NovelToon NovelToon
M.U.A Modern Di Zaman Kuno

M.U.A Modern Di Zaman Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Sistem
Popularitas:21.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora79

Aurielle Veyra (25 tahun), seorang Make Up Artist kelas dunia, dikenal mampu mengubah wajah biasa menjadi sebuah 'Mahakarya'.

Namun setelah tertidur usai bekerja tanpa henti, dia terbangun … bukan di Apartemen mewahnya.

Melainkan di raga seorang gadis yatim piatu miskin di desa terpencil dalam Kekaisaran Shang Agung, yang bernama Lin Yue. Yang meninggal karena menyerah menjalani kehidupan di dunia itu.

Di dunia tanpa kosmetik modern, Aurielle terikat dengan sebuah ruang dimensi misterius berisi resep kecantikan kuno yang telah lama hilang dari sejarah.

Dari bunga liar, mutiara, hingga ramuan rahasia, dia menciptakan kosmetik yang mampu membuat siapa pun terlihat memukau.

Namun, di balik kecantikan yang dia ciptakan …
tersembunyi rahasia racun halus, dan permainan kekuasaan yang mematikan.

Karena di dalam dunia Kekaisaran~

Sebuah wajah yang sempurna bisa menjadi sebuah 'senjata' yang mematikan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 32 dan 33.

***

Dua minggu kemudian, Lin Yue berencana untuk pergi menjelajah ke dalam Hutan Bambu paling dalam untuk mengeluarkan Yuexue dan Chichi dari dalam ruang dimensinya.

Masih ingat Serigala dan Kelinci mereka, kan? Soalnya Author lupa, dan baru semalam ingatnya ...😁😁😁.

Pagi ini, kabut tipis masih menyelimuti wilayah sekitar Hutan Bambu, membawa rasa 'malas' bagi mereka yang ingin bekerja.

Cahaya matahari menembus malu-malu di antara batang bambu yang menjulang tinggi, menciptakan garis-garis keemasan yang menari di udara.

Tap ... Tap ... Tap ...

Suara langkah pelan terdengar teratur di sepanjang jalur kecil hutan itu.

Lin Yue berjalan sendirian menyusuri jalan setapak itu, menuju ke arah puncak hutan bambu tersebut.

Rambutnya tergerai sederhana, tanpa hiasan yang berlebihan, namun tetap memancarkan aura elegan seorang penguasa wilayah.

"Hmm ... rasanya sudah lama sekali aku tidak kesini ..." gumamnya pelan.

"Tango!"

[Saya, Host!]

"Apakah kamu bisa membuat sebuah rumah pohon di sekitar danau di atas sana?" tanya Lin Yue.

[Tentu saja bisa, Host! Saya adalah asisten Anda yang serba bisa, apakah Anda melupakan semua kemampuan saya?]

"Hahahahaha! Tentu saja tidak, Tango! Aku hanya bertanya, jika kamu bisa, maka buatkan satu untukku,"

"Yang nyaman, dengan desain modern di dalamnya. Buatkan formasi pelindungan dari hewan melata disekitarnya, karena aku tidak ingin terganggu oleh kehadiran mereka. Dan hanya aku yang bisa masuk kesana,"

[Siap, Host! Tango akan membuatkan sesuai permintaan Anda.]

"Thank You, Tango ..."

[You're very welcome, Host!]

Lin Yue mengangkat wajahnya~

Dia menghirup dalam-dalam udara segar yang ada di sana, guna memenuhi kebutuhan paru-parunya akan oksigen murni demi kelancaran aliran darahnya.

"Tempat ini masih sama ... tenang dan nyaman," gumamnya sambil tersenyum.

[Apakah Host ingin mengeluarkan Yuexue dan Chichi sekarang?]

"Ya, keluarkan mereka, Tango! Mereka sudah lama hidup di dalam ruang dimensi. Biarkan mereka menjaga wilayah dalam Hutan Bambu ini, agar bisa bermain bebas di wilayah barunya," sahut Lin Yue sambil tersenyum.

[Baiklah!]

Tidak lama kemudian~

Swosssh!

Yuexue dan Chichi langsung terlempar keluar dari dalam ruang dimensi, membuat Lin Yue tertawa, saat melihat keadaan mereka yang basah kuyup.

Rupanya mereka sedang asik bermain di dalam kolam ajaib sebelumnya, dan Tango mengeluarkan mereka tanpa aba-aba ke dunia nyata.

