NovelToon NovelToon
Love Scandal 2

Love Scandal 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Tentara
Popularitas:18.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bojone_Batman

Seorang gadis polos kehilangan harta warisannya akibat kelicikan saudara tiri, ia dipaksa menikah dengan seorang pria dari keluarga perwira tinggi, namun pria tersebut pergi di hari pernikahan hingga akhirnya adik pria tersebut yang notabene seorang duda harus menyelamatkan nama besar keluarga dengan menyembunyikan identitas aslinya. Ayah gadis itu pun seorang tentara tapi seolah tak pernah menyayanginya.

Saat tau kabar kabur tentang identitas pria tersebut. Ibu tiri gadis itu menyesal dan iri setengah mati.

Kesakitan yang di alami gadis itu membuatnya trauma hingga sangat waspada dan sulit percaya. Kini pria tersebut harus berjuang sekuat tenaga untuk menembus tembok pertahanan hati istrinya yang selalu berpura-pura di balik tingkah randomnya, padahal ia tidak tau.. siapa pria yang bersamanya saat ini.

SKIP bagi yang tidak tahan dengan KONFLIK.
.
.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bojone_Batman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29. Membongkar kenyataan.

Bang Reigar sudah hampir menerjang Reina saking jengkelnya. Pak Rinto seakan tak bisa mengatasi situasi karena kesemua putranya sudah menatapnya dengan pandang menghakimi.

"Kau mau marah???? Tampar..!!! Tampar saja Reina, tampar saja adik perempuanmu ini..!!!!!" Ucap Reina dengan berani.

Situasi semakin rumit dan tidak terkontrol. Takut akan terjadi pertikaian, Jill langsung memeluk suaminya itu.

"Jangan marah lagi, Bang. Lebih baik kita tanya dulu baik-baik kenapa bisa sampai semua ini terjadi." Bujuk Jilly sambil terus mengusap dada Bang Reigar agar suaminya itu tenang.

"Abang nggak kebayang, dek. Kalau benar Reina itu adiknya Abang.. Habislah keluarga kita ini, dosa, celaka, terkutuk. Bagaimana bisa dia menikah dengan Bang Huda, Bang Huda itu juga Abangnya." Jawab Bang Reigar. Tubuhnya sampai gemetar tak sanggup membayangkan kekisruhan yang terjadi dalam keluarganya.

"Kau.. Orang luar, jangan pernah ikut campur masalah kami..!!" Ucap Reina pada Jilly.

"Orang luar katamu??? Saya menantu yang sah di rumah ini. Kalau kau merasa keluarga, seharusnya kau lebih punya otak sebelum bertindak." Tegur Jilly.

"Kau terlalu banyak bicara..!! Tidak kah kau berkaca, statusmu memang anak dari keluarga yang sah, tapi kau yang paling di buang dan tidak di inginkan." Kata Reina mencibir Jilly.

Jilly tersenyum lalu mengarahkan Bang Reigar untuk duduk. "Yaaa.. Tidak ada yang salah, Mbak. Informasimu itu sangat valid. Pintar juga ya mencari debu di wajah orang dan lupa ada lumpur menutupi seluruh wajahmu sendiri. Memang benar aku ini anak yang dibuang, tapi aku pulang dengan membawa kehormatan dan suami yang mencintaiku. Sedangkan kau? Kau tinggal di sini, diakui keluarga bahkan mungkin kau memang bagian dari keluarga ini tapi apa yang kau lakukan? Kau merusak nama baik keluarga hanya karena hal yang belum tentu benar."

Pak Rinto yang sedari tadi diam, akhirnya menunduk dalam. Terbersit rasa malu yang luar biasa. Ia sadar, anak-anak yang ia besarkan kini saling mempertanyakan kebenaran yang ada, semua terjadi karena satu kesalahan besar yang mungkin tak sengaja ia lakukan dua puluh tujuh tahun silam.

"Cukup.. Kalian berhentilah berdebat..!!" Suara Pak Rinto sudah sangat berat namun cukup untuk membuat semua mata tertuju padanya. "Papa sudah tidak sanggup lagi mendengar semua ini. Reina, katakan apa yang terjadi dengan ibumu..!!"

Mama Niken menggenggam jemari Pak Rinto, semua masalah ini terjadi saat beliau menikah dengan suaminya itu.

Reina menebarkan wajah kebencian. "Mama menderita menunggumu, Mama menyembuhkanmu tapi laki-laki yang di tolongnya malah memilih wanita lain. Wanita yang tidak ada di saat susahmu. Wanita yang juga akhirnya memilih Papa Ali dan membuat sia-sia. Disaat terpurukmu, kau bukannya sadar tapi malah memilih dia..!!!!!" Tunjuk Reina langsung di wajah Mama Niken.

