NovelToon NovelToon
LEONARA~Misi Menaklukkan Cowok Cuek!

LEONARA~Misi Menaklukkan Cowok Cuek!

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen School/College / Romansa / Obsesi
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: HaluBerkarya

Aira Putri Manggala tidak tahu arti kata menyerah. Sudah 99 kali ia menyatakan cinta, dan 99 kali pula Leonel menolaknya tanpa ragu.
Cowok paling cuek di sekolah itu seperti tembok es. Sulit didekati, mustahil ditaklukkan.
Tapi Aira bukan tipe gadis yang mundur hanya karena ditolak.
Bagi Aira, cinta bukan soal harga diri. Ini soal perjuangan.
Seluruh sekolah mengenal obsesinya. Sebagian menertawakan, sebagian menunggu keajaiban.
Yang tidak pernah mereka tahu…

AIRA-LEONEL DI SINI!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaluBerkarya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29. Pulang bersama.

"Aira, astaga. Anggun sedikit lah. Masa di depan Leonel kamu masih melanjutkan aksi mencuri?" bisik Denada sambil menepuk keningnya sendiri karena heran melihat tingkah sahabatnya.

​"Hais, ini karena kepalang malu, Nada! Tanggung sekali, ternyata dia juga sudah tahu sejak lama. Kalau saja aku punya jurus menghilang, sudah hilang aku dari sini sejak tadi!" jawab Aira dengan bisikan tertahan. Matanya sesekali mencuri pandang ke arah Leonel yang kini malah mulai melangkah mendekat ke posisinya.

​"Astaga. Tuh kan, dia pasti merasa ilfeel sekali padaku. Oh my god, tolong jangan mendekat dulu!" batin Aira berteriak.

​Aira berpura-pura kembali menatap pohon mangga di depannya sembari berkacak pinggang dengan gaya menantang. Matanya seolah-olah sedang mengintai mangga mana lagi yang akan ia petik sebagai target berikutnya. Namun, tindakan itu hanyalah kedok untuk menyembunyikan rona merah di wajahnya yang kian menjadi. Pipinya terasa sangat panas saat menyadari bayangan Leonel semakin mendekat.

​"Nathan, naiklah!" Aira kembali memberikan perintah kepada Nathan yang sejak tadi hanya mematung di bawah pohon mangga. Cowok itu tampak sangat canggung karena pemilik pohon kini berdiri tepat di hadapan mereka sambil mengamati. Sementara itu, Anya sudah membuang muka jauh-jauh karena merasa sangat malu atas situasi tersebut.

​"Yang barusan dipetik tidak cukup?"

​Deg!

​Suara berat Leonel terdengar tepat di sampingnya. Cowok itu kini berdiri tegak dengan jarak yang sangat dekat, membuat guratan merah di pipi putih Aira semakin terlihat jelas.

​"Eng-eh, iya. Maksudnya kan sayang uangnya, El. Masa hanya dapat sepuluh biji!" jawab Aira terbata-bata. Matanya sempat melirik sekilas ke arah Leonel sebelum ia kembali membuang muka dengan cepat.

​Sialan, apakah Leonel baru saja terkekeh pelan menertawakannya? Aira terpaku sejenak. Sudah berapa kali Leonel tertawa seperti itu? Seingatnya, baru kali ini ia melihat sisi lain dari pria itu yang biasanya sedatar papan tulis. Dan sialnya, Leonel benar-benar terlihat sangat tampan saat sedang tertawa kecil seperti itu.

"Besok-besok dilanjutkan. Ayo, aku antar pulang!" Tanpa menunggu persetujuan sedikit pun, Leonel langsung menunduk. Ia mengangkat tubuh Aira dengan gerakan cepat, membawanya pergi dari sana dan membuat gadis itu seketika meronta-ronta dalam gendongannya.

​"Tidak mau! El, turunkan! Aku pulang bersama teman-temanku. Turunkan!" pekik Aira dengan suara melengking. Namun, rontaan itu sama sekali tidak dihiraukan oleh Leonel.

​Leonel membopong tubuh Aira lalu mendudukkannya di atas jok motor. Pria itu menahan paha Aira dengan tangannya agar gadis itu tidak melompat turun. Tangan lainnya meraih helm dan mulai memakaikannya ke kepala Aira dengan gerakan tegas.