"Hahahahaha! Kalian pasti sedang bermain air di dalam sana, kan?! Lihatlah bulu kalian berdua sekarang, terlihat kuyup sekali!" ujar Lin Yue kepada kedua binatang roh itu.

"Grrrrrr ..."

"Chi ... Chi ... Chi!"

"Hahahahaha!"

Mereka berdua mengeluh kepada Lin Yue, membuat dirinya tertawa di sepanjang perjalanan.

Tidak lama kemudian, terdengar suara gemericik air yang semakin jelas di telinganya.

Akhirnya mereka sampai di 'Mata Air' utama, yang berada di puncak Hutan Bambu.

Mata air itu berupa danau kecil yang berair jernih sebening kristal, dikelilingi oleh batu-batu alam yang terbentuk alami dan tanaman liar aneh yang tumbuh dengan sangat subur.

Lin Yue berjalan perlahan ke arah danau tersebut, sementara Yuexue dan Chichi sudah melompat masuk ke dalam danau tersebut dengan riang.

"Sebuah pemandangan alami yang sangat sempurna! Tango, buatlah rumah pohon itu disekitar sini. Aku ingin mempunyai tempat menyendiri dari kebisingan yang ada ..." ujar Lin Yue kepada Sistemnya.

[Siap laksanakan, Host!]

Swooosh!

Hanya dalam beberapa menit saja, sebuah rumah pohon mewah sudah bertengger indah di atas sebuah pohon besar yang terlihat tua.

Diselimuti oleh sebuah kubah transparan, yang hanya akan mengenali Lin Yue sebagai pemiliknya.

Tidak terlihat oleh mata manusia manapun, hanya Lin Yue yang bisa melihat bangunan tersebut.

Saat Lin Yue ingin melihat ke dalamnya, tiba-tiba~

"Hmm ...???"

Langkahnya terhenti, dan alisnya sedikit mengernyit dalam, saat merasakan aura asing yang terasa disekitarnya.

"Tango, apakah kamu merasakannya?" tanya Lin Yue kepada sistemnya.

[ ... Ada sebuah flutuaksi energi yang sangat lemah, Host!]

Lin Yue menyipitkan matanya, dan tatapan matanya mengarah ke tengah danau nan jauh disana.

"Yuexue! ... Chichi! ... Menyingkirlah dari danau itu!" perintah Lin Yue dengan sikap waspada.

Setelah kedua hewan roh tersebut naik ke darat, Lin Yue baru bisa melihat dengan jelas, ada sosok yang mengambang di tengah danau itu.

Itu adalah tubuh seorang pria!

Tubuhnya setengah tenggelam, pakaian hitam yang dikenakannya terlihat robek dibeberapa bagian, dan da-rah yang keluar dari lukanya terlihat larut di sekitarnya.

" .... "

Tanpa menunggu lebih lama lagi, Lin Yue langsung melesat ke beberapa batu besar yang ada di sekitar sana.

Wusssh!

Tubuhnya menapak ringan diatas batu-batu tersebut, dan tangannya langsung menarik tubuh pria itu dengan mudah ke pinggir danau.

Seluruh tubuh pria itu terasa sangat dingin, namun napasnya masih ada dan terdengar lemah.

"Dia masih hidup, namun keadaanya ... sekarat!" gumam Lin Yue pelan.

[Detak jantung tidak stabil. Lukanya terlihat parah, dan dia terkena racun juga, Host!]

Lin Yue menghela napas pelan, jiwa 'suka menolong'-nya meronta, sehingga membuat dia mengambil keputusan untuk menolongnya.

"Sepertinya aku tidak bisa berpura-pura 'buta', saat melihat seseorang sekarat di depan mataku ..." gumamnya pelan.

Lalu dia menatap wajah pria itu.

Ternyata pria itu sangat ... Tampan!

Namun wajahnya pucat, dan bibirnya sedikit berwarna kebiruan.

Lalu Lin Yue memeriksa luka-luka yang ada di bagian tubuh pria itu dengan seksama.

"Luka ini bukanlah luka sobekan pedang biasa ..." ujarnya pelan.

[Dugaan Host benar! Ini adalah luka akibat pertarungan antar para ahli tingkat tinggi.]

"Tentu saja analisaku tepat, karena pengetahuanku tentang dunia medis semakin berkembang sejak mencapai tahap Legenda-Puncak," sahut Lin Yue dengan nada bangga.

