NovelToon NovelToon
Olaf & Cyntaf

Olaf & Cyntaf

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Orang lama menang karena sejarah, tapi orang baru menang karena masa depan."

Azeant Apolo-valerio kehilangan cintanya, namun menemukan kembali harga dirinya. Kata "Putus" dari Claudia Astor seharusnya menjadi akhir, namun bagi pewaris tunggal keluarga Valerio ini, itu hanyalah sebuah awal dari pembebasan.

Apolo adalah pria yang hidup dalam presisi rumus teknik, namun ia gagal menghitung variabel ego seorang wanita yang hanya haus akan validasi.

Segalanya berubah saat sebuah notifikasi dari aplikasi kencan masuk, membawa nama Veronica Brooklyn.
Gadis itu adalah anomali; dia tidak memuja ketampanan Apolo, malah menantangnya dengan kejujuran yang Brutal.

Veronica hadir bukan untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Claudia, melainkan untuk menciptakan standar baru yang tak pernah Azeant Apolo-valerio bayangkan sebelumnya.

Apolo belajar bahwa terkadang, orang yang datang paling akhir adalah satu-satunya yang layak menjadi yang pertama.

🦋
Selamat Membaca 🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#29

Lampu neon koridor rumah sakit berpijar putih pucat, memantul pada lantai linoleum yang dingin.

Bau disinfektan yang tajam menusuk indra penciuman, namun bagi Azeant Apolo-Valerio, dunia saat ini hanya berbau satu hal: besi. Bau darah istrinya yang masih menempel di telapak tangan, di sela-sela kuku, dan mengering di atas kemeja putihnya yang kini tampak seperti kanvas horor.

Azeant duduk di kursi tunggu kayu yang keras, bahunya merosot, kepalanya tertunduk di antara kedua lutut. Tangannya yang biasanya kokoh saat memegang kendali bisnis atau kemudi mobil, kini bergetar hebat. Getaran itu bukan hanya di tangan, tapi seolah-olah merambat ke seluruh saraf di tulang belakangnya.

"Azeant..."

Suara lembut Florence memecah keheningan yang menyesakkan. Sang ibu mendekat, membawa Matthew yang tampak kebingungan di gendongannya.

Balita itu diam, mata birunya menatap ayahnya dengan rasa ingin tahu yang polos, namun ada gurat ketakutan melihat ayahnya dalam kondisi sekacau itu.

Azeant mendongak. Wajahnya hancur. Matanya merah padam, bukan lagi karena amarah, melainkan karena air mata yang terus mengalir tanpa suara. Ia mencoba berdiri untuk mengambil Matthew, namun lututnya terasa seperti jeli. Saat ia mengulurkan tangan, getarannya begitu parah hingga ia menariknya kembali.

"Aku... aku tidak kuat menggendongnya, Mom," bisik Azeant, suaranya parau, pecah seperti kaca yang diinjak. "Tanganku... aku takut menjatuhkannya. Aku tidak punya tenaga lagi."

Florence terisak, ia berlutut di depan putranya, membiarkan Matthew menyentuh lutut ayahnya.

Azeant akhirnya hanya bisa menunduk, menciumi puncak kepala Matthew berulang kali sementara balita itu masih di pelukan neneknya. Napas Azeant tersengal, ia menghirup aroma bayi Matthew seolah itu adalah satu-satunya tabung oksigen yang tersisa di dunia ini.

"Maafkan Daddy, Matthew... Maafkan Daddy," rintihnya.

Alvaro Valerio berdiri beberapa langkah di belakang mereka, wajahnya yang biasanya kaku dan otoriter kini tampak layu. Ia menatap putra tunggalnya dengan pedih. Ia mendekat, meletakkan tangan besarnya di bahu Azeant, mencoba menyalurkan kekuatan yang ia sendiri pun mulai kehilangan.

Azeant mendongak menatap ayahnya, wajahnya yang biasanya penuh harga diri kini tampak seperti anak kecil yang kehilangan arah.

"Dad... Aku tidak tahu akan seperti apa hidupku jika aku harus kehilangan dia untuk kedua kalinya," ucap Azeant, suaranya terdengar sangat sesak, seolah ada beban ribuan ton yang menekan dadanya. "Ini tidak adil, Dad. Benar-benar tidak adil."

