan sangat tenang, sangat kontras dengan teman-temannya yang sudah heboh sendiri. Meski seblaknya nggak pedas, aura "mafia" di wajahnya tetep bikin mbak-mbak di meja sebelah gagal fokus.

​"Tuh liat, si Bos makan seblak aja tetep estetik," bisik Rhea ke Melody. "Liat deh cara dia megang sendok, udah kayak lagi megang senjata api. Gagah bener!"

​Melody melirik Kaisar yang sedang meniup pelan kuah seblaknya. Tiba-tiba, Kaisar menyodorkan sesendok seblak (tanpa ceker) ke arah mulut Melody.

​"Makan. Lo tadi kurang nasi," ucap Kaisar datar.

​Melody melongo. "Hah? Gue bisa makan sendiri kali, Kai!"

​"Buka mulutnya, Melody. Gue nggak suka ditolak," desis Kaisar dengan suara beratnya.

​Sontak, seluruh penghuni warung seblak—termasuk Jigar yang lagi kepedesan—langsung bersorak 'Cieeeee!' berjamaah. Melody yang tadinya galak langsung mendadak jadi tomat rebus, wajahnya merah padam saking malunya disuapin di depan umum.

​"Aduh, Mell... dapet suapan maut dari Pangeran Kulkas, gimana rasanya? Lebih pedes dari seblak level lima nggak?" goda Rere sambil tertawa puas melihat sahabatnya itu mati kutu

1
emalia
Lanjut kak 🤭🤭
Irsyad layla
lagi dong thor masa cuma 1
Nazia wafa abqura
kak novel ny bagus banget. aq tunggu up ny y kak. 💪
Irsyad layla
thor up lagi dong hari ni nggak cukup 1 bab perhari
Natasya
👌
Wahyuningsih
😅😅😅 drama korea ada aja nih melo
Wahyuningsih
thor buat asha aka melodi badaz abiz biar mkin seru bla perlu dpt bonus ruang dimensi atau sistem yg srba bisa 💪💪💪 thor
Wahyuningsih
mampir q thor
**Maulina**
lanjut thor semangat💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!