NovelToon NovelToon
Cinta Untuk Andara

Cinta Untuk Andara

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu susu
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Bareta

Dipaksa pamannya menikah setelah lulus SMA, kehidupan Andara yang sudah yatim piatu tidak menjadi lebih baik.



Setelah difitnah sudah tidak perawan, dituduh berzinah saat hamil setelah 3 bulan menikah, Andara menjadi janda di usia sembilanbelas tahun.



Penderitaan tidak berhenti di situ, rumah peninggalan orangtua Andara diambil paksa oleh keluarga Irfan, mantan suaminya dengan alasan melunasi hutang-hutang orangtua dan paman Andara.



Dikucilkan karena dianggap aib dan pembawa sial membuat Andara memutuskan untuk mengadu nasib ke Jakarta dalam keadaan hamil.




Bagaimana kehidupan Andara selanjutnya ?



Apakah nasib Andara bisa berubah setelah bertemu dengan bayi Lily yang kehilangan ibunya saat ia dilahirkan ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bareta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Andara duduk di tepi ranjang kamar kostnya sambil memegang handphone. Sejak tadi pikirannya hampir tidak berhenti menimbang-nimbang permintaan Baskara.

Bukannya Andara tidak menghargai nasehat dan kekhawatiran Dani tapi secara pribadi Andara tidak sepenuhnya sependapat dengan pemikiran Dani.

Memang Andara belum mengenal siapa Baskara dan seperti apa kepribadiannya tapi dalam pertemuan mereka yang bisa dihitung sebelah jari, Andara menilai Baskara tidak seburuk seperti yang dipikirkan Dani.

Harus diakui sikap Baskara lebih banyak menyebalkan daripada menyenangkan lawan bicaranya. Tatapannya yang dingin seperti harimau lapar siap menerkam mangsanya, kata-katanya yang pedas bikin kuping panas seperti habis kena biji cabai sekilo.

Tapi di balik semua itu, Andara menangkap kalau Baskara adalah orang yang perhatian dan tulus.

Buktinya Baskara akhirnya mau membantu Andara mengirim bukti untuk Deswita berupa foto makan siang di kantornya.

Andara melihat Baskara bukanlah tipe manusia yang memanfaatkn kekayaanny untuk menyebarkan fitnah demi kepentingan pribadi.

Ternasuk soal sikap keras meniolak mengakui Daisy dan Lily sebagai anak kandungnya, Andara yakin Baskara sudah memegang bukti tapi entah apa yang membuat pria itu menyimpannya sampai detik ini.

Dering handphone membuyarkan lamunan Andara. Betapa terkejutnya saat membaca nama Baskara di layar.

Setelah mengecek aplikasi whatsapp ternyata tanpa sadar Andara mengirim pesan tidak jelas ke nomor Baskara.

Panggilan yang sempat terputus muncul lagi di layar handphone.

“Halo,” sapa Andara dengan suara bergetar.

“Terima kasih sudah mengirimkan nomormu.”

“Darimana bapak tahu kalau ini nomor saya ?”

Terdengar suara tawa Baskara yang renyah. “Siapa lagi yang mungkin mengirim pesan seperti anak batita ?”

“Maaf saya tidak sengaja.”

“Tidak masalah. Kesalahanmu malah berkah untukku.”

Percakapan sempat terhenti karena Andara tidak tahu harus berbicara apa.

“Apa bisa kita bertemu besok pagi di rumah sakit ? Pagi-pagi sekali tidak masalah asal jangan mengganggu jam kerjamu.”

Andara masih diam, sedang mempertimbangkan permintaan Baskara. Rasanya tidak nyaman kalau harus berbohong pada Dani tapi pria itu pasti kesal kalau tahu Andara bertemu dengan Baskara.

“Aku mohon padamu kali ini saja. Perbincangan besok akan jadi yang terakhir dan aku tidak akan mengganggumu lagi.”

Baskara kembali mendengar tarikan nafas Andara yang panjang dan berat.

“Baik, besok saya akan datang ke rumah sakit sekitar jam setengah enam.”

Baskara tersenyum puas, untung saja Andara tidak bisa melihatnya.

“Kalau begitu sampai bertemu besok. Selamat malam.”

“Nngggg selamat malam Pak Bas.”

Jantung Andara sempat berdebar selama ngobrol dengan Baskara dan penyebabnya gara-gara Dani sempat bilang kalau firasatnya mengatakan Andara bakal jatuh cinta pada Baskara.

*****

Seperti kejadian sebelumnya usai membesuk Lily, Andara kembali mendapati Baskara sedang menynggunya di dekat lift.

Entah darimana pria ini muncul. Saat datang Andara sudah memastikan kalau Baskara tidak ada di setiap titik yang ia lewati untuk sampai ke kamar Lily.

“Kita mau kemana ?” tanya Andara saat Baskara mengajaknya naik mobil.

“Cari sarapan di tempat yang lokasinya tidak jauh dari kantormu.”

Andara mengerutkan dahi, bertanya-tanya darimana Baskara tahu tempat kerjanya.

“Masuk !”