Ia mencengkeram lengan kemeja ayahnya, menariknya seolah meminta jawaban yang pasti.

"kami baru saja memulainya, Dad. Kemarin... hanya kemarin, kami duduk di meja makan itu. Kami tertawa. Aku memeluknya hingga fajar, Dad. Aku merasakan detak jantungnya, aku merasakan napasnya yang hangat di ceruk leherku. Kami merencanakan masa depan, kami bicara soal adik untuk Matthew..."

Suara Azeant menghilang menjadi isak tangis yang tertahan. Ia memejamkan mata, namun bayangan darah yang membanjiri bantal putih mereka terus terbayang.

"Dan malam ini? Darah itu, Mom... darah itu begitu banyak," Azeant beralih menatap ibunya dengan pandangan kosong. "Kenapa darah itu keluar dari tubuhnya seolah-olah dia sedang hancur dari dalam? Dia tidak luka, Mom. Tidak ada kecelakaan. Kenapa Tuhan memberikan kebahagiaan itu hanya untuk sehari?"

Florence hanya bisa memeluk kepala putranya, membiarkan kemeja mahalnya basah oleh air mata Azeant. "Ssst... Azeant, jangan bicara begitu. Veronica kuat. Dia wanita yang hebat."

"Aku tidak bisa hidup tanpa dia, Mom," bisik Azeant lagi, kali ini dengan nada yang sangat rendah, hampir seperti sebuah pengakuan dosa. "Jika dia pergi... aku tidak tahu bagaimana cara bernapas besok pagi. Matthew membutuhkannya, tapi aku... aku jauh lebih membutuhkannya. Aku baru saja menemukannya kembali dari kegelapan, jangan biarkan dia kembali ke sana."

Di ruangan gawat darurat, Dokter kepala keluar dengan wajah yang penuh tanda tanya. Ia melepas maskernya, menatap keluarga Valerio dengan ekspresi yang sulit diartikan.

"Bagaimana istriku?!" Azeant langsung bangkit, hampir menabrak dokter tersebut.

"Tuan Valerio, kami sudah melakukan transfusi darah darurat dan berhasil menghentikan pendarahannya untuk sementara. Kondisinya kritis, namun stabil," jelas sang dokter. "Tapi... ada sesuatu yang sangat aneh. Kami belum menemukan sumber pendarahan internal yang jelas melalui pemindaian awal. Namun, kadar enzim hatinya melonjak drastis, dan ada jejak toksisitas dalam darahnya yang tidak kami kenali."

"Toksisitas?" Alvaro mengulang kata itu dengan nada mengancam. "Maksudmu dia diracun?"

"Kami belum berani menyimpulkan, Tuan. Ini seperti reaksi yang sangat lambat, sesuatu yang sudah ada di sana selama bertahun-tahun, menggerogoti dinding organ-organnya secara perlahan hingga malam ini pertahanannya runtuh. Kami sedang mengirim sampel darahnya ke lab toksikologi khusus di Boston. Ini adalah kasus yang... sangat Langka."

Mendengar kata bertahun-tahun, Azeant merasa darahnya membeku. Pikirannya melayang pada kehidupan Veronica di kediaman Garfield. Tiga tahun penuh rahasia. Tiga tahun penuh penderitaan yang tak pernah diceritakan istrinya.

Ia kembali menatap pintu ruang ICU yang tertutup rapat. Di sana, wanita yang ia puja sedang berjuang antara hidup dan mati melawan sesuatu yang tak kasat mata. Sesuatu yang dikirim oleh masa lalu yang kejam untuk mencuri masa depannya.

Azeant mendekat ke kaca kecil di pintu tersebut. Ia melihat Veronica yang terbaring kaku dengan berbagai alat penunjang hidup. Tubuh itu tampak sangat kecil dan rapuh di bawah selimut putih rumah sakit.

"Vea..." bisiknya pada kaca yang berembun karena napasnya. "Berjuanglah, Sayang. Jangan biarkan aku menjadi orang tua tunggal di tengah semua kemewahan yang tak berarti ini. Matthew menunggumu, Sayang. Aku... aku juga menunggumu."