Lin Yue langsung berdiri dari posisi sebelumnya, lalu dia memutuskan membawa pria sekarat itu ke dalam ruang medis ajaibnya di dalam dimensi.

"Tango, bawa dia masuk ke dalam dimensi! Dan angsung tempatkan di dalam ruang perawatan medis terbaruku," perintah Lin Yue.

[Siap laksanakan, Host!]

Slab!

Dalam sekejap mata, tubuh mereka langsung menghilang dari pinggir danau tersebut.

--

Mereka berdua langsung muncul di dalam ruang medis yang penuh dengan peralatan canggih.

Pria itu langsung terbaring diatas sebuah brangkar pesakitan, sementara Lin Yue mensterilkan tanganya dan memasang sarung tangan medis.

"Tango, langsung scanning seluruh tubuhnya!" perintah Lin Yue.

[Siap! Memulai pemindaian seluruh tubuh.]

Sebuah cahaya berwarna biru langsung menyapu tubuh pria itu, dari atas kepala sampai ke bagian kaki.

[Pemindaian selesai! Luka dalam serius, tiga tulang rusuk patah, jalur meridiannya terganggu, dan ditemukan sebuah racun tingkat tingkat tinggi di dalam aliran darahnya.]

Lin Yue mendengarkan suara Tango dengan seksama sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

"Tsk! Lengkap sekali penderitaan pria tampan ini ..." ujarnya sambil berdecih pelan.

[Jika tidak cepat ditangani dalam satu jam kedepan, kemungkinan kematiannya sekitar 90%, Host!]

"Baiklah ... baiklah! Ayo, kita mulai sekarang!"

"Tango, siapkan serum terbaru anti segala racun yang aku buat beberapa hari lalu, yang tipe C-7!" perintah Lin Yue.

[Siap!]

Sebuah 'vial' kecil muncul dimeja samping Lin Yue, dia langsung memasukkannya ke dalam suntikan, lalu dia menyuntikkannya ke dalam tubuh pria itu.

"Langkah pertama menstabilkan racun selesai!"

"Sekarang bawa dia ke dalam kolam ajaib khusus berendam, Tango! Agar semua luka luar dan luka dalamnya sembuh total, dan tulang yang patah menyambung kembali dengan sempurna," perintah Lin Yue.

[Siap, Host!]

Dalam sekejap, tubuh pria itu sudah pindah ke dalam kolam khusus yang berisi air ajaib tingkat tinggi.

Pria itu terlihat menggeliat, namun matanya tetap terpejam.

"Semoga dia sadar setelah aku keluarkan dari ruang dimensi ini, jangan sampai dia tahu tempat ini," gumam Lin Yue pelan.

[Tango jamin dia akan sadar tanpa mengingat apapun juga nanti, Host!]

"Baguslah kalau begitu, Tango ..."

--

Sementara itu di dalam Desa Mango, terlihat seorang wanita berlari dengan wajah cemas dan ketakutan.

Beberapa kali wajahnya menegok ke arah belakang, dan napasnya mulai terasa berat.

Pakaiannya terlihat lusuh, walau rambutnya terlihat berantakan, namun wajahnya tetap terlihat cantik.

"Oh, tidak! Jangan sampai mereka berhasil menemukan dan menangkapku kembali ..." gumamnya dengan nada bergetar ketakutan.

Ya, wanita lusuh itu adalah Xue Xialan!

Dia berhasil kabur dari Istana Kaisar Zhuang Erdan beberapa minggu sebelumnya, dan sekarang dia sampai di wilayah Angsa Awan-Timur Laut, lebih tepatnya di dalam Desa Mango.

Matanya dipenuhi ketakutan yang sangat nyata, dan tubuhnya dipenuhi luka bekas siksaan Kaisar Zhuang Erdan.

"Dasar Kaisar gila yang tidak manusiawi! Cukup sudah siksaan yang aku terima darinya! Aku tidak mau kembali ... Tidak mau kembali kesana!" gumamnya pelan dengan tubuh gemetar ketakutan.

Dia terus berjalan cepat sambil memeluk tubuhnya sendiri, sehingga tubuhnya terjatuh akibat kakinya yang sudah terasa sangat lemas.

Bruk!

Tubuhnya terjatuh di depan sebuah sawah, membuat beberapa warga Desa Mango yang melihatnya langsung berlari mendekatinya.

