NovelToon NovelToon
Cahaya Cinta

Cahaya Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Saidah_noor

Dihari ulang tahun pernikahannya yang ke 3 tahun, Cahaya harus terkejut melihat perselingkuhan Fery dengan wanita lain yang masih satu rekan kerja dengan suaminya.
Karena patah hatinya ia mengajak sahabatnya untuk minum dan menginap dihotel, namun sahabatnya tak bisa menemaninya karena adiknya tak ada yang menemani dirumah.
Kejadian tak terduga dihotel ia tak sengaja bertemu pria asing yang dalam keadaan sakit, karena berpikir itu adalah suaminya yang mengejarnya akhirnya ia mengajaknya bermalam dalam keadaan mabuk.
Namun saat pagi menjelang, Cahaya baru sadar bahwa yang tidur bersamanya itu bukanlah suaminya tapi pria yang terkenal berkuasa dan galak dikantornya.
apa yang harus cahaya lakukan?
kabur kah?? atau ...???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saidah_noor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mendadak jadi asisten bos.

Esok harinya ...

Dimeja makan suasana tampak canggung, antara paman dan ponakan itu saling diam dengan muka bingung. Karena sarapan pagi ini sangat lain dengan hadirnya Yumi untuk pertama kalinya dirumah Rayyan.

Sedangkan Cahaya hanya diam menikmati sarapannya, sambil sesekali melirik pada paman dan ponakan itu. Dikiranya ia belum tahu bahwa dua orang tersebut punya hubungan kekerabatan.

"Yaya, kenapa kita disini?" tanya Yumi tak nyaman dengan tatapan Rayyan yang mengintimidasinya.

Salah siapa semalam ngajak Cahaya minum, Yumi bahkan belum menyadari apapun. Tapi ini tak pernah ia duga sebelumnya, teman Cahaya itu sedikit takut dengan pamannya.

"Semalam kamu mabuk berat, kebetulan ada pak Rayyan. Jadi dia bantu kita dan ajak kita nginap disini, semalam tuh hujan deras tau!" jawab Cahaya sejujur-jujurnya.

Rayyan melirik Cahaya, katanya semalam hujan. Lelaki itu memijat pelipisnya, itu cukup beralasan dimana keponakannya sudah mempersulit mereka berdua. Pria itu tersenyum samar mendengarnya.

"Kamu gak usah sungkan, bukannya dia paman bontot kamu," celetuk Cahaya sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya, menatap dua orang itu bergantian.

Hehe, sesekali buat kejut jantung mereka berdua gak ada maslaah kan. Ok! Cahaya merasa menang hari ini.

Paman dan keponakan itu saling lirik, lalu menatap Cahaya pada akhirnya.

"Kamu sudah tahu," ujar Yumi terkejut, lalu melirik pamannya yang juga menatapnya dengan muka garangnya.

"Aku gak bilang apa-apa, loh om. Sueeerrr!" lanjut Yumi mengacungkan dua jari tunjuk dan tengahnya, berharap pamannya bisa percaya padanya.

Rayyan menghela nafas dalam, ia tak ingin merespon terlalu dalam. Ia melirik arlojinya lalu berdiri mengabaikan obrolan pagi ini.

"Kalau mau menumpang, cepat selesaikan sarapan kalian!" ujar Rayyan sambil melangkah meninggalkan ruangan tersebut.

Cahaya dan Yumi segera beranjak dan menyusul Rayyan yang jalannya lebih cepat dari mereka. Walau begitu mereka masih sempat meminum susunya

^

Didalam mobil Yumi duduk didepan samping kemudi, ia melihat dua orang yang duduk dibelakang dengan mata menyidik. Ada hal aneh yang ia rasakan, melihat dua manusia yang saling menatap ke arah jalanan.

Mereka terlihat ada jarak, padahal mereka dulu sangat dekat sampai banyak yang mengira pacaran.

Yumi duduk dengan tegak, menatap lurus ke arah jalanan yang ramai lancar.

"Ngomong-ngomong, kamu tahu dari mana kalau bos kita adalah om bontotku?" tanya Yumi mencairkan suasana yang hening dan dingin itu.

"Semalam, kan kamu yang bilang," jawab Cahaya tanpa menoleh.

Yumi kaget, ia berbalik badan menatap Cahaya yang berada dibelakangnya. "Mana ada aku ngomong begitu," elaknya.

"Kamu mabuk berat, mana ingat. Lagi pula, semalam om kamu nyariin jadi aku ikut nginep saja," jelas Cahaya berbohong.

Kaki Cahaya mengantuk-antuk kaki Rayyan untuk membenarkan cerita karangannya. Lelaki itu menatapnya dengan melotot seperti bahasa isyarat penuh tanya, begitu pun Cahaya. Mereka saling berbicara dengan bahasa isyarat mata.

"Sejak kapan om nyariin aku? Biasanya kan tak pernah, kamu pasti bohong. Iya, kan?" tanya Yumi menautkan alisnya.

Sejenak Yumi merasa ada yang aneh dengan dua orang itu, pergerakannya seolah sedang ...

"Mama kamu nyariin, kebetulan semalam melihat kalian diklub biasa yang sering kamu datangi," jawab Rayyan cepat.

Tapi bagi Yumi penjelasan itu masih kurang, ia merasa jawabannya makin aneh.

"Sejak kapan om sering ke klub? Bukankah om tak suka suara bising, melihat cewek seksi goyang-goyang. Om kan gak suka semua itu," ungkap Yumi makin menginterogasi.

Rayyan diam tak tahu mau menjawab apa.

"Itu karena tante Yasmin mau jodohin kamu, makanya nyuruh pak Rayyan nyariin kamu diklub biasa. Paham kan?," ungkap Cahaya asal.