Malam itu, koridor rumah sakit tetap sunyi, namun badai di hati Azeant Apolo-Valerio baru saja dimulai. Ia bersumpah dalam hati, jika ada tangan manusia yang melakukan ini pada istrinya, ia tidak akan hanya menuntut keadilan; ia akan meruntuhkan seluruh dunia orang tersebut tanpa sisa. Namun untuk saat ini, ia hanya bisa berdoa agar napas Veronica tidak berhenti, karena jika napas itu berhenti, maka dunianya pun akan ikut padam.

1
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🅶🅳🅰🆅🅸🅳
Akhirx, Bersama 🥳🥳🥳
Ros 🍂: Ma'aciww kembali kak🥰🤩🤩
total 3 replies
Retno Isusiloningtyas
so sweet
Ros 🍂: ciee🤭
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🅶🅳🅰🆅🅸🅳
Iya lh, masa Daddy sampe gk tau 🤭🤭🤭
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🅶🅳🅰🆅🅸🅳
Mommy, dirimu gk tau aja, mreka td ngapain 🤣🤣🤣
Ros 🍂: mommy pasti pura-pura nggak tau kak🤭🤣
total 1 replies
winpar
kaget g tuh 😄😄😄😄
Ros 🍂: wkwkwk🤭
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🅶🅳🅰🆅🅸🅳
Wkwkwkwk 11 12 y 🤣🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🅶🅳🅰🆅🅸🅳: Hi hi Iya, Ade 🤣👍👌
total 4 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🅶🅳🅰🆅🅸🅳
Teori gini tp Praktek ny mnantang kn 🤣🤣🤣
Ros 🍂: teori memang Tidak sama dengan praktek kak🤣🤭

kak jangan lupa baca Dua Karya ku yang lain kak.
"Driven By You"
dan "Vintage Heartbeats"🫶
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🅶🅳🅰🆅🅸🅳
Wkwkwk Temen ksh Smngt y 🤭👍👌
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🅶🅳🅰🆅🅸🅳: Amiiinnnnnnn 😇🤲🙏
total 6 replies
Retno Isusiloningtyas
hemm
Ros 🍂: masih nyimak ya kak🤭
total 1 replies
pika shu
up setiap hari dong Thor
Ros 🍂: siap kak🙏🏻
total 1 replies
winpar
keren
Ros 🍂: ma'aciww kak🫶
total 1 replies
ren_iren
nah loh zeant berbahagia di Eropa maksudnya gimana.....
jd teh celup ka dia disana.... 😂
Ros 🍂: Berbahagia dengan lukanya kak😭🤣
total 1 replies
ren_iren
vero sich sok sok keras, keras betulan kan kehidupanmu... kmren dilamar zeant aja nolak2 🤭
Ros 🍂: hahah Veronica minta disadarkan 😭🤣
total 1 replies
pika shu
ditungguin Thor bab selanjutnya 🤭
Ros 🍂: wkwkw siap kak 🥰🙏🏼
total 1 replies
Xiao Ling Yi
Dia itu perwakilan perempuan paling nyebelin sedunia
Ros 🍂: hihi🤭
total 1 replies
ren_iren
semangatt kak nulisnya, ceritamu selalu tak tunggu 🤗
Ros 🍂: ma'aciww ya kak. author tunggu masukannya 🫶
total 1 replies
Wifasha
kok gk da,ngulang lg nih bca nya dri awal
Ros 🍂: Maaf ya kak 🫶 cerita nya sudah direvisi, Dan mulai dari awal lagi. dan dengan cerita yang berbeda 🙏🏼🥰
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🅶🅳🅰🆅🅸🅳
Bagus lh, ngaku sendiri 🤣🤣🤣
Ros 🍂: Reader silent Silent 🤣🤣🤭
total 3 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🅶🅳🅰🆅🅸🅳
B.... ehhh ini aja, Ade, lebih manis, Pemain 🤣🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🅶🅳🅰🆅🅸🅳: Logan, 2 kali kena Karma ya, De 🤣🤣🤣
total 2 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🅶🅳🅰🆅🅸🅳
wkwkwk menang di 'card' juga sih 🤣🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🅶🅳🅰🆅🅸🅳: 'Black', yg keluar, auto kalah smua y, De, temen² Apolo itu 🤣🤣🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!