Andara bergeming, bingung harus duduk di depan atau belakang.

“Duduk di depan ! Aku bukan sopirnu.”

Tangan Andara rasanya berat untuk membuka pintu penumpang depan. Bagaimana mungkin ia merasa nyaman harus duduk di samping Baskara.

“Jangan bilang kamu berharap aku membukakan pintu untukmu.”

Buru-buru Andara masuk dan duduk dengan wajah tegang.

“Berharap aku yang memasangkan sabuk pengaman,” sindir Baskara dengan senyuman smirk.

Kepala Andara menggeleng dan cepat-cepat ia memasang sabuk pengaman untuk dirinya.

Sepanjang perjalanan tidak ada yang memulai oercakapan, hanya terdengar alunana instrumental yang Andara tidak tahu apa judulnya.

Tidak lama mobil berhenti di depan bangunan rumah yang dirubah menjadi cafe. Ada dua mobil lain parkir di situ.

Baskara mendahului masuk dan menentukan meja tanpa bertanya.

“Pesan apa saja yang kamu mau, tidak usah malu. Waktu kita terbatas sedangkan banyak hal yang ingin aku bicarakan.”

Andara tidak menjawab tapi ia langsung membuka buku menu dan memesan makanan serta minuman untuk dirinya.

“Bagaimana kamu kenal sama Dani ?” Baskara membuka percakapan.

“Pak Dani adalah kakak kandung dokter Dita.”

Baskara sempat terkejut tapi kemudian kepalanyamengangguk-angguk.

“Jadi kamu pergi menemui dokter Dita setelah pergi dari rumah.”

“Tidak. Semuanya tidak direncanakan sebelumnya.”

“Hhhhhmmmm. Aku yakin Dani sudah cerita banyak tentangku berdasarkan versi pikirannya.”

“Ya tapi saya tidak peduli karena apa yang terjadi antara pak Dani, bu Fanny dan pak Bas bukan urusan saya.”

Baskara tersenyum tipis sambil menghela nafas.

“Kalau ada yang minta padamu untuk menjadi ibu susu Lily selamanya, apa kamu bersedia ?”

“Memangnya siapa yang akan minta pada saya ?”

Baskara tertawa pelan. “Mungkin orangtua kandungnya.”

DEG !

Debar jantung Andara bertalu-talu, pikirannya berselancar kemana-mana. Meski sudah sering mendengar pernyataan Baskara yang membantah status Daisy dan Lily tetap saja yang tertanam dalam benaknya kalau Baskara adalah ayah kandung Daisy dan Lily.

“Banyak kejadian belakangan ini yang membuatku akhirnya sadar kalau aku harus keluar dari lingkaran setan ini atau hidupku akan semakin terpuruk.”

“Maksud bapak ?”

Baskara menatap Andara dalam diam, sangat dalam namun teduh membuat jemari Andara langsung dingin.

“Kata-kata yang pernah kamu ucapkan padaku memang benar kalau tidak seharusnya aku menimpakan rasa marah, kecewa dan sakit hatiku pada kedua anak yang tidak bersalah. Bukan kemauan mereka dilahirkan dari rahim seorang perempuan yang menghalalkan segala cara demi uang.”

“Saya senang mendengarnya,” ujar Andara sambil tersenyum.

Seperti kena hipnotis dengan senyuman Andara, Baskara menatap perempuan yang duduk di hadapannya hampir tanpa berkedip.

Wajah Andara langsung panas dan merona. Belum pernah ada laki-laki yang menatapnya se-intens ini.

“Pak Baskara !”

Baskara gelagapan, wajahnya ikut memerah karena malu. Saking gugupnya, Baskara langsung menyambar cangkir kopi dan meneguknya.

“Hhhuuuhh.”

Spontan Andara menyidorkan botol air mineral miliknya dan langsung diteguk Baskara.

“Hati-hati Pak.

“Hhhhmmmm.”

Beberapa saat kemudian Andara baru sadar kalau botol yang diberikan pada Baskara sudah sempat diminumnya.

Berarti……

Tanpa sadar Andara menggelengkan kepala dan Baskara tidak bertanya alasannya.

“Habiskan makananmu lalu aku akan mengantarmu ke kantornya Dani.”

“Nngggg…. Baik Pak.”

Suasana makin canggung, keduanya sama-sama tidak berani berbicara sambil menatap.

“Mungkin kita bisa cari waktu lagi untuk membahas masalah yang ingin aku sampaikan sekalian dengan bukti-buktinya.”

“Baik Pak.”

Tidak ada lagi percakapan sampai akhirnya mobil Baskara berhenti di depan ruko 4 lantai.

“Terima kasih untuk sarapannya Pak.”

Kondisi Andara sudah lebih baik, tidak segugup tadi.

“Hhhmmm.”

Baskara langsung melajukan kembali mobilnya begitu Andara turun tanpa berpamitan lagi.

1
Baretta
Terima kasih Kak Evi Lusiana 😊😊
Evi Lusiana
mampur thor,awal yg menyedihkan smoga andara sgra mnemukan kebahagiaan,semangat thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!