Mendengar ucapan temannya Yumi akhirnya diam, ia kembali duduk tegak dan menatap jalanan depan. Akhir-akhir ini memang dia disuruh kencan buta, tapi ia menolak terus. Ia tak suka menikah, ia mau bebas.

Cahaya dan Rayyan sempat saling melirik, mereka menghela nafas lega karena Yumi tak curiga apapun tentang hubungan keduanya. Kalau ketahuan, disitu lah gosip akan menyebar lebih cepat.

Rayyan masih melirik Cahaya, walau wanita itu sudah mengalihkan pandangannya ke arah jalanan. Ia memikirkan soal semalam, senyuman dibibir akhirnya terukir juga.

"Hamil, boleh juga," gumam Rayyan dalam hati.

Suasana kembali hening, semuanya larut dalam pikiran masing-masing. Menikmati perjalanan ke kantor untuk kembali dibuat sibuk dan lelah.

***

Ditempat lain disebuah rumah sederhana ...

Cinthya mendatangi rumah Fery, tanpa mengetuk pintu wanita itu masuk begitu saja seolah terbiasa saat memasuki rumah mantannya. Rumah itu juga tak dikunci sama sekali, membuatnya leluasa untuk masuk dan mencari pemilik rumah itu.

Ia melihat Fery masih tidur di sofa ruang tamu, masih dengan pakaian harian. Ia guncangkan kaki pria itu dengan kakinya yang tertutup sepatu tinggi khas wanita.

"Bangun! Jam segini masih molor!" ujar Cinthya tanpa sopan santun.

"Cinthya, kamu ngapain disini?" tanya Fery dengan nada serak khas bangun tidur. Lelaki itu bangun dan duduk, ia mengucek matanya dan menatap lurus pada wanita didepannya.

"Kenapa kamu masih bisa tidur nyenyak? Aku bahkan tak bisa sama sekali, ayahku bisa saja membunuhku kapan saja," ujar Cinthya dengan nada kesal, kemudian duduk disamping Fery.

Dada wanita itu kembang kempis, ia menatap lurus dengan mata yang penuh amarah. Karir dan reputasinya sudah hancur gegara berita viral tersebut.

"Ini semua gara-gara kamu, bagaimana bisa kita tidur bersama lagi?" geram Cinthya memangku kedua tangannya.

"Kalau masih cinta, bilang saja. Jangan jebak aku!" sambung wanita itu.

Fery berdecih, "Siapa juga yang mau balikan? Kau sendiri yang meminta putus," ucapnya.

"Kalau begitu, kenapa kamu menjebakku?" tuduh Cinthya menaikkan nada bicaranya.

"Bukan aku yang menjebakmu, aku juga dijebak," ungkap Fery.

"Apa?!" pekik Cinthya menatap Fery dengan alis bertaut.

"Terus siapa dalangnya?" tanya wanita itu.

"Aku sedang dalam masa perceraian, pasti dia sangat ingin publik tahu tentang perselingkuhan kita. Agar perceraian tak bisa lagi dihindarkan," ungkap Fery, mengepalkan kedua tangannya.

"Maksud kamu? Cahaya, mantan kamu itu?" duga Cinthya lalu mengepalkan tangan kanannya dan menatap lurus dengan penuh kobaran api.

"Sialan! Wanita itu tak tahu berurusan dengan siapa," pikir Cinthya.

"Aku akan membunuhnya," ujar Cinthya yang kemudian beranjak dari tempat kediaman Fery.

Sementara pria itu hanya diam menatapnya dengan masa bodoh. Ia tak peduli dengan jalan pikir mantannya, yang ia pikirkan adalah bagaimana meredan berita viral itu. Tak hanya karir yang rusak tapi juga reputasinya sebagai dokter.

Ia malah bersantai ria, namun dalam hati ia juga ingin membalaskan kejadian itu. Otaknya mulai menyusun rencana dan mencari tahu siapa pria yang bersama Cahaya itu. Tak peduli siapa dia, Fery akan membalasnya.

*

Lain dengan pasangan itu, Cahaya menatap bosnya dengan mata membulat penuh. Ia mendapatkan titah, bahwa dirinya menjadi asisten sementara untuk menggantikan asisten Chandra yang istrinya sakit itu.

Mendengar ketidak masuk akal itu, dia mendatangi bosnya langsung. Ia akan protes, karena kejadian ini akan menimbulkan kecemburuan sesama pekerja.

Tapi jawaban asisten Chandra membuatnya bingung dan penuh tanya, makin bingung alasan itu keluar dari mulut bosnya yang setuju dengan ide gila tersebut. Asisten Chandra pun tak ke kantor hari ini, membuatnya serba salah.

"Apa?! Karena kami saudara sepupu," pekik Cahaya tak menduganya, mendengar alasan kenapa dari semua orang yang bekerja dialah yang terpilih.

Ia merasa asisten Rayyan itu sudah berbohong demi bisa cuti.

"Mana mungkin aku dan asisten Chandra itu sepupuan, sangat gak masuk akal. Aku memang punya sepupu tapi dia wanita, bukan laki-laki," bantah Cahaya meralat ucapan asisten tersebut.

"Mana aku tahu, dia bilang begitu," ujar Rayyan mengedikkan bahu.

"Dari pada mengomel, lebih baik katakan jadwalku hari ini," kata Rayyan berupa perintah.

1
falea sezi
🤣🤣 mertua toxic
🌀 SãñõõR 💞
yap ntar ceritanya jadi membingungkan.
partini
saling terhubung suami selingkuh dengan wanita yg pernah di sukai lelaki yg tidur dengan cahaya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!