"Yang sopan kalau bicara..!!!!!!!!" Bentak Bang Reigar hingga suaranya menggema dalam satu ruangan.

Reina sungguh terkejut mendengarnya. Ia menunduk, cukup takut mendengar suara pria yang dulu sempat bersamanya sebagai 'kekasih'.

Lagi-lagi Jilly memeluk suaminya itu.

"Kamu, Mama Niken, bahkan Abang-abang tidak pernah tau apapun yang terjadi saat itu. Kalau kamu memang semua ini clear, kamu harus kerjasama untuk membuka identitasmu. Apa kamu bersedia????? Karena jika tidak.. Berarti apa yang dikatakan Reigar dan Jilly itu benar. Apa yang sudah terjadi di antara kamu dan Huda itu tidak satupun bisa di benarkan." Kata Papa Rinto.

:

"Kamu lahir sepuluh bulan setelah Huda lahir. Itu bertepatan saat menunggu Marshall lahir. Tapi........" Pak Rinto terdiam sejenak seakan tak sanggup melanjutkan apa yang sebenarnya telah terjadi.

"Ada apa??" Tiba-tiba suara berat muncul dari balik punggung Pak Rinto.

"Marshall????" Kini rasanya Bang Reigar benar-benar muak. Apapun yang di lihatnya bagai pemicu tekanan darahnya mendadak naik. "Ku bunuh, kau..!!!!"

"Baaaang.. Jangaaaann..!!!!" Jilly sampai kelabakan melihat emosi Bang Reigar.

Papa Rinto ikut pusing, tapi nyatanya hanya Jilly saja yang mampu meredakan amarah putranya yang bersumbu pendek itu.

"Tapi apa, Pa??" Tanya Bang Huda. Pria itu sudah semakin lemas saja.

Bang Marshall mengambil posisi duduk di samping Bang Huda. Ia diam dan ikut mendengarkan.

"Tapi, ada hal yang selama ini belum kalian ketahui. Saat itu, Papa menunggu Marshall lahir dengan harap cemas. Dan pada kenyataannya, Marshall.. Kakak kalian juga, darah Papa." Jawab Pak Rinto.

"Astaghfirullah hal adzim... Papa selingkuh sama Mama Anye??? Papa Ali sudah menikah dengan Mama Anye, kan????" Bang Reigar bagai kehilangan kesabaran sampai rasanya benar-benar mual.

"Sulit menjelaskan keadaannya. Saat Papa kembali dari penugasan, Papa tidak tau kalau Mama Anye sudah bersama dengan Papa Ali, singkat cerita jadilah kau, Marshall." Ucapnya mengarah pada Bang Marshall. "Hanya soal 'kehadiranmu.. Papa pastikan tidak, Reina."

"Papa menyangkalnya????" Wajah Reina terlihat begitu kecewa.

"Bukan menyangkal. Tapi problem ini semudah itu untuk di jelaskan. Garis utamanya adalah, Papa di nyatakan mandul. Terdapat perselisihan antara Papa dan Papa Ali dan tepat saat itu.. Papa bertemu Mama Niken. Setelah Marshall lahir, dokter meneliti dan menjelaskan bahwa Marshall.. Adalah anak Papa."

"Aku nggak ngerti Pa. Dengan kata lain, Reina ini bisa jadi anak Papa, kan???" Kata Bang Reigar.

"Tidak. Karena.............."

.

.

.

.

1
Tanti
lekas sehat mba Nara, semangatt👍💪💪
Dwi Juteck0204
Di tunggu kelanjutannya Mbk Nara💪
dyah EkaPratiwi
ditunggu selalu karyawannya kak
Maysuri
sudah ad kejelasan y thor....
Tanti
sekarang smua sdh clear
lanjut mba Nara💪💪
Tanti
tanda-tanda😄😄😄
Tanti
Kayaknya Jilly hamil niii..🤭
Maysuri
ada titipan dr allah itu bangg rey...
dyah EkaPratiwi
ngidam ya bang reigar
Maysuri
ngambek aj jill...
Tanti
ayo Jill...rayu terusss sampe emosi bang reigar turun🤭
lanjut mba Nara
Ana
soalnya si reina ini HAMA betul dy🤣🤣🤣
Tanti
mba Nara .. bikin diriq penasaran😭
Ana
Lanjt thor....
semoga reina anak org lain....Amin🙏
Maysuri
penasaran thor.....lanjut
Maysuri
spotnya bagus nih....semangat mbak nara..💪💪
Tanti
suka deh....mba Nara pst suka bikin teka teki...👍👍👍makin tambah penasaran
dyah EkaPratiwi
apa benar anak papa rinto
Tanti
Reina...reina...tobato yoooo
Bang Huda sabar yaaa...
Tanti
weesss no coment bang🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!