"Nona! Apakah Anda baik-baik saja?!"

Xue Xialan berusaha untuk membuka matanya yang hampir terpejam sempurna itu.

Dengan sudah-payah, dia berusaha membuka suaranya sebelum jatuh pingsan.

"To-long ... aku ..."

Brugh!

Seorang wanita paruh baya langsung mengangkat tubuh Xue Xialan, dan menggendongnya dibelakang tubuhnya.

"Kasihan sekali wanita ini ..."

"Biar aku saja yang membawanya ..." ujar wanita itu kepada para tetangganya.

"Baiklah, Bibi Lan ... Berhati-hatilah,"

--

Sesampainya di dalam sebuah rumah sederhana, wanita yang dipanggil 'Bibi Lan' itu meletakkan tubuh Xue Xialan diatas sebuah dipan.

Sementara dia menuju dapur, memasak bubur untuk Xue Xialan.

Beberapa jam kemudian, Xue Xialan membuka matanya perlahan.

Dia melihat sebuah langit-langit kayu yang sederhana, saat matanya terbuka sempurna.

"D-dimana ... ini ...? Apakah aku sudah mati ...?" gumamnya pelan.

Tidak lama kemudian, seorang wanita paruh baya masuk sambil membawa semangkuk bubur encer untuknya.

Dia tersenyum lembut, saa melihat wanita yang ditolongnya sudah sadar.

"Kamu berada di rumahku, Nak ... Dan kamu sudah aman sekarang," ujar Bibi Lan sambil tersenyum.

Xue Xialan menoleh ke arah wanita paruh baya itu dengan wajah bingung.

"Aman ...??"

"Ya, aman ... Kamu berada di dalam Desa Mango, sebuah wilayah bebas yang penuh dengan orang-orang kuat. Tidak akan ada yang bisa menyakitimu di dalam wilayah ini ..." jawab Bibi Lan dengan nada lembut.

Air mata Xue Xialan langsung mengalir deras, saat dia mendengar penjelasan wanita lembut itu.

"Be-benarkah, Bibi ...?"

Bibi Lan menganggukkan kepalanya.

"Benar. Dan mulai sekarang ... anggap saja rumah ini adalah rumahmu juga," ujar Bibi Lan.

Xue Xialan menggenggam erat selimutnya, setelah mendengar ucapan tulus wanita paruh baya itu.

"Terima kasih, Bibi ..."

"Sekarang makan dulu, agar tenagamu cepat pulih ..."

"Baik, Bibi ..."

Xue Xialan mengambil mangkuk bubur dari tangan wanita paruh baya itu, dan dia mulai menyesapnya perlahan.

Sebuah harapan kecil mulai tumbuh di dalam hatinya ...

Harapan untuk bisa hidup damai dan aman, jauh dari intrik kejam para manusia serakah diluar sana.

--

Kembali ke dalam ruang dimensi Lin Yue, dimana sekarang gadis itu terlihat sedang menghela napas panjang.

"Huuuft ... Haaah! Akhirnya selesai juga!" ujarnya pelan.

'Tango, pindai kembali kondisi tubuhnya sekarang!" perintah Lin Yue.

[Pemindaian berlangsung.]

[Pemindaian selesai!]

"Bagaimana kondisinya sekarang?" tanya Lin Yue.

[Detak jantungnya stabil, tulang rusuk yang patah sudah menyambung dengan sempurna, dan racunnya sudah hilang. Jalur meridiannya sudah bersih, dan kesempatan hidupnya sudah 100%.]

Lin Yue menganggukkan kepalanya, saat mendengar laporan Tango.

"Bagus! Sesuai dengan prediksi aku. Kolam air ajaib memang benar-benar bagus untuk memulihkan segala jenis penyakit yang ada ..."

[Oh, iya, Host! Tango bisa meningkatkan kembali ke level akhir, yaitu Level Semesta. Dimana dalam level ini, Tango bisa muncul sebagai manusia di sisi Host! Apakah Tango bisa izin untuk meningkatkan kembali, Host?]

Lin Yue berpikir sejenak, lalu dia memutuskan untuk Tango meningkatkan kekuatannya besok.

"Besok saja, oke?! Dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk peningkatan sekarang? Apakah poin aku sudah mencukupi?" tanya Lin Yue.