​"Tidak mau! Tidak mau!" Aira menatap ke arah teman-temannya untuk meminta pertolongan. Namun, ketiga sahabatnya itu justru seolah-olah mendadak tuli dan buta. Mereka kompak tidak mau melihat ke arah sana.

​"Teman-teman sialan! Kalian pulangnya nanti bagaimana? Ayo dong, aku tidak mau pulang bersama cowoknya Cleo ini!" teriak Aira dengan nada frustrasi.

​Mendengar kalimat terakhir itu, Leonel menghentikan gerakannya. Ia menatap Aira cukup lama dengan tatapan yang sulit diartikan.

​"Kan sudah aku bilang, kemarin itu karena dia sakit makanya aku antar," ujar Leonel sambil menghela napas kasar.

​"Sama saja! Dia duduk di sini, peluk-peluk kamu! Turunkan aku, Leonel!" balas Aira yang kini mulai membawa-bawa rasa cemburunya ke permukaan.

"Gak peluk!" bela Leonel sambil naik ke motor. Cowok itu langsung menarik kedua tangan Aira paksa buat melingkar di pinggangnya. "Gini biar gak jatuh!" ketusnya.

​"Apaan sih Leonel, kamu hari ini beneran deh kayak kerasukan setan apa gimana. Kalau aku bilang nggak mau ya jangan maksa!" Aira menyahut ketus dari belakang sambil menarik tangannya kasar.

​"Ya kamu memang harus dipaksa," balas Leonel. Kali ini dia menarik lagi tangan Aira dan tidak dilepaskan sama sekali.

​Sementara itu, teman-temannya baru sadar ada masalah logistik yang gawat. "Eh, kalau Aira pulangnya sama Leonel, terus kita gimana?" Nathan bersuara dengan wajah panik. Dia baru ingat kalau tadi mereka ke sini naik mobil Aira.

​"Aira, kunci mobil dong! Masa kami mau ditinggal di sini?" pekik Anya mendekat sambil menadahkan tangan meminta kunci.

​"Nggak mau! Makanya turunin aku dulu, kita pulangnya bareng-bareng!" balas Aira bersikeras.

​"Kasih kunci mobilnya atau teman-teman kamu tetap tertahan di sini?" Suara rendah Leonel terdengar dari depan, memberi pilihan yang bikin Aira makin naik darah.

​Dengan sangat terpaksa, Aira akhirnya melemparkan kunci mobil itu pada Anya. Setelah kunci berpindah tangan, Leonel langsung menarik gas dan melajukan motornya dengan sangat cepat. Dalam sekejap, deru mesin itu menjauh dan mereka berdua hilang dari pandangan.

​"Belum juga dua puluh empat jam, tapi si Leonel itu sudah benar-benar terlihat kecintaannya. Heran saja, cowok setampan dan sealim dia harus jatuh cinta sama cewek seajaib Aira," gumam Denada sambil menggelengkan kepala.

​Mendengar celetukan Denada, kedua temannya hanya bisa tertawa terbahak-bahak setuju. Mereka bertiga pun akhirnya melangkah kembali menuju mobil

...****************...

​"Leonel! Bisa tidak bawa motornya pelan-pelan!" teriak Aira dengan suara melengking. Wajahnya sudah pucat pasi. Tangannya melingkar kuat memeluk pinggang pria itu. Ia terus menyembunyikan wajahnya di punggung Leonel karena takut kalau-kalau angin siang yang kencang itu bisa mengempasnya dari atas motor.

​Leonel hanya terkekeh pelan mendengar teriakan itu. "Kalau pelan, kamu tidak akan mau memeluk erat seperti ini," ujarnya dengan nada santai.

​Bugh!

​Satu pukulan mendarat di punggung Leonel. "Oh, jadi begitu? Kemarin juga kamu pasti sengaja melaju cepat agar dipeluk Cleo, iya kan?"

​"Astaghfirullah, nama itu lagi!" Leonel mendesah pelan namun suaranya masih bisa didengar jelas oleh Aira. "Tidak ada yang peluk-pelukan, Sayang!"

​"Apaan sih, sayang-sayang! Sok iya banget!" tangan Aira yang ringan kembali menabok punggung Leonel. Sementara itu, wajahnya sudah memerah padam. Ia berusaha menyembunyikan rona di pipinya yang terasa makin panas saat mendengar panggilan itu.

Motor itu membelah jalanan siang menjelang sore. Angin yang berembus menyentuh kulit terasa sangat menyejukkan. Bagi Aira, ini adalah momen yang sering ia harapkan sejak dulu dalam mimpinya. Tanpa benar-benar ia sadari, mulut yang tadi terus berceloteh kini terdiam seribu bahasa. Kepalanya bersandar nyaman di balik punggung tegap Leonel. Pelukannya terasa semakin erat meskipun Leonel sudah memelankan laju motornya sejak tadi.

​Pria itu sesekali melirik ke arah belakang melalui kaca spion. Sudut bibirnya melengkung tipis membentuk senyum tulus. Tangannya bergerak lembut mengusap punggung tangan Aira yang melingkar erat di perutnya. Namun, beberapa saat kemudian ekspresinya berubah menjadi lebih sendu.

​"Maaf, Ra. Jangan capek dulu, Sayang. Maaf mungkin selama ini aku jahat padamu. Itu murni karena aku tidak mau jauh-jauh darimu, Ra," batin Leonel dengan perasaan yang berkecamuk.

​"Loh, kenapa malah ke rumah kamu, El!" Pekikan Aira pecah saat motor itu akhirnya berhenti sempurna. Gadis itu yang sejak tadi tidak lagi memperhatikan jalanan kini tampak kaget. Bukannya di depan gerbang rumahnya sendiri, motor itu justru berhenti tepat di depan rumah Leonel.

​"Mampir dulu ke rumah untuk makan. Mami masak hari ini," ujar Leonel santai sembari membantu melepaskan kaitan helm di kepala Aira.

​Wajah Aira membelalak seketika. Ia jelas tidak siap jika harus bertemu dengan orang tua Leonel sekarang. Berbagai pikiran buruk melintas di kepalanya. Sial sekali, kenapa ia harus datang ke sini tanpa ada status hubungan yang jelas.

​"Tidak mau, aku mau pulang!" protes Aira dengan nada panik.

​"Kita sudah sampai di sini. Masuk sebentar saja, Aira. Aku merasa sangat lapar sekarang," ujar Leonel kemudian membantu gadis itu turun dari jok motornya yang tinggi.

​Aira hanya bisa celingak-celinguk menatap bangunan rumah di hadapannya dengan perasaan was-was. Ia segera memperbaiki penampilannya yang sedikit berantakan karena angin jalanan sebelum akhirnya mengekor di belakang langkah lebar Leonel masuk ke dalam.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
cih dadynya egois😑
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Betul kak🤣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
wlekkeke ayok mulai rajin up lagi 🫣 pesan dari outhor yg lbh lama gk up🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: 🤣🤣Emang kepala akhir2 ini agak2, mana mau baca sebelah belum up lagi😭
total 1 replies
syiidaa
pliss lanjutt thorr🙏
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
wah kiw kiw malu mlau🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
cieee ketemu camer kiw kiw/Slight//Slight/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
healah gadis ajaib😭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
cieeee gunung es meleleh😭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
kebalek ege😭
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: 🤣🤣🤣Takutnya nanti Leonel hamil benaran
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
bagus kemasan air minum mmg harusnya di buang menyebalkan/Left Bah!/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
aaaaa aku maluuuu🫣🫣🫣🫣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
dih gengsi🤣🤣🤣🤣 noh marai cleo dih kesel dasar merk air minum😑
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Kalau kata Anya: Malu Aqua😭
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
jiakkkkk jmkangen sma pembuat onar🤧🤧🤧🤣🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
kamu terlalu lama leonel harusnya kl. km mmg suka sama aira jangan belagak gk suka😑 skrg aira ada yg ngejar kmnya cembukur😑
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: ah lambat🤣
total 6 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
cieee kalah cepat cieee🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: iya aku bingung kaynaya berangkat dluan thu leonel kok tiba tiba aldaren yg sampe dluan🙄🤣
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
wahhh??😱😱😱 bapak negra leonel malu???? 🫣🫣🫣🫣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: iya sih😭😭😭😭😑
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
kannnn😭😭😭😭😭😭😭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
plis gk sanggup baca lanjutannya tkt bgt aku yg baca aku juga yg malu😭😭😭😭🤧
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: 😭😭Apalagi aku, malu banget kak🤣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
gpp thor tpi hari ini tipel ya🫣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: dih othor gk asik😑🤣
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
eh visi misi mengejar leonel? 😭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: shok aku
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
thor up lgi yokkkk/Slight//Slight//Slight/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!