[Tango akan pergi selama dua bulan, Host! Dan tentu saja poin Host sudah lebih dari cukup untuk peningkatan Tango ke level akhir!]

"Syukurlah kalau begitu ..."

Lalu dia duduk di kursi dekat pria itu, menatap wajah pria tampan di depannya.

"Dengan luka parah seperti itu, dia masih bisa bertahan hidup, walau tipis kemungkinannya untuk selamat. Sudah jelas, dia bukan orang biasa ..." gumamnya pelan.

[Identitas pria ini masih belum bisa Tango ketahui, Host! Namun dari sisa energi yang ada di dalam tubuhnya, Tango yakin jika ilmu pria ini berada di level yang cukup tinggi.]

Mendengar ucapan Tango, Lin Yue tertawa geli.

"Hahahahaha! Sepertinya sangat menarik! Aku ternyata 'memungut' sebuah masalah baru di sini ..." ujarnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Pindahkan tubuhnya ke dalam rumah pohon, Tango. Aku ingin tahu, siapa yang ingin membunuh pria tampan ini kemarin, dan aku akan tanyakan itu saat dia bangun nanti ..." perintah Lin Yue kepada Sistemnya.

[Siap, Host!]

Slab!

Dalam sekejap mata, mereka sudah berpindah ke dalam ruangan di dalam rumah pohon baru milik Lin Yue.

[Apakah Host berniat menolong pria ini sepenuhnya?]

Lin Yue menatap pria tampan itu sekali lagi, lalu dia menyeringai.

"Aku sudah menolongnya setengah jalan, masa sekarang aku tinggalkan dia begitu saja?"

"Lagi pula ... Wajahnya sangat tampan sekali, Tango. Sayang kalau disia-siakan begitu saja ... Hehehe." lanjutnya sambil terkekeh.

Tango mencerna ucapan Lin Yue selama beberapa detik, lalu dia berkata:

[ ... Host terlalu jujur sekali!]

"Hahahahahaha!"

--

Tidak lama kemudian, jemari pria itu bergerak sedikit.

Lalu dia mencoba untuk membuka matanya yang terasa sangat berat.

"Ugh ..."

Lin Yue menolehkan kepala ke arah suara itu, lalu dia tersenyum.

"Oh, sudah bangun rupanya ..." ujar Lin Yue dengan suara merdunya.

Pria tampan itu mengerjapkan matanya perlahan, lalu dia menatap gadis di depannya dengan tatapan tajam yang masih lemah.

" ... Dimana aku?" tanya pria itu dengan suara parau.

Lin Yue menyodorkan semangkuk air ke hadapan pria itu.

"Minum dulu agar tenggorokanmu basah ..."

Pria itu langsung meminum air yang diberikan oleh Lin Yue.

Gluk ... Gluk ... Gluk ...

"Terima kasih, tapi ini dimana?" tanya pria itu kembali dengan suara dalam yang terdengar sek-si di telinga Lin Yue.

"Kamu berada di rumah pohon milikku. Sebuah tempat, dimana aku berusaha menyelamatkan nyawamu yang sudah setipis rambut dibelah tujuh itu ..." jawab Lin Yue, menjelaskan.

Pria itu menganggukkan kepalanya pelan.

"Lalu ... Kamu siapa?" tanya pria itu kembali.

"Namaku Han Lin Yue ..." jawabnya singkat.

"Terima kasih, Nona Yue ... Aku berhutang nyawa kepadamu," ujar pria itu.

"Bagaimana kamu bisa sampai terdampar sekarat di danau milikku ini? Apakah kamu bisa menjelaskannya?" tanya Lin Yue.

"Bagaimana jika aku mengatakan, bahwa aku sedang diburu oleh para musuhku?" ujar pria itu.

"Jika benar begitu, itu malah lebih bagus untuk para pengawalku dan aku, karena wilayahku ini butuh sedikit ... hiburan ..." ujar Lin Yue.

Pria itu menutup matanya sesaat, saat mendengar ucapan Lin Yue.

"Dasar gadis aneh!" ujarnya dengan nada bercanda.

"Dan kamu adalah seorang tamu yang sangat merepotkan!" balas Lin Yue sambil menyeringai.

Mereka saling menatap sebentar, lalu tertawa bersama.

"Hahahahahaha!"

"Dan siapa namamu?" tanya Lin Yue.

Pria itu terdiam sejenak, lalu dia mengangkat wajahnya perlahan.

"Namaku ..."

⚛⚛⚛

1
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
namaku masih dirancang sama author nya 🤣
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞: pasti lagi pusing mikirin nama apa yang cocok untuk si beliau itu 🤣
total 2 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
Xialan, diriku lupa lagi siapa ini /Facepalm/
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Selir pilihan Kaisar Longhui, Kak ... yang belum sempat jahatin Lin Yue, malah perang Kekaisarannya ... 🤣🤣🤣.
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
aku juga lupa thor 🤣
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
siapa lagi itu musuh nya, kok msh ingat aja sama Lin Yue
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Aku juga bingung, mau kasih musuh yang mana nanti, yang akan ketemu sama Lin Yue duluan ...😂.
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
ternyata cinta kaisar tulus untuk Lin Yue, jadi gak tega liat nya
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞: iya kak, sama² 😇
total 8 replies
Yue Li MZy
siapa ya jadi penasaran,apa dia jodoh nya Lin Yue?
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Aku juga bingung, Kak ... apakah dia yang akan aku jadikan pasangan Lin Yue, atau ada pilihan lain di akan datang? ... 😂😂😂. Terima kasih dukungannya, Kak Yue Li ... 🙏🏻🤗💖💖💖
total 1 replies
Atalia
masih penasaran sama orang yang ditolongin author 😁
ditunggu yaa kelanjutannya author
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih, Kak Atalia ... 🤗💖💖💖
total 3 replies
Atalia
yah masa digantungin kayak jemuran sii author
ditunggu yaa kelanjutannya autho
😁😁
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 🤣🤣🤣🤣🤣 ... Oke, Kak Atalia ... 🤗💖💖💖
total 1 replies
Marsya
siapa??¿??,apa ank jendral dr kerajaan elang itu?????????,
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Hmmm, rahasia Kak .... 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Marsya
mengapa?,mengapa?,mengapa?????,author gatungin critanya/Grimace//Grimace//Grimace//Grimace//Grimace/
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Aku juga tidak mengerti, Kak Marsya ... kenapa tiba saja aku mau menggantungnya ... 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
chiara azmi fauziah
oke thot aku sudah like dan sucrep favorit
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih, Kak Chiara ... 😊🙏🏻💖💖💖
total 1 replies
Atalia
penasaran banget nii gimana kehebatan mereka semoga nggak mengecewakan yaa author
ditunggu yaa kelanjutannya author
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Semoga saja otak mungilku dapat berinovasi dengan baik, ya Kak Atalia ... agar bisa menulis cerita ini dengan baik ...🤭🤭🤭
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
zhuang erdan hebat kuat
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Tapi kejam ... gak cocok sama Lin Yue ... 😁😁😁
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
akhirnya ketemu dengan jodohnya yang setia tidak mempunyai banyak selir
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Bukan Zhuang jodohnya Lin Yue, Kak Fathur ...🤭🤭🤭
total 1 replies
Mineaa
ga sabar nich....melihat betapa hebatnya klan Han di masa yang akan datang nanti....
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 🤗🤗🤗🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
total 8 replies
Ratna Anggraeni
akhirnya setelah sekian lama menunggu,muncul juga Lin Yue kesayangan,💃💃💃💃
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Aamiin Yaa Rabb ... Doa yang sama untuk Kak Ratna disana, ya ... 🤗💖💖💖.
total 3 replies
Atalia
Semoga kebaikan kaisar longhui dengan Lin Yuer di kemudian hari.
Akhirnya update juga author 😁
ditunggu yaa kelanjutannya author
Atalia: iya sama2 author
semangat berkarya author😁
total 3 replies
Marsya
semoga dipertemukn kmbali mlalui reankarnasi,dn kaisar longhui jauh lbih kuat dr sblmnya
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Aamiin ... terima kasih dukungannya, Kak Marsya ... 🙏🏻😊🤗💖💖💖
total 1 replies
Yue Li MZy
ka uthor apa Lin Yue nanti jodohnya tetap Kisar shen? bisa buat kan jodohnya yg lain gitu yg lebih kuat 🤔🤔🤔
Yue Li MZy: kapan up nya kaa
total 2 replies
Yue Li MZy
tokoh wanita nya hebat dan kuat,suka sekaliii 😍😍 smngt up nya KA Thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih, Kak Yue Li ... 🙏🏻🤗💖💖